cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sospol : Jurnal Sosial Politik
ISSN : 20888090     EISSN : 25976648     DOI : -
Core Subject : Social,
The Social and Political Research Center (PKSP), Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang proudly presents Journal Sospol (Sospol: Jurnal Sosial Politik). Journal Sospol cordially invites researchers, academicians, and experts to submit research on sociology, communications, international relations, governance, and social welfare sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni" : 11 Documents clear
Regionalisme dan Kompleksitas Laut China Selatan Ali Maksum
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4398

Abstract

Abstrak Hubungan antara regionalisme dan kompleksitas Laut China Selatan (LCS) jelas penting untuk diteliti lebih lanjut. Hal ini karena dampak dari sengketa LCS jelas berpengaruh terhadap stabilitas politik dan keamanan di Asia Tenggara. Tujuan utama artikel ini adalah untuk memahami konflik, latar belakang dan dampak dari sengketa LCS di negara-negara kawasan tersebut. Artikel ini dibagi menjadi enam bagian yaitu regionalisme dan LCS, sejarah konflik LCS, profil negara pengklaim, regionalisme dan solusi perdamaian, LCS dan keamanan regional dan kesimpulan. Penelitian ini juga dilengkapi dengan beberapa visualisasi untuk mengajak pembaca dalam sebuah imajinasi mendalam tentang LCS. Penulis menyimpulkan bahwa regionalisme Asia Tenggara menghadapi tantangan serius di tengah ancaman China yang berhasil mengambil keuntungan dari lemahnya multilateral ASEAN terkait masalah tersebut.Kata kunci: keamanan, konflik, Laut China Selatan, regionalisme,Abstract The relationship between regionalism and the complexity of the South China Sea (SCS) issues is obviously critical to be examined. This is because the impact of the SCS disputes are clearly influence to the political and security stability in Southeast Asia. The primary objective of this article is to understand the conflicts, background and impact of the SCS disputes on the regional member states. This article is divided into six sections namely regionalism and the SCS, history of SCS conflicts, profile of claimant states, regionalism and peace solutions, SCS and regional security and conclusion. This study is also supplemented by some visualizations to engage the readers in deep imagination on the SCS. The author concludes that Southeast Asian regionalism was facing serious challenges vis-à-vis China which successfully took benefit from the ASEAN's weak multilateral approach on this issue.Keywords: conflict, security, South China Sea, regionalism
Migrasi Internasional Pada Wanita di Kabupaten Tulungagung: Sebuah Konstruksi Sosial Anggaunitakiranantika -
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4399

Abstract

AbstrakBuruh Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, baik kategori legal maupun yang ilegal lebih banyak melibatkan tenaga kerja wanita salah satunya berasal dari Kabupaten Tulungagung, Propinsi Jawa Timur. Di Negara Hongkong jumlah TKI asal Propinsi Jawa Timur paling banyak, yakni mencapai sekitar 170.000 orang, disusul Taiwan sekitar 160.000, dan Malaysia sekitar 130.000 orang. Penelitian dilakukan untuk melakukan identifikasi pada ketertarikan wanita di Kabupaten Tulungagung pada untuk menjadi buruh migran di Hongkong yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik purposive di Kabupaten Tulungagung meliputi 6 Kecamatan terpilih dengan melakukan observasi dan  in-depth interview pada 20 informan. Faktor yang mempengaruhi emigrasi wanita ke Hongkong sesuai dengan konstruksi sosial yang terbentuk adalah Adanya jaringan migran sukses yang berada di Hongkong dengan berbagai fasilitas, kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, “social prestige” pada mereka yang bekerja sebagai buruh migran dan kebutuhan dalam jangka panjang.Kata Kunci: Hongkong, Konstruksi Sosial, Migrasi Internasional, Perempuan, TulungagungAbstractIndonesian domestic worker whose came from Tulungagung Regency, East Java has been engaged as women labor and known as legal or illegal worker abroad. Divided into destination labor proportion at East Java Province, Hongkong has the first position with 170.000 worker, followed by Taiwan on 160.000 and Malaysia at least 130.000 worker being there. Research was conducted to identify local women interest on being Indonesian domestic worker using social construction theory. Research was done on purposive technique by qualitative method at Tulungagung Regency which covered 6 chosen district. Observed at least 20 informan and having in-depth interviewed, research identified through some factor: based on social construction, succeed migrant network at Hongkong has bade on privilege and comfortable life. Hence, social prestige also offers for Indonesia domestic worker at Hongkong. Latest finding is about international migration was seen as necessary things in life for longtime needs among them.Keyword: Hongkong, International Migration, Social Construction, Tulungagung, Women
Analisis Pemetaan Kerentanan Masyarakat Terhadap Bencana Gempa: Studi Kasus Gempa di Haiti Tahun 2010 Jusmalia Oktaviani; Christy Pavita Kumesan; Saltiq Fajar
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4400

Abstract

AbstrakHaiti terletak di Pulau Hispaniola, yang merupakan perbatasan antara lempeng tektonik Amerika dan Karibia. Lempeng ini bergerak sekitar 2 sentimeter per tahun, sehingga termasuk seismik aktif dan memiliki sejarah gempa yang panjang. Namun, dengan sejarahnya yang sering terkena gempa, tidak membuat negara ini menjadi siap terhadap gempa. Pada tahun 2010, gempa yang cukup besar, dengan skala sekitar 7 SR menerpa Haiti. Korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa tersebut mencapai 100.000 hingga 300.000 jiwa. Menurut UN General Assembly, kerugian total akibat gempa bumi diperkirakan mencapai USD 7.8 milyar, yang berarti setara dengan lebih dari 120 persen GDP Haiti di tahun 2009. Melalui tulisan ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana analisis kerentanan masyarakat Haiti terhadap bencana alam, terutama gempa, karena dengan skala yang sebenarnya tidak terlalu besar (7 SR), gempa tahun 2010 tersebut menelan begitu banyak korban jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data documentary analysis. Penelitian ini menunjukkan bahwa bencana alam mempunyai beberapa dimensi, dan membutuhkan penanganan komprehensif agar jumlah korban jiwa akibat gempa bisa ditekan dan diminimalisir oleh pemerintah.Kata Kunci: bencana alam, gempa, kerentanan masyarakat.AbstractHaiti is located on the island of Hispaniola, which is the border between America and Caribbean tectonic plates. These plates move about 2 centimeters per year, thus including seismically active, has a long history of earthquakes. However, as a land which often affected by the earthquake, this state is not ready against earthquakes. In 2010, an earthquake, about 7 SR scale hit Haiti. The loss of life caused by the earthquake reached 100,000 to 300,000. According to the UN General Assembly, a total loss due to the earthquake is estimated at USD 7.8 billion, which would be equivalent to more than 120 percent of Haiti's GDP in 2009. By this article, the researchers probe the Haiti’s community vulnerability analysis towards natural disasters, particularly earthquakes, because the actual scale of the earthquake itself is not enormous, only 7 SR of 10 SR, however the earthquake in 2010 swallowed so many losses. This study uses qualitative research methods with data collection techniques documentary analysis. The result shows that a natural disaster has several dimensions, and requires a comprehensive action so that the number of casualties caused by the earthquake can be suppressed and minimized by the government.Keywords: natural disasters, earthquakes, community vulnerability
Problem UKM Dalam Pengembangan Usaha: Studi Pada UKM di Desa Mulyoarjo Lawang Malang Luluk Dwi Kumalasari
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4401

Abstract

AbstrakUKM berperan besar dalam penciptaan dan pertumbuhan kesempatan kerja, atau sumber pendapatan bagi masyarakat dan rumah tangga miskin. Tetapi dalam perkembangannya, seringkali UKM menghadapi kendala. Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang adalah desa di kabupaten Malang yang memiliki banyak industri. UKM di desa Mulyoarjo juga menghadapi kendala yang membutuhkan berbagai solusi kritis meski ada juga yang bisa berjalan lancar. Peneliti tertarik untuk mengkajinya guna memperoleh diskripsi tentang problem-problem yang dihadapi oleh UKM, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah dan menemukan langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Sedangkan teknik pengumpulan data didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi UKM di Desa Mulyoarjo dalam mengembangkan usahanya antara lain; kendala modal, sistem manajemen keuangan, kendala tempat, dan kendala mesin yang sebagian belum mampu membeli mesin yang modern. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut antara industri yang satu dengan yang lain juga berbeda-beda. Diantaranya adalah faktor bahan dan faktor cuaca. Langkah yang ditempuh UKM untuk keluar dari masalah dan mengembangkan usahanya antara lain; meminjam uang di bank, melakukan kerjasama permodalan, menjual harta yang dimiliki, serta menjaga kualitas barang yang dihasilkan.Kata Kunci: industrialisasi,kesempatan kerja, UKM.                                        AbstractSMEs as part of the industry, is an important source of economic growth. SMEs are often constrained by various constraints. Subdistrict Mulyoarjo Lawang village is the village in the district of Malang which has many industries. SMEs in it also faces many obstacles or problems that require a variety of solutions critical although some are able to run smoothly. Researcher is interested in studying in order to obtain a description of the problems faced by SMEs, the factors that cause the problem and find measures to overcome the problems encountered. This study used a qualitative approach with descriptive research. The samples in this study using purposive sampling method.Data collection techniques obtained through in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study says the problems faced by SMEs in the village Mulyoarjo in developing a business, among others; lack of capital, financial management systems, place constraints, and constraints that most machines have not been able to buy modern machines.Weather factor and material factor are the problem. Thus the steps taken by SMEs to get out of the problem ,borrow money in the bank, cooperate in terms of capital, sell assets owned, as well as maintaining the quality of goods produced.Keywords: industrialization, employment, SMEs.
Konflik Horisontal Antar Kelompok Korban Bencana Lumpur Lapindo Oman Sukmana
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4402

Abstract

AbstrakFenomena yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian ini adalah fenomena  konflik yang terjadi  antar kelompok korban bencana Lumpur Lapindo (Lula) di Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang: (1) Bagaimana proses terbentuknya kelompok-kelompok korban bencana Lumpur Lapindo hingga terjadinya konflik antar kelompok  korban bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo; (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya konflik horisontal antar kelompok korban bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo; dan (3) Bagaimana bentuk-bentuk konflik horisontal antar kelompok korban bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus, teknik analisa data  deskriptif-kualitatif, dan teknik pengumpulan data meliputi indeepth interview, Focus Group Discussion,  observation, dan  documentation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bencana Lumpur Lapindo membentuk kelompok sebagai wadah dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Terdapat dua kelompok utama korban bencana Lumpur Lapindo, yakni kelompok GKLL dan kelompok Pagarekorlap, namun kelompok ini mengalami friksi dan perpecahan dalam tiga hal yakni perubahan nama kelompok, bentuk tuntutan proses pembayaran ganti rugi, dan strategi aksi, sehingga menimbulkan konflik horisontal antara kelompok korban bencana Lumpur Lapindo dalam bentuk: konflik kepentingan, konflik strategi aksi, dan konflik mekanisme tuntutan ganti rugi.Kata kunci: Bencana, Konflik, Kelompok.                     AbstractA phenomenon that became the focus of attention in this study is the phenomenon of conflict between groups of Lapindo mudflow disaster victims (Lula) in Sidoarjo. This study aims to assess: (1) How is the process of formation of the groups and conflict between groups Lapindo mudflow disaster victims in Sidoarjo?; (2) What factors are causing horizontal conflicts between groups Lapindo mudflow disaster victims in Sidoarjo?; and (3) How the forms of horizontal conflicts between groups Lapindo mudflow disaster victims in Sidoarjo?. This study used a qualitative approach, case study research, data analysis techniques descriptive qualitative, and data collection techniques include indeepth interviews, focus group discussions, observation, and documentation. The results showed that Lapindo mudflow disaster victims formed the group as a forum in Struggle their rights. There are two main groups of Lapindo mudflow disaster victims,namely GKLL groups and groups Pagarekorlap, however this group experienced friction and split in three ways ie change the group name, the form of demands compensation payment process, and action strategies, causing horizontal conflicts among groups Lapindo mudflow disaster victims in the form of: a conflict of interest, conflict action strategy, and conflict redress mechanism.Keywords: Conflicts, Disasters, Group.
Strategi Kebijakan Peningkatan Daya Saing Rumput Laut Indonesia di Pasar Global Riady Ibnu Khaldun
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4403

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan daya saing produk rumput laut di pasar global. Jarak waktu yang digunakan dalam memberikan batasan waktu adalah 2009 hingga 2014. Pemerintah Indonesia menyadari besarnya potensi komoditas rumput laut sehingga perlu dimaksimalkan. Optimalisasi potensi tersebut dilakukan oleh pemerintah melalui skema kebijakan revitalisasi, industrialisasi, dan penerapan standarisasi rumput laut. Implementasi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah tersebut tidak dapat dioptimalisasikan karena timbulnya tantangan berupa perbedaan kepentingan dengan para pelaku usaha. Tantangan tersebut diantisipasi oleh pemerintah melalui strategi sinergitas kerjasama dengan aktor lain yang memiliki kepentingan berdasarkan Teori Developmental State, Konsep The Role of Government mendeskripsikan bahwa strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan daya saing produk rumput laut di pasar global dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan yang memberikan kesempatan kepada peran aktor lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam mengoptimalisasikan implementasi kebijakan.Kata Kunci: Daya Saing, Industrialisasi, Revitalisasi, Standarisasi, Strategi Kebijakan AbstractThis research aims to analyze the strategic policy of Indonesian Government towards increasing the competitiveness effort on seaweed products in global markets. The periods of this research started from 2009 to 2014 as the time intervals. Indonesian Government realized that seaweed commodities had great potentials that should be maximized. Revitalization, Industrialization, and Standardization are the policies that Indonesian Government established to optimize the seaweed potentials. The implementation of policies that applied by the government cannot be optimized because the existing of interest differentiation between government and private actor as a challenge. These challenges anticipated by the government through synergistic strategy with another actors who have an interest in seaweed commodities based on Theory Developmental State, The Role of Government concepts described the strategy that adopted by the Indonesian Government in an effort to increase the competitiveness of seaweed products in the global market is by issuing a policy that gives opportunity for the role of other actors to participate actively in optimizing the policy implementations.Keywords: Competitiveness, Industrialization, Revitalization, Standardization, Strategic Policy
Peran Globalisasi di Balik Munculnya Tantangan Baru Bagi Diplomasi di Era Kontemporer Rizki Rahmadini Nurika
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4404

Abstract

AbstrakGlobalisasi telah memberikan pengaruh yang signifikan pada kajian hubungan internasional. Salah satunya adalah ketika globalisasi memperluas cara bagaimana diplomasi itu dilakukan. Diplomasi tidak hanya dipandang sebagai agenda resmi yang di dalamnya hanya terdapat negara yang berperan sebagai satu-satunya aktor. Lebih dari itu, kini diplomasi dapat dilakukan oleh aktor bukan negara pada agenda resmi maupun tak resmi. Diplomasi juga dibekali dengan penyebaran isu-isu baru. Seiring dengan arus globalisasi, isu-isu hubungan internasional pun kini turut berkembang dan meluas sebagai dampak dari fenomena menyempitnya ruang dan waktu. Kondisi yang demikian ini lah yang kini menjadi karakteristik diplomasi di era kontemporer, yang membuat diplomasi tertantang untuk mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini didesain untuk mengungkap logika tentang bagaimana globalisasi memicu munculnya tantangan baru bagi diplomasi. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan baru bagi diplomasi muncul ketika globalisasi mengubah sifat alamiah dari diplomasi itu sendiri.Kata Kunci: Diplomasi, Globalisasi, TantanganAbstractGlobalization has given its significance influences on the study of international relations. One of them is when it has expanded the way diplomacy is performed. Diplomacy is no longer perceived only on a formal agenda in which state acts as the only one actor. Far beyond that, now diplomacy can be conducted by non-state actor both in formal and informal agenda. Diplomacy is also equipped by the spread of new issues. In line with the flow of globalization, international relations issues have developed and broadened rapidly as well as the narrowing space and time phenomena happened. Here, those given circumstances are now perceived as the characteristics of diplomacy in this contemporary era, by which diplomacy is challenged to maintain its existence. This research is designed to reveal the logic for how globalization triggers the emergence of new challenges for diplomacy. Method used to answer such question is qualitative research by using secondary data. The finding shows that new challenges for diplomacy come when globalization changes the nature of diplomacy itself.Key Words: Challenge, Diplomacy, Globalization
Kepentingan Pemerintah Pusat Dalam Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Kalimantan Indonesia-Malaysia Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Tahun 2009-2014 Saiman -
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4405

Abstract

AbstrakKetertinggalan pembangunan di Kalimantan merupakan salah satu penyebab terjadinya permasalahan perbatasan Kalimantan Indonesia-Malaysia. Berdasarkan  Undang-Undang tentang Wilayah Negara, negara bertanggung jawab dalam pembangunan perbatasan guna pencapaian masyarakat perbatasan yang sejahtera dan aman. Tulisan ini mengkaji kepentingan pemerintah pusat pada prioritas kebijakan dan kepentingan, peran dan power interplay antar lembaga  serta nasionalisme. Berdasarkan metode kualitiatif dengan studi kasus, bahwa peran Pemerintah (BNPP) hanya sebagai lembaga koordinatif, terjadi ego sektoral antar lembaga. Kekuasaan pemerintah pusat sangat dominan, prioritas kebijakan dan kepentingan pemerintah meliputi faktor politik, keamanan dan strategis geografi, sehingga terjadi perubahan orientasi nasionalisme masyarakat perbatasan.Kata Kunci: kepentingan nasional, pemerintah pusat; pembangunan infrastruktur; perbatasan.AbstractUnderdevelopment in Borneo was one of cause Indonesia-Malaysia border problems. According State Territorial Policy, state was to responsibility in border development for receive border komunities which prosperous and secure. This paper to test central and local government relatios desentralisation era at policy priority and interests, role and power interplay of institutions, and nasionalism. According qualitative method and case studi, that government role as the coordinating institution, sectoral ego bithwin other institutions. Central government power very dominant and priority in policy and intersts central government, include  politics factor, security and geografi strategic, so that happen orientation changes communities nationalism. Keywords: borderland, central government, infrastructure development, national interests.
Template Jurnal Sospol Template Jurnal Sospol
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
The Victory of Pluralism: The Role of International Law in The South China Sea Dispute Verdinand Robertua Siahaan
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v3i1.4966

Abstract

AbstractThis research discussed the role of Permanent Court of Arbitration’s decision on the dynamic of South China Sea dispute. Court’s decision in July 2016 to regulate South China Sea based on UNCLOS’s regulation has provoked China’s objection. This research question is on how to understand the role of international law in the South China Sea dispute using English School Theory. To answer the research question, this research is using English School Theory with its two pillars namely pluralism and solidarism. This research shows two findings. First, the PCA decision has been used by the Philippines to be momentum for transformation from solidarist mode of foreign policy to pluralist mode. Secondly, the pluralism pillar of English School is more relevant in analyzing the role of international law on South China Sea Dispute.Key words: English School, international law, Permanent Court of Arbitration, pluralism, solidarism, South China Sea AbstrakPenelitian ini membahas peran Permanent Court of Arbitration (PCA) di dalam resolusi konflik Laut Tiongkok Selatan (LTS). Keputusan PCA yang menggunakan UNCLOS sebagai tata kelola LTS memprovokasi kemarahan Tiongkok. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana memahami peran hukum internasional dalam konflik Laut Tiongkok Selatan menggunakan teori English School. English School dengan kedua pilarnya pluralisme dan solidarisme menjadi pisau analisis utama untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, keputusan PCA digunakan sebagai Filipina sebagai momentum transformasi kebijakan luar negeri Filipina dari solidarisme menjadi pluralisme. Kedua, pilar pluralisme lebih relevan menjelaskan peran hukum internasional dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan.Kata kunci: English School, hukum internasional, Laut Tiongkok Selatan, Permanent Court of Arbitration, pluralisme, solidarisme

Page 1 of 2 | Total Record : 11