cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al-Maslahah
ISSN : 19070233     EISSN : 25028367     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Al-Maslahah (ISSN: 1907-0233, E.ISSN: 2502-8367) is a scientific journal in the fields of syari’ah that published by Syari’ah and Islamic Economic Faculty. Pontianak State Institute of Islamic Studies. This journal contains the masterpiece of professional writers and researchers. The vission of the journal is to be qualified Syari'ah journal either locally or internationally level. Meanwhile, the mission of Al-Maslahah is disseminating professional ideas of Syari'ah study to lectures, researcher, and those who have concern of this field. This journal warmly welcomes contribution from scholars and experts of related disciplines. Al-Maslahah is published biannually i.e. April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
KEBUTUHAN MANUSIA DALAM PANDANGAN EKONOMI KAPITALIS DAN EKONOMI ISLAM Rahmat Gunawijaya
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.648 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.921

Abstract

In Islam, consumption cannot be separated from the role of faith. Faith is an important benchmark because it gives viewpoints that tend to affect the human personality and behaviour. It strongly influences the quantity and quality of consumption in the form of material or spiritual satisfaction, which then shapes the behaviour of market consumption trend. It is certainly in contrast to the principle of the fulfillment of human needs according to a more capitalist economy on the orientation of the material to maximize the production of goods and services to meet human needs. The cornerstone of the philosophy of the capitalist is secularism, separating spiritual and material (or religion and the world) by dikotomis.
KETERTARIKAN PENGUSAHA MUSLIM PAMELLA SUNARDI PEMILIK PAMELLA SUPERMARKET YOGYAKARTA MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH Trimulato Trimulato
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.677 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.917

Abstract

AbstractIslamic banking now has a legal strength by the presence of law number 21 of 2008 which is very influential for the existence of Islamic banking. Currently the market share of Islamic banking has reached 5 percent of the total national banking. Islamic banking products continue to grow over time;the funds of third-party in the period of June 2016 reached 12,185,860 trillion rupiah with financing funds of 3,027,266 trillion rupiah. This suggests that the existence of inequality especially on financing products of Islamic banks must be optimized byofferingfinancing products to all people, especially to Muslim entrepreneurs in order that they use the products to develop their business. A Muslim businessman, Sunardi Pamella, the owner of Pamella supermarket Yogyakarta has become a customer of Islamic bank and employs its products to develop her businesses. The demand on financing products of Islamic banks is still low, so that Islamic banks need to promote their products to Muslim entrepreneurs. This paper focuses on financing products of Islamic banks and the motivation of Pamella Sunardi as a businessman to usethe products. This is alibrary research and the results show that the number of loan of Islamic banking has grown 6,074 percent or higher than that ofconventional bank. Further, the number of loan is 10.127 percent in BPRS, but in Islamic business unitsis -8.234 percent. Pamella Sunardi uses financing products offered by Islamic Bank because he wants to do business based on Islamic ethics. Besides, he hasa trauma with conventional banks’ products.Keywords: Pamella Sunardi, Financing Products, Islamic Banking. Abstrak Perbankan syari’ah saat ini telah memiliki payung hukum yang kuat dengan hadirnya undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syari’ah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap eksistensi dari perbankan syari’ah yang semakin diminati oleh banyak kalangan. Saat ini pangsa pasar bank syariah telah mencapai 5 persen dari total perbankan secara nasional. Produk perbankan syariah terus mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu, dana pihak ketiga di Bank Syariah pada periode juni 2016 mencapai 12.185.860 triliyun rupiah dan dana pembiayaan 3.027.266 triliyun rupiah. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan khusunya pada produk pembiayaan di bank syariah harus lebih dioptimalkan. Bank syariah bisa menawarkan produk pembiayaan kepada semua kalangan khususnya kepada para pengusaha muslim untuk digunakan sebagi modal pengembangan usaha. Salah satu pengusaha muslim Pamella Sunardi pemilik supermarket Pamella Yogyakarta menjadi nasabah pembiayaan di bank syariah untuk mengembangkan usahanya. Adapun pertumbuhan pembiayaan di bank syariah masih sangat minim dibutuhkan upaya bagi bank syariah agar menawarkan kepada para pengusaha muslim.Batasan dalam tulisan ini difokuskan pada produk pembiayaan di bank syariah serta ketertarikan pengusaha Pamella Sunardi menggunakan produk pembiayaan di bank syariah. Tulisan ini menggunakan studi pustaka kajian dari berbagai sumber. Dalam tulisan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa jumlah rekening pembiayaan di bank syariah mengalami pertumbuhan 6,074 persen pada bank umum syariah, kemudian 10,127 persen pada BPRS, sedangakan pada unit usaha syariah turun -8,234 persen. Kemudian ketertarikan Pamella Sunardi menggunakan produk pembiayaan di Bank Syariah, pertama menerapkan etika bisnis islam pada usahanya, kedua karena pernah mengalami trauma menggunakan produk bank konvensional.Kata Kunci: Pamella Sunardi, Produk Pembiayaan, dan Bank Syariah
KONSEP PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF ISLAM Syaiful Ilmi
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.445 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.918

Abstract

Abstract Poverty has been haunting every individual or even country for ages. It is a classic problem that appears along with human history. In Indonesian context, UUD 1945 has declared the elimination of poverty, while Islam according to Al-Qur’an has clearly ordered the eradication of it which is mentioned in the term of al-faqîr andal-miskîn. But, in fact, there is a paradox between the mission and reality. Therefore, this writing intends to map the concept of poverty and try to purpose several solutions to it.Keywords: Poverty, Al-Faqir, Al-Miskin.  Abstrak Kemiskinan sampai detik ini masih menjadi momok bagi setiap individu, tidak terkecuali bagi setiap negara. Masalah kemiskinan merupakan masalah klasik yang muncul bersamaan dengan sejarah manusia itu sendiri. Dalam konteks Indonesia, UUD 1945 sudah mengisyaratkan pemberantasan kemiskinan. Pun, begitu dengan yang diisyaratkan oleh Islam sendiri. Melalui al-Qur’an, Islam dengan tegas mengisyaratkan tentang pemberantasan kemiskinan sebagaimana yang disebutkan dalam banyak kasus, khususnya dalam term al-faqîr dan al-miskîn. Namun dalam kenyataan sehari-hari, ada paradoksi yang nyata antara apa yang dicita-citakan dengan realitasnya. Dalam tulisan singkat ini, penulis akan mencoba kembali mempetakan konsep kemiskinan serta mencoba mengajukan beberapa opsi tentang penanggulangan kemiskinan.Kata Kunci: kemiskinan, al-faqir, al-miskin.
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGANPEMBIAYAAN KEPEMILIKAN RUMAH DI BANK KONVENSIONAL DAN SYARIAH (STUDI KASUS PADA BANK MANDIRI DAN BRI SYARI’AH) Nurma Sari
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.042 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.919

Abstract

Abstact This research aimed to analyze the different financing calculation for buying house between conventional and Islamic bank. The sample of the research is a conventional bank, bank Mandiri while bank BRI syariah represented Islamic bank. This research was conducted in Pontianak in 2016. It was a qualitative research, and the data were collected through interview with both banks’ financing staffs. The results show that the interest calculation of bank Mandiri is based on interest instrument of first year that is 9.50%. Then, because of monthly installment changes annually according to market interest rate, Bank Mandiri through its KPR as a financing product prefers to use annuity interest. This makes interest of KPR Mandiri is cheaper than that of KPR BRI syariah. Yet, BRI Syariah applies fixed monthly installment from the first to last month. It makes the monthly installment of KPR BRI Syariah is cheaper than that of Mandiri.Keywords: Comparison, Financing, KPR, Conventional Bank, Islamic Bank.  Abstrak Penelitian ini ingin mencoba untuk menganalisis perbedaan perhitungan pembiayaan kepemilikan rumah antara bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional diwakili oleh bank Mandiri, sedangkan bank syariah diwakili oleh bank BRI Syariah. penelitian ini dilakukan di Pontianak pada tahun 2016. Metode yang digunakan untuk menjawab masalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yakni denan melakukan wawancara dengan staf bagian kredit/pembiayaan. Selanjutnya dilakukan perbandingan harga yang ditawarkan oleh masing-masing bank dengan mengacu pada plafont kredit/pembiayaan.Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan bunga Kredit pada bank Mandiri menggunakan instrumen bunga dengan bunga tahun pertama adalah 9,50%. Karena kredit (cicilan bulanan) setiap tahun tidak sama dan tergantung pada tingkat bunga pasaran, maka bank Mandiri dalam hal kredit KPR nya menggunakan bunga anuitas tahunan. Jika dibandingkan selisih harga antara KPR bank Mandiri dengan bank BRI syariah produk KPR non subsidi lebih mahal KPR BRI Syariah, namun berbeda dalam penetapan bunga. BRI Syariah menggunakan angsuran tetap dari bulan pertama sampai dengan akhir angsuran. Jika dibandingkan antara prosuk KPR Mandiri Primary dengan KPR BRI Syariah bersubsidi, lebih murah KPR BRI Syariah dan sistem angsuran juga berbeda dimana BRI tetap menggunakan sistem angsuran yang tetap dari awal sampai dengan akhir angsuran, sedangkan KPR Mandiri tahun pertama tetap dan tahun selanjutnya mengikuti suku bunga pasar KataKunci: Perbandingan, Pembiayaan, KPR, Bank Konvensional, Bank Syariah.
PEMBAHARUAN KONSEP MAQĀSID AL-SHARĪ’AH DALAM PEMIKIRAN MUHAMAMAD ṬAHIR IBN ‘ASHUR Chamim Tohari
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.409 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.915

Abstract

Abstract This research discuss about the thought of maqāsid al-sharī’ahby Muhammad Ṭahir Ibn ‘Ashur. To limit this discussion, i just focus to discuss two important matters, it is; First, how is concept of maqāsid al-sharī’ahin the thought of Ibn ‘Ashur? Second, how is construct of thought of the maqāsid al-sharī’ahIbn Ashur? This is a library research with content analysis as its method. The sources of this research is Ibn ‘Ashur’s thoughts in his books. The results of this research is; First, before Ibn ‘Ashur’s period, the thoughts of maqāsid al-sharī’ahhas been finding its formation in the several familier categories which mentioned by al-uṣūl al-khamsah (five of the based principles). Every principle have three level, it isdarūriyāt, al-hajjiyāt, and taḥsināt/al-tazyināt. Second, in the Ibn Ashur’s period, the thoughts of maqāsid al-sharī’ahhas renewed by Ibn ‘Ashur in the new formation as purity (al-fitrah), tolerance (al-samahah), benefit (al-maslahah), equality (al-musāwah), and freedom (al-hurriyah) as parts of the maqāsid al-sharī’ah. From the scope aspect, the validity of the Ibn ‘Ashur’s thought about maqāsid al-sharī’ahappearly have more universal character than thought of maqāsid al-sharī’ahbefore. However, the weekness of the Ibn ‘Ashur’s thought is that maqāsid al-sharī’ahthought by Ibn ‘Ashur have not clarity and explanation about the level of priority and it’s method to applicated in the Islamic Law. Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang pemikiran maqāsid al-sharī’ahMuhammad Ṭāhir Ibn ‘Ashūr. Untuk membatasi kajian ini, penulis memfokuskan hanya pada dua masalah pokok, yakni; Pertama, bagaimana konsep maqāsid al-sharī’ahsebelum datangnya Ibn ‘Ashur? Kedua, bagaimana konstruksi pemikiran maqāsid al-sharī’ahyang digagas Ibn ‘Ashur? Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan konten analisis sebagai metode analisisnya. Sumber kajian ini adalah pemikiran maqāshidIbn ‘Ashur yang termuat dalam karyanya. Hasil penelitian iniadalah: Pertama, sebelum masa Ibn ‘Ashur, pemikiran maqāsid al-sharī’ahtelah menemukan bentuknya dalam beberapa kategori yang terkenal dengan istilah al-uṣūl al-khamsah, dimana masing-masing dariprinsip dasar tersebut memiliki tingkatan darūriyāt, al-hajjiyāt, dan taḥsīnāt/al-tazyīnāt. Kedua, pada masa Ibn ‘Ashur, pemikiran maqāsid al-sharī’ahmengalami pembaharuan hingga menghasilkan fitrah (al-fitrah), toleransi (al-samahah), maslahat (al-maslahah), kesetaraan (al-musawah), serta kebebasan (al-hurriyah) sebagai bagian darimaqāsid al-sharī’ah. Dari sisi cakupannya, keberlakuan maqāsid al-sharī’ahdalam pemikiran Ibn ‘Ashurtampak lebih universal dibanding dengan pemikiran maqāsid al-sharī’ahsebelumnya. Namun demikian, pemikiran Ibn ‘Ashur memiliki kelemahan darisisi ketidakjelasan tingkatan prioritasnya serta aplikasi metode penerapannya dalam hukum Islam.
FATWA SATWA (KAJIAN FIQH DAN HUKUM POSITIF TENTANG PERBURUAN SATWA) Fachrurazi Fachrurazi; Yusuf Yusuf
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.483 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.920

Abstract

Abstract Hunting animals is a strategy of gaining food to survive. This activity is not only done by traditional people but also done by modern ones, yet they have different techniques and tools for hunting. Islam has rules for such activity (ash-shoid) according to Al-Quran, Hadith, Ijma, and Qiyas. Besides, Indonesian government regulates the activity through an act number 5 of 1990 about natural souces and ecosystem conservation. The resuts of reseach show that according to sharia, hunting is intended to fulfil human’s need for food but by avoiding haraam preys in order to obey the alminghty Allah. Meanwhile, Indonesian government regulates hunting activity through an act number 13 of 1994. Even though sharia and the act of hunting have some differences but both rules show that Islam and Indonesian govement have common perceptions in which animals may be hunted for food and other purposes but they must be protected from over exploitation. Therefore, according to Islamic context, human as khalifah fil ardh and as good Indonesian citizen should follow the rules to maintain the balance life cycle.Keywords : Prey, Hunting Place, Hunting Season, Hunter, Hunting Tools. AbstrakBerburu binatang (satwa) merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Aktifitas berburu ini bukan hanya dilakukan oleh manusia zaman dahulu saja, tetapi juga tetap dilakukan hingga zaman sekarang. Yang berbeda hanya cara yang dilakukan, alat dipergunakan, dan berbagai ragam binatang dijadikan buruan. Islam memberikan tata aturan (hukum) yang berhubungan dengan perburuan (ash-shoid) dengan bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadis, ditambah dengan Ijma` dan Qiyas (fiqh). Hukum positif Indonesia juga mengatur hal-hal yang berkaitan dengan berburu melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukum Islam perlu mengatur perburuan agar manusia mendapatkan yang terbaik dalam hal makanan dan untuk menguji manusia dalam hal ketatan kepada Allah SWT. Demikian juga dalam hukum positif, peraturan Pemerintah No.13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru menjadi dasar hukum dalam kegiatan berburu di Indonesia. Walaupun antara kedua aturan tersebut (hukum Islam dan Hukum Positif) terdapat beberapa perbedaan, namun keduanya juga mempunyai beberapa bentuk persamaan yang menunjukkan bahwa agama (Islam) dan negara ini mempunyai semangat yang sama bahwa satwa merupakan salah satu entitas yang ada di dunia ini yang walaupun dalam beberapa hal boleh dimanfaatkan oleh manusia (makan, menunggangi, dan lain-lain) namun bukan berarti harus dieksploitasi sehingga mengancam eksistensi dan ekosistem dari satwa tersebut. Maka oleh sebab itu lah, dalam konteks Islam manusia sebagai khalifah fil ardh, Islam dengan fiqh-nya dan negara dengan hukumnya, perlu mengatur hal-hal yang berkaitan dengan perburuan satwa demi menjaga siklus kehidupan di dunia ini bisa berjalan seimbang.Kata Kunci : satwa buru, tempat buru, musim buru, pemburu dan alat berburu
SCHUMPETERIAN ‘GREAT GAP’ THESIS AND MEDIEVAL ISLAMIC ECONOMIC THOUGHT: INTERLINK BETWEEN GREEKS, MEDIEVAL ISLAMIC SCHOLARS AND EUROPEAN SCHOLASTICS Ali Rama
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.638 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i1.916

Abstract

Abstract Joseph Schumpeter (1883-1950) in his magnum opus, History of Economic Analysis (1954) proposed a great gap thesis by saying that economic analysis begins only with the Greeks and was not reestablished until the rise of European Scholasticism in the hands of St Thomas Aquinas.In fact, this Schumpeterian great gap in economic thought coincides with the Islamic golden age, when various Muslim writers made substantial contributions in various fields of inquiry, including economic matters. A substantial body of contemporary economic is traceable to medieval Arab Scholastics such as Abu Yûsuf (731-798), Al Farabi (873-950), IbnuSina (980-1037), Al-Ghazalî (1058-1111), IbnuTaimiyah (1263-1328), and IbnuKhaldûm (1364-1442).There were interlinked between Greek intellectual legacy to Islamic medieval legacy and to Latin scholastic economics. The Arab scholarship itself stimulated by the Greeks and further developed in light of the Islamic Ethos, not only inspired Scholastic thought, but that much of that scholarship became incorporated in Scholastic writings.So this paper provides an academically objection to the Schumpeterian thesis by providing Islamic scholars’ contribution on economic thoughts. Additionally, the paper provides some issues on Islamization of contemporary economics. Key words: great gap, medieval Arab-Islamic scholastics, Islamization of Economics, Islamic worldview. Abstrak Joseph Schumpeter (1883-1950) dalam bukunya History of Economic Analysis (1954) memperkenalkan sebuah tesis ‘great gap’ dengan mengatakan bahwa analisis ekonomi hanya mulai dari Yunani dan tidak berkembang lagi sampai kemunculan ilmuan Skolastik Eropa di tangan St Thomas Aquinas. Namun kenyataannya, ‘great gap’ Schumpeter ini justru terjadi pada masak ejayaan Islam, yaitu ketigasejumlahsarjanadanilmuan Muslim memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai jenis penemuan dan keilmuan termasuk dalam bidang ekonomi. Isi dari ilmu ekonomi kontemporer saat ini dapat dilacak kesamaannya dengan karya ilmuan Arab abad pertengahan seperti Abu Yûsuf (731-798), Al Farabi (873-950), Ibnu Sina (980-1037), Al-Ghazalî (1058-1111), Ibnu Taimiyah (1263-1328), dan Ibnu Khaldûm (1364-1442). Terdapat keterhubungan antara karya intelektual Yunani, ilmuan Muslim abad pertengahan dan Ilmuan skolastik. Ilmuan Arab sendiri ‘distimulasi’ oleh ilmuan Yunani yang selanjutnya dikembangkan sesuai dengan kerangka Islam dan banyak dari karya mereka memiliki kemiripan dengan tulisan Skolastik. Penelitian ini melakukan penolakan secara akademik atas tesis Shumpeter tentang ‘great gap’ dengan menunjukkan kontribusi ilmuan Muslim dalam pemikiran ekonomi. Penelitian ini juga membahas beberapa isu tentang Islamisasi ilmu ekonomi kontemporer.

Page 1 of 1 | Total Record : 7