cover
Contact Name
Suharto Linuwih
Contact Email
suhartolinuwih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suhartolinuwih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
UPEJ Unnes Physics Education Journal
ISSN : 22526935     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Unnes Physics Education Journal aims to publish results of empirical studies, theoretical studies, and conceptual analysis in the fields of education phylosophy and theory, physics education, development of physics learning instruments, physics learning media, experiments activity development in the physics learning, and physics learning evaluation.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS LITERASI SAINS BERTEMA APLIKASI KONSEP ENERGI DALAM KEHIDUPAN
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12703

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah khususnya dalam bidang sains berdasarkan hasil studi PISA dan TIMSS. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui pendayagunaan bahan ajar. Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk pembelajaran terpadu. Namun dalam kenyataannya, bahan ajar IPA Terpadu yang beredar belum menunjukkan keseimbangan kategori literasi sains. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan bahan ajar IPA terpadu yang berbasis literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tingkat kelayakan dan keterbacaan bahan ajar, serta peningkatan kemampuan literasi sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Karakteristik bahan ajar memiliki empat aspek literasi sains yang dikemas dengan proporsi yang seimbang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan bahan ajar sebesar 91,73% dan tingkat keterbacaan bahan ajar sebesar 91,51%. Selain itu, peningkatan kemampuan literasi sains untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen sebesar 0,67 , sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,21. Hasil belajar ranah psikomotorik dan afektif kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. The quality of education in Indonesia is still low, especially in science is based on the results of PISA and TIMSS studies. One way in which the government is through the utilization of teaching materials. Teaching materials have an important role in learning included in the integrated learning. But in reality, integrated science teaching materials has not shown any outstanding balance scientific literacy category. Therefore, it is necessary to develop an integrated science teaching materials based scientific literacy. This study aims to determine the characteristics, the feasibility and readability of teaching materials, and the enhancement of students' science literacy skills. The method used is a method of research and development. Characteristics of teaching materials has four aspects that are packed with well-balanced proportions. The results showed the feasibility level of 91.73% of teaching materials and teaching materials readability level of 91.51%. In addition, the enhancement of students' science literacy skills in the experimental class of 0.67, while the control class is 0.21. Results psychomotor and affective domains of learning experiment class is greater than the control class. This shows that the teaching materials developed can increase scientific literacy of students.
IMPLEMENTASI STRATEGI WHOLE BRAIN TEACHING (WBT) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SAINS FISIKA DI MTs MUHAMMADIYAH PEJAWARAN KABUPATEN BANJARNEGARA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12704

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah minat dan hasil belajar siswa MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan menggunakan model Whole Brain Teaching (WBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara pada pokok bahasan Cahaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil analisis uji-t data hasil belajar dan angket minat belajar, diperoleh bahwa thitung lebih besar daripada ttabel maka kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Gain peningkatan minat siswa yang diberi pembelajaran dengan WBT mencapai 0,410 sedangkan peningkatan minat siswa yang diberi pembelajaran dengan diskusi mencapai 0,223. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model WBT dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII di MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara pada pokok bahasan Cahaya. Problems in this study is whether the interest and student learning outcomes MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara can be improved through learning by using a model of Whole Brain Teaching (WBT). This study aims to determine the increase in interest and the results of class VIII student of MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara on the subject of light. The research design used in this study was Quasi Experimental Design using design Nonequivalent Control Group Design. Results of t-test analysis result study and questioonnaire, found that t count greater than t table the experimental group was better than the control group. Gain increased interest by students learning with WBT reached 0.410, while the increase in interest in students were given a lesson with a discussion reaches 0.223. Based on the results of this study concluded that the WBT learning model can improve the learning outcomes of interest and eighth grade students in MTs Muhammadiyah Pejawaran Banjarnegara on the subject of light.
PEMANFAATAN KAMERA SMARTPHONE DAN EYETRACKING ANALYSIS PADA PERCOBAAN KINEMATIKA DI ATAS LANDASAN UDARA DUA DIMENSI
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12705

Abstract

Smartphone semakin menjadi piranti umum yang dimiliki oleh hampir semua guru dan siswa di sekolah menengah. Smartphone memiliki fitur standar berupa video yang sangat membantu perolehan data yang kemudian diolah menggunakan program Tracker sebagai software analisis. Penelitian ini melaporkan desain percobaan gerak satu dan dua dimensi di atas bidang landasan udara 2D dengan gaya gesek yang kecil. Percobaan gerak linier, tumbukan dua dimensi, dan gerak getaran teredam yang dilakukan di atas landasan udara tersebut direkam menggunakan kamera smartphone dan dianalisis dengan Tracker. Melalui percobaan tersebut dapat dihitung kecepatan rata-rata maupun kecepatan sesaat benda yang bergerak. Pada percobaan gerak linier, penentuan point mass pada Tracker menghasilkan data posisi x, posisi y, dan grafik gerak linier. Pada percobaan tumbukan dua dimensi, hukum kekekalan momentum dapat diperiksa dengan ketelitian yang cukup baik. Pada percobaan getaran teredam, dinamika gerak benda yang direkam dengan kamera dan dianalisis dengan Tracker mampu menampilkan grafik getaran teredam dengan baik. Simulasi persamaan getaran teredam cocok dengan analisis pada video. Dengan demikian penggunaan smartphone dan program Tracker pada analisis gerak mampu memberikan hasil yang akurat sehingga memungkinkan untuk digunakan dalam merancang berbagai percobaan kinematika di sekolah menengah. Smartphone has been a common device that is mostly owned by teachers and high school students. Smartphone has standard fitures such as video that is very helpful on obtained data, and then they are processed using Tracker programme as software analysis. This research reports the experiment design of one and two dimension motions on air bench with minimum friction. Linear motion experiment, two dimension collision and damped oscilation on air bench were recorded using smartphone camera and were analyzed with Tracker. Through those experiments, average velocity and instantaneous velocity of an object in motion could be calculated. In linear motion experiment, the placement of the point mass results the data of x-position, y-position, and linear motion graphs. In two dimension collision experiment, law of perpetual momentum was able to be investigated in a good precision. In damped oscilation experiment, dynamic motion of the object that was recorded by camera and analized with Tracker showed a good damped oscilation graph. Simulation of damped oscilator’s equation similar to the video analysis. Thus, using smartphone and Tracker in motion analysis were able to give accurate result so it is enabled to use it in designing various kinematic experiments in high school.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN POHON MASALAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dengan PBL berbantuan pohon masalah dan ekspositori. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Boja tahun ajaran 2014/2015. Dengan teknik purposive sampling terpilih kelas VIII B-C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji gain dan uji kesamaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukan PBL berbantuan pohon masalah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil uji perbedaan dua rata-rata menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan PBL berbantuan pohon masalah lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran ekspositori. Disarankan pembelajaran PBL berbantuan pohon masalah dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. This research aim to analyze whether tree diagram-assisted PBL learning was effective in improving students’ critical thinking skill; and to analyze critical thinking skill of students with expository learning and with tree diagram-assisted PBL learning. The population of this research was eight graders of SMP N 2 Boja in the academic year 2014/2015. Class VIII-B was chosen as experimental group and VIII-F was chosen as control group through purposive sampling technique. Documentation and tests were used as method of collecting data. To analyze the data, the researcher used gain test and means similarity test. The result of the research showed that PBL learning by using tree diagram was effective in improving students’ critical thinking skill. Based on the result of two means difference test; it is shown that critical thinking skill of students with tree diagram-assisted PBL was higher than critical thinking skill of students with expository learning. It was suggested to use tree diagram-assisted PBL as an alternative learning model to grow students’ critical thinking skill.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES BELAJAR FISIKA SISWA SMP KELAS VIII
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif STAD terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses belajar fisika siswa pada sub pokok bahasan getaran dan gelombang. Subjek penelitian adalah kelas VIII B SMP Negeri 2 Ambarawa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji deskriptif presentase, uji gain dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 86,11% dengan kriteria tinggi. Data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Chi Kuadrat dan dinyatakan berdistribusi normal. Peningkatan penguasaan konsep ditunjukkan dengan <g>= 0,6 dan kriteria sedang. Hasil analisis uji t menyebutkan thitung = 7,477; ttabel= 1,697; thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kelima aspek keterampilan proses belajar fisika siswa dianalisis menggunakan uji deskriptif dan dinyatakan meningkat secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatan penguasaan konsep dan mengembangkan keterampilan proses belajar fisika siswa SMP kelas VIII pada sub pokok bahasan getaran dan gelombang. This study aims to determine the influence of application cooperative learning type STAD to mastery concept and skills process of physics in sub material vibrations and waves. The subject of research is all students in VIII B SMP Negeri 2 Ambarawa. Collection of data using a technique tests, observations and documentation. Data analysis using a percentage descriptive test, gain test, and t-test. The result of research shows that exhaustiveness studying classical student at 86,11% with high criteria. Pre-test and post-test data were analysis using Chi Kuadrat and conclude as normal distribution. Enhancement of mastery concept shows with <g>= 0,6 and middle criteria. T-test analysis result shows tcount = 7,477; ttable = 1,697; tcount > ttable   so Ho rejected and Ha received. Five aspects of skills learning process of physics students are analyzed using descriptive test and shows increase as significant. The conclusion is cooperative learning model of STAD can increase the mastery concept and develop the skills learning process of physics students class VIII SMP in sub material vibrations and waves.
DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI PHET (Physics Education and Technology) PADA MATERI MEDAN LISTRIK
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12708

Abstract

Dalam perkuliahan Kelistrikan dan Kemagnetan, banyak mahasiswa mengalami kesulitan memahami konsep-konsep yang melibatkan variabel-variabel mikroskopis, seperti muatan listrik dan medan listrik. Pada umumnya penjelasan di kelas tidak cukup membuat mahasiswa memahami konsep-konsep yang melibatkan variabel-variabel mikroskopis tersebut sehingga diperlukan media pembelajaran yang tepat dan juga pembelajaran mandiri untuk memahaminya. Peran media dalam pembelajaran sangat penting, sebab media membantu guru menolong siswa memahami materi pembelajaran. Saat ini sudah dikembangkan simulasi PhET yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini mengangkat masalah tentang (i) bagaimana membuat desain pembelajaran mandiri tentang vektor medan listrik menggunakan simulasi PhET dan (ii) bagaimana efektivitas desain pembelajaran tersebut untuk membantu mahasiswa memahami materi tentang medan listrik. Tujuan penelitian ini adalah (i) membuat desain pembelajaran mandiri tentang vektor medan listrik menggunakan simulasi PhET dan (ii) mengetahui efektivitas desain pembelajaran tersebut untuk membantu mahasiswa memahami materi tentang vektor medan listrik. Penelitian ini bermanfaat untuk memberi contoh bentuk pembelajaran mandiri yang bisa digunakan mahasiswa untuk belajar vektor medan listrik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan responden 15 mahasiswa Fisika dan Pendidikan Fisika Angkatan 2014. RPP dan modul tentang vektor medan listrik diimplementasikan dan diobservasi oleh observer lain, kemudian mahasiswa ditugaskan untuk mengerjakan soal post test dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisa data menyatakan bahwa (i) 100% mahasiswa mendapatkan nilai tes di atas 80 dengan rata-rata nilai 100, (ii) 98,66% mahasiswa terlibat aktif dan antusias dalam pembelajaran, (iii) 73,33% mahasiswa memberikan sikap positif yaitu antusias dan bekerja sama selama pembelajaran berlangsung, dan (iv) 88,89% mahasiswa memberikan respon positif pada kuesioner. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan media simulasi PhET sebagai media pembelajaran Fisika efektif digunakan untuk membantu mahasiswa memahami vektor medan listrik dan memotivasi mahasiswa untuk belajar Fisika. Dengan demikian semua kriteria keberhasilan tercapai dan penelitian dinyatakan berhasil. On Electromagnetic class, mostly students are difficult to understand concepts that involved microscopic variables, such as charges and electric field. Generally explanations in class are not enough to make them understand it, so suitable media and independent learning are needed. The role of media in learning is very important, because media helps teachers to help students understand the learning material. Nowadays PhET simulation that can be used as learning media has been developed. This research is investigate (i) how to make independent learning design about electric field vectors using PhET simulation and (ii) how effective that learning design to help students understand concept of electric field. This study aims to design independent learning design about electric field vectors using PhET simulation and (ii) to determine the effectivity of that learning design to help students understand concept of electric field. Its advantages for giving example of independent learning that might be used by students to learn about electric field vector. This is a qualitatively descriptive research with 15 students of Physics and Physics Education Batch 2014 be as respondents. Lesson plan and modul of electric fields vector were implemented and were observed by other observer, then students were assigned to do post test and fill the questionnaire. Data were analyzed qualitatively and descriptively. The results state that (i) 100% students obtained evaluation score more than 80 with the mean of 100, (ii) 98,66% students actively involved and enthusiastic in learning process, (iii) 73,33% students showed positive attitude of enthusiastic and cooperative during learning process, and (iv) 88,89% students stated positive response in the questionnaire. Thus it could be concluded that the utilization of PhET simulation as physics learning media is effective to help students understand electric field vector and motivate students to learn physics.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DILENGKAPI PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12709

Abstract

Berbagai model pembelajaran dikembangkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa sehingga mampu bersaing manghadapi tantangan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran inkuiri terbimbing dilengkapi penilaian portofolio untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMA. Metode penelitian ini adalah penelitian quasi experiment, dengan desain control group pre test post tes design. Kelas X4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X5 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berpikir kritis siswa kelas eksperimen adalah 85,67 dan kelas kontrol adalah 75,84. Berdasarkan hasil analisis uji gain, peningkatan berpikir kritis siswa kelas eksperimen menunjukkan kriteria peningkatan yang tinggi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dilengkapi penilaian portofolio efektif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa. Many types of learning are developed for practising critical thinking knowledge of students to make them can face world challenge. This study was conducted to know the effectiveness of guided inkuiri  learning which was completed with portfolio assessment to increase critical thinking of Senior High School students. The research method that is used in this study is quasy-experimental research, which has control group pre test and post test design.  There are two classess in this study, that are X4 class as experiment class and X5 class as control class. This study result shows the average of students’ critical thinking in experiment class is 85,67 and control class is 75,84. Based gain analise, it shows there is an increasing of students’ critical thinking in experiment class high criteria. From this result, it is concluded that inkuiri terbimbing learning that is completed with portfolio assessment is effective to increase students’ critical thinking.
ANALISIS ASPEK KINERJA LITERASI SAINS PADA MATERI KALOR FISIKA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12711

Abstract

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai konsep literasi sains dan aspek-aspeknya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Literasi sains warga negara Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Hal tersebut diketahui dari hasil PISA tahun 2012. Dalam pembahasan, konsep literasi sains dan aspek-aspeknya difokuskan dalam konteks pelajaran fisika pada pokok bahasan kalor. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan beberapa sumber berupa dokumen pemerintahan, jurnal penelitian, buku serta laporan penelitian yang relevan. Dokumen pemerintahan yang dimaksud adalah undang-undang, peraturan menteri dan hasil dari BSNP. Laporan pengukuran yang dimaksud adalah laporan yang berasal dari PISA. Aspek-aspek kinerja literasi sains yang disusun dapat digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran ataupun perangkat asesmen literasi sains pada pelajaran fisika dengan materi kalor. The aim of this paper is to get a clear picture of scientific literacy concept and it's aspects for improving the quality of education. The Science literacy of Indonesian is still lower when compared with other countries. We can know about that from the results of PISA 2012. In this discussion, the concept of scientific literacy and it's aspects in the context of physics focused on heat subject. The literature study is used as method for this paper. This paper is written down of some literature sources such as government documents, research journals, books and research reports relevant. The Government document is a government of laws, regulations and the results of BSNP minister. The relevant research report is  a report emanating from some institution like Pisa and TIMSS. Aspects of scientific literacy performance can be used as a guide in developing a learning device or  assessment devices of scientific literacy in the subject matter of physics with heat.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMP
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i2.13613

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray efektif meningkatkan pemahaman konsep dan pendidikan karakter siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Kajen. Dengan teknik simpel random sampling diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray, dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang diterapkan model konvensional. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, dan tes. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA fisika dan pendidikan karakter siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah model pembelajaran. Hasil analisis uji t pihak kanan menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji proposi pihak kiri ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal paling besar ada di kelas eksperimen yaitu sebesar 93,75%. Hasil uji gain menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 0,71 dan kelas kontrol sebesar 0,50. Hasil angket dan observasi menunjukkan peningkatan pendidikan karakter kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan pendidikan karakter siswa SMP.
KEEFEKTIFAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS EKSPERIMEN PADA PENGUASAAN KONSEP DAN KINERJA SISWA SMA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i2.13614

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas pembelajaran project based learning berbasis eksperimen pada penguasaan konsep dan kinerja siswa pada materi keseimbangan benda tegar. Metode penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Penguasaan konsep diukur menggunakan instrumen tes dengan model three-tier test. Kinerja siswa diukur selama dan setelah proses pembelajaran menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji gain dan uji t satu sampel. Peningkatan penguasaan konsep siswa menghasilkan faktor gain sebesar 0,708 dengan kriteria tinggi. Uji gain kinerja siswa pertemuan 1 – 3 menghasilkan faktor gain sebesar 0,47 dengan kriteria sedang. Hasil uji t menunjukkan sebesar 5.31 lebih dari yaitu 2,03 sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan project based learning berbasis eksperimen efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan kinerja siswa.