cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN : 14111063     EISSN : 25805002     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRITECH merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang pertanian dalam arti luas. Berisi hasil-hasil penelitian, ulasan (feature) ataupun informasi lain yang bersifat inovatif-produktif. Jurnal Agritech diterbitkan setahun dua kali : Juni dan Desember. Redaksi menerima tulisan dari para ahli, peneliti, praktisi ataupun semua pihak yang berkompeten di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH" : 6 Documents clear
PENGARUH STERILAN DAN WAKTU PERENDAMAN PADA EKSPLAN DAUN KENCUR ( Kaemferia galanga L) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN KULTUR KALUS Anis Shofiyani; Oetami Dwi Hajoeningtijas
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.984

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh senyawa kimia Bayclin (Natrium hipoklorid/NaClO) dan alkohol 70% terhadap penurunan kontaminasi eksplan daun kencur, mencari pengaruh waktu perendaman senyawa kimia sterilan terhadap pertumbuhan eksplan daun kencur serta mengetahui pengaruh interaksi antara senyawa kimia sterilan dan waktu perendaman terhadap peroleh kultur kalus kencur yang bebas kontaminasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan April 2010 di Laboratorium Kultur Jaringan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancanmgan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi : Persentase kontaminasi, persentase eksplan yang tumbuh, waktu pertama kontaminasi muncul, dan sumber kontaminan (Bakteri/jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan senyawa kimia bayclin (Natrium hipoklorid/NaClO) 20%dan alcohol 70% mampu mengurangi kontaminasi baik eksternal maupun internal yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Waktu perendaman eksplan dalam senyawa kimia sterilan dengan lama waktu perendaman berkisar 5-10 menit mampu menurunkan kontaminasi antara 35-56 % dalam penelitian ini. Kombinasi penggunaan senyawa kimia bayclin 20% selama 10 menit dan alcohol 70% selama 10 menit mampu menurunkan kontaminasi pada eksplan berkisar 42%.
PERANAN BAITUL MAAL MUJAHIDIN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Pujiati Utami; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Baitul Maal Mujahidin dalam mendukung ketahanan panganDI Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi motivasi atau faktor pendorong anggota mengumpulkan zakat hasil pertanian pada Baitul Maal Mujahidin yaitu : sebagai bentuk kewajiban umat Islam dalam rangka melaksanakan salah satu rukun Islam, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa melalui hasil panen komoditas pertanian, sebagai sarana untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan beberapa golongan masyarakat yang membutuhkan, sebagai sarana untuk mengurangi kecemburuan sosial, zakat dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menambah berkah atas rezeki yang diperoleh, dan khusus untuk zakat hasil pertanian dapat difungsikan sebagai lumbung pangan untuk mengantisipasi jika pada masa mendatang terjadi bencana kerawanan pangan akibat hasil panen yang tidak optimal.
KAJIAN PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI DAN SOLUSI PENGELOLAAN LIMBAH PADAT TAPIOKA PADA U.D BANGKIT PRIMA DESA NANGKOD KECAMATAN KEJOBONG Siti Liswati; Sulistyani Budiningsih; Dumasari Dumasari
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan limbah padat tapioka, permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi, solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pada U.D Bangkit Prima. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik snow ball berdasarkan perhitungan dapat diperoleh sampel sebagai berikut 1 (satu) orang pemilik pabrik, 7 (tujuh) orang tenaga kerja tetap, 5 (lima) orang tokoh masyarakat dilingkungan pabrik sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukan bahwa kajian permasalahan sosial ekonomi dan solusi limbah padat tapioka pada U.D Bangkit Prima yaitu proses pengelolaan limbah padat tapioka pengambilan ampas dari bak penampungan limbah, pengepresan, pengeringan, penggilingan dan pengepakan, permasalahan sosial yang dihadapi U.D BangkitPrima dalam pengelolaan limbah padat tapioka adalah pekerja enggan menggunakan pakaian kerja untuk menjaga keselamatanya seperti baju lengan panjang, sepatu boot, celana panjang masker dan helm pengaman, pekerja enggan menjemur limbah padat pada tempat yang telah disediakan akibatnya jumlah produksi yang dihasilkan banyak yang hilang karena dimanfaatkan oleh pekerja untuk pakan ternak, keterbatasan jumlah tenaga produktif sehingga menurunnya kapasitas penjemuran, menimbulkan pencemaran lingkungan
PENGARUH DOSIS KOMPOS FERMENTASI DAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris. L) Putri Amilda; Oetami Dwi Hajoeningtijas; Aman Suyadi
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.987

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos fermentasi yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis; dan pengaruh perlakuan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh saling tindak antara dosis kompos fermentasi dan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, desa Bojong Sari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 110 meter dpl dengan jenis tanah latosol. Dilaksanakan pada bulan Juli 2009 – Oktober 2009. Penelitian merupakan percobaan polibag dengan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di lapang dengan pola faktorial. Faktor yang dicoba yaitu: (1) faktor pertama adalah perlakuan dosis kompos fermentasi terdiri dari tiga taraf : D1 (15000 kg/ ha atau 75 gram / polibag), D2 (20000 kg/ ha atau 100 gram / polibag) dan D3 (25000 kg/ ha atau 125 gram / polibag); (2) faktor kedua adalah perlakuan penggunaan mikoriza terdiri dari : M1 (tanpa menggunakan mikoriza) dan M2 (menggunakan mikoriza). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan ulangan empat kali. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan pupuk kompos fermentasi menunjukkan hasil berbeda nyata pada variabel jumlah polong tanaman buncis, dan perlakuan D2 atau 20000 kg/ ha atau 125 gram / polibag memberikan jumlah polong tinggi yaitu 13.918 gram. Sedangkan penggunaan pupuk hayati mikoriza tidak berpengaruh nyata variabel panjang tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot polong, bobot brangkasan atas dan bobot brangkasan bawah. Selain itu terdapat saling tindak antara pupuk kompos fermentasi 20.000 kg/1 ha atau 100 gram / polibag dan penggunan pupuk hayati mikoriza yang memberikan bobot brangkasan bawah tanaman paling tinggi yaitu 2.228 gram. Kata kunci : Kompos fermentasi, pupuk hayati mikoriza, buncis.
PERBAIKAN VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascallonicum L) MELALUI PERSILANGAN Sartono Putrasamedja
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.983

Abstract

This study aims to find the derivative of F1 which will be developed through klon. The research clones carried the glass house Vegetable Crops Research Center of Lembang start March to December 2007. Materials consist of : clone no. 2003/3, klon 2003/5, klon 418, Tiron, Ilokos, SHD, India, Cokol Green, clone no.9, onion leaves and Maja. The final results obtained 1) Plant interest that should be a little late flowering at the age of 30 days after flower plant. 2) Persentase be very low ranging from 5-10%. 3) High rates ranged between 40-50 %. 4) The combination yield obtained from 66 hybrid combinations of F1 seeds weighing an average of 0,1-1,9 grams. Key word : Shallot, hybriditation, colon, F1
KAJIAN PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) SEBAGAI KELEMBAGAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PEDESAAN Pujiharto Pujiharto
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.988

Abstract

Pengembangan kelembagaan merupakan salah satu komponen pokok dalam keseluruhan rancangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) tahun 2005- 2025. Kelembagaan petani cenderung hanya diposisikan sebagai alat untuk mengimplementasikan proyek belaka, belum sebagai upaya untuk pemberdayaan yang lebih mendasar. Pembentukan dan pengembangan Gapoktan yang akan dibentuk di setiap desa, harus menggunakan basis social capital setempat dengan prinsip otonomi daerah, pemberdayaan dan kemandirian lokal. Pembentukan Gapoktan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas yaitu konteks pengembangan ekonomi dan kemandirian masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Rural Development). Gapoktan hanyalah alat, dan merupakan sebuah pilihan bukan keharusan. Gapoktan perlu membangun jejaring sosial dengan pihak lain, memperbanyak peran diluar aktivitas produksi atau usahatani. Kata kunci : kelembagaan, gabungan kelompok tani, otonomi daerah, pemberdayaan, kemandirian lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 6