cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22526722     EISSN : 25033476     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
DESAIN BUKU TEKS CERITA INSPIRATIF BERMUATAN KARAKTER MANDIRI SEBAGAI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1: Mei 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i1.30315

Abstract

Abstrak Buku pengayaan kepribadian memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Selain melengkapi materi dari buku teks, buku pengayaan juga memperkaya wawasan peserta didik. Nilai pembentuk karakter mandiri yang menjadi salah satu nilai karakter prioritas dalam kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) juga dapat diintegrasikan dalam buku pengayaan. Salah satunya dengan buku pengayaan teks cerita inspiratif bermuatan karakter mandiri. tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kebutuhan buku teks cerita inspiratif dengan muatan karakter mandiri dan mendesai buku teks cerita inspiratif bermuatan karakter mandiri. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka, wawancara, dan penyebaran angket. Muatan karakter mandiri yang akan disisipkan dalam buku pengayaan teks cerita inspiratif yaitu: etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesionalitas, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Hasil penilaian uji validasi dengan rata-rata 94% sehingga masuk kategori sangat baik Kata kunci: buku pengayaan, teks cerita inspiratif, muatan karakter mandiri Abstract Personality enrichment books has an important role in the learning process. Beside completing material from textbooks, enrichment books also enriches students' knowledge. The forming value of independent character which is one of the priority character values ​​in the Character Education Strengthening (PPK) policy can also be integrated in the enrichment book. One of them is an enriching book with inspirational story texts that contain of independent characters. Data was collected through library research techniques, interviews, and questionnaires. The results of this study were inspirational story texts with independent character content. Independent character loads that will be inserted in the inspirational story text enrichment book, namely: work ethic (hard work), hardiness, fighting spirit, professionalism, creativity, courage, and lifelong learners. The average of the validation test assessment was 94% so that it was in a very good category Keywords: enrichment book, inspirative text story,contains of independent characters
NILAI ¬- NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PERMAINAN TRADISIONAL CUBLAK - CUBLAK SUWENG DI YOGYAKARTA: KAJIAN EKOLINGUISTIK
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.30877

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif etnografi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji wujud dan makna kearifan lokal yang terdapat dalam permainan tradisional cublak - cublak suweng di Yogyakarta ditinjau dari sudut pandang ekolinguistik serta strategi preservasi yang dapat dilakukan. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi gerakan tubuh pada langkah - langkah permainan dan cuplikan syair lagu dalam permainan yang menunjukkan nilai - nilai kearifan lokal. Sumber data dalam penelitian ini yaitu anak-anak yang memainkan permainan tradisional cublak - cublak suweng, pengamat kebudayaan, dan tokoh masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan cakap dengan teknik catat melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan permainan cublak - cublak suweng memliki wujud kearifan lokal berupa perkataan yaitu, syair yang dilagukan ketika bermain dan perbuatan berupa gerakan tubuh yang tercermin dalam langkah - langkah permainan. Makna yang terkandung dalam wujud - wujud kearifan lokal tersebut digambarkan dalam lima nilai yaitu 1) nilai kebersamaan, 2) nilai edukasi, 3) nilai berbagi, 4) nilai sumeleh, dan 5) nilai religius. Permainan tersebut dapat dilestarikan dengan membuat aplikasi games yang dapat diunduh di telepon genggam serupa dengan permainan aslinya, diajarkannya permainan tersebut di sekolah - sekolah, dan adanya lebih banyak penelitian kearifan lokal pada permainan tradisional. Kata kunci: cublak, suweng, kearifan, lokal, ekolinguistik This research used the type of qualitative research of ethnography. The purpose of this research is to examine the existence and significance of local wisdom found in the traditional game cublak - cublak suweng in Yogyakarta is reviewed from an ecolinguistic viewpoint as well as a preservation strategy that can be done. The data in this study in the form of body movement descriptions in the game steps and the poetry footage of the song in the game shows the values of local wisdom. The data sources in this study were children who played traditional cublak - cublak suweng games, cultural observers, and community leaders. The method of data collection used is a method of reading and proficient with the record technique through observation and interviews. The data analysis techniques used are descriptive analysis including data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results show cublak - cublak suweng has a local wisdom in the form of words, the lyrics are Dilagukan when playing and acts of body movements that are reflected in the steps of the game. The meaning contained in the form of local wisdom is depicted in five values of 1) the value of togetherness, 2) educational value, 3) sharing value, 4) sumeleh value, and 5) religious value. The game can be preserved by creating games that can be downloaded on a mobile phone similar to the original game, the game teaches it in schools, and there is more research on local wisdom on the traditional game. Keywords: cublak, suweng, kearifan, local, ecolinguistic
NILAI MORAL PADA ANTOLOGI CERPEN KASUR TANAH (CERPEN PILIHAN KOMPAS 2017) DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA/MA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.32050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian nilai moral yang terdapat dalam antologi Cerpen Kasur Tanah (Cerpen Pilihan Kompas 2017) dan kesesuaiannya jika digunakan sebagai bahan ajar sastra di SMA/ MA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam antologi cerpen Kasur Tanah (Cerpen Pilihan Kompas 2017) terdiri atas: (1) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, diantaranya mengerjakan kebaikan, melaksanakan yang diperintahkan Tuhan, meyakini akan adanya kehidupan neraka bagi orang-orang yang tidak melakukan perintah Tuhan, meyakini akan adanya kematian dan mempercayai bahwa Tuhan Sang Pencipta dan yang Maha Kuasa; (2) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, meliputi kesadaran diri, intropeksi diri, dan mengakui kesalahannya; dan (3) nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan sosial, diantaranya berupa hubungan baik antara anak dengan orang tuanya, meminta pendapat orang lain tentang suatu keputusan, mengalah, menjaga kasih sayang dengan sesama, saling tolong-menolong, serta berhubungan baik dengan alam sekitar. Berdasarkan aspek kevalidan dan kesesuaian serta wawancara dengan narasumber, nilai moral yang terkandung dalam antologi cerpen Kasur Tanah (Cerpen Pilihan Kompas 2017) hanya tujuh judul cerpen yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di kelas XI SMA/ MA. Tujuh judul cerpen tersebut yaitu: (1) Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW; (2) Paman Klungsu dan Kuasa Peluitnya karya Ahmad Tohari; (3) Gugatan karya Supartika; (4) Perihal Tanda-tanda karya Wisnu Sumarwan; (5) Sekuntum Melati Ibu karya Miranda Seftiana; (6) Penagih Hutang Bersepeda Kumbang karya Farizal Sikumbang; dan (7) Mbah Dlimo karya A Muttaqin. Kata kunci: nilai moral, bahan ajar sastra, cerpen
Rekonstruksi Soal USBN Bahasa Indonesia Berbasis HOTS: Studi Kasus di SMP Semesta Semarang
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.33246

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis soal USBN Bahasa Indonesia di SMP Semesta Semarang dan memaparkan hasil rekonstruksi soal USBN Bahasa Indonesia berbasis HOTS di SMP Semesta Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis evaluatif. Metode yang digunakan dalam penelitian analisis ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Pembahasan pada artikel ini merupakan sebagian langkah dari penelitian rekonstruksi soal USBN Bahasa Indonesia berbasis HOTS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan HOTS pada soal USBN Bahasa Indonesia tingkat SMP sebanyak 52,5% yang terdiri atas C4, C5, dan C6. Terdapat pula soal yang mengandung MOTS sebanyak 47,5% yaitu berupa level kognitif pemahaman dan level kognitif aplikasi. Kisi-kisi soal USBN Bahasa Indonesia Berbasis HOTS hasil rekonstruksi mengandung level kognitif HOTS sebanyak 95% dan MOTS 5% dengan tujuan untuk membekali dan membiasakan peserta didik dalam berpikir secara analitis, kritis, dan kreatif serta dapat bersaing dalam dunia Internasional. Kata Kunci: USBN; Soal berorientasi HOTS Abstrack. This research aims to describe the results of the analysis of HOTS content about Indonesian USBN on junior high school level and to explain the results of reconstruction of Indonesian USBN questions on HOTS-based SMP. This type of research is evaluative analysis research. The method used in this analytical research is descriptive qualitative. The data collection technique in this research is the study of documentation. The discussion in this article is part of the steps from HOTS-based Indonesian USBN reconstruction research. The results of this research indicate that the HOTS content in the Indonesian National Level USBN questions is 52.5% consisting of C4, C5, and C6. There are also questions that contain as much as 47.5% MOTS in the form of cognitive level of understanding and cognitive level of application. HOTS based Indonesian language USBN lattice reconstruction results contain C4 cognitive levels HOTS as much as 95% and MOTS much 5% with the aim of equipping and accustoming students in analytical, critical, and creative thinking and can compete in international world. Key Word: USBN; Questions oriented HOTS.
KEEFEKTIFAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA ASPEK BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA 4 UNNES
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.33637

Abstract

Abstrak-BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa asing. Pembelajaran BIPA memerlukan metode khusus yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan levelnya. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode praktik langsung, mendeskripsikan keefektifan metode audiolingual, dan mendeskripsikan metode yang lebih efektif terhadap pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode audiolingual dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional Indonesia pada Pemelajar BIPA 4 UNNES. Kata kunci : keterampilan berbicara; metode praktik langsung; metode audiolingual; pembelajaran BIPA. ABSTRACT- BIPA is a program that teaches Indonesian to foreigners as a foreign language. BIPA learning requires special methods that are appropriate to the language aspects and levels. Related to this, the need for an appropriate method in learning BIPA 4 theme of the national aspect of speaking public holidays. That is because the method influences the achievement or the end result of learning, so it needs the right method. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the direct practice method, the effectiveness of the audiolingual method, and a more effective method of learning to retell about the national holiday verbally on students of BIPA 4 UNNES. The research design used was quasi experimental with nonequivalent control group design . The study was conducted using two experimental classes and each class was given a pre test and post test. The instrument in the research to be carried out by the researcher is an instrument in the form of a test that is an oral test and a non-test that is unstructured observation and documentation. The result of this study explain that the use of the direct practice method is more effective than the audiolingual method in learning to retell verbally about the Indonesian national holiday to BIPA 4 Learners UNNES. Keywords : speaking skills; direct practice methods; audiolingual method; BIPA learning.
MEDIA FILM ANIMASI BERMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 3 MANDIRAJA KABUPATEN BANJAERNEGARA TAHUN PELAJA-RAN 2018/2019
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.34243

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan film animasi yang bermuatan nilai-nilai karakter sebagai upaya meningkatkan keterampilan bercerita serta mengubah perilaku dalam mengikuti pembelajaran keterampilan bercerita pada siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Mandiraja. Subjek penelitian ini dalah Guru dan siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Mandiraja. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan nontes. Instrumen tes berupa nilai praktik bercerita Siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Mandiraja, sedangkan instrumen non tes adalah hasil observasi selama pembelajaran, hasil wawancara dengan siswa/guru, jurnal siswa, dan hasil dokumentasi berupa foto selama proses pembelajaran. Indikator ketercapaian yaitu 75%, prosedur penelitian meliputi persiapan, survei awal, pelaksanaan siklus, pengamatan, dan pelaporan. Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu (1) nilai rata-rata keterampilan bercerita pada siklus 1 sebesar 61% dan siklus 2 sebesar 75,23%, sehingga nilai rata-rata keterampilan bercerita pada siklus 2 meningkat sebesar 14.23% dari siklus, dan (2) perilaku siswa mengalami perubahan ke arah positif setelah mengikuti pembelajaran bercerita menggunakan media film animasi bermuatan nilai-nilai karakter. Kata kunci: keterampilan bercerita, media film animasi, dan nilai-nilai karakter Abstract The purpose of this research is to utilize animated films containing character values as an effort to improve the story-retelling skills and change the learning attitudes of Seventh Grade Students of State Junior High School 3 Mandiraja, Banjarnegara Regency. The research subjects were the teachers and Seventh Grade students of State Junior High School 3 Mandiraja, Banjarnegara. The data was collected using both test and non-test instruments. The test instrument was in the form of students’ story-retelling practice scores, while the non-test instrument was in the form of observations, interviews with students and teachers, students’ learning journals, and photograph documentations during the learning processes. The success achievement indicator was 75%, while the research procedures included preparation, initial survey, cycle implementation, observation, and report. The research results showed that (1) the average score of students’ story-retelling skills in the first cycle was 61% and that in the second cycle was 75.23% that the average score of students’ story-telling skills in the second cycle increased by 14.23% from the previous cycle; and (2) the students’ learning attitudes positively changed after joining the story-telling learning using the animated film media containing character values. Keywords: story-retelling skill, animated film media, character values
Pengembangan Buku Pengayaan Menyajikan Debat Bermuatan Prinsip Kesantunan Berbahasa bagi Peserta Didik Kelas X SMA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.34555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan menyajikan debat bermuatan prinsip kesantunan berbahasa sebagai pendukung pembelajaran menyajikan debat untuk siswa SMA kelas X. Penelitian ini mendeskripsikan kebutuhan buku pengayaan menyajikan debat, menyusun purwarupa buku pengayaan, mendeskripsikan hasil uji validasi, serta memperbaiki buku pengayaan menyajikan debat. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi lima tahap yaitu (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) dan revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pengayaan yang dikembangkan termasuk kategori baik. Hal ini disimpulkan dari hasil penilaian uji ahli terhadap purwarupa buku pengayaan. Berdasarkan hasil validasi ahli, buku pengayaan menyajikan debat bermuatan prinsip kesantunan berbahasa yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dan sarana pembelajaran debat. Kata kunci: buku pengayaan, menyajikan debat, prinsip-prinsip kesantunan berbahasa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS CERITA IMAJINASI BERMUATAN NILAI TOLERANSI MENGGUNAKAN MODEL COPY THE MASTER BERBANTUAN MEDIA FILM ANIMASI BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII D SMP NEGERI 11 SEMARANG
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.35034

Abstract

Penelitian ini dilandaskan pada rendahnya keterampilan menulis cerita imajinasi pada peserta didik. Rendahnya keterampilan menulis cerita imajinasi tersebut disebabkan karena ketidaktepatan penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik membuat peserta didik kesulitan dalam mengembangkan ide, imajinasi dan daya kreativitasnya dalam menulis teks cerita imajinasi. Berdasarkan hal tersebut solusi yang dapat diterapkan yaitu penggunaan model copy the master berbantuan media film animasi sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita imajinasi bagi peserta didik. Solusi tersebut membuat daya imajinasi dan kreativitas peserta didik dapat tumbuh secara optimal, degan begitu peserta didik tidak lagi mengalami kebingungan untuk menulis teks cerita imajinasi. Hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan keterampilan menulis teks cerita imajinasi bagi peserta didik. Penelitian menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan berbasis pada pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data penelitian diambil dari observasi, angket, hasil tes dan catatan lapangan. Hasil menulis cerita imajinasi pada kegiatan prasiklus nilai rata-ratanya sebesar 24.6 dengan 0% ketuntasan. Kemudian pada siklus I, nilai rata-rata meningkat tajam menjadi 86.88 dengan ketuntasan 100% dan pada siklus II, nilai rata-rata semakin meningkat menjadi 90.1 dengan ketuntasan 100%. Pada siklus I dan siklus II, peserta didik mendapatkan perolehan nilai jauh lebih baik dari kegiatan prasiklus dan pada siklus I serta siklus II, 100% peserta didik tuntas KKM.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS HASIL OBSERVASI YANG INTERAKTIF DAN BERMUATAN KONSERVASI BAGI PESERTA DIDIK
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.35303

Abstract

Menulis teks hasil observasi sebagai salah satu materi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan kurikulum 2013. Permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran adalah pembelajaran yang kurang menimbulkan antusias belajar peserta didik. Media pembelajaran merupakan salah satu yang mempengaruhi pembelajaran efektif karena menumbuhkan antusias belajar siswa. Setelah mempelajari media pembelajaran yang sudah ada, ditemukan fakta bahwa media pembelajaran masih sederhana dan belum interaktif. Relevan dengan situasi tersebut, diperlukan media pembelajaran untuk menulis teks hasil observasi yang interaktif bermuatan konservasi yang sesuai bagi peserta didik kelas VII SMP, baik dari segi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (penelitian dan pengembangan) dari Borg dan Gall (2003:570). Media pembelajaran interaktif ini terdiri dari empat menu yaitu permainan, kompetensi inti dan kompetensi dasar, materi, dan soal. Media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran menulis teks hasil observasi bermuatan konservasi untuk siswa SMP kelas VII dinyatakan valid oleh ahli dan praktisi dengan skor rata-rata 3 (tiga) yang dikategorikan baik. Hasil uji keefektifan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran menulis teks hasil observasi bermuatan konservasi untuk siswa SMP kelas VII menyatakan media permainan interaktif ini efektif dengan bukti data uji t yang menyatakan adanya perbedaan signifikan hasil pretes dan postes. Kata Kunci: konservasi; media pembelajaran interaktif; peseta didik; teks hasil observasi Abstract Writing an observation report is one of materials in the 2013 curriculum and it needs to be mastered by students. Meanwhile, the most frequent problem which arises during learning process is learning which does not trigger students’ enthusiasm. Interactive learning media can create an effective learning process since the media can trigger students’ enthusiasm. After studying about available learning media, it is found a fact that the learning media are still not sophisticated and interactive. Based on that situation, an interactive learning media to write an observation report is needed for seventh grade of junior high school students. The researcher emphasizes on the content, delivery, and language of the media. The method used in this research is Research and Development by Borg dan Gall (2003:570). This interactive learning media consists of four menus, namely games, core competencies and basic competencies, materials, and exercises. This interactive learning media used to write a conservative observation report for junior high school students is valid according to experts and practitioners. It has an average score of three (3) which is categorized as good. The effectiveness test of interactive learning media used to write conservative observation reports for seventh grade of junior high school students shows that this media is effective. It is proven by t test which states the significant results of pre-test and post-test. Keywords: conservative, interactive learning media, students, observation reports
IMPLEMENTASI TRI-N (NITENI-NIROKKE-NAMBAHI) DAN PPK (PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER) PADA PERANGKAT PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI KELAS VII DI SMP
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.35756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan Tri-N (Niteni-Nirokke-Nambahi) dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam perangkat pembelajaran teks deskripsi kelas VII di SMP. Perangkat pembelajaran tersebut adalah berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP memuat ajaran Tri-N dan PPK diimplementasikan di bagian kegiatan proses pembelajaran yaitu di pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Tri-N ditunjukkan dalam kegiatan niteni-mengamati, niteni-menanya, niteni-mengasosiasi, nirokke-mengasosiasi, dan nambahi mengomunikasikan. PPK yang dimuat di dalam perangkat pembelajaran RPP teks deskripsi ini meliputi religius, disiplin, percaya diri, kerja sama, dan mandiri. Kata Kunci: Teks Deskripsi, Tri-N, PPK Abstract This study aims to describe the development of Tri-N (Niteni-Nirokke-Nambahi) and Strengthening Character Education (PPK) in the VII grade text description learning tool in junior high schools. The learning kit is in the form of a Learning Implementation Plan (RPP). The RPP contains the teachings of Tri-N and PPK implemented in the learning process activities section, namely in the introduction, core activities, and closing activities. Tri-N is shown in the activities of niteni-observing, niteni-asking, niteni-associating, nirokke-associating, and enhancing communicating. PPK that is contained in the lesson plan lesson text description includes religious, disciplined, confident, cooperative, and independent. Keywords: Description text, Tri-N, PPK