cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
GAMBARAN PENGGUNAAN GALAKTAGOG (OBAT KIMIA DAN HERBAL) PADA IBU MENYUSUI DI KOTA MALANG wulandari, narastri
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.3

Abstract

Tahun 2017 di Kota Malang 1025 bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut adalah kurangnya produksi ASI. Salah satu cara untuk menangani masalah kurangnya produksi ASI tersebut adalah dengan menggunakan galaktagog. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan, keefektifan dan efek samping galaktagog kimia dan herbal. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendektan cross sectional, dengan jumlah sampel adalah 96 responden. Hasil dari penelitian ini adalah galaktagog yang paling banyak digunakan adalah galaktagog herbal (85.4%) meliputi daun katuk, fenugreek dan jamu gejah. Penggunaan galaktagog kimia (7.3%) meliputi domperidone dan metoklopramid. Sedangkan penggunaan galaktagog kombinasi sebanyak 7.3%. Galaktagog diperoleh berdasarkan saran (67.6%), mudah dikonsumsi (12.4%), mudah didapat (9.5%), lebih efektif (8.6%) dan harganya murah (1.9%) dari berbagai sumber informasi misalnya dokter (33.9%), bidan (18.3%), orang tua (16.5%), saudara (13.8%), teman (8.3%), internet (7.3%), apoteker (0.9%) dan perawat (0.9%). Penggunaan galaktagog menunjukkan peningkatan pada 99% responden. Terdapat efek samping yang dirasakan oleh 12.3% responden seperti munculnya bau badan, kenaikan berat badan, sakit kepala, sulit tidur dan konstipasi pada 1% bayi, namun belum terdapat penelitian yang menyatakan efek samping tersebut pada penggunaan beberapa galaktagog. Kesimpulan dari penelitian ini galaktagog yang paling digunakan adalah galaktagog herbal (85.4%), yang dapat meningkatkan produksi ASI pada 99% responden, dan terdapat efek samping pada 12.3% responden dan 1% bayi.Kata Kunci : galaktagog, pelancar ASI, Herbal, Obat Kimia
Pengembangan Formula Hidrogel Balutan Luka Menggunakan Kombinasi Polimer Galaktomanan dan PVP Rahayuningdyah, Dewi Wuragil
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.8

Abstract

Luka merupakan keadaan dimana fungsi normal dari anatomi kulit mengalami gangguan. Keadaan kulit yang terluka dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius antara lain infeksi bakteri, timbulnya eksudat, ataupun terbentuknya bekas luka, oleh karena itu diperlukan penanganan pada luka yang sesuai . Salah satu metode penanganan luka adalah dengan balutan luka, namun penggunaan balutan luka konvensional seperti kain atau kasa mempunyai kendala pada pengaplikasiannya. Hidrogel merupakan suatu jaringan polimer dengan cross link sehingga mempunyai sifat tidak larut air namun dapat menyerap cairan biologis dengan baik. Hidrogel dapat terbentuk dari berbagai macam polimer alami, sintesis, maupun kombinasi antara kedua jenis polimer. Kombinasi dari kedua polimer bertujuan untuk meningkatkan viskositas dari hidrogel dan untuk menghasilkan hidrogel dengan sifat fisik yang lentur, transparan, dan lembut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi polimer galaktomanan dan PVP yang optimal, berdasarkan karekteristik fisik sediaan, serta hasil uji evaluasi rasio swelling, dan fraksi gel. Kombinasi polimer galaktomanan dan PVP yang digunakan adalah 1:0,5; 1:1; dan 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi polimer galaktomanan dan PVP yang optimal adalah 1:1 dimana menghasilkan karakteristik fisik yang baik, serta hasil uji evaluasi rasio swelling, dan fraksi gel yang baik, dibandingkan dengan penggunaan polimer tunggal pada sediaan hidrogel. Kata kunci: Hidrogel, galaktomanan, PVP( Polivinil Pirolidon), rasio swelling, fraksi gel
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Ketepatan Penggunaan Obat Simvastatin Pada Pasien Hiperkolesterolemia Di Apotek Kota Malang Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.4

Abstract

Simvastatin adalah obat yang harus diperoleh dengan resep dokter. Ketidaktepatan penggunaannya dapat berdampak kesalahan dalam pengobatan dan berisiko menimbulkan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD). Penggunaan obat yang tidak tepat salah satunya disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap atau tidak benar yang didapatkan pasien dimana akan berpengaruh pada tingkat pengetahuan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin pada pasien hiperkolesterolemia di Apotek Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, pemilihan sampel apotek dilakukan dengan teknik random sampling secara cluster sampling. Untuk pemilihan sampel responden digunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini subyek penelitian berjumlah 100 responden, analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin adalah analisis korelasi somers’d. Didapatkan hasil penelitian responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik cenderung lebih tepat dalam penggunaan simvastatin (tepat = 51,8%, tidak tepat= 48,2%) dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup (tepat= 27,3%, tidak tepat= 72,7%) dan kurang(tepat= 16,7%, tidak tepat= 83,3%). Hasil analisis uji somers’d menunjukkan p=0.000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin dan dari uji somers’d diketahui koefisien korelasi sebesar 0,287 sehingga keeratan hubungan adalah lemah tapi pasti antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin.Kata kunci :Pengetahuan, Ketepatan, Simvastatin, Hiperkolesterolemia
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien dalam Penggunaan Allopurinol dan Analgesik di Apotek Wilayah Kota Malang Muthiah, Dewi -
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.9

Abstract

Gout merupakan suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi. Insiden dan prevalensi gout terus meningkat setiap tahunnya. Allopurinol merupakan obat gout yang tergolong sebagai Obat Wajib Apotek (OWA). Syarat pemberian OWA yaitu memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien serta memberikan informasi meliputi dosis, aturan pakai, kontraindikasi, dan efek samping. Allopurinol biasa diresepkan dengan analgesik untuk terapi gout. Keberhasilan terapi dalam penggunaan allopurinol dan analgesik dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien, sehingga perlu diimbangi dengan pemberian informasi yang benar oleh apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan allopurinol dan analgesik di apotek wilayah Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental dan jenis penelitian one group pretest – posttest. Pemilihan sampel apotek dilakukan dengan teknik cluster sampling, sedangkan sampel responden menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden yang diperoleh sebanyak 87 responden dari 15 apotek yang berada di wilayah Kota Malang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon, untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan allopurinol dan analgesik. Prosedur penelitian ini juga telah mendapatkan persetujuan laik etik dengan No. 85/ EC/ KEPK-S1-FARM/ 03/ 2019. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan (p=0,000) setelah diberikan konseling oleh apoteker terkait penggunaan allopurinol dan analgesik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, konseling apoteker berpengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan allopurinol dan analgesik.Kata kunci : Gout, Konseling, Pengetahuan, Allopurinol, Analgesik
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kacapiring (Gardenia augusta Merr.) dan Fraksinya Terhadap Salmonella typhi Kherid, Mohammad Thahir
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.5

Abstract

Infeksi tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Infeksi dapat diobati dengan antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik sering terjadi resistensi bakteri. Sehingga dibutuhkan alternatif pengobatan lain yang lebih efektif dalam pengobatan. Tumbuhan memiliki fungsi sebagai agen antibakteri. Gardenia merupakan salah satu tumbuhan yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini melakukan pengujian antibakteri pada ekstrak etanol daun kacapiring dan fraksinya terhadap S. typhi. Fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi uji 20%, 25%, 30%, dan 40%. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat semua konsentrasi dan fraksi etanol-air 20% dan 25% memiliki diameter zona hambat 0,000 mm. Pada fraksi etanol-air 30%, dan 40% memiliki diameter hambat masing-masing 7.564 ±0,081 mm dan 8.529 ±0,081 mm. Hasil statistik menunjukkan bahwa dari semua sampel uji, hanya fraksi etanol-air konsentrasi 30% dan 40% yang memiliki aktivitas antibakteri karena memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kelompok kontrol negatif. Namun, konsentrasi 30% terhadap 40% tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan sehingga hasil tersebut memiliki aktivitas yang sama terhadap pertumbuhan S.typhi
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN PADA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (Studi Dilakukan Di Puskesmas Kota Malang) The Relationship between Family Support and The Level Of Adherence To Treatment Of Hypertensive Outpatients in The Chronic Disease Management Program (A Study Conducted in Malang Primary Health Center) Roslandari, Luh Made Wulan; Roslandari, Luh Made Wulan
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.10

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius,ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥ 140 mmHg dan nilai diastolik ≥ 90 mmHg. Seiiring berjalannya waktu apabila hipertensi tidak diobati dengan baik maka akan menimbulkan penyakit komplikasi kardiovaskular lainnya. Efikasi dari penanganan terapi ditentukan oleh kepatuhan. Salah satu faktor penyebab ketidakpatuhan karena pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi setiap hari dalam jangka  lama. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan adalah dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi rawat jalan pada program pengelolaan penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain penelitian korelasional dan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sedangkan untuk pemilihan sampel pasien menggunakan metode purposive sampling dan pemilihan sampel Puskesmas menggunakan metode clustered random sampling. Sampel penelitian adalah 90 pasien hipertensi di Puskesmas kota Malang.Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan instrumental, penilaian, informasional dan emosional serta kuesioner kepatuhan (Medication Adherence Rating Scale). Hasil penelitian diuji dengan Pearson product moment untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel dan nilai korelasi pearson yang diperoleh 0,751 yang menunjukkan adanya hubungan kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien Hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Terapi, Pengobatan Hipertensi ABSTRACTHypertension is a serious health problem that is characterized by an increase in blood pressure with a systolic value ≥ 140 mmHg and a diastolic value ≤ 90 mmHg. As time goes by, if hypertension is not treated properly, it will cause other cardiovascular complications. The efficacy of therapy treatments for hypertensive patients is determined by compliance. One of the factors causing non-compliance is because because hypertensive pastients must take antyhypertensive drug every day in a long period of time. One of the factors that affect adherence taking the drug is family support. This study aims at determining the relationship between family support and the level of adherence to treatment of hypertensive outpatient in a chronic disease management program which is conducted at Malang Primary Health Center. This study applied an observational analytic research method with a correlational and cross-sectional research design. Meanwhile, the sampling technique used is purposive sampling and the setting is chosen by using cluster random sampling method. Study’s samples involved were 90 patients with hypertension at Malang Primary Health Center. To collect the data, the instruments used are a family support questionnaire, which consists of instrumental, assessment, informational and emotional support, and a compliance questionnaire (Medication Adherence Rating Scale). The results are tested by using Pearson product-moment to determine the relationship between the two variables. A significance of 0,000 (p<0.05), it indicates a significant relationship between the two variables and the value of correlation obtained is 0.751 a strong significant relationship between family support and the level of adherence to the treatment of hypertensive outpatient.Keywords: Hypertensi , Family Support, Adherence to treatment, Treatment of Hypertension. 
Studi Penggunaan Profilaksis Stress Ulcer pada Pasien Bedah Digestif di RSUD dr.Soetomo Surabaya Mahdayana, Indira Dayang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.1

Abstract

AbstrakProfilaksis stress ulcer seringkali disertai dengan penggunaan yang tidak tepat indikasi dan berlebihan pada pasien non-critically ill atau hospitalized patients. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan biaya pengobatan, potensi interaksi obat, efek samping dan length of stay pasien di rumah sakit. Studi ini dilaksanakan dengan metode retrospektif dari data rekam medik kesehatan periode Januari – Desember 2015 di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur dengan tujuan untuk mengetahui pola penggunaan profilaksis stress ulcer, khususnya pada pasien bedah digestif. Sejumlah 40 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa profilaksis diberikan dengan frekuensi 1 – 3 kali/hari baik secara tunggal atau kombinasi dengan rute per oral maupun intravena. Pemberian profilaksis stress ulcer tunggal pada pasien bedah digestif yang terbesar adalah ranitidin (62%). Sedangkan untuk pemberian kombinasi, yang paling banyak diberikan adalah antagonis H2 – PPI (12,5%). Durasi pemberian profilaksis stress ulcer pada hospitalized pasien didasarkan pada kondisi klinis pasien, yaitu mual dan muntah.Kata kunci: Stress ulcer; profilaksis; bedah digestif; omeprazol; ranitidin
Hubungan Kepatuhan Terapi Metotreksat dengan Disease Activity Score 28 (DAS28) pada Pasien Artritis Reumatoid Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.6

Abstract

Artritis reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun, kronik, dengan inflamasi  dan kaku sendi pada pagi hari > 30 menit serta hasil positif pada pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF), laju endap darah (LED), dan C-reaktif protein (CRP). Metotreksat merupakan pengobatan lini pertama untuk AR. Keberhasilan terapi dapat dipantau menggunakan Disease Activity Score 28 (DAS28) yang merupakan pengukuran pada 28 sendi nyeri dan inflamasi dalam kondisi remisi. Pengobatan AR bersifat jangka panjang dan kontinyu sehingga dibutuhkan pemantauan terhadap kepatuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap DAS 28. Penelitian menggunakan metode potong lintang dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan di Poli Rawat Jalan Reumatologi Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang pada bulan Maret–Mei 2018 dan dinyatakan telah laik etik dengan nomor edaran 400/32/K.3/302/2018. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 88 pasien dengan kriteria inklusi laki-laki dan perempuan menggunakan metotreksat minimal 3 bulan, dilengkapi dengan data LED tanpa komplikasi Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Inflammatory Bowel Disease (IBD) dan kanker. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morinsky Medication Adherence Scale. Analisis statistik menggunakan Rank Sperman Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% pasien mempunyai tingkat kepatuhan tinggi, 23% tingkat kepatuhan sedang, dan 5% mempunyai tingkat kepatuhan rendah. Sebanyak 21% dari 72% pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi berhasil meraih kondisi remisi sedangkan sisanya masih dalam kondisi aktif.. Hasil pengujian korelasi Rank-Spearman menunjukkan bahwa kepatuhan terapi metotreksat tidak berhubungan signifikan dengan DAS 28 pada pasien AR (r = 0,148 ; p = 0,169). Namun tetap ada remisi pada tingkat kepatuhan yang tinggi.
Case Report : Expanded-Spectrum Beta Lactamase-Producing Klebsiella pneumoniae in Burn Injury With Hospital Acquired Pneumonia Putra, Oki Nugraha
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.2

Abstract

Significantly higher mortality has been demonstrated in patients with severe burn, complicated by Klebsiella pneumonia infection. This case report assesses the efficacy combination of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL on the scald-burn injury with hospital-acquired pneumonia. A 52-year-old male had scald burn on August, 2016 with late onset of Hospital Acquired Pneumonia (HAP). Klebsiella pneumonia ESBL was isolated from tissue burned culture. Initially, the patient was treated with meropenem and levofloxacin injection for a week. Then, Acinetobacter baumanii was isolated from tissue burned infection and ampicilin-sulbactam was the only one antibiotic which still susceptible to this pathogen. But with the clinical judgment, the combination of these antibiotics was still continued. After administration of these antibotics, rapid clinical improvement with signs short of breath, fever, cough was not observed and also the lung infiltrate was improved. The combination of meropenem and levofloxacin, may be a useful treatment option for hospital-acquired pneumonia related to Klebsiella pneumonia ESBL and also Acinetobacter baumanii, even these combination were resistance to Acinetobacter baumanii. Further research is also needed to clarify the effectiveness of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL infection in the burn patient.
Effect of Soy Lecithin and Sodium Cholate Concentration on Characterization Pterostilbene Transfersomes Nurmahliati, Haifa; Widodo, Ferri; Puspita, Oktavia Eka
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.7

Abstract

Inflammaging is a systemic inflammation caused by the aging process without any infection from the outside and it is a very high factor affecting the morbidity and mortality in the elderly. Pterostilbene contained in blueberries can prevent inflammation and oxidation. However, pterostilben has low water solubility and stability, so that to improve stability and acceptability is by making Pterostilbene Transfersome. Transfersome consisted of phospholipid in the form of phosphatidylcholine as a forming component of vesicles, surfactants as Edge activators, which increased transfersome’s flexibility. The composition of lecithin as phospholipid and surfactant was variable that effecting the optimization of Transferome. This study aimed to determine the effect of the ratio between soy lecithin as phospholipid and sodium cholate as surfactants to particle size. Comparison used was soybean lecithin 94%: 6% sodium cholate (F1); 95% soybeans: 5% sodium cholate (F2); and soybean 96%: 4% sodium cholate (F3). The prepared formulations were characterized for organleptic, pH, particle size analysis and potential zeta analysis. The characterized were statistically analyzed with SPSS One-way ANOVA followed by Post Hoc Turkey, and Paired T-Test. Transfersom had whitish-yellow color with clarity were cloudy and soya-flavored, the particle size were <400nm with pdi <0.5 and zeta potential values> -30 mV. Based on the results, optimum transfersome formulation was  95% soybeans: 5% cholic acid (F2).

Page 1 of 1 | Total Record : 10