cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sospol : Jurnal Sosial Politik
ISSN : 20888090     EISSN : 25976648     DOI : -
Core Subject : Social,
The Social and Political Research Center (PKSP), Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang proudly presents Journal Sospol (Sospol: Jurnal Sosial Politik). Journal Sospol cordially invites researchers, academicians, and experts to submit research on sociology, communications, international relations, governance, and social welfare sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni" : 11 Documents clear
Indeks Penulis dan Subjek Vol 4 No 1
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Peran Community Resilience di Amerika Serikat dan Inggris dalam Upaya Kontra Terorisme Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Jamaluddin Syakirin
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.4833

Abstract

AbstrakRadikalisme adalah salah satu akar penyebab utama dari aksi terorisme. Radikalisasi pada kalangan masyarakat umum menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan nasional. Masyarakat saat ini rentan menjadi sasaran perekrutan kelompok-kelompok radikal, pembentukan jaringan kelompok radikal transnasional, pengarahan tindak kekerasan dan terorisme bahkan melalui radikalisasi diri sendiri. Kurangnya kepedulian dan sistem pengawasan di dalam komunitas masyarakat dianggap juga menjadi katalisator radikalisme. Karena hal itulah, ketahanan komunitas terhadap ancaman terorisme dan radikalisme merupakan aspek penting dalam berhasilnya kontra-radikalisasi di dalam suatu negara.  Terlebih jika komunitas yang berada di dalam suatu negara merupakan komunitas yang pluralistik dan memiliki budaya, bahasa, dan agama yang berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas dan mengemukakan pentingnya ketahanan dalam komunitas dalam usaha memerangi terorisme.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai bagian dari kontra-terorisme, pemerintah harus mengadopsi prinsip, “adanya strategi lebih baik ada dibanding tidak ada sama sekali” jika terkait dengan kerjasama bersama komunitas. Selain itu pemerintah harus dapat berinvestasi secara tepat untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap terorisme. Selanjutnya pemerintah juga perlu untuk memfokuskan kembali pada tujuan akhir pemberantasan terorisme pada deradikalisasi dan hal ini harus dilakukan terpisah dari sifat aksi hulu yang dilakukan komunitas. Terakhir, komunitas harus dipayungi organisasi besar yang merupakan perpanjangan dari program pemerintah yang mengajak masyarakat untuk fokus pada upaya memperkuat ketahanan dan kapasitas semua lini masyarakat yang dianggap rapuh.Kata kunci: Amerika Serikat, Inggris, Kontra terorisme, Peran komunitas AbstractRadicalism is one of the main root causes of acts of terrorism. Radicalization among the society poses a serious threat to the stability of national security. Communities today are vulnerable to the recruitment of radical groups, the formation of radical networks of transnational radicals, the directing of acts of violence and terrorism even through self-radicalization. Lack of awareness within the community and absence of monitoring system from government are also considered to be a catalyst for radicalism. Because of this, community resilience to the threat of terrorism and radicalism is an important aspect of successful counter-radicalization within a country. Especially if the community within a country is a pluralistic community and has different cultures, languages and religions. This paper aims to analyze the role of the community and highlight the importance of community resilience in the fight against terrorism. The results show that as part of counter-terrorism, the government should adopt the principle, "the existence of suffice strategy is better than nothing at all" particularly when it is related to community resilience. In addition, the government should be able to invest properly to build public knowledge of terrorism. Furthermore, the government also needs to refocus on ultimate goals of eradicating terrorism and deradicalisation and this should be done separately from the nature of the upstream action of the community. Finally, the community must be protected by a larger organization that is an extension of a government program that calls on communities to focus on strengthening the resilience and capacity of all fragile communities.Keywords: Community Resilience, Counterterrorism, United Kingdom, United States
Representasi Ideologi Islam dalam Cerita Pendek: Analisis Semiotika Euis Evi Puspitasari; Ahmad Rifai
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5075

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis cerpen berjudul Jaring-jaring Merah sebagai wacana yang dikonstruksikan oleh penulis ceritanya, Helvy Tiana Rosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda-tanda yang digunakan Helvy Tiana Rosa dalam mewakili pesan ideologi Islam pada cerpennya. Peneliti menggunakan metode interpretif dengan pendekatan kualitatif dan alat analisis semiotika dari Roland Barthes. Hasil penelitian menúnjukkan bahwa pada teks ditemukan beberapa tanda yang digunakan untuk mewakili ideologi Islam. Ideologi Islam yang mendominasi cerpen ini merepresentasikan tentang keadilan, akhlak perempuan muslim, dan persaudaraan umat Islam. Selain itu, terdapat perspektif fundamentalisme -untuk membedakannya dengan liberalisme- yang dilatarbelakangi oleh dua peristiwa sosial penting, yaitu runtuhnya pemerintahan Orde Baru dan pencabutan status Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM). Kedua peristiwa tersebut mendorong Helvy Tiana Rosa selaku pengarang, memunculkan wacana tandingan terhadap hegemoni wacana pada masa itu. Sehingga, pesan yang ditonjolkan memiliki kecenderungan dan pola yang berpihak kepada kaum tertindas. Kata kunci: Akhlak, Ideologi, Islam, Keadilan, Semiotika AbstractThis study analyzed the short story titled Red Nets as a discourse constructed by the author of the story, Helvy Tiana Rosa. The purpose of this study is to determine the signs used Helvy Tiana Rosa in representing the message of Islamic ideology in the short story. Researchers use interpretive methods with qualitative approach and semiotics analysis tools from Roland Barthes. The results showed that the text found several signs used to represent the ideology of Islam. Islamic ideology that dominates this short story represents about justice, morality of Muslim women, and the brotherhood of Muslims. In addition, there is a fundamentalist perspective - to distinguish it from liberalism - underpinned by two important social events, namely the collapse of the New Order government and the abrogation of the status of Aceh as a Military Operation Area (DOM). Both events encouraged Helvy Tiana Rosa as the author, bringing counter discourse to the hegemony of discourse at that time. Thus, the message highlighted has a tendency and pattern that stands for the oppressed.Keyword: Akhlak, Ideology, Islam, Justice, Semiotics
Implementasi Doktrin Tridarma Ekakarma Melalui Teori Perimbangan Kekuatan Faisal Rahman
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5125

Abstract

AbstrakTulisan ini menganalisis tentang implementasi Doktrin TNI yaitu Doktrin Tridarma Ekakarma (Tridek) dengan menggunakan Teori Perimbangan Kekuatan. Teori yang digunakan merupakan teori versi Barry Posen yang menggunakan tiga variabel, yaitu geografi, teknologi, dan koalisi. Teori tersebut berasumsi bahwa variabel teknologi merupakan variabel yang paling melihat ke arah luar negara dalam sebuah doktrin militer. Melalui teori Perimbangan Kekuatan, Doktrin Tridek dalam melihat ke arah luar negara memiliki berbagai kendala. Dalam variabel geografi, kendala utamanya adalah pemerintah dan TNI cenderung melihat ancaman berasal dari dalam negara. Dalam variabel teknologi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai MEF TNI yang diharapkan tercapai pada tahun 2024, namun salah satu kendala terbesarnya adalah terbatasnya anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah untuk pemenuhan MEF TNI tersebut. Dalam variabel koalisi, salah satu kendala terbesarnya adalah masing-masing negara dalam kerja sama pertahanan, khususnya kerja sama multilateral, mempunyai agenda dan kepentingan yang berbeda dengan negara lain sehingga menyebabkan kerja sama pertahanan tersebut terhambat kemajuannya. Namun, dari berbagai upaya pemerintah dan TNI melalui Doktrin Tridek untuk melihat ke arah luar negara, variabel koalisi merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terbesar dalam implementasi Doktrin Tridek. Hal tersebut dapat dilihat dari dilakukannya strategi hedging oleh pemerintah yang dijalankan oleh Kementerian Pertahanan dan TNI melalui diplomasi pertahanan berjalan lebih baik jika dibandingkan dengan variabel-variabel lainnya yang memiliki kendala yang rumit.Kata kunci: Doktrin, Geografi, Koalisi, Perimbangan Kekuatan, Teknologi AbstractThis paper analyzes the implementation of TNI doctrine, Tridarma Ekakarma Doctrine (Tridek) by using Balance of Power Theory. Based on this theory, Barry Posen uses three determinant variables named geography, technology, and coalition. It assumes that technological is outwardly looking variable in a military doctrine. Through the theory of Balance of Power, Tridek doctrine in looking beyond the state has various constraints. In geographic variables, the main constraint is that the government and TNI tend to see threats coming from within the country. In technological variables, the government has made various efforts to achieve the TNI MEF which is expected to be achieved by 2024, but one of the biggest obstacles is the limited budget allocated by the government to the fulfillment of the TNI MEF. In the coalition's variables, one of the biggest obstacles is that each country in defense cooperation, especially multilateral cooperation, has different agendas and interests with other nations, causing such defense cooperation to hamper its progress. However, from various government and TNI efforts through Tridek doctrine to look beyond the state, coalition variables are the variables that have the greatest influence in the implementation of the Tridek Doctrine. This can be seen from the implementation of hedging strategies by the government run by the Ministry of Defense and TNI through defense diplomacy runs better when compared with other variables that have complex constraints.Keywords: Balance of Power, Coalition, Doctrine, Geography, Technology
Komunikasi Organisasi Dinas Kesehatan dalam Program Eliminasi Malaria Sihabuddin Sihabuddin; Widodo Muktiyo; Sudarmo Sudarmo
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5210

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah kesuksesan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam program eliminasi malaria sehingga pada tahun 2015 Provinsi Jawa Timur mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria (kecuali tiga Kabupaten namun sudah diusulkan). Program eliminasi malaria adalah program untuk menghentikan penularan penyakit malaria setempat agar tidak menimbulkan semakin banyak korban, program ini dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisa kewenangan, spesialisasi/pengkhususan dan peraturan komunikasi organisasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur, juga untuk menggambarkan dan menganalisa pembuatan, pemilihan, dan penyimpanan informasi dalam komunikasi organisasi pada program eliminasi malaria antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan format studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan metode dokumenter. Hasil penelitian bahwasanya kesuksesan program eliminasi malaria di Provinsi Jawa Timur tidak lepas dari pengorganisasian yang dilakukan dengan tiga komponen yaitu kewenangan, spesialisasi/pengkhususan, dan peraturan yang berjalan sebagai mana mestinya. Hal ini dikarenakan kepatuhan dan pemahaman semua komponen pelaku organisasi program eliminasi malaria di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terhadap komponen tersebut. Selain itu, dalam mengolah, memilih atau menyaring, dan menyimpan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dilakukan dengan hati-hati oleh Dinas Kesehatan Provinsi sebagai induk dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jawa Timur.Kata Kunci: Kesehatan, Komunikasi, Malaria, Organisasi, Program  AbstractThe background of this reasearch is the succeses of Provincial Health Office of East Java ini malaria elemination program that brings all districts/ cities at East Java obtain certification of malaria elemination in 2015 (except the tree districts but it has been proposed). Malaria elimination program is a national program launched by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia to stop the transmission of local malaria so that there is no more casualities. The purpose of this research is to describe and analyze the autority, specialization and regulation of organizayional communication between the Provincial Health Office and District/ City at East Java, as well as to describe and analyze the manufacture, selection, and retention of information in organizational communication between the Provincial Health Office and District/ City at East Java in the malaria elimination program. This is a descriptive and qualitative research that using interviews and documentary methods. The results of the reserch was the succes of malaria elimination program at East Java province cound not be separated from the organizing that carried out with three components which are authority, specialization, and regulations that runs as it should be. This is because of the compliance and understanding of all components of malaria elimination program organization at East Java Provincial Health Office of those components. Moreover, in manufacturing, selecting, and storing information from the District / City Health Office was done with great caution by thr Provincial Health Office as the centre of the District Health Office at East Java.Keywords: Communication, Health, Malaria, Organization, Program
Media dan Kekerasan: Analisis Norman Fairclough Terhadap Pemberitaan Tarung Gladiator Akhirul Annas; Rana Akbari Fitriawan
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5224

Abstract

AbstrakLine Today merupakan fitur agregator berita yang terdapat dalam aplikasi Line Messenger. Salah satu berita yang dijadikan Line Today sebagai highlights pada bulan September 2017 lalu adalah kasus tarung gladiator di kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana kekerasan dikemas dalam pemberitaan tarung gladiator pada Line Today dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough untuk menganalisis teks, praktik produksi teks, dan praktik sosial budaya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif yang memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala sosial di dalam masyarakat dengan menggunakan paradigma kritis. Paradigma ini memandang bahwa bahasa tidak hanya sebagai alat untuk memahami realitas objektif belaka, tetapi perlu melihat maksud-maksud dari wacana tertentu. Paradigma kritis jauh lebih meneliti aspek sosial, sejarah, dan budaya dari wacana tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Line Today memilih enam berita dari media Kumparan.com, Liputan6.com, dan Okezone.com untuk merekonstruksi kekerasan dalam kasus tarung gladiator di kalangan pelajar. Bahasa yang digunakan dalam teks berita dikemas secara ringan, singkat, dan mudah dipahami oleh generasi milenial.Kata Kunci: Kekerasan, Line Today, Media, Norman Fairclough AbstractLine Today is a news aggregator feature contained in the Line Messenger app. One of the news that Line Today made as highlights in September 2017 was the gladiator fight case among teenage students. This study aims to find out how the discourse of violence is packed in the news gladiator fight on Line Today by using critical discourse analysis Norman Fairclough to analyze text, text production practices, and socio-cultural practices. It used qualitative methods to analyze the meaning of social phenomenon based on critical paradigm. The paradigm noted that language is not only a tool for understanding reality, but it is necessary to look at the intentions of a particular discourse. It used to explore social, historical, and cultural aspects of the discourse. The research shows that Line Today chose six news from media Kumparan.com, Liputan6.com, and Okezone.com to reconstruct the violence in the case of ‘tarung gladiator’ among teenage students. The language used in the news text is lightly packed, short, and easily understood by millennials generation.Keywords: Line Today, Media, Norman Fairclough, Violence 
Motivasi dan Culture Shock Mahasiswa Asing di STAIN KEDIRI Dalam Lingkungan Budaya Kediri Siti Amanah
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5254

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis motivasi mahasiswa Thailand belajar di Indonesia dan culture shock yang dialami. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan informan mahasiswa Thailand STAIN Kediri tahun ajaran 2013/2014, pimpinan STAIN Kediri, dan pihak-pihak lain yang relevan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data digunakan model analisa data interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa motivasi yang mendorong mahasiswa Thailand belajar ke Indonesia khususnya di STAIN Kediri terdiri dari faktor instrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik antara lain: ingin mendapatkan pengalaman baru, ingin belajar bahasa dan budaya Indonesia. Sementara, faktor ekstrinsik meliputi: mendapatkan beasiswa, Indonesia dekat, biaya hidup di Indonesia terjangkau, Indonesia aman & mayoritas muslim, kesamaan bahasa (rumpun Melayu), pengalaman dari alumni yang pernah belajar di Indonesia. Culture shock dialami oleh mahasiswa Thailand berkaitan dengan makanan, gaya hidup (kebiasaan-kebiasaan, pergaulan), cuaca, dan kegiatan sosial keagamaan. Sebagian besar mahasiswa Thailand berusaha mengatasi culture shock sendiri, lainnya membutuhkan bantuan orang lain seperti teman. Diperlukan proses dan latihan untuk dapat menyesuaikan budaya di Kediri baik terkait dengan cuasa, makanan, bahasa, dan gaya hidup masyarakat setempat. Masing-masing informan membutuhkan masa yang berbeda-beda yakni sekitar satu sampai tiga bulan mereka bisa beradaptasi dan berakulturasi dengan budaya Kediri.Kata Kunci: Culture shock, Indonesia, Mahasiswa, Motivasi, Thailand   AbstractThis study aims to analyze the motivation of Thai students studying in Indonesia and the culture shock experienced. As a qualitative descriptive research, the determination of research subjects using purposive sampling technique with informants consits of Thai students of STAIN Kediri academic year 2013/2014, head of STAIN Kediri, and other relevant parties. It used primary and secondary data. Data obtained from observation, in-depth interviews and documentation. This research used interactive data analysis model Miles and Huberman which include data reduction, data presentation and conclusion and verification. It found that Thai students keen on studying in Indonesia especially in STAIN Kediri motivated by intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors includes: spirit to gain new experiences, language and culture of Indonesia. Meanwhile, extrinsic factors involves scholarship support, Indonesia is geographycally near to Thailand, cost of living in Indonesia affordable, Indonesia is safe, majority of Muslims population, common language (Melayu), and encouraged by Thai alumni experiences. Culture shock experienced by Thai students related to the matter of food, lifestyle, habits, weather, and social activities. Most of Thai students try to overcome their own culture shock, yet others need friends to help. It takes process and practice in recognizing culture of Kediri in terms of local food, language, and lifestyle. Each informant requires a different period of about one to three months.Keywords: Culture shock, Indonesia, Motivation, Student, Thailand
Peran Kepemimpinan Indonesia dalam Pengelolaan Sengketa Laut Cina Selatan Peggy Puspa Haffsari; Yandry Kurniawan
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5327

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan membahas peran kepemimpinan Indonesia dalam upaya pengelolaan sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Tujuan penelitian ini adalah memahami peran negara dalam kawasan dan pengaruhnya pada dinamika keamanan di tingkat regional secara komprehensif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model deduktif. Kerangka analisis menggunakan konsep kepemimpinan dalam pendekatan kekuatan regional dan kerangka keamanan (Regional Powers and Security Freamwork-RPSF). Terdapat lima komponen yang menjelaskan perilaku pemimpin regional antara lain keterlibatan dalam proses inisiasi (prosess-initiation), keterlibatan dalam pembingkaian isu (issue framing), pertimbangan kepentingan (interest consideration), membangun institusi (institutional development) dan penyebaran kekuatan (deployment of power). Hasil penelitian secara umum mendapatkan bahwa peran Indonesia dalam upaya pengelolaan sengketa LCS cukup aktif namun berdampak terbatas. Peran Indonesia dikatakan aktif terlihat dari telah banyak kerja sama dan diplomasi yang dilakukan Indonesia selama dua puluh enam tahun. Peran Indonesia berdampak terbatas karena ditemukan kendala pada tiap praktek peran kepemimpinan Indonesia dalam mendorong dan mendukung terciptanya solusi internal penyelesaian sengketa LCS dari pihak-pihak yang bersengketa.Kata Kunci:  Kawasan, Keamanan, LCS, Peran, Sengketa AbstractThis research discusses the role of Indonesian leadership in the effort of managing the South China Sea (LCS) disputes. The purpose of this study is to understand the role of the state in the region and its influence on the dynamics of regional security. This study is a qualitative reseacrh with the deductive model. the analytical framework uses the concept of leadership in regional and security approaches (Regional Powers and Security Framework-RPSF). There are five components that explain the role of initiation, initiation proceedings, discussions in framing issues, considerations of interests, institutional development, and power dissemination.  This research finds out that Indonesian role in LCS dispute is quite active but limited impact. The active role of the Indonesian leadership wants to create and maintain an environment that is fulfilled the absence of open conflict in the LCS. The role of Indonesia has limited impact because it finds obstacles in every practice of Indonesia's leadership role in encouraging and supporting the creation of internal dispute solution of LCS from the parties.Key words: Dispute, Regional, Role, Security, South China Sea
Aktualisasi Nilai Demokrasi dalam Perekrutan dan Penjaringan Perangkat Desa Burhanudin Mukhamad Faturahman
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5557

Abstract

AbstrakPerekrutan perangkat desa secara selektif dan transparan dinilai penting dalam kehidupan demokrasi untuk menunjang pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa Tiremenggal, Kabupaten Gresik secara langsung. Penelitian dilakukan dengan metode partisipatif yaitu pelibatan secara langsung dalam proses perekrutan perangkat desa  kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memberikan bukti bahwa proses perekrutan perangkat desa secara terbuka dan melibatkan pengawasan masyarakat secara langsung mengurangi rasa curiga antar masyarakat di Desa Tiremenggal. Kepuasan oleh masyarakat Desa Tiremenggal ini disebabkan karena selama ini proses perekrutan perangkat desa cenderung tidak terbuka. Sehingga perekrutan perangkat desa secara terbuka dan melibatkan pengawasan masyarakat secara langsung merupakan unsur penting dalam menjaga kehidupan demokrasi. Kata Kunci: Demokrasi, Desa, Nilai, Perangkat, Perekrutan AbstractRecruitment of Councilor selectively and transparently assessed importance in the life of a democracy to support better service to the community. Therefore, this research aims to know the process of Councilor recruitment Tiremenggal village Gresik Regency directly. Research done by the participatory method, namely the involvement of directly in the recruitment process of the Councilor then a data is analyzed the descriptive qualitative. Research results provide evidence that the recruitment process Councilor openly and involves surveillance of communities directly reducing suspicion between society in the village of Tiremenggal. Satisfaction by the villagers Tiremenggal this is because during the process of recruitment of Councilor tend not to open. So recruiting Councilor openly and engage the community in direct supervision is an important element in maintaining the life of democracy.. Keywords: Administration, Democracy, Village, Value, Recruitment
The United States and Latin America Regional Cooperation: Organization of American States (OAS) Demeiati Nur Kusumaningrum
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 4 No. 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.5566

Abstract

AbstrakPenelitian ini berpendapat bahwa perjanjian kerja sama OAS menjadi instrumen Amerika Serikat untuk mencapai kepentingan keamanan dan ekonomi. Semangat untuk menyebarkan kebebasan dan hak asasi manusia dianggap sebagai karakter AS sebagai negara demokrasi liberal. Pemerintahan Obama mengambil kesempatan lebih besar untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Amerika Latin melalui OAS sebagai sarana untuk merebut kekuasaan dan pengaruh yang berkaitan dengan masalah perjanjian perdagangan bebas Amerika Latin dan kontrol terhadap penyelundupan narkoba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dan informasi diperoleh dari kajian pustaka. Peneliti menerapkan analisis konten dokumen melalui publikasi pemerintah, publikasi ilmiah, dan laporan. Perubahan kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Obama percaya pada reformasi pasar dan pragmatisme Amerika berdasarkan demokrasi dan liberalisasi perdagangan. Kemajuan ekonomi Mercosur memicu kepercayaan terhadap kemajuan pembangunan di antara negara-negara Amerika Latin dan membuat mereka menjauhi pengaruh politik AS. Sementara itu, keamanan nasional AS terancam oleh meningkatnya perdagangan narkoba dari Meksiko dan kawasan selatan sejak tahun 1980-an. Kerangka kerja kerja sama OAS dalam memerangi perdagangan narkoba yang dikembangkan oleh AS sebagai aktor dominan melegitimasi pengaruh AS dalam forum regional. Dengan memperkuat kerja sama AS dan Amerika Latin pada pengendalian obat-obatan, pemerintah AS mampu memanfaatkan berkembangnya ekonomi Mercosur dan merealisasikan kebijakan AS tentang pengendalian narkoba di seluruh kawasan Amerika.Kata kunci: Amerika Latin, Ekonomi Politik, Keamanan, Kepentingan, Regionalisme AbstractThis research argue on the OAS cooperation agreement becomes United States instrument to achieve the political economy and political security. The spirit to spread of freedom and human right perceived as the character of US as a liberal democratic country. The Obama administration take a greater chance to strengthened the cooperation with Latin American countries by the OAS as a means to seize power and influence dealt with the matter of Latin America free trade agreement and drugs control. This research used qualitative research method by descriptive analysis. The data and information obtained from library research. The researcher apply document content analysis through the government publications, scholars publications, IGO reports, and other research publication. The foreign policy changes of US foreign policy under Obama administration believe in market reform and American pragmatism based on democracy and trade liberalization. The economic advancement of Mercosur triger the confidence building among Latin America countries and let them survive without US political influence.Whereas, US national security threaten by the increasing of drug trafficking from Mexico and southern area since 1980s. The OAS framework of cooperation on combating drugs trafficking developed by US as the dominant actor to legitimate the US influence in American regional forum. By strengthening the US and Latin America cooperation on drugs control the US administration is able to contribute to the economic benefits of Mercosur and achieve US policy on drug control throughout the American region.Keywords: Interest, Latin America, Political Economy, Regionalism, Security

Page 1 of 2 | Total Record : 11