cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22526722     EISSN : 25033476     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENGANALISIS STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS X SMK
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i2.26454

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan model Group Investigation, mengetahui keefektifan pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan model Student Team Achievement Division (STAD), mengetahui perbedaan keefektifan pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan model Group Investigation dan model Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental (eksperimen semu). Penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi siswa kelas X PBS SMK WALISONGO Pecangaan kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan model group investigation lebih efektif dibandingkan pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan model Student Team Achievement Division (STAD). Hal tersebut dapat dilihat pada hasil tes akhir pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi, nilai rata-rata siswa kelas eksperimen > kelas kontrol, yakni 79,21 > 78,33. Hasil penghitungan uji perbedaan dua rata-rata (uji t) menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,254>2,024). Hal ini menunjukkan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Artinya, model group investigation lebih efektif diterapkan pada pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi dibandingkan model Student Team Achievement Division (STAD). Kata Kunci: menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi, model group investigation, model Student Team Achievement Division (STAD). ABSTRACT The objectives of this research were (1) to know the effectiveness of teaching structure and language features analysis of exposition text by using Group Investigation model; (2) to know effectiveness of teaching structure and language features analysis of exposition text by using Student Team Achievement Division (STAD) model; (3) to know the difference of teaching structure and language features analysis of exposition text by using Group Investigation model and Student Team Achievement Division (STAD) model. This research is a quasi experimental research. This research used nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was teaching structure and language features analysis of exposition text in 10th graders of PBS SMK Walisongo Pecangaan Jepara regency. The result of this research showed that teaching structure and language features analysis of exposition text by using Group Investigation model more effective than teaching structure and language features analysis of exposition text by using Student Team Achievement Division (STAD) model. It could be seen from the post test result of teaching structure and language features analysis of exposition text, the means of experimental class students higher than students of control class, which was 79.21>78.33. t-Test showed that tscore higher than ttable (3.254>2.024). It showed that there was a significant difference between experimental class and control class. It means that the application of Group Investigation model for teaching structure and language features analysis of exposition text more effective than Student Team Achievement Division (STAD) model. Key Word: structure and language features analysis of exposition text, Group Investigation model, Student Team Achievment Division (STAD) model. DAFTAR PUSTAKA Ajat, Ifah & Maya. 2015. “Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu Ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi Di Sma Kurikulum 2013” skripsi: Universitas Kuningan Slavin, Robert E. 2010. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik (Terjemahan: Narulita Yusron). Bandung: Nusa Media. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wena, Made. 2014. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
KEEFEKTIFAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERTEMA KEPEDULIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i2.26512

Abstract

Abstrak Model pembelajaran merupakan sarana interaksi dalam kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu pola instruksional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keefektifan model experiential learning dalam pembelajaran menulis puisi bertema kepedulian sosial pada siswa kelas VIII SMP Islam Sudirman Ambarawa; (2) mendeskripsikan keefektifan model quantum teaching dalam pembelajaran menulis puisi bertema kepedulian sosial pada siswa kelas VIII SMP Islam Sudirman Ambarawa; dan (3) menentukan model manakah yang lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bertema kepedulian sosial pada siswa kelas VIII SMP Islam Sudirman Ambarawa. Hasil penelitian menunjukan rata-rata post-test kelas eksperimen model experiential learning sebesar 80,07, dan kelas eksperimen model quantum teaching sebesar 76,55. Dapat disimpulkan model experiential learning lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bertema kepedulian sosial pada siswa kelas VIII SMP Islam Sudirman Ambarawa. Kata kunci: model experiential learning; model quantum teaching; teks puisi; kepedulian sosial. Abstract Learning model is an interaction facility in teaching and learning activities which is as one of instructional patterns. The objectives of the research are (1) to describe the effectiveness of experiential learning model in learning to write poetry themed social concern for Grade Eight students of Junior High School Islam Sudirman Ambarawa; (2) to describe the effectiveness of quantum teaching model in learning to write poetry themed social concern for Grade Eight students of Junior High School Islam Sudirman Ambarawa; and (3) to determine the more effective model to be implemented in learning to write poetry themed social concern for Grade Eight students of Junior High School Islam Sudirman Ambarawa. The results of the study show the average post-test experimental class of experiential learning model is 80,07, and experimental class of quantum teaching model is 76,55. It can be summarized experiential learning model is more effective to be implemented in learning to write poetry themed social concern for Grade Eight students of Junior High School Islam Sudirman Ambarawa. Keywords : experiential learning model, quantum teaching model, write poetry, social concern.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DAN MODEL SUGESTI IMAJINASI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VIII SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.27572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Picture and Picture dan Model Sugesti Imajinasi dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banjarnegara. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VIII-D kelompok eksperimen 1 menggunakan model Picture and Picture dan VIII-C Kelompok eksperimen 2 menggunakan model Sugesti Imajinasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Picture and Picture lebih efektif dibandingkan dengan model Sugesti Imajinasi dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP. Kata Kunci: model picture and picture, model sugesti imajinasi, teks puisi. Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the Picture and Picture Model and Imagination Suggestion Model in learning to write poetry for eight-grade students of Junior High School. The population in this study were eighth-grade students of SMP Negeri 5 Banjarnegara. The samples of this study were the class VIII-D students as in the experimental group 1 using the Picture and Picture and VIII-C as in the experimental group 2 using the Imagination Suggestion model. The design used in this research is quasi experimental design with nonequivalent control group design. The results showed that the Picture and Picture model was more effective than the Imagination Suggestion model in learning to write poetry for the eighth-grade students of Junior High School.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI DENGAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i2.27731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis dengan model investigasi kelompok pada peserta didik kelas VII SMP; (2) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis dengan model problem based learning pada peserta didik kelas VII SMP; (3) menentukan perbedaan keefektifan antara pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis menggunakan model investigasi kelompok dengan problem based learning pada peserta didik kelas VII SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis pada kelas VII efektif dilakukan dengan model investigasi kelompok. Hasil uji-t data tes awal dan tes akhir pada aspek keterampilan ditemukan bahwa nilai t sebesar -5,561 dengan sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05; (2) Pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis pada kelas VII efektif dilakukan dengan model problem based learning. Hasil uji-t data tes awal dan tes akhir pada aspek keterampilan kelas problem based learning ditemukan bahwa nilai t sebesar -2,171 dengan sig. (2-tailed) 0,037 < 0,05; (3) Pembelajaran menyusun teks eksplanasi secara tertulis pada kelas VII menggunakan model investigasi kelompok lebih efektif daripada menggunakan model problem based learning. Hasil penghitungan uji beda rata-rata pada aspek keterampilan menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,080 > 1,6669), hal ini menunjukkan antara kelas investigasi kelompok dengan kelas problem based learning terdapat perbedaan yang signifikan yaitu pada taraf signifikansi 0,05. Kata Kunci: Menyusun teks eksplanasi; model investigasi kelompok; model problem based learning AbstractThis study aims: (1) to find out the effectiveness of learning in composing explanation text in writing with a group investigation model in class VII SMP students; (2) knowing the effectiveness of learning in composing explanation text in writing with a problem based learning model in class VII SMP students; (3) determine the difference in effectiveness between learning to compose explanation text in writing using a group investigation model with problem based learning in class VII SMP students. The results of the study show that (1) Learning to compose explanation text in writing in class VII is effectively done by the group investigation model. The results of the t-test of the initial test and final test data on the skill aspect found that the t value is -5.561 with sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05; (2) Learning to compose explanation text in writing in class VII is effectively done with a problem based learning model. The results of the t-test of the initial test and final test data on the skill aspect found that the t value is -2.171 with sig. (2-tailed) 0.037 < 0.05; (3) Learning to compose explanation text in writing in class VII using a group investigation model is more effective than using a problem based learning model. The calculation results of the average difference test on the skill aspect show that tcount > ttable (2.080 > 1.6669), this shows that there is a significant difference between the group investigation class and the problem based learning class at the 0.05 significance level. Keywords: compose explanation text in writing; group investigation model; problem based learning model
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA LEVEL DASAR DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KOSA KATA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i2.27937

Abstract

ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan pembelajar yang baik, kita harus memaksimalkan seluruh media belajar demi tercapainya capaian pembelajaran. Dengan demkian media belajar ini dapat dijadikan penopang dan gandengan terhadap bahan ajar dalam pembelajaran. Kartu kosa kata merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk dapat memaksimalkan peningkatan berbicara pemelajar BIPA level dasar dengan dapat menngunakan kosa kata tersebut sebagai acuan ide pembicaraan dan topik pembicraan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terfokus pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research. Wardhani (2008:1.14) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh pengajar dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja pengejar dan meningkatkan hasil belajar pemelajar. Media terbagi menjadi dua kategori, yaitu: media linier dan media interaktif. Media linier merupakan media yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Media interaktif merupakan suatu media yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Dengan demikian pemanfaatan media kartu kosa kata ini diharapkan dapat menunjang terhadap percepatan penguasaan materi keterampilan berbahasa Indonesia pembelajar BIPA. Kartu kosa kata tersebut memiliki fungsi sebagai (a) mempermudah menghafal kosakata dasar, (b) mempermudah memproduksi kalimat dalam berbicara, dan (c) meminimalisir salah penggunaan kosakata dalam struktur kalimat dalam berbicara. Kata Kunci: Berbicara, pemelajar BIPA, dan Kartu Kosa Kata ABSTRACT The knowledge development and technology advancement have encouraged the use of technology in teaching and learning process. In order to provide an effective learning process, the utilization of technology should be maximized as a teaching media. Vocabulary cards are teaching media that are used to improve basic level BIPA students by using those vocabulary as a topic discussed and topic of conversation. This research uses Classroom Action Research design that is focused on the implementation of vocabulary flashcards. Wardhani (2008: pp. 14) explains that the classroom action research is a research conducted by teachers in order to improve both the teacher’s performance and learning outcomes. Basically, teaching media is categorized into two; linier media and interactive or multimedia media. Linier media is defined as a media that is not required a controller. Meanwhile, interactive media is equipped with a controller that can respond to user input. As a result, the use of interactive media can facilitate the language learning and teaching process in order to improve language skills, especially for vocabulary building in Bahasa Indonesia. Hence, the use of vocabulary flashcard is expected to support the teaching and learning process and improving Bahasa Indonesia mastery for BIPA students in many ways including (a) facilitating the learners to memorize basic vocabulary, (b) stimulating the learners to produce sentences in speaking, and (c) decreasing the use of incorrect vocabulary and structures in speaking. Keywords: Speaking skills, BIPA students, and vocabulary flashcard.
ANALISIS NILAI MORAL PADA CERPEN SURAT KABAR SUARA MERDEKA EDISI BULAN OKTOBER SAMPAI DESEMBER 2017 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SMA KELAS XI
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.28542

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran sastra memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan kecerdasan peserta didik. Melalui suatu pembelajaran sastra peserta didik dapat meningkatkan kecerdasan, intelektual, emosional, dan spiritual. Sejauh ini pembelajaran khususnya bahasa dan sastra Indonesia belum diimbangi dengan praktik apresiasi terhadap suatu karya sastra yang notabene nya dari sastrawan yang kurang terkenal. Bahan ajar dalam kegiatan mengapresiasi sastra kurang mampu menembus batas luar dunia sastra. Oleh sebab itu, kriteria pemilihan bahan pembelajaran berdasarkan aspek nilai moral dan aspek kesesuaian isi semestinya dirumuskan secara cermat dalam upaya memilih, menyaring, dan menyeleksi cerpen-cerpen surat kabar Suara Merdeka edisi bulan Oktober sampai Desember tahun 2017 yang akan digunakan sebagai alternatif bahan pembelajaran sastra di SMA kelas XI, Agar dapat diketahui cerpen mana saja yang sesuai dengan peserta didik berkait dengan tujuan pembelajaran sastra di SMA dan mana yang tidak sesuai. Penggunaan metode deskriptif kualitatif diharapkan dapat mengatasi masalah di atas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Adapun data dalam penelitian ini berupa cerpen-cerpen surat kabar Suara Merdeka edisi bulan Oktober sampai Desember tahun 2017 dengan sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar harian Suara Merdeka yang diterbitkan oleh PT. Suara Merdeka Pres tahun 2017. Dari hasil penelitian, menunjukkan tidak semua cerpen dapat dijadikan alternatif bahan ajar, hanya dua cerpen terbitan Suara Merdeka edisi bulan Oktober sampai Desember tahun 2017 yang dapat dijadikan sebagai pilihan bahan pembelajaran sastra di SMA berdasarkan aspek nilai moral dan aspek kesesuaian isi. Kata Kunci: cerpen, nilai moral, dan bahan ajar sastra ABSTRACT Literary learning has important role in pupils’ intelligence development. Through literary learning, pupils could develop their intelligence, intellectual, emotion, and their spiritual. To this day, literary learning especially in Bahasa not yet supported by appropriate appreciation practice to the literary works which is created by infamous man of letters. The learning materials are not enough to break through the boundaries of literary word. Moreover, the selection of learning material according to moral value and content aspect should be arranged in appropriate way in order to filter and select short stories taken from Suara Merdeka October - December edition in 2017. Those short stories are used as alternative learning material of ninth grade of senior high school. By that method, it will be known which short stories that appropriate to the level and vice versa. This research is done by descriptive qualitative. The researcher used documentation and content analyzing to collect the data. The data of this research is short stories taken from Suara Merdeka October - December edition in 2017 published by PT. Suara Merdeka Pres 2017. The result of the research show that not all of short stories could be used as alternative leaning material and it is only two short stories in Suara Merdeka October - December edition in 2017 that appropriate to use as literary learning to senior high school according to moral value and content aspect. Keywords: short stories, values, and the basis of literature
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS TEKS CERITA FANTASI BERMUATAN NILAI KONSERVASI BAGI PESERTA DIDIK SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1: Mei 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i1.28780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul menulis teks cerita fantasi bermuatan nilai konservasi bagi peserta didik SMP. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development meliputi lima tahap, yaitu (1) pengkajian awal, (2) perencanaan pengembangan, (3) pengembangan prototipe produk, (4) validasi produk, dan (5) revisi produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dengan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik dan peserta didik membutuhkan modul menulis teks cerita fantasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Penyusunan prototipe modul menulis teks cerita fantasi berdasarkan prinsip pengembangan modul meliputi aspek isi materi, aspek penyajian materi, aspek kebahasaan, dan aspek grafika. Nilai rata-rata yang diperoleh dari pengembangan modul menulis teks cerita fantasi yaitu 3,56 dengan kategori sangat baik dan beberapa saran perbaikan dari empat validator. Perbaikan prototipe modul menulis teks cerita fantasi meliputi perbaikan aspek isi materi, aspek penyajian materi dan aspek kebahasaan. Kata kunci: cerita fantasi, modul, konservasi Abstract This research purposes to develop the writing fantasy story module which is integrated by conservation value for student in junior high school. This research uses reserach and development approach which has done in 5 steps, as follows; (1) research and informating collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form a product, (4) preliminary field testing, dan (5) main product revision. The inquiry technique is the method to collect data with analyzing data uses quantitative and qualititative descriptive, it is data conclusion and explanation. The result of this research shows that both of teachers and students need the writing fantasy story module. Arranging the prototype of this writing fantasy story module depends on development of module such as; subject value aspect, pesentation of subject aspect, languange aspect, and graphical aspect. The average mark will be gotten from development of this module is 3,56 with the best category and some suggestion by improvemnet of four validators. Prototype emendation of the writing fantasy story module consists of the improvement on material aspect, presentation of subject aspect and languange aspect. Keyword: conservation, fantasy story, module
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK BERMUATAN NILAI BUDAYA PESISIR PADA PEMBELAJARAN TEKS FABEL UNTUK PESERTA DIDIK SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.29143

Abstract

Abstrak Teks fabel merupakan salah satu jenis teks yang banyak mengandung pesan moral bagi pembaca. Hampir setiap cerita fabel memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengembangan media pop-up book pada pembelajaran teks fabel untuk peserta didik SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah produk prototipe media pop-up book bermuatan nilai budaya pesisir pada pembelajaran teks fabel. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian research and development (R&D). Prototipe media berdasarkan struktur isi meliputi bagian awal media pop-up book, lembar kegiatan peserta didik, bagian berbentuk tiga dimensi yang terdiri atas pengantar, materi teks fabel, teks fabel, serta berdasarkan struktur penyajian meliputi bentuk, kebahasaan, penulisan, tampilan/visual, dan grafika. Hasil penilaian ahli memeroleh skor 71,23 dengan kategori baik. Kata Kunci: fabel, pengembangan media pop-up book, nilai budaya pesisir. Fable text is one type of text that contains many moral messages for readers. Almost every fable story has values ​​that can be applied in everyday life. The problem in this study is the development of pop-up book media in fable text learning for middle school students. The purpose of this study is to produce a pop-up book media prototype product containing coastal cultural values ​​in fable text learning. The design of the study uses Research and Development (R&D). Media prototypes based on content structure include the initial part of the pop-up book media, student activity sheets, three-dimensional sections consisting of introductory material, fable text material, fable text, and based on the presentation structure including form, language, writing, display/visual, and graphics. The results of the expert assessment obtained a score of 71.23 in the good category.
KEMAMPUAN MENCERITAKAN VIDEO HIKAYAT ABU NAWAS SISWA KELAS X IPA 1 MAN 1 SURAKARTA MELALUI KETERAMPILAN MENULIS
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.29420

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini mendeskripsikan tentang kemampuan menulis siswa kelas X IPA 1 di MAN 1 Surakarta. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan menulis siswa dengan bantuan media berupa video hikayat abu nawas dengan cara mendeskripsikan melalui bentuk kata-kata maupun tulisan. Subjek penelitian yaitu kelas X IPA 1 dengan siswa yang berjumlah 34 orang. Data yang diambil untuk mengetahui keterampilan menulis siswa dengan menggunakan metode penilaian tes tertulis. Teknik analisis data bertujuan untuk membeirkan gambaran mengenai kemampuan menulis siswa di kelas X IPA 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam keterampilan menulis menunjukkan kategori baik. 4 siswa mendapat kategori nilai kurang, 13 siswa mendapat kategori nilai cukup, dan 17 siswa mendapat kategori nilai baik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru bahasa Indonesia di MAN 1 Surakarta maupun di sekolah lain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Kata Kunci : Kemampuan Siswa; Menulis; Teks Hikayat. Abstract. This descriptive qualitative study describes the writing ability of class X students of IPA 1 in MAN 1 Surakarta. The research conducted in 2018 aims to determine the extent to which students' writing skills with the help of the media are in the form of the video of abu nawas saga by describing it through the form of words and writing. The research subjects were class X IPA 1 with 34 students. Data was taken to find out students' writing skills using the written test assessment method. The data analysis technique aims to provide an overview of the writing skills of students in class X Science 1. The results of the study show that students' abilities in writing skills show good categories. 4 students get a less value category, 13 students get enough value categories, and 17 students get good value categories. The results of this study can be used as a reference for Indonesian language teachers in MAN 1 Surakarta and in other schools to improve students' language skills. Keyword: Student Ability; Write; Text of Story
Keefektifan Model Quantum Teaching dengan Media Video Animasi dalam Ketrampilan Menulis Teks Cerita Pendek pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Purwokerto
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.30269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan keefektifan model quantum teaching dengan media video animasi pada kelompok eksperimen dalam keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI, 2) mendeskripsikan keefektifan model konvensional dengan media video animasi pada kelompok kontrol dalam keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain Nonequivalent Control Group dengan metode eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA 4 dan siswa kelas XI MIPA 5 di SMA Negeri 5 Purwokerto. Data yang digunakan dalam peneliian ini yaitu pretest dan posttest masing-masing kelas. Hasil menunjukkan bahwa 1) model quantum teaching dengan media video animasi efektif digunakan dalam keterampilan menulis cerpen dengan sig. 0,000 <0,05, 2) model konvensional dengan media video animasi efektif digunakan dalam keterampilan menulis cerpen dengan sig. 0,097 >0,05. Media video animasi lebih efektif digunakan apabila bersamaan dengan model quantum teaching karena menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima, Ho ditolak terdapat perbedaan. Kata kunci: keterampilan menulis, teks cerpen, model quantum teaching, media video animasi. ABSTRACT This study is aimed to 1) describe the effectiveness of quantum teaching model by using animation video as media to experiment group in the writing skill of creating short story for students grade XI, 2) to describe the effectiveness of conventional model by using animation video to control group in the writing skill of creating short story for students grade XI. The present study was categorized as quasi-experiment with Nonequivalent Control Group. The sample of the study was the students of grade XI MIPA 4 and students of grade XI MIPA 5 in SMA Negeri 5 Purwokerto. The data employed in the study was the score of pre-test and post-test of each class. The result showed that 1) Quantum teaching model by using animation video was effective to be used on writing short story by sig. 0.000 <0.05, 2) Conventional teaching model by using animation video was effective on writing short story by sig. 0.097 >0.05, 2. Animation video as media is more effective when it is used along with quantum teaching model for it shows the significance of 0.000 < 0.05 which means that Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: writing skill, short story text, quantum teaching, animation video.