cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2014)" : 13 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION MENGGUNAKAN STRATEGI JELAJAH ALAM SEKITAR
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi pada materi Kingdom Plantae di SMA Negeri 1 Magelang masih berpusat pada guru yaitu menggunakan metode  ceramah, proses sain belum banyak dikembangkan dalam proses pembelajaran. Perlu  dikembangkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu Group Investigation (GI) strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran Kingdom Plantae dengan metode GI menggunakan strategi JAS yang valid atau layak menurut pakar dan dapat  meningkatkan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa  kelas X SMA Negeri 1 Magelang. Hasil penelitian berupa model pembelajaran biologi dengan metode GI  menggunakan strategi JAS terimplementasi dalam silabus, RPP, LKPD, Bahan ajar, dan alat evaluasi (tes). Pada silabus maupun RPP khususnya pada kegiatan  pembelajaran berisikan langkah-langkah sesuai dengan metode GI, sedangkan di LKPD pada cara kerja sesuai dengan serategi JAS.  Langkah-langkahnya adalah : a) peserta didik memilih sub-subtopik, b) membentuk kelompok-kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan 2-6 peserta didik, c) merencanakan prosedur, tugas, dan tujuan belajar sesuai dengan sub topik yang dipilih, d) Melaksanakan rencana yang sudah dibuat dengan diskusi kelompok membahas sub-sub topik serta mengkaitkan  dengan alam disekitar secara langsung, e) Mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik.  Biology learning on the material Kingdom Plantae at SMAN 1 Magelang is still teacher-centered method. The scientific process has not been developed in learning process. It needs to develop models of student-centered learning, namely “Group Investigation” (GI) using “Jelajah Alam Sekitar” (JAS) strategy The  purpose is produce a learning model of Kingdom Plantae using the GI method through a “JAS”  strategy according to experts and improve the students learning outcomes. The subjects research the students of grade X of SMA Negeri 1 Magelang. The results is  in the form of biological learning model with method of Group Investigation (GI) using the JAS strategies implemented in the syllabus, lesson plans, learners work sheets, teaching materials, and evaluation tools (tests). Syllabus and lesson plan especially on learning activities contains some steps accordance with the GI method, whereas in the learners work sheet on how to work in accordance with JAS strategy. The steps are: a) students choose a sub-subtopics, b) form small groups, each consisting of 2-6 students, c) plan procedures, tasks, and learning objectives in accordance with selected sub-topic, d) to discuss subtopics as well as linking with surrounding nature directly, e) present results of the group discussions using media learning.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA SMK BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENUMBUHKAN SOFT SKILLS SISWA
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran yang memanfaatkan potensi lokal dan mencerminkan penerapan soft skills masih jarang. Keragamanan potensi lokal dapat dijadikan sebagai laboratorium dan sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian bertujuan untuk menerapkan bahan ajar berbasis potensi lokal yang dikembangkan dalam meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan soft skills siswa. Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) diadaptasi dari Borg and gall (2003) yang dikombinasikan dengan Sugiyono (2010). Tahap validasi produk menghasil- kan bahan ajar layak digunakan untuk uji coba penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode tes, metode angket performance soft skills, metode observasi kemampuan komunikasi dan keterlaksanaan pembelajaran serta metode wawancara. Hasil penelitian bahwa; Bahan ajar berbasis potensi lokal memberikan informasi potensi yang ada di daerahnya dan dapat dikembangkan menjadi ide kreatif  dalam menumbuhkan  jiwa  berwirausaha; Tanggapan berupa respon siswa sebesar 81% kategori merespon baik, adanya perhatian dan ketertarikan siswa terhadap bahan ajar sehingga mudah dipahami dan mendorong rasa ingin tahu untuk mempelajari fisika;serta terdapat peningkatan dan perbedaan soft skills kelas eksperimen dan kontrol. Hasil belajar meningkat sebesar 0,36. Sedangkan koefisien uji t hipotesis related var- ians dengan thit > ttabel (t1=2,07>1,99; t2=4,17>1,99; t3=2,34>1,99; t4=5,34>1,99;). Mem- buktikan bahan ajar fisika SMK berbasis potensi lokal yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan soft skills siswa.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FUNCHEM BERWAWASAN SOCIO- SCIENCES MELALUI INKUIRI TERBIMBING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLiterasi sains siswa Indonesia menempati posisi yang memprihatinkan, pada ta- hun 2012 siswa Indonesia menempati posisi 64 dari 65 negara peserta untuk aspek literasi sains (OECD, 2013). Peneliti bermaksud mengembangkan bahan ajar ber- wawasan socio-sciences yang dapat menjembatani antara teori yang dipelajari siswa di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah meng- etahui kelayakan bahan ajar FunChem berwawasan socio-sciences dalam meningkat- kan literasi sains siswa di SMK. Penelitian ini menggunakan prosedur R&D yang meliputi tahap define,design,dan develop. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar FunChem berwawasan socio-sciences yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, efektif dan mendapat respon positif dari siswa, dengan capaian N-gain untuk kom- petensi literasi sains sebesar 0,68 (sedang). Hal ini dikarenakan karakteristik dari ba- han ajar FunChem yang dibuat menyenangkan, juga mengkaitkan isu sosial ilmiah dengan pokok materi kimia yaitu redoks. Bahan ajar FunChem juga dilengkapi den- gan lembar kerja inkuiri yang membantu siswa menyusun pola dalam penemuan konsep yang diharapkan.AbstractIndonesian students’ level of  scientific literacy in the world occupies a worrying position. Indonesian students in 2012 was ranked 64th from 65 participating countries for the scienti- fic literacy aspect (OECD, 2013). Researcher intends to develop teaching materials that can be a bridge of  gap between theory learned in school with everyday life situation. The aim of this research is to determine the feasibility of  FunChem learning materials Integrated to socio-sciences to increase the scientific literacy of  vocational school. This research used R & D procedures that consist of define, design, and develops stage. Technique to analysis data is descriptive and inferential statistical analysis. The results is the FunChem learning materials fulfills the criteria for a valid, effective and has a positive response from students, with the N-gain performance for scientific literacy competency is 0.68 (medium). This is because the characteristics of the FunChem learning materials is made funny, also linking the socio scien- ce issues to the chemistry subject matter, espescially redox. The FunChem learning materials are also equipped with inquiry worksheets that help students construct a pattern in which the invention of the concept are expected.
PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY MATERI HIDROLISIS GARAM UNTUK MENGEMBANGKAN SOFT SKILL KONSERVASI SISWA
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerangkat pembelajaran problem based learning berorientasi green chemistry materi hidrolisis garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pemb- elajaran   problem based learning berorientasi green chemistry pada materi hidrolisis garam untuk mengembangkan soft skill konservasi siswa SMA. Penelitian ini meng- gunakan tes berorientasi green chemistry dan tes kemampuan kognitif konsep-konsep hidrolisis garam, observasi soft skill konservasi serta angket. Hasil penelitian men- unjukkan LKS yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pemb- elajaran kimia. Siswa memberikan respon positif sebanyak 90,71% terhadap LKS yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa materi hidrolisis garam  dengan perolehan N-gain sebesar 0,63 (se- dang). Peningkatan soft skill konservasi siswa yang berkriteria tinggi sebanyak 35,48 % sedangkan yang berkriteria sedang 64,52 %, dengan urutan tiga aspek soft skill konservasi yang peningkatannya terbaik adalah cinta lingkungan, peduli lingkun- gan dan tanggung jawab. Mereka telah memahami penggunaan zat-zat kimia yang ramah lingkungan dalam praktikum.AbstractTeaching  set  of   problem based learning  that oriented  green chemistry of  salt hydrolysis materials to develop the  soft skill conservation of students. This research has aim to developt teaching and learning instrument application on problem based learning which oriented on green chemistry on salt hydrolisys for developing conservation soft skill for student. The research data was gathered using performance test of oriented green chemistry and cognitive ability test concepts hydrolysis of salts, soft skills of observation and questionnaire conservation. The results showed a very worthy worksheets developed for use in teaching chemistry. Students givest positive respon 90,71% of student worksheet that developed. Teaching instrument can improve the understanding of  student concept, salt hydrolysis matery can get N-gain 0,63 (medium). The improving soft skill of  student conservation has high criteria 35,48%. The improving soft skill of student conservation has medium criteria 64,52%. The order of three soft skill with good improvement are love invironment care invironment, responsibility. The students are able to understand the chemical subtance that is environmentally friendly in prac- ticum.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MELALUI ANALISIS KONTRADIKSI AKTIVITAS SEHARI-HARI MASYARAKAT TERKAIT KONSEP SUHU DAN KALOR
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrakakhir untuk memperoleh data kontradiksi setelah menyelesaikan pembelajaran. Pembelajaran berbasis masalah melalui analisis kontradiksi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif.  Hal ini terlihat pada skor <gain> kelompok eksperimen sebesar 79% termasuk kategori tinggi, sedangkan untuk kelompok kontrol sebesar 62% yang termasuk kategori sedang. Dari uji beda Independent Samples t-Test juga menunjukkan perbedaan <gain> tersebut signifikan. Pemb- elajaran tersebut juga dapat menurunkan kontradiksi pada aktivitas sehari-hari siswa. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan persentase kontradiksi kelompok eksperimen sebesar 53,56%Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kontradiksi antara aktivitas sehari-hari masyarakat dengan konsep suhu dan kalor, mengetahui pembelajaran berbasis masalah melalui analisis kontradiksi aktivitas masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada topik suhu dan kalor, serta mengetahui model pembelajaran ini dapat menurunkan persentase kontradiksi pada siswa.  Penelitian diawali dengan survei awal aktivitas masyarakat yang diduga mengandung ketidaksesuaian dengan konsep suhu dan kalor, analisis deskriptif kualitatif untuk menemukan kontradiksi dan penyebabnya, serta pelaksanaan pretes untuk memproleh data pemahaman konsep awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.  Tahap berikutnya mempersiapkan instrumen dan melaksanakan pembelajaran berbasis masalah untuk kelom- pok eksperimen, dan pembelajaran konvensional untuk kelompok kontrol. Pada akhir perte- muan dilakukan postes untuk memperoleh data peningkatan hasil belajar kognitif dan surveiyang jauh lebih besar daripada kelompok kontrol yang hanya 10,89%.AbstractThis study aims to describe the contradictions in people’s daily activities and the concepts of heat and temperature, determine whether problem-based learning (PBL) by analyzing the contradictions can improve physics learning outcomes, and to know whether this learning model can reduce percentage of  the contradictions of  the students.  The study begins with a preliminary survey of  community activities that allegedly contains a mismatch with the concept of  heat and temperature, qualitative descriptive analysis to find contradictions, and the pre-test to get the data of initial concepts understanding of the experimental group and the control group. The next stage is to prepare the instruments and implement PBL for the expe- rimental group, and conventional learning to control group.  Post-test, final survey was con- ducted to obtain the data of learning outcomes and contradictions percentage.  PBL through the contradictions analysis can improve learning outcomes. It can be seen in the high level of experimental group <gain> scores, whereas for the control group was categorized as moderate. The learning model can also decrease the contradiction of student daily activities. This is indi- cated by a decrease in the percentage of the experimental group contradictions which is much greater than that of the control group.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN JAS MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMP
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran ber- basis masalah dengan pendekatan JAS dan menguji keefektivan pembelaja- ran  berbasis masalah dengan pendekatan JAS dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan. Pengembangan perangkat menggunakan model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi, terdiri dari define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKPD dan alat evaluasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangan berkategori sangat efektif, karena dapat menumbuhkan aktivitas 90% (san- gat baik), minat 100%( sangat berminat), sikap 86,7% (sangat baik), respon 93,33% (sangat senang), keterampilan 86,7% (sangat baik) dan mening- katkan hasil belajar dengan ketuntasan 96,7%, serta dapat menumbuhkan sikap peduli lingkungan dengan   katagori sangat peduli  sebesar 100 %., dengan rentang nilai 83,33 s.d 100. Hasil analisis regresi ada korelasi yang signifikan antara hasil belajar kognitif dengan sikap peduli lingkungan.AbstractThe research objectives are to develop teaching learning material based on the prob- lem by using JAS approach about the topic environmental pollution and to examine how effective teaching problem based learning by using JAS approach in the topic of  environmental pollution encouraging students’ attitude to care of  environment. The development of material uses Thiagarajan 4-D model which has been modified. It consists of define, design, and develop. Teaching learning material which is deve- loped includes syllabus, lesson plan, instructional material, LKPD and evaluation form. It can be stated that teaching learning material has been developed is very ef- fective. Because it can increase students’ activities to 90%, means very good, students’ interest 100%, means very interested, students’ attitude to 86.7%, means very good, students’ response to 93.33%, means very enthusiastic, students’ skill to 86.7%, me- ans very good and increase students’ learning result  to 96.7% of the completeness learning result and encourage students’ care of  environment to 100%, means very high , with passing grade of 83.33 to 100. The analysis regressive result is significant correlation between cognitive learning result and the attitude of environmental care.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION MENGGUNAKAN STRATEGI JELAJAH ALAM SEKITAR
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran biologi pada materi Kingdom Plantae di SMA Negeri 1 Magelang masih berpusat pada guru yaitu menggunakan metode  ceramah, proses sain belum banyak dikembangkan dalam proses pembelajaran. Perlu  dikembangkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu Group Investigation (GI) strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran Kingdom Plan- tae dengan metode GI menggunakan strategi JAS yang valid atau layak menurut pakar dan dapat  meningkatkan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Magelang. Hasil penelitian berupa model pembelajaran biolo- gi dengan metode GI  menggunakan strategi JAS terimplementasi dalam silabus, RPP, LKPD, Bahan ajar, dan alat evaluasi (tes). Pada silabus maupun RPP khususnya pada kegiatan pembelajaran berisikan langkah-langkah sesuai dengan metode GI, sedangkan di LKPD pada cara kerja sesuai dengan serategi JAS.  Langkah-langkahnya adalah : a) peserta didik memilih sub-subtopik, b) membentuk kelompok-kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan 2-6 peserta didik, c) merencanakan prosedur, tugas, dan tujuan belajar sesuai dengan sub topik yang dipilih, d) Melaksanakan rencana yang su- dah dibuat dengan diskusi kelompok membahas sub-sub topik serta mengkaitkan  den- gan alam disekitar secara langsung, e) Mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik.AbstractBiology learning on the material Kingdom Plantae at SMAN 1 Magelang is still teacher-centered method. The scientific process has not been developed in learning process. It needs to develop models of  student-centered learning, namely “Group Investigation” (GI) using “Jelajah Alam Sekitar” (JAS) strategy The purpose is produce a learning model of Kingdom Plantae using the GI method through a “JAS”  strategy according to experts and improve the students learning outcomes. The subjects research the students of grade X of SMA Negeri 1 Magelang. The results is  in the form of biological learning model with method of Group Investigation (GI) using the JAS strategies imple- mented in the syllabus, lesson plans, learners work sheets, teaching materials, and evaluation tools (tests). Syllabus and lesson plan especially on learning activities contains some steps accordance with the GI method, whereas in the learners work sheet on how to work in accordance with JAS strategy. The steps are: a) students choose a sub-subtopics, b) form small groups, each consisting of 2-6 students, c) plan procedures, tasks, and learning objectives in accordance with selected sub-topic, d) to discuss subtopics as well as linking with surrounding nature directly, e) present results of the group discussions using media learning
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION MENGGUNAKAN STRATEGI JELAJAH ALAM SEKITAR
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran biologi pada materi Kingdom Plantae di SMA Negeri 1 Magelang masih berpusat pada guru yaitu menggunakan metode  ceramah, proses sain belum banyak dikembangkan dalam proses pembelajaran. Perlu  dikembangkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu Group Investigation (GI) strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran Kingdom Plan- tae dengan metode GI menggunakan strategi JAS yang valid atau layak menurut pakar dan dapat  meningkatkan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Magelang. Hasil penelitian berupa model pembelajaran biolo- gi dengan metode GI  menggunakan strategi JAS terimplementasi dalam silabus, RPP, LKPD, Bahan ajar, dan alat evaluasi (tes). Pada silabus maupun RPP khususnya pada kegiatan pembelajaran berisikan langkah-langkah sesuai dengan metode GI, sedangkan di LKPD pada cara kerja sesuai dengan serategi JAS.  Langkah-langkahnya adalah : a) peserta didik memilih sub-subtopik, b) membentuk kelompok-kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan 2-6 peserta didik, c) merencanakan prosedur, tugas, dan tujuan belajar sesuai dengan sub topik yang dipilih, d) Melaksanakan rencana yang su- dah dibuat dengan diskusi kelompok membahas sub-sub topik serta mengkaitkan  den- gan alam disekitar secara langsung, e) Mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik.AbstractBiology learning on the material Kingdom Plantae at SMAN 1 Magelang is still teacher-centered method. The scientific process has not been developed in learning process. It needs to develop models of  student-centered learning, namely “Group Investigation” (GI) using “Jelajah Alam Sekitar” (JAS) strategy The purpose is produce a learning model of Kingdom Plantae using the GI method through a “JAS”  strategy according to experts and improve the students learning outcomes. The subjects research the students of grade X of SMA Negeri 1 Magelang. The results is  in the form of biological learning model with method of Group Investigation (GI) using the JAS strategies imple- mented in the syllabus, lesson plans, learners work sheets, teaching materials, and evaluation tools (tests). Syllabus and lesson plan especially on learning activities contains some steps accordance with the GI method, whereas in the learners work sheet on how to work in accordance with JAS strategy. The steps are: a) students choose a sub-subtopics, b) form small groups, each consisting of 2-6 students, c) plan procedures, tasks, and learning objectives in accordance with selected sub-topic, d) to discuss subtopics as well as linking with surrounding nature directly, e) present results of the group discussions using media learning
ANALISIS POLA BERPIKIR ANALOGI DALAM MEMAHAMI KONSEP-KONSEP ABSTRAK FISIKA PADA SISWA SMP
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnalogi dapat digunakan untuk membantu memecahkan masalah dan memahami kon- sep. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola berpikir analogi siswa SMP dalam me- mahami konsep fisika dan mengetahui pengaruh kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pola berpikir analogi siswa SMP dalam mema- hami konsep abstrak fisika dan apakah pola berpikir analogi siswa dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode trigulansi. Kegiatan analisis dilakukan dengan tahap pengumpulan data, men- gelompokkan kategori, menjabarkan dan menjelaskan, tahap sintesis, menyusun pola, memilih dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian dilakukan dengan cara mengisi lembar angket dan mengisi lembar soal tes yang dapat menimbulkan pola berpikir analogi. Analogi dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehari-hari. Terdapat dua pola berpikir analogi pada siswa kelas VII SMP yaitu berpikir analogi induktif dan berpikir analogi deduktif. Pada keluarga petani dan pengawai negeri menggunakan pola berpikir analogi deduktif. Siswa dalam lingkungan keluarga pengusaha dan swasta menggunakan pola berpikir analogi induktif. Ada tiga kemampuan memahami konsep pada siswa kelas VII SMP yaitu kemampuan translasi, interpretasi, dan eksplorasi. Siswa dengan pola berpikir analogi induktif menggunakan kemampuan eksplorasi sedangkan kemampuan translasi dan interpretasi digunakan siswa dengan pola berpikir analogi deduktif.AbstractAnalogy can be used for helping the problem solution and understanding the concept. The purpose of this research is to know the analogical thinking scheme for junior high school students in under- standing physic concept and to know the impact in daily life. The problems of the reseacrh is how to understand analogical thingking scheme for junior high school student in understanding physics concept, especially abstract physics concepts and do the students analogical thingking scheme be affected by daily life backgruond. This research is qualitative that used a tringulasi method. This analysis use category, spell out and explain, sinthetic phase, scheme-arrangement, select, and con- clude the research result. The result of the research is done by fill the questionnaire and test that can show the various of analogic thinking scheme. The are two analogical thinking scheme for Junior High School, the are inductive analogical and deductive analogical. Deductive analogical thinking is used by farmer family and civil servant family. Inductif analogy thinking is used by private em- ployee family and bussnisman family. Three abilities to understand the concept for students. They are translation, inpretation, and exploration. Inductive analogical thinking is used in exploration method, while deductive analogical thinking is used in translation and interpretation.
PENGEMBANGAN DETAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK KONTEKSTUAL ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA
Journal of Innovative Science Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahuai validitas  dan  efektivitas  serta tanggapan siswa dan guru tentang DETAR sebagai media pembelajaran tematik kontekstual materi zat adiktif dan psikotropika. Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) subyek penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bodeh. Data tentang sumber belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode test. Kevalidan DETAR sebagai media pembelajaran tematik kontekstual serta tanggapan siswa dan guru diperoleh dengan menggunakan metode angket, dianalisis secara deskriptif prosentase. Hasil penelitian, media DETAR sangat valid (95% untuk media dan 91,66% untuk materi). Efektivitas media DETAR dalam pembelajaran efektif dengan motivasi tinggi dan hasil belajar tuntas secara klasikal, serta kenaikkan N-gain tinggi. Motivasi belajar siswa mencapai (85,84%) motivasi sangat tinggi. Hasil post-test tuntas secara klasikal 93,75% (31 siswa). Kenaikkan N-gain  ternormalisasi  sebesar  0,691  kategori  tinggi.  Tanggapan  guru  sangat positif (95%), tanggapan siswa 89% menguatkan hasil penelitian. Simpulan media DETAR sebagai media pembelajaran tematik kontekstual sangat valid dan efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.AbstractThe purpose of the research is to and find out know validity and effectiveness response from students and science teachers abaout the DETAR as contextual thematic learning on addictive and psychotropic substance. This research is the Research and Development, research subject is the students of calss VIII SMP Negeri 1 Bodeh. Test method is used to measure the result of  study. The questionnaire method is used to kknow the validity DETAR as contextual and thematic learning, were analyzed descriptively percentage. The results of  the research, DETAR media very valid (by 95% for media and  91.66 % for material). The effectivity of DETAR media in effectivity learning with high motivation and the learning result classically completely, an increase highly N-gain. The  students’ motivation research 85.84% very high. The results of  post-test reachs 93.75% (31 students). The Increase of  N-gain in normalized 0.691 for high category. The teacher’s response is very positive in (95 %), the students response is 89% at the result of the research. The conclusion of DETAR media as contextual thematic learning is very valid and effective to increase the student motivation and the result of study.

Page 1 of 2 | Total Record : 13