p-Index From 2021 - 2026
7.466
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hubungan Internasional Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN Journal of Governance Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Kemudi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan) Unes Law Review Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Sospol : Jurnal Sosial Politik Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan International Journal of Demos Journal of Social Political Sciences (JSPS) Jurnal Kewarganegaraan Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo) International Journal of Science and Society (IJSOC) INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Interdependence Journal of International Studies Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Ledalero Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Hasanuddin Journal of Strategic and International Studies Economic Military and Geographically Business Review Hikmatuna Jurnal Keamanan Nasional International Journal of Education, Vocational and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Community Resilience di Amerika Serikat dan Inggris dalam Upaya Kontra Terorisme Timur, Fauzia Gustarina Cempaka; Syakirin, Jamaluddin
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.631 KB) | DOI: 10.22219/sospol.v4i1.4833

Abstract

AbstrakRadikalisme adalah salah satu akar penyebab utama dari aksi terorisme. Radikalisasi pada kalangan masyarakat umum menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan nasional. Masyarakat saat ini rentan menjadi sasaran perekrutan kelompok-kelompok radikal, pembentukan jaringan kelompok radikal transnasional, pengarahan tindak kekerasan dan terorisme bahkan melalui radikalisasi diri sendiri. Kurangnya kepedulian dan sistem pengawasan di dalam komunitas masyarakat dianggap juga menjadi katalisator radikalisme. Karena hal itulah, ketahanan komunitas terhadap ancaman terorisme dan radikalisme merupakan aspek penting dalam berhasilnya kontra-radikalisasi di dalam suatu negara.  Terlebih jika komunitas yang berada di dalam suatu negara merupakan komunitas yang pluralistik dan memiliki budaya, bahasa, dan agama yang berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas dan mengemukakan pentingnya ketahanan dalam komunitas dalam usaha memerangi terorisme.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai bagian dari kontra-terorisme, pemerintah harus mengadopsi prinsip, ?adanya strategi lebih baik ada dibanding tidak ada sama sekali? jika terkait dengan kerjasama bersama komunitas. Selain itu pemerintah harus dapat berinvestasi secara tepat untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap terorisme. Selanjutnya pemerintah juga perlu untuk memfokuskan kembali pada tujuan akhir pemberantasan terorisme pada deradikalisasi dan hal ini harus dilakukan terpisah dari sifat aksi hulu yang dilakukan komunitas. Terakhir, komunitas harus dipayungi organisasi besar yang merupakan perpanjangan dari program pemerintah yang mengajak masyarakat untuk fokus pada upaya memperkuat ketahanan dan kapasitas semua lini masyarakat yang dianggap rapuh.Kata kunci: Amerika Serikat, Inggris, Kontra terorisme, Peran komunitas AbstractRadicalism is one of the main root causes of acts of terrorism. Radicalization among the society poses a serious threat to the stability of national security. Communities today are vulnerable to the recruitment of radical groups, the formation of radical networks of transnational radicals, the directing of acts of violence and terrorism even through self-radicalization. Lack of awareness within the community and absence of monitoring system from government are also considered to be a catalyst for radicalism. Because of this, community resilience to the threat of terrorism and radicalism is an important aspect of successful counter-radicalization within a country. Especially if the community within a country is a pluralistic community and has different cultures, languages and religions. This paper aims to analyze the role of the community and highlight the importance of community resilience in the fight against terrorism. The results show that as part of counter-terrorism, the government should adopt the principle, "the existence of suffice strategy is better than nothing at all" particularly when it is related to community resilience. In addition, the government should be able to invest properly to build public knowledge of terrorism. Furthermore, the government also needs to refocus on ultimate goals of eradicating terrorism and deradicalisation and this should be done separately from the nature of the upstream action of the community. Finally, the community must be protected by a larger organization that is an extension of a government program that calls on communities to focus on strengthening the resilience and capacity of all fragile communities.Keywords: Community Resilience, Counterterrorism, United Kingdom, United States
Fronting the Return of Foreign Terrorist Fighters: the Rise and Fall of ASEAN Border Cooperation to Combat Non-Traditional Threats Suryadi, Muhammad; Timur, Fauzia Gustarina Cempaka
Jurnal Hubungan Internasional Vol 7, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/hi.71126

Abstract

This paper argues that bilateral arrangements among ASEAN countries are no longer enough to address the convergence of non-traditional threats, primarily due to porous borders in Southeast Asia region. Hence, fighting terrorism by securing maritime border through ASEAN border cooperation is seen as a useful measure to respond the issue. This paper aims to observe non-traditional threat posed from the maritime boundary, specifically from Indonesia, Malaysia, and the Philippines border which each of the government has agreed on Defense and Security Agreement Framework in the past few years. The FTF returnees and the existential threat of terrorism in each ASEAN countries have eventually carried a new agenda for ASEAN countries in securing the border. This paper then analyses the result of the Trilateral Meeting that depicts the commitment of these countries in tackling FTF as the growing security challenges in the region. This paper also considers the effectiveness of the Trilateral Agreement in combating non-traditional threats including terrorism.
SYNERGY OF MULTI-STAKEHOLDERS IN DEFENDING INDONESIA FROM CYBER THREATS Rizki, Aththaariq; Timur, Fauzia Gustarina Cempaka
Journal of Social Political Sciences Vol 2 No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/jsps.v2i4.80

Abstract

This paper argues that currently the threat of cyber-attacks has become a real threat that has the potential to develop in Indonesia. With the presence of these cyber-attacks, the government must take advantage of the synergy between state multi-stake holders to jointly face cyber threats that come to attack Indonesia. The purpose of this research is to answer the existing problem formulations, namely first to find out which state multi-stake holders are in synergy in defending cyber-attacks in Indonesia; and to analyze how the synergy of state multi-stake holders in dealing with cyber-attacks in Indonesia. The writing of this article was conducted using a qualitative method with a literature review approach that focuses on the synergy between state multi-stake holders in dealing with cyber-attacks in Indonesia. The theory used is the concept of synergy, state multi-stake holders, and the threat of cyber-attacks as a literature review. In this paper, the results show that the synergy concept consists of coordination; and communication, which is used by state multi-stake holders to face the threat of cyber-attacks. So that it can be concluded from this writing that state multi-stake holders who work together in defending cyber threats are: BSSN, Kominfo, Puskom Kemhan, Pusinfolahta TNI Headquarters, and Dittipidsiber Polri. In addition, the synergy of state multi-stake holders in dealing with cyber-attacks in Indonesia is carried out by applying the synergy aspect, namely coordination and communication, which is led by BSSN as the leading sector in the cyber defense sector
PENGAJARAN NILAI BELA NEGARA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA CEGAH DINI TERHADAP RADIKALISME Surryanto Waluyo; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Ningsih Susilawati
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v8i1.12125

Abstract

ABSTRAKAncaman radikalisme dan terorisme hingga saat ini masih berkembang di Indonesia. Kelompok yang rentan dari pergerakan gerakan radikal ini adalah pelajar sekolah menengah atas, civitas akademika kampus, serta masyarakat umum secara terbatas. Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius bagi negara, karena dapat mengancam keamanannasional dan masyarakatnya. Oleh karena itu, perlu dilalukan pencegahan dini terhadap radikalisme yang dapat berujung pada aksi terorisme. Tindakan pencegahan ini dapat dilakukan melalui berbagai upaya seperti meningkatkanketahanan masyarakat. Dalam menjawab persoalan di atas, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis deskriptif, sehingga penelitian ini mendeskripsikan mengenai fenomena gerakan radikal dan aksi terorisme di Indonesua dan menganalisis upaya pencegahan dini yang dapat dilakukan oleh Pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola penyebaran radikalisme di Indonesia, yaitu melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertentu dan pembentukan kelompok-kelompok kajian. mengingat rentanya masyarakat khususnya kaum pelajar akan ancaman radikalisme ini, maka upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman bela negara melalui mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Dalam pelajaran ini, siswa / mahasiswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai dasar bela negara, sehingga ancaman dari paham-paham radikalisme terhadap masyarakat dapat dicegah secara dini.Kata kunci: Radikalisme, Terorisme, Bela Negara, Perguruan Tinggi, dan Keamanan Nasional ABSTRACTAbstract:The threat of radicalism and terrorism is still on developing phase in Indonesia. Groups that are vulnerable to this radical movement are high school students, the campus academic community, and society in a limited manner. This is a serious threat to the state because it can threaten national security and the society. Therefore, it is necessary to do early prevention against radicalism which can lead to acts of terrorism. This preventive action can be done through various efforts such as increasing community resilience. In answering the problems above, this study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Furthermore, this research will describe the phenomenon of radical movements and acts of terrorism in Indonesia and analyzes early prevention efforts that can be carried out by the Government. The results showed that there were two patterns of the spread of radicalism in Indonesia, first, through non-governmental organizations (NGOs) and the formation of study groups. Furthermore, preventive action could be carried out by providing an understanding of state defense through Civic Education. In this lesson, the students are given an understanding of the basic values of state defense, so radicalism threat can be prevented early.Keywords: Radicalism, Terrorism, State Defense, Higher Education, and National Security
STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENANGANI WABAH COVID-19 DARI PERSPEKTIF EKONOMI Saleha Mufida; F.G. Cempaka Timur; Surryanto Djoko Waluyo
Independen Vol 1, No 2 (2020): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Independen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.227 KB) | DOI: 10.24853/independen.1.2.121-130

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak covid-19 bahkan menyumbang 7,8 persen angka kematian dan termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di tengah angka kasus yang terus meningkat, Indonesia justru menerima 49 tenaga kerja asing dari China. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak dapat mengabaikan aspek ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Penulis menganggap penting untuk mengkaji strategi pemerintah Indonesia dalam menangani wabah Covid-19 dari perspektif ekonomi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi Pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan penannganan Covid-19 dari perspektif ekonomi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara induktif yaitu dari umum ke khusus. Data penelitian diperoleh dari studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles Hubermann, yaitu koleksi data, kondensasi, penyajian data, dan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan dari aspek ekonomi yang dapat menyelamatkan kehidupan masyarakat selama pandemi Covid-19, diantaranya mengeluarkan paket ekonomi yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat seperti bantuan langsung tunai (BLT), menurunkan biaya listrik dan BBM, memberikan pemeriksaan gratis, ketimbang membesarkan nilai manfaat kartu prakerja dan kartu penerima sembako bagi program keluarga harapan, serta memberikan insentif bagi tenaga medis.
BRUNEI DARUSSALAM'S E-GOVERNMENT STRATEGY IN OVERCOMING CYBER THREATS Mahendro Bhirowo; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Mardi Siswoyo
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.81 KB) | DOI: 10.33172/jp.v4i3.409

Abstract

E-Government is a government administration system that plays a vital role in the international global communication, and greatly determines the progress of a state. However, the government administration system that utilizes Information and Communication Technology may be exposed to threats, especially threats originating from cyberspace. This research was carried out with the aim to analyze Brunei Darussalam's E-Government strategy in overcoming cyber threats. This study uses descriptive qualitative research methods accompanied by data obtained from the presentations and interviews during the overseas field study visits in Brunei Darussalam by the representatives of the Ministry of Foreign Affairs and Trade (MOFAT), IT Protective Security Services (ITPSS), and the Prime Minister’s Office (PMO) of Brunei Darussalam, as part of a research related to Brunei Darussalam's e-Government strategy in overcoming cyber threats. The results of this study indicate that the Brunei Darussalam’s e-Government strategy in overcoming cyber threats was carried out by focusing on citizen-centric service delivery in stages. It begins with the establishment of a law on computer abuse in 2000, followed by the establishment of Brunei National Computer Emergency Response Team (BruCERT) in 2004, introduction of Internet Ethics and Cyber Security Awareness Program in 2009, and the development of a national cyber security framework in 2014. All are integrated into a common policy coined as Brunei Insight 2035. This can be an input for the implementation of e-Government in Indonesia, in order to improve the equality and openness of access to information and communication in Indonesia, without neglecting the principles of security and comfort in communicating and obtaining information.
FACING ISIS RETURNING FOREIGN TERRORIST FIGHTERS: INDONESIA PERSPECTIVE Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Yanyan M. Yani
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.099 KB) | DOI: 10.33172/jp.v5i2.553

Abstract

The presence of foreign terrorist fighters (FTF) in armed conflicts pose a series of problems for third countries, they become involved even though their country is not one of the warring parties. FTF cannot be ignored because of its association with the activities of international terrorist networks. The paper begins with a brief overview on how FTF is becoming a burning issue in Indonesia's national security. This paper argues that, globalization has played part in terms of making terrorism and radicalization spread easily throughout the world, including Indonesia. Hence, fighting terrorism in both the traditional or contemporary forms is not an easy task anymore. While tackling any practices of terrorism and radicalism is a main priority for many countries around the world, the growing number of FTF in recent years is a clear impact of unfinished government’s effort of fighting terrorism that already growing beyond borders. This paper use qualitative method and the data analysis was undertaken using phenomenology approach. This paper then reflects the complexity of how Indonesia facing its citizen who come back to the country as ISIS returning fighters. It concludes by analyzing the problem of fighting FTF returnees in Indonesia and suggesting how dealing with FTF returnees can be more effective by considering both domestic and regional factors.
STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI PEMBINGKAIAN INFORMASI ISU PAPUA TAHUN 2021 Muhammad Sutomo; Ahmad G. Dohamid; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2149-2158

Abstract

Teknologi internet telah menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran isu hoaks tertinggi dengan konten permasalahan sosial dan politikl. Perkembangan teknologi internet telah memberi kemudahan bagi kelompok kriminal bersenjata Papua dan pendukungnya dalam melakukan pembingkaian isu Papua dan menyebarkannya melalui media daring dan media sosial guna mendiskreditkan pemerintah Indonesia. Sepanjang tahun 2021 ditemukan maraknya penyebaran isu Papua di ruang siber dengan puncaknya menjelang tanggal 1 Desember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah dalam menghadapi pembingkaian informasi isu papua di media sosial dan media daring.  Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif yang berfokus pada analisis strategi pemerintah dengan subfokus pembingkaian isu Papua di media sosial twitter. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan pemerintah belum mampu untuk menghadapi penyebaran pembingkaian isu Papua.
Pemanfaatan IT-DRC sebagai Implementasi Cyber Security Pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Muh Fachrul Febriansyah; Febyorita Amelia
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol 2 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.142 KB)

Abstract

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau dikenal juga dengan e-government merupakan komitmen dan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan hubungannya dengan masyarakat dan sektor bisnis melalui layanan yang efisien dan efektif menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Seiring dengan perkembangan layanan e-government yang melakukan pemanfaatan atas berbagai perangkat TIK, sistem e-government menjadi target potensial bagi para hacker. Karena intrusi yang dilakukan hacker terhadap sistem jaringan egovernment dapat menganggu layanan pemerintah tersebut. Oleh sebab itu sistem informasi yang bersifat kritikal perlu di backup oleh Information Technology – Disaster Recovery Center (IT-DRC). Infrastruktur yang dimiliki oleh sistem e-government tidak akan lepas dari pembangunan data center sebagai server utama dan juga pembangunan IT-DRC sebagai suatu backup apabila data center utama mengalami gangguan. Penelitian ini membahas tentang IT-DRC yang ada di Kementerian Pertahanan lebih tepatnya mengenai IT-DRC sebagai backup dan contingency planning (CP) terhadap serangan siber. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi dan penanganan siber yang dilaksanakan dalam rangka implementasi konsep cyber security terutama melalui pemanfaatan IT-DRC. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dan teknik pengumpulan data primer menggunakan wawancara dan pengumpulan data sekunder dengan studi dokumen seperti laporan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini memberikan rancangan kerangka dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik di Indonesia, Peran dan penempatan IT-DRC serta rekomendasi dan kontribusi yang diberikan salah satunya berupa suatu standar operasional prosedur (SOP) penanganan siber secara man-made dan non man-made yang dapat diterapkan dalam kejadian yang tidak dapat diduga.
Ancaman Terorisme dan Strategi Penanganannya: Studi Pustaka Strategi Kontra-Terorisme di Kamboja Beny Abukhaer Tatara; Titis Margiyati; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v7i1.1638

Abstract

Berbagai upaya kontra-terorisme telah dilakukan pemerintah Kamboja, hingga akhirnya Kamboja berdasarkan Global Terrorism Index menempati peringkat 135 negara terdampak aksi terorisme dengan skor 0,00 artinya tidak ada lagi ancaman maupun aksi terorisme di Kamboja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya kontra-terorisme yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kamboja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kamboja tercatat ada 7 (tujuh) kelompok teroris baik dari dalam negeri maupun luar negeri yaitu : Khmer Merah (the Khmer Rouge); Pejuang Kemerdekaan Kamboja (Cambodian Freedom Fighters / CFF); Gerakan Front Khmer (Khmer Front Movement); Front Persatuan Nasional Khmer (the Khmer National Unity Front / KNUF); Front Pembebasan Nasional Khmer (Khmer National Liberation Front / KNLF); Gerakan Kekaisaran (Empire Movement) dan Jamaah Islamiah (the Jemaah Islamiah / JI) melalui Yayasan Om Al Qura (the Om Al Qura Foundation). Strategi yang telah diambil oleh Pemerintah Kamboja untuk menanggulangi terorisme meliputi: pembentukan undang undang penanggulangan terorisme, pembentukan pasukan khusus penanggulangan terorisme dan menutup akses pendanaan terorisme. Selain itu, pada tingkat regional ASEAN, pemerintah Kamboja membentuk kerjasama dengan negara – negara ASEAN dalam menanggulangi terorisme melalui pertukaran informasi, latihan bersama dan ekstradisi. Sedangkan pada tingkat internasioanl Kamboja juga melakukan kerjasama penanggulangan terorisme dengan Amerika Serikat dan Australia.
Co-Authors Afifuddin, Moch Agni, Wanti Agus Adriyanto Agus H. Sulistiyono Reksoprodjo Agus H.S Reksoprodjo Agus Hasan S. Reksoprodjo Ahmad G. Dohamid Ahmad G. Dohamid Ahmad G. Dohamid Ahmadi Fadillah Akbar, Mujaddid Akmal, Mula Akmalina, Aulia Al Fauzi, Muhammad Ridwan Aldelita Putri Balqis Romulia Alif Asy'ari Alif Asy’ari Almuchalif Suryo Alsodiq Alsodiq Anak Agung Banyu Perwita Andayani, Lily Andy Charman Gartika Anugrah, Muhammad Lutfi Aulia Akmalina Aulia Akmalina Aulia, M. Rezza Nuril Banyu Perwita, A. A. Bayu Nur Alam Bayu Nur’Alam Beny Abukhaer Tatara Dina Subagia Dohamid, Ahmad G Dr. Muhammad Hadianto Dudi Gurnadi Kartasasmita Dwiki Setya Hendrawan Dyah Aryati Nugraha Ningsih Fachry Fachraddin Rahman Febyorita Amelia Frega Wenas Inkiriwang H. Sulistiyono Reksoprodjo, Agus I Wayan Midhio Irwan Setyawan Isnain Sidin, Muhammad Ita Nurjanah Jodi Quanandi Kartikaningrum, Pratiwi Ika Kaunang, Elfira Sylviani KBG Sumudu Madutharanga KBG Sumudu Madutharanga1 Khoirul Umam M. Rezza Nuril Aulia Mahendro Bhirowo Mardi Siswoyo Maria Anatasya Sekar Pamungkas Maria Chris Lievonne Martadinata, Ilham Meo, Reinardus L Moch Afifuddin Mochammad Afifuddin Muh Fachrul Febriansyah Muhammad Halkis Muhammad Sutomo Nefo Handayani Kertopati, Susaningtyas Ningsih Susilawati Nur Hajizah, Yasmin Pedrason, Rodon Perwita, Anak Agung Banju Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto, Priyanto Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Pure, Solihin Rachmat Setiawibawa Rachmawati, Dewi Tiur Rahim, Abdillah Satari Rahmat Adi Anggoro Rakha Pratama Rakhma, Shofia Reksoprodjo, Agus Hasan S. Risa Rizania Risman, Helda Rizania, Risa Rizerius Eko Hadisancoko Rizki, Aththaariq Ronika, Yulia Febi Zita Rudy Sutanto Rudy Sutanto Saleha Mufida Savero, Vito Setyawan, Irwan Singgih Wiryono Siswoputro, Suspada Sitti Faridah Soya Ani Prasetyo Stellar Mella Sugiarta, Yannisa Rakhmani Surachman Surjaatmadia Surachman Surjaatmadja Surryanto Djoko Waluyo Surryanto Waluyo Suryadi, Muhammad Susaningtyas N.H. Kertopati Swastanto, Yoedhi Syakirin, Jamaluddin Syamsul Arifin Tampubolon, Ronald Titis Margiyati Utomo, Bambang Yannisa Rakhmani Sugiarta Yanyan M. Yani Yulia Febi Zita Ronika