cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
RELIGIA
ISSN : 14111632     EISSN : 25275992     DOI : -
Religia is a periodical scientific journal with ISSN Print: 1411-1632; Online: 2527-5992 published by the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Pekalongan. This journal specializes in the study of Islamic sciences (Islamic Theology, Philosophy and Islamic thought, Tafsir-Hadith, Science of Da'wah, and Sufism). The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic scholarship disciplines to publish their research results after the selection mechanism of the manuscript, the review of the partner bebestari, and the editing process. The Religia Journal is published in April and October each year. This journal has been indexed in a reputable national indexing agency.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 2: Oktober 2017" : 14 Documents clear
SALAT DUHA SEBAGAI BUDAYA POPULER DALAM PEMAKNAAN ANGGOTA MAJELIS DHUHA BANTUL Nurul Afifah
Religia Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v20i2.927

Abstract

Majelis Duha Bantul is a community that consistly performs Duha prayer in specific and unique style; by performing it collectively, in certainly days, etc. The major question in this research is how they interpretate the duha prayer that they commit? This research is field research with the descriptive, qualitative and analitic genre by applying etnographical approach and the sociology of knowledge theory, and applying the interview and observation as the method. This result of this research reveal three meaning of the duha ritual in the perspective of majelis duha Bantul: (1) objective meaning that is the meaning of the Duha Prayer which majelis duha Bantul understood from the hadis that suggesting the duha prayer. (2) expressive meaning which personally diverse, several person interpretate duha prayer as the effort to attain the physical and mental health, some men religiously interpretate that duha prayer is one of many ways to reach the wordliness success and the hereafter happiness, etc. (3) documenter meaning that show the duha prayer as the ritual based on the hadis advice but in very fact this ritual is disputed still by some scholars; by commiting the duha prayer it means they indentified them self as the community that  appraise the duha prayer collectively is the sunah ritual. And finally this duha ritual subconsciously become the living hadis ritual it self.Keyword: Duha Prayer, majelis Dhuha Bantul, living hadith, sosiology of knowledge AbstrakMajelis Dhuha Bantul merupakan sebuah komunitas yang secara konsisten melaksanakan salat Duha dengan model yang khas dan unik; dilakukan bersama, di hari ternentu dan sebagainya. Pertanyaannya kemudian, bagaimana pemaknaan salat Duha yang dilakukan oleh komunitas tersebut? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat diskriptif, kualitatif dan analitik dengan pendekatan etnografi dan menggunakan teori sosiology of knowledge, dengan metode wawancara, observasi, interview dan sebagainya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan tentang salat Duha yang diambil berdasarkan informasi dari komunitas tersebut dapat dikategorikan menjadi tiga macam: (1) makna objektif yakni salat Duha yang dilaksanakan oleh Majelis ini berangkat dari pemahaman mereka terhadap teks-teks normatif yakni hadis-hadis wasiat tentang salat Duha. (2) Makna ekpresif (personal) cukup beragam; ada yang memaknai sebagai upaya mendapat kesehatan fisik maupun psikis, meningkatkan sikap religius pelaku, mendapatkan kesuksesan dunia-akhirat dan sebagainya. (3) Makna dokumenter; pada dasarnya praktik tersebut berdasarkan teks-teks hadis yang pada kenyataannya masih diperselisihkan oleh para ulama; dengan memeraktikkan salat Duha, berarti mereka mengidentifikasikan diri dengan kelompok yang menilainya sebagai ritual sunah. Pada gilirannya, tanpa mereka sadari praktik ini pun menjadi salah satu bentuk living hadis.Kata kunci: salat Duha, majelis Dhuha Bantul, living hadis, sosiology knowledge.
FUNGSI SIMAAN AL-QUR’AN BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN SUNAN PANDANARAN, SLEMAN, YOGYAKARTA Mohamad Yahya
Religia Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v20i2.1020

Abstract

Fokus artikel ini adalah fungsi simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA), Sleman, Yogyakarta. Paradigma yang digunakan untuk menganalisis subjek penelitian adalah fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi-partisipatoris, wawancara, dan dokumentasi data literer. Dalam artikel ini saya menyimpulkan bahwa simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA tidak hanya sekedar memilki fungsi religi. Lebih jauh, simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA merupakan sistem kebudayaan yang memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks. Kompleksitas unsur-unsur tersebut sejalan dengan ragam fungsinya, baik sosial, kebudayaan, ekonomi, politik-kuasa, promosi, dan pendidikan. Antarunsur dan antarfungsi tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling terikat satu sama lain. Sehingga, aktivitas simaan al-Qur’an sebagai sebuah sistem kebudayaan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan psiko-biologis para santri-mahasiswa dalam menjalani kehidupannya. Kata Kunci: PPSPA, simaan al-Qur’an, kebudayaan, dan fungsionalisme.
KOSMOLOGI JAWA SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS ETIKA LINGKUNGAN Tri Astutik Haryati
Religia Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v20i2.1026

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membangun landasan filosofis etika lingkungan melalui kosmologi Jawa dengan pendekatan filsafat. Fokus kajian diarahkan pada pandangan kosmologi Jawa untuk menemukan argumentasi filosofis landasan etika lingkungan. Pandangan kosmologi Jawa secara ontologis mengajarkan relasi antara manusia dan alam berbasis kesatuan eksistensi (manunggaling kawula gusti) sehingga dapat mengisi kekosongan kosmologi positivistik-antoposentris dalam mentalitas pencerahan. Secara epistemologis, berbasis rasa yang merupakan sistematisasi pengalaman manusia dalam menjalani kehidupan dan mampu mengantarkannya pada pengetahuan tentang Tuhan pencipta alam. Secara aksiologis bermuara pada harmoni in nature, sebuah sikap apresiatif terhadap alam yang merefleksikan ditiadakannya jurang pemisah antara subjek dan objek. Refleksi tersebut memungkinkan dilaksanakannya norma yang dijadikan pedoman berperilaku dan tuntutan kebutuhan praktis sejalan dengan dimensi etis-antropologis. Dengan demikian diharapkan dapat merubah cara pandang manusia terhadap alam dan memiliki kontribusi bagi pengembangan etika lingkungan untuk merespon problem kerusakan lingkungan baik dalam skala lokal maupun global.
KONSEP STRATEGI THEISTIC SPIRITUAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI ISLAM Nurul Istiani
Religia Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v20i2.1070

Abstract

Pendidikan spiritual di sekolah selama ini kurang diterapkan, selama ini guru Pendidikan Agama Islam hanya mampu mengedepankan aspek kognitif atau hasil pencapaian akhir terhadap suatu mata pelajaran saja. Hal ini belum mencapai aspek afektif, yaitu pembentukan sifat dan karakter peserta didik, bagaimana siswa tersebut dapat menerapkan pelajaran yang telah didapat dan aspek psikomotorik yaitu pengembangan kreativitas. Pelajaran Agama belum menjadi alat utama untuk menentukan lulus atau tidaknya peserta didik dalam suatu jenjang pendidikan. Selain itu metode yang dilakukan oleh para guru Agama juga kurang bervariasi. Di dalam kelas peserta didik hanya duduk berjam-jam tetapi selama itu pikiran dan perasaan siswa tidak berada di dalam kelas. Peserta didik kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran baik itu dalam memperhatikan, mendengarkan atau merasakan apa yang sedang berlangsung. Untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal diperlukan strategi pembelajaran yang sistematis dan terarah, sementara itu strategi yang selama ini dipakai guru dalam pembelajaran belum memberikan kebebasan peserta didik untuk mengembangkan berbagai kecerdasan baik intelektual, emosional ataupun spiritual. Sehingga perlu adanya suatu strategi pendidikan spiritual dengan menggunakan metode hypnoteaching di sekolah. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan Strategi pendidikan spiritual pada mata pelajaran PAI melalui metode hypnoteaching di SMK N 3 Pekalongan ini meliputi: strategi pembentukan spiritual, strategi penjagaan spiritual dan strategi penyembuhan spiritual yang dilakukan oleh satu guru pengampu mata pelajaran PAI dan bisa dilaksanakan di dalam pembelajaran ataupun di luar pembelajaran dengan menyampaikan materi-materi spiritual melalui metode hypnoteaching dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat ketika strategi pendidikan spiritual pada mata pelajaran PAI bisa menumbuhkan kesadaran spiritual peserta didik yang bisa dilihat dari tingkah laku peserta didik sehari-hari, meskipun di SMK N 3 ini masih dalam tataran strategi pembentukan spiritual tetapi sudah berjalan dengan baik.

Page 2 of 2 | Total Record : 14