cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Tari Tudhung Sesandur untuk Pembelajaran Seni Budaya SMA
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.58284

Abstract

Pengembanan bahan ajar Tari Tudhung Sesandur dibuat berdasarkan rumusan masalah; (1) bagaimana proses pengembangan bahan ajar, (2) bagaimana kualitas bahan ajar, dan (3) bagaimana keefektifan bahan ajar Tari Tudhung Sesandur. Rumusan tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, kualitas produk, dan keefektifan bahan ajar Tari Tudhung Sesandur untuk pembelajaran seni budaya siswa SMA. Landasan metode pengembangan yang digunakan adalah model Four-D tahapan Define, Design, Development, Disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan bahan ajar Tari Tudhung Sesandur dimulai dengan tahap pendifinisian (Define) untuk menghasilkan rancangan (Design) materi tari yang dikontruksi dari kesenian Sandur menggunakan metode koreografi Alma Hawkins dan dikemas melalui video pembelajaran. Rancangan dikembangkan (Developmen) melalui tahap uji validitas, uji coba dan hasil belajar untuk menentukan kualitasdan keefektifan produk bahan ajar Tari Tudhung Sesandur. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas bahan ajar Tari Tudhung Sesandur dari segi materi tari maupun video pembelajarannya rata-rata memperoleh persentase diatas 85%, dengan predikat sangat layak. Kelayakan produk bahan ajar dipraktikkan melalui hasil pembelajaran siswa berdasarkan aspek menampilkan ragam gerak sesuai hitungan dan iringan, dengan nilai persentase 85.87% sangat efektif. Hasil tersebut menunjukkan kesiapan bahan ajar untuk didistribusikan (disseminate) melalui kanal Youtube. Kesimpulannya adalah produk bahan ajar Tari Tudhung Sesandur dikembangkan berdasarkan kontruksi kesenian Sandur memenuhi kelayakan dan keefektifan untuk pembelajaran seni budaya siswa SMA.
Strategi Practice Rehearsal Pairs pada Pembelajaran Tari untuk Anak Usia Sekolah Dasar di Sanggar Tari Kembang Sore Kabupaten Tulungagung
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.59691

Abstract

Pembelajaran akan berhasil apabila pembelajaran yang direncanakan sesuai dengan karakter dan kondisi anak usia sekolah dasar agar tujuan pembelajaran tercapai dan berkesan dalam benak anak, khususnya pembelajaran tari. Guru telah menerapkan strategi practice rehearsal pairs yang mana strategi tersebut sesuai dengan kondisi siswa dalam belajar menari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi practice rehearsal pairs pada pembelajaran tari untuk anak usia sekolah dasar di Sanggar Tari Kembang Sore. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah pelatih tari dan siswa tari. Penelitian yang dilaksanakan di Sanggar Tari Kembang Sore Desa Sidorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu sanggar yang memiliki prestasi seni, hal ini dibuktikan dengan peminat keanggotaan yang tinggi. Informan diambil sebanyak 34 siswa kelas Dasar dari 68 jumlah keseluruhannya. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi practice rehearsal pairs telah berhasil mengubah kemampuan siswa tari menjadi lebih aktif, percaya diri dan muncul sikap kerjasama terhadap pasangan belajarnya melalui arahan guru serta gerakan tari yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa. Harapan peneliti adalah pelatih tari dapat menjadi tutor, motivator, apresiator dan fasilitator untuk pembelajaran tari, selain itu siswa tari diharapkan mampu mengembangkan minat dan bakat seni tari melalui sanggar tari kembang sore.
Relevansi Nilai Filosofis Tari Lengger Lanang Banyumas dalam Konteks Ketimpangan Gender dan Dinamika Tari di Tengah Perubahan Masyarakat Indonesia
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.59988

Abstract

Menurut data World Economic Forum (2020), tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih rendah yaitu peringkat 85 dari 153 negara. Indonesia sesungguhnya memiliki kebudayaan yang secara simbolik menempatkan laki-laki dan perempuan secara setara, yaitu budaya lintas gender. Salah satunya yaitu Tari Lengger Lanang Banyumas (TLLB). TLLB merupakan kesenian lintas gender asal Banyumas Jawa Tengah yang memiliki nilai filosofis yang relevan untuk menjawab isu ketimpangan gender di Indonesia. Namun, saat ini para penari justru mendapatkan perlakuan yang kurang pantas dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini, yaitu mengeksplorasi nilai filosofis TLLB, merelevansikan nilai filosofis dalam konteks ketimpangan gender, serta mengeksplorasi dinamika TLLB di tengah perubahan masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu bahwa nilai-nilai filosofis dalam TLLB mengemukakan pandangan mengenai konsepsi nilai universal yang meliputi relasi hidup manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Nilai-nilai dalam TLLB ternyata dapat direlevansikan dalam konteks ketidaksetaraan gender di Indonesia, diantaranya nilai keseimbangan; keterbukaan dan fleksibilitas; ketuhanan; serta kebersamaan. TLLB mengalami hambatan dalam mempertahankan eksistensinya di tengah masyarakat. Akan tetapi, mereka memiliki resiliensi, ekspresi berbagai bentuk adaptasi.
Metode Pembelajaran Seni Tari bagi Siswa Tunarungu Tingkat Sekolah Menengah Pertama di SLB N Slawi Kabupaten Tegal
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.61240

Abstract

Tunarungu merupakan kondisi dimana individu mengalami gangguan pada pendengaran, namun dengan kekurangan tersebut siswa tunarungu dapat menarikan sebuah karya seni dengan indah, tentu hal tersebut dipengaruhi dengan proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan. Tujuan peneliti ini untuk mendeskripsikan metode yang digunakan dalam pembelajaran seni tari, dan mengetahui kelebihan serta kekurangan masing-masing metode. Lokasi penelitian dilakukan di SLB N Slawi Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan serta menggambarkan keadaan yang benar-benar terjadi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah awal dari penelitian adalah observasi yang bertujuan untuk melihat keadaan awal lokasi penelitian kemudian pengumpulan data dilengkapi dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis kemudian dapat ditarik kesimpulan.Hasil penelitian adalah mengetahui metode yang digunakan dalam proses pembelajaran seni tari di SLB N Slawi sehingga siswa tunarungu dapat menarikan sebuah karya dengan bagus dan kompak, dimana metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode demonstrasi,metode drill, metode SAS dan metode imam, namun setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk terus berkembangnya proses pembelajaran agar lebih baik.
Makna Simbol Properti Gong pada Tari Tradisional Ngeruai Kenemiak Dayak Kantu
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.61644

Abstract

Tari Ngeruai Kenemiak merupakan hasil proses kreatif seniman setempat yang menginginkan sebuah ritual upacara kelahiran Bayi suku Dayak Kantu’ dikemas menjadi tari tradisi. Tari ini ditarikan secara berkelompok dengan beberapa peran yaitu sebagai bapak, ibu, dan dayang-dayang. Sajiannya menggunakan properti gong dan boneka. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis menggunakan teori “Estetika Paradoks” oleh Jacob Sumardjo. Metode penelitiannya dengan deskripsi analisis dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi dan semiotik. Makna simbol pada properti gong berdasarkan bentuk yaitu organologinya teridiri atas bagian atas dan bawah, berkaitan dengan teori dualistik antagonistik bermakna bertentangan namun saling melengkapi. Berdasarkan cara penggunaan gong saat dipanggul di punggung bermakna bapak sebagai pemimpin akan menanggung segala beban di keluarga, gong saat dinaiki penari bermakna sebagai tumpuan hidup, gong dipukul dengan tangan kosong sebanyak 3x bermakna untuk mengumpulkan keluarga dan tetangga. Properti boneka hanya menyimbolkan bayi yang baru lahir digendong dan diayun-ayun oleh ibunya dengan penuh kasih sayang
Penilaian Unjuk Kerja Tari Betawi : Studi Korelasi Kecerdasan Kinestetik untuk Mengukur Keterampilan Menari
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.61818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memjelaskan bahwa kecerdasan kinestetik memiliki hubungan yang cukup kuat, dengan penilaian unjuk kerja, jika penilaian tersebut dilakukan secara berkelanjutan, terstruktur untuk mencapai kompetensi keterampilan sebagai penari, khususnya tari Betawi “Enjot-enjotan”. Tari Betawi ini memiliki tingkat kesulitan, karena ditarikan dua orang, sehingga harus memiliki seimbang dalam merepsons gerak antar penari dalam memberi aksi dan rekasi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan sampel mahasiswa prodi pendidikan tari berjumlah 17 orang pada mata kuliah tari Betawi, melalui probabilty sampling dengan multistage random. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penilaian unjuk kerja tari “Enjot-enjotan terhadap kecerdasan kinestteik memiliki korelasi sebesar 26%, sedangkan sisanya lebih banyak ditentukan faktor lain, baik internal dan eksternal, seperti bakat, lingkungan, maupun stimulus yang diberikan saat pembelajaran, khususnya dalam melakukan penilaian unjuk kerja proses secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diperlukan tugas praktik yang mendukung terhadap kecerdasan kinestetik, sehingga mahasiswa memiliki keterampilan menari dengan baik, dan setiap tugas dinilai melalui penilaian unjuk kerja secara berkelanjutan sebagai penilaian proses
Analisis Koreografi Tari Tarhib Al - Banjary
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.61925

Abstract

Tari Tarhib Al-Banjary merupakan tari kreasi baru di Sanggar Kamilau Intan Martapura karya Bapak Rhony Arifin S.Pd. Tari Tarhib Al-Banjary ini terbentuk berlandaskan tari sinoman hadrah yang menjadi akar inspirasi dari tari ini. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penciptaan tari dan analisis koreografi Tari Tarhib Al-Banjary. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan koreografis dengan teknik kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa peninjauan secara langsung (observasi), wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah analisis koreografi Tari Tarhib Al-Banjary dimulai dari proses penemuan ide,eksplorasi, improvisasi. Adapun bentuk analisis terdiri atas judul karya, pola garap, iringan, tata rias dan busana serta properti. Tari Tarhib Al-Banjary memiliki keunikan dalam gerakan tarinya yang terdiri atas gerak tradisional dan kontemporer yang digabungkan menjadi sajian tari yang menarik. Dan juga penggunaan warna kostum yang mencolok membuat tari kreasi ini tidak jauh kesannya dari tari sinoman hadrah.
Makna Simbolik Tari Pampaga di Rumah Lamin Adat Pemung Tawai Kelurahan Budaya Pampang Samarinda
Jurnal Seni Tari Vol 11 No 2 (2022): Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v11i2.61982

Abstract

Tari Pampaga mengandung ajaran tentang kehidupan dari nenek moyang yang menggambarkan aktivitas masyarakat Dayak Kenyah mulai dari religi, sosial, budaya, dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Dayak Kenyah sehingga makna tersebut harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Dayak Kenyah yang ada di Kelurahan Budaya Pampang agar ketika zaman sudah beralih mereka tetap tahu dan tetap bisa melestarikan Tari Pampaga tanpa melupakan makna dan filosofinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Secara Detail Makna Simbolik Tari Pampaga di Rumah Lamin Adat Pemung Tawai Kelurahan Budaya Pampang Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji kembali melalui triangulasi waktu, teknik, dan sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolik yang terkandung pada Tari Pampaga dilihat dari penari yang berjumlah 13 orang, gerakan yang dilakukan oleh penari Pampaga, suara yang dihasilkan dalam pertunjukan Tari Pampaga, Busana dengan motif Tebengaang dan properti bambu yang digunakan. Secara keseluruhan, Tari Pampaga ini memiliki makna keberanian, kekompakan dan pengorbanan yang dianut oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi literatur guna menambah wawasan pembaca, khususnya terkait Makna Tari Pampaga.
Development of Android-Based Interactive Multimedia for Learning Topeng Tunggal Betawi Dance for Students of Dance Education Study Program, Jakarta State University Irsyad Naufal Harits; Dwi Kusumawardani; Dinny Devi Triana
Jurnal Seni Tari Vol 12 No 1 (2023): Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v12i1.59841

Abstract

The research aims to develop learning materials for Topeng Tunggal dance in Betawi Dance course, using interactive multimedia to optimize students' knowledge and skills. This type of research is R&D (Research and Development), using the ADDIE development procedure. The research subjects were students of class 2021. Research data collected by observation, interviews analyzed qualitatively and questionnaires quantitatively. The results of the expert test stage obtained an average score from material experts of 3.53, meaning "Very Good", with improvements: 1) costume name, 2) instrument design, and 3) instrument name. Learning experts 3.706 means "Very Good", with improvements: 1) evaluation features, 2) error buttons, 3) mask design, and 4) writing techniques. Media expert 3.075 means "Very Good", with improvements: 1) completeness of explanatory text, 2) consistency of navigation, 3) image size, 4) consistency of visual style, and 5) completeness of original photos of various dance motifs. The trial phase was carried out on 12 students in a small group, the results were in the form of comments including: 1) the media is interesting, 2) varied, 3) suitable for independent learning, 4) useful to help understanding and skills, 5) the application is not boring, and 6) the application is uniquely different from the others. The conclusion of the research is that D-Moleap interactive multimedia is very feasible to use, because it has features that are very helpful in practical learning and has fulfilled the criteria as a good interactive multimedia.
The Characters’ Values of Barongan Turonggo Laras Arts in Kendal Regency Desnatia Munzilatul Qur'aniyah; Muhammad Jazuli; Wahyu Lestari
Jurnal Seni Tari Vol 12 No 1 (2023): Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v12i1.62032

Abstract

Barongan art is folk art that has been adhered to people's lives. Its presence is used as entertainment. Barongan art not only functions as entertainment but contains character values in the elements of the performance. The purpose of this research is to describe the form and character values of barongan turonggo laras art performance. The method used in the research is a qualitative method with phenomenological, ethical, and emic approaches. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data validity technique used is the triangulation technique. The data were analyzed using the stages of data reduction, presentation, and conclusion. The results show that the barongan turonggo laras art developed in Galih Village, Gemuh District, Kendal Regency has eight characters’ values, namely: 1) Religious, 2) Honesty, 3) Tolerance, 4) Hard work, 5) Creativity, 6) Love for the country, 7) Responsibility, and 8) Cooperation. The cultivation of character values in barongan turonggo laras art can be analyzed through performance elements consisting of movement, dancers, dance music, makeup, fashion, time, place, stage, sound, lighting, properties, and audience. For example, it provides an understanding to members and the community about the values contained in the elements of the barongan turonggo laras art performance, such as the values contained in movements have a religious value shown in sembahan movements and the floor pattern elements contain the value of tolerance that occurs between fellow dancers.