RELIGIA
Religia is a periodical scientific journal with ISSN Print: 1411-1632; Online: 2527-5992 published by the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Pekalongan. This journal specializes in the study of Islamic sciences (Islamic Theology, Philosophy and Islamic thought, Tafsir-Hadith, Science of Da'wah, and Sufism). The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic scholarship disciplines to publish their research results after the selection mechanism of the manuscript, the review of the partner bebestari, and the editing process. The Religia Journal is published in April and October each year. This journal has been indexed in a reputable national indexing agency.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 21 No 1: April 2018"
:
13 Documents
clear
Konsep Intelegensi Manusia dalam Pemikiran al-Ghazali dan al-Farabi
Hakim, Lukman
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1495
Al-Ghazali dan Al-Farabi merupakan kedua tokoh Muslim yang memiliki perhatian terhadap psikologi, khususnya pemikirannya tentang intelegensi. Pemikiran keduanya menarik untuk diperbincangkan karena memiliki latar belakang yang hampir sama dalam bidang filsafat dan tasawuf sehingga pendekatan dalam penelitian ini digunakan studi komparasi dengan objek pembahasan tertuju pada pemikiran kedua tokoh. Al-Ghazali dan Al-Farabi merupakan dua tokoh yang besar dalam dunia filsafat maupun tasawuf, di samping itu keduanya juga membahas beberapa teori psikologi terutama mengenai teori intelegensi. Hasil dari penelitian ini ditemukan ada beberapa persamaan dan perbedaan mengenai teori intelegensi Al-Ghazali dan Al-Farabi, diantaranya yaitu keduanya menganggap bahwa jiwa rasional merupakan berkedudukan tertinggi, Menurut al-Ghazali jiwa yang menempati tingkat yang paling tinggi adalah jiwa rasional (al-aql) yang mana hanya dimiliki oleh manusia.sedangkan akal dalam pemikiran filsafat al-Farabi menempati tempat istimewa sebagai pangkal epistemologinya, termasuk filsafat metafisika yang berhubungan dengan penciptaan.
Potret Organisasi Tarekat Indonesia dan Dinamikanya
Rosyid, Moh.
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.559 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1507
Riset ini bertujuan menggambarkan secara singkat dinamika organisasi tarekat di Indonesia sejak adanya Jam’iyyah Ahl al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Indonesi (JATMI, 1957) dan Jam’iyyah al-Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (JATMAN, 1979) di Jawa, yang disusul dengan berdirinya Dewan Ulama Tarekat Indonesia di Solok Sumatera Barat (2016). Metode riset ini adalah telaah pustaka dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil riset menunjukkan, pertama, bahwa kriteria kemuktabarahan tarekat dibutuhkan dalam keorganisasian tarekat. Temuan kedua menunjukkan bahwa organisasi tasawuf (tarekat) Nusantara JATMI tahun 1957 dimotori oleh Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Sementara itu, konflik internal antar tokoh Jatmi maka menyebabkan didirikannya lembaga baru dengan muatan gerakan serupa yakni JATMAN pada 20 Rabiul Awal 1337 H/10 Oktober 1985 M di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Temuan ketiga menunjukkan bahwa dinamika organisasi tersebut juga memberi warna pada kelembagaan ulama di Indonesia.
Harmoni Client Centered Therapy Dalam Bimbingan Konseling Kelompok Dengan Al-Qur’an Surat Ar-Ra‘d Ayat 11
Lalis, Lalis;
Maskhur, Maskhur
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.368 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1496
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep Client Centered Therapy sebagai salah satu teknik bimbingan dan konseling kelompok dalam perspektif Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 11. Lebih khususnya, analisis difokuskan pada bagaimana Client Centred Therapy teori memandang manusia, tujuan terapi, teknik-teknik dalam proses terapi, serta hubungan antara konselor dengan konseli. Artikel ini berbasis pada penelitian deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui teknik triangulasi, yang kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik layanan bimbingan dan konseling kelompok dengan mengacu pada teori Client Centered Therapy selaras dengan al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11. Teori Client Centered Therapy dan al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 11, keduanya memandang bahwa teknik layanan bimbingan dan konseling kelompok mengandung makna pemberian kesempatan, peran, dan sekaligus penghargaan terhadap para konseli sebagai individu yang aktif, potensial, dan berdaya dalam menentukan arah bagi kebaikan pribadinya.
Sinkretisme Islam Dan Budaya Jawa Dalam Upacara Bersih Desa Di Purwosari Kabupaten Ponorogo
Dewi, Arlinta Prasetian
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (675.615 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1503
Tulisan ini bertujuan untuk membaca fenomena ritual bersih desa yang dilakukan oleh masyarakat Purwosari kabupaten Ponorogo dengan pendekatan fenomenologi. Ritual bersih desa merupakan salah satu warisan leluhur yang penuh dengan simbol-simbol dan kegiatan-kegiatan yang mengharmonisasikan antara Islam dan budaya Jawa. Simbol-simbol itu menyiratkan makna ungkapan syukur sekaligus tolak balak melalui beberapa ritual dan sesaji yang dikemas dalam serangkaian acara. Perpaduan antara Islam dan budaya Jawa ini menghasilkan sinkretisme budaya Islam kejawen yang merupakan khasanah tradisi dan budaya pertiwi.
Al-Tafsīr al-Yasāri (Tafsir Tematik Revolusioner Hassan Hanafi)
Misbakhudin, Misbakhudin
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (835.698 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1498
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Hassan Hanafi dalam diskursus Alqur’an dan tafsirnya. Kajian ini akan difokuskan pada gagasan Hassan Hanafi seputar tafsir tematik (mauḍu’ī) yang bertujuan untuk melengkapi kekosongan dalam metode tahlīlī yang tidak sesuai dengan substansi dan kebutuhan umat dewasa ini dan pembaca tidak teridentifikasi oleh bacaannya sendiri, sehingga bacaan itu menjadi dingin, tidak berguna dan menjadi absolut, sementara umat membutuhkan penafsiran yang hidup dan bermanfaat, serta pengetahuan yang sesuai dengan keadaan mereka. Gagasan Hassan ini dianalisa menggunakan pendekatan content analysis terhadap karya-karya Hanafi dan kemudian penulis rumuskan dalam judul yang cukup familiar dengan Hassan Hanafi sendiri, yaitu al-Tafsīr al-Yasāri. Untuk menyelesaikannya Hanafi memberikan solusi, yaitu tafsir kesadaran (hermeneutika pembebasan) tematik, yang memposisikan Alqur’an agar mendeksripsikan manusia, hubungannya antar sesama, tugasnya di dunia, kedudukannya dalam sejarah, membangun sistem sosial dan politik dan mengajukan alternatif melalui metode analisis pengalaman yang membawa kepada makna teks bahkan realitas itu sendiri
Penguatan Teologi Aswaja Majelis Taklim Aqaid Khamsin Pekalongan
Fahmi, Muhammad Saifudin
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.843 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1499
Artikel ini membahas bagaimana Majelis Taklim Aqaid Khamsin (MTAK) Pekalongan berupaya memperkuat doktrin teologis Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), terutama doktrin teologis yang terkait dengan atribut ilahi. Teologi Aswaja telah menjadi doktrin Muslim Indonesia sejak lama, tetapi kemudian doktrin tersebut telah terkikis oleh doktrin-doktrin yang, utamanya Wahabisme dan Muktazilah. Teologi Wahabisme telah merelokasi takwil dalam memahami ayat-ayat antropomorfik, sementara doktrin Muktazili cenderung untuk mengganggu teologi Aswaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi. Untuk memperkuat teologi Aswaja di masyarakat, MTAK memberikan suatu ketentuan pemahaman kepada masyarakat dalam bentuk studi tentang atribut-atribut Allah dengan memperlengkapi jamaah argumen-argumen naqli (tekstual) dan aqli (rasional). Studi ini dilakukan dalam bentuk: (1) pengajaran umum untuk semua jamaah; (2) panduan dialogis; (3) bantuan untuk jamaah pemula; (4) konsolidasi argumen naqli dan aqli; dan (5) bantuan untuk kader senior untuk mengajar orang-orang di berbagai daerah di sekitar Pekalongan.
Ekosufisme Majelis Zikir Kraton Habib Muhamad Dardanylla Shahab Pekalongan
Laila, Nur
RELIGIA Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (949.298 KB)
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1500
Artikel ini mengkaji tentang kepedulian Majlis Dzikir Kraton Kota Pekalongan terhadap lingkungan ekosistem. Data-data diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan metode kualitatif. Artikel ini mengajukan dua kesimpulan. Pertama, Majlis Dzikir Kraton Kota Pekalongan memahami bahwa lingkungan sebagai ciptaan Allah yang disediakan bagi manusia dalam posisi sebagai sesama makhluk-Nya. Kedua, Majlis Dzikir Kraton Kota Pekalongan telah melakukan langkah penting bagi upaya konservasi lingkungan dan keselamatan ekosistem. Langkah ini dilaksanakan dalam bentuk penanganan dan pencegahan. Penanganan terhadap kerusakan lingkungan dilakukan dengan cara pengolahan limbah cair tekstil, pengolahan limbah padat (sampah), perbaikan tanah melalui sektor pertanian dan perkebunan, perbaikan tanah melalui sektor perikanan, dan membersihkan polusi udara. Adapun langkah pencegahan dilaksanakan dalam bentuk pembuatan sumur resapan dan lubang biopori selain sosialisasi kepada masyarakat.
Harmoni Client Centered Therapy Dalam Bimbingan Konseling Kelompok Dengan Al-Qur’an Surat Ar-Ra‘d Ayat 11
Lalis Lalis;
Maskhur Maskhur
Religia Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1496
This article aims to analyse the concept of Client Centered Therapy as one of the group guidance and counselling techniques in the perspective of the Qur'an surah Ar-Ra'd verse 11. More specifically, analyses on this article focus on how the Client Centred Therapy theory views humans, the purpose and techniques of therapy, as well as the relationship between the counsellor and the counselee. This article is based on descriptive-qualitative research. Data are obtained through triangulation techniques, which are then analysed interactively. The results show that the service techniques of guidance and group counselling, with reference to the Client Centered Therapy theory, are in line with the Qur'an surat Ar-Ra'd verse 11. Client Centered Therapy theory and the Qur'an surah Ar-Ra'd verse 11 similarly view that the service techniques of guidance and group counselling contain the meanings of giving opportunities, roles, and, at the same time, respecting the counselee as an active, potential, and empowered person in determining the direction towards his/her personal kindness
Al-TafsÄ«r al-YasÄri (Tafsir Tematik Revolusioner Hassan Hanafi)
Misbakhudin Misbakhudin
Religia Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1498
The aim of this paper is to describe Hassan Hanafi's thoughts in the discourse of the Qur'an and its exegeses. This study focus on Hassan Hanafi's ideas around thematic exegeses (mauá¸u'i), which aim to complete the emptiness in the tahlÄ«lÄ« method that is not in accordance with the substance and needs of the people today. The method of tahlily now also makes the reader unable to identify his own reading. This makes the reading cool, useless, and absolute. Meanwhile, the people need a lively and useful exegesis, as well as a knowledge that are in accordance with their circumstances. Hassan's ideas in his works were analysed using a content analysis approach, which the author formulated in a title that was quite familiar with Hassan Hanafi himself, namely al-TafsÄ«r al-YasÄri. In his thematic exegesis (hermeneutics), Hassan Hanafi used Al-Qur'an as the main source. Based on the Qur'an, Hassan Hanafi seeks to describe humans and the social interrelations among them. Other things that are also misjudged relate to the position of humans in history, their ability to build social and political systems, and to propose alternatives through methods of analysing experiences that lead to the meaning of the text and even to reality itself.
Penguatan Teologi Aswaja Majelis Taklim Aqaid Khamsin Pekalongan
Muhammad Saifudin Fahmi
Religia Vol 21 No 1: April 2018
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/religia.v21i1.1499
This article discusses the effort of Majelis Taklim Aqaid Khamsin (MTAK) Pekalongan in strengthening the theological doctrine Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), especially on the devine attributes. Aswaja's theology has been Indonesian Muslims doctrine for a long time, but later the doctrine has been eroded by the others. It is influenced by the spread of Wahhabist theology by reluctanting to use takwil in understanding the anthropomorphic verses, while the Muktazili’s doctrine tends to upset the Aswaja’s theology. This study uses qualitative methods through interviews and observations. To fortify Aswaja's theology in the community, MTAK provides a provision of understanding to the community in the form of studies around God’s attributes by equipping the congregation with the naqli (tekstual) and aqli (rational) arguments. This study is carried out in the forms: (1) public teaching for all congregations; (2) dialogical guidance; (3) assistance for junior congregations; (4) consolidation of naqli and aqli arguments; and (5) assistance for senior cadres to teach people in various parts of surrounding areas of Pekalongan.