cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsm@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Department of Drama, Dance and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang, Indonesia B2 Building, 2nd Floor, Sekaran Gunungpati, Semarang 50229, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSM (Jurnal Seni Musik)
ISSN : 23014091     EISSN : 25032860     DOI : 10.15294/JSM.V8I1
Core Subject : Art,
a peer reviewed journal publishing original research and conceptual papers on music, music education, music performance [see Focus and Scope]. It is publishes by Department of Drama, Dance, and Music Education (Sendratasik), Semarang State University (UNNES) two time a year, June and December, in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies. Conceptual Idea, publishes articles conceptually relevant to advancing the practice of music and learning, present theories of music, models, or philosophical position, etc. Articles may draw upon theory/or material developed in educational practice that recognize and address a wide range of pedagogical approach that would interest members from a variety of countries and teaching setting, including activities and art materials to help internationalize art curricula.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016): June 2016" : 14 Documents clear
KAJIAN BENTUK PERTUNJUKAN GRUP MUSIK ANGKLUNG KRIDOTOMO DI YOGYAKARTA galendra, Nusa; raharjo, eko
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.668 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.9260

Abstract

The purpose of this study is to investigate and describe perfomance form of music group Angklung Kridotomo. Research methods applied in this study is qualitative descriptive. The result showed, music group Angklung Kridotomo do perfomance in Beringharjo market at day and in Malioboro street at night. Angklung Kridotomo group perfomance consisted by opening session that contain greeting and play opening music, at the prime session playing pop, campursari, and dangdut music. At the last session playing requested song and ended with closing
BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN MUSIK POP MANDARIN PADA PESTA PERNIKAHAN ETNIS TIONGHOA DI SEMARANG Astuti, Niawati Indri
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.771 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.10693

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota multikultural di Indonesia dimana terdapat beberapa etnis masyarakat yang hidup berdampingan di kota ini. Salah satunya yaitu etnis Tionghoa. Meskipun telah menyatu dengan etnis lain, masyarakat etnis Tionghoa di Semarang tetap mempertahankan budaya Tionghoa, salah satu contohnya dengan menyajikan musik pop mandarin atau lagu-lagu mandarin pop pada pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan lagu-lagu pop mandarin dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang. (2) Mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan fungsi pertunjukan musik pop mandarin pada pesta pernikahan Etnis Tionghoa di Semarang. Bentuk penyajian terdiri dari: (1) Waktu penyajian, (2) Tempat, (3) Urutan sajian (4) Perlengkapan Pementasan. Sedangkan urutan penyajian meliputi: (1) Persiapan, (2) Pembukaan, (3) Prosesi dan Detail (4) Penutupan. Musik pengiring yang digunakan dalam penyajian terdiri dari: (1) Midi, (2) Solo Organ, (3) Band. Judul-judul lagu pop mandarin yang disajikan dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa adalah: (1) Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, (2) Tian Mi Mi, (3) Lao Shu Ai Da Mi. Fungsi yang terkandung dalam pertunjukan musik pop mandarin pada pesta pernikahan Etnis Tionghoa di Semarang adalah: (1) kesinambungan budaya, (2) sarana hiburan, (3) presentasi estetis, dan (4) fungsi komunikasi. Abstract Semarang city is one of the multicultural cities in Indonesia where there are several ethnic communities that live side by side in this city. One of them is ethnic Chinese. Although it has been fused with other ethnic, the ethnic Chinese community in Semarang retain Chinese culture, one example by presenting pop music mandarin or mandarin pop songs at weddings ethnic Chinese in Semarang. The purpose of this study are: (1) Determine, analyze and describe the form of performances mandarin pop songs in the wedding party of ethnic Chinese in Semarang. (2) Determine, analyze and describe the function of mandarin pop music performances at weddings Ethnic Chinese in Semarang. Forms of presentation consists of: (1) Time of presentation, (2) Places (3) The order of presentation (4) Equipment Performance. While the order of presentation are: (1) Preparation, (2) opening, (3) Procession and Detail (4) Closure. Musical accompaniment used in the presentation consists of: (1) Midi, (2) Solo Organ, (3) Band. The titles of mandarin pop songs presented in the ethnic Chinese wedding party are: (1) Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, (2) Tian Mi Mi, (3) Lao Shu Ai Da Mi. Functions contained in the mandarin pop music performances at weddings Ethnic Chinese in Semarang is: (1) cultural continuity, (2) entertainment, (3) aesthetic presentation, and (4) function of communication
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MUSIK DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (MUSIK) DI SMA NEGERI 1 PATI Kristiawan, Yohanes
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.195 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.11036

Abstract

Pembelajaran musik sangat penting untuk merangsang perkembangan kreativitas seseorang ataupun sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dan mendeskripsikan tentang tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan dalam pengembangan kreativitas musik dan hasilnya dalam pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Pati. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analaisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran seni budaya (musik) dalam pengembangan kreativitas musik di SMA Negeri 1 Pati terdiri dari tiga hal yang dikaji yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, guru sudah melaksanakan dalam hal pelaksanaan dan penilaian. Dalam hal perencanaan, terdapat ketidaksesuaian yang tercermin pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2) Hasil pengembangan kreativitas musik dalam pembelajaran seni budaya (musik) di SMA Negeri 1 Pati dengan faktor-faktor utama dalam pembelajaran yang meliputi tugas, kerja sama kelompok, serta keseimbangan antara pemahaman dan keterampilan telah dilaksanakan dalam pembelajaran seni musik di SMA Negeri 1 Pati. Hal tersebut tercermin dengan adanya tugas-tugas yang diberikan guru dengan melibatkan keaktifan siswa melakukan kegiatan-kegiatan musik dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebagai berikut: 1) Bagi siswa, hendaknya lebih telaten dan konsentrasi dalam mempelajari berbagai jenis alat musik agar lebih cepat menguasai alat musik yang diajarkan. 2) Bagi setiap guru hendaknya memiliki kreativitas yang tinggi untuk memilih dan menentukan media pembelajaran yang tepat agar dapat membangkitkan minat dan kreativitas siswa. Guru hendaknya bersikap demokrasi dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpendapat dan membiasakan siswa untuk belajar mandiri sehingga kreativitas musik siswa dapat tercipta dengan sendirinya. Sedangkan dalam hal penilaian, hendaknya guru lebih terperinci dalam membuat kriteria penilaian agar tampak terlihat tercapai atau tidaknya indikator pembelajaran.
SEJARAH DAN ENKULTURASI MUSIK GAMBANG KROMONG DI PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI Harlandea, Marissa Renimas
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.199 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.11146

Abstract

Pemerintah Daerah DKI Jakarta mewujudkan sebuah wilayah pelestarian budaya Betawi, kini dikenal dengan Perkampungan Budaya Betawi yang lokasinya berada di Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Setu Babakan, kelurahan Srengseng Sawah. Dalam wilayah Perkampungan Budaya Betawi terdapat Sanggar Seni Betawi Setu Babakan, sanggar tersebut mengadakan pelatihan kesenian yang salah satunya adalah Gambang Kromong. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perjalanan sejarah Gambang Kromong yang ada di wilayah Perkampungan Budaya Betawi ini, dan bagaimana proses enkulturasi yang berjalan di wilayah tersebut sebagai usaha pewarisan kesenian tradisi kepada generasi penerusnya. Menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi dokumen. Data yang diperoleh diperiksa keabsahannya dengan teknik triangulasi kemudian dianalisis dengan model deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan fakta bahwa musik Gambang Kromong telah ada di wilayah Setu Babakan sejak sebelum ditetapkannya Perkampungan Budaya Betawi di wilayah ini, dan proses enkulturasi kesenian Gambang Kromong terjadi melalui proses informal dan nonformal. Enkulturasi secara informal terjadi melalui proses pelaziman terhadap anak dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Sedangkan enkulturasi secara nonformal di Sanggar Seni Betawi Setu Babakan berjalan secara terprogram dalam ratihan rutin. Proses pewarisan Gambang Kromong di Sanggar Seni Betawi Setu Babakan dilakukan melalui tahap perkenalan, melihat, meniru, kemudian tahap pembinaan. Kata kunci: enkulturasi; gambang kromong; kebudayaan betawi Abstracts DKI Government actualizes a Betawi culture preservation area, now known as the Betawi Cultural Village which is located in South Jakarta, precisely in the area of Setu Babakan, Srengseng Sawah district. In the Betawi Cultural Village there is a Betawi Art Studio Setu Babakan. This studio held art training one of which is Gambang Kromong. This study aims to know how the Gambang Kromong history goes in this Betawi Cultural Village, moreover, how the process of enculturation goes as the effort of inheriting the art tradition to the next generation. By using descriptive qualitative research method, the data is collected by using observation, interview, documentation, and document study techniques. The validity of the collected data then being examined by using triangulation technique and analyzed by using descriptive qualitative method. The result of this study found a fact that Gambang Kromong music has been in Setu Babakan since Betawi Cultural Village hasn’t established yet, moreover, enculturation process of Gambang Kromong happened through informal and non-formal processes. Informal enculturation happens through the children’ habitually process in a family and social surroundings. Meanwhile, non-formal enculturation in Betawi Art Studio Setu Babakan goes programmatically in a daily practice. The inheriting process of Gambang Kromong at Betawi Art Studio Setu Babakan held through introduction, see, imitate, and development steps.
EKSPRESI MUSIKAL: KAJIAN TENTANG KARATERISTIK PERMAINAN MUSIK SAXOPHONE KAORI KOBAYASHI sukmawati, garin ria
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.418 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.14881

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang ekspresi musikal khususnya tentang karakteristik permainan musik saxophone Kaori Kobayashi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan jenis lagu yang dimainkan oleh Kaori Kobayashi; (2) mendeskripsikan karakteristik ekspresi musikal yang ditunjukkan melalui melodi lagu, improvisasi, dinamik, dan aspek lain: gerak, suara, rupa, pelaku, pada permainan musik saxophone Kaori Kobayashi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis lagu cover yang dibawakan oleh Kaori Kobayashi dimainkan dengan tempo larghetto (50-55 BPM), lento (45-60 BPM), dan tempo cepat atau allegretto (116-120 BPM). Genre musik yang dimainkan adalah smoothjazz, popjazz, dan softrock. Aspek penjiwaan di ungkapkan melalui suara yang dihasilkan dari jenis tiupannya dan ekspresi mimik wajah, serta penggunaan tiupan staccato pada saat membawakan lagu bertempo cepat. Karakteristik permainan musik saxophone dari Kaori Kobayashi dilihat dari aspek melodi lagu terlihat dari warna suara yang menggunakan jenis alat musik aerophone yaitu saxophone, menggunakan nada dasar G dan A dalam tangga nada saxophone, permainan modulasi nada juga dipakai dalam permainannya, serta ornamen dan nilai nada yang sering digunakan adalah not bernilai ½ dan ¼ ketuk. Aspek improvisasi terlihat dari progresi akord dan tangga nada, Kaori Kobayashi lebih banyak menggunakan not seperenambelasan, dengan ada variasi dibeberapa bagian yang menggunakan not seperdelapanan. Jangkauan nada yang digunakan Kai Kobayashi nada terendah adalah d¹, dan nada tertinggi improvisasi adalah d². Aspek dinamika permainan musik Kaori Kobayashi dimulai dari dinamika sangat lembut (pianissimo) ke tiupan keras (f= forte), dengan variasi penggunaan dinamika sesuai dengan karakteristik lagu yang dimainkan.
ANALISIS KOMPOSISI MUSIK TERBANG JIDUR GRUP GAPURA SEJATI DESA JATI WETAN KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS PRASODJO, ANOM HASTO
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.573 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.15000

Abstract

The Result of this research shows that:(1) Polaritme found in all of musical instruments of Terbang Jidur played by Gapura Sejati Group and the musical pattern that judged by the differences of the musical instruments but they sounds very harmony (2) The melody used in song entitled “Sola” and “Tanaqol” all of them using vocal melody, in this case means that there are no instruments played as a melody instrument which used by Gapura Sejati Group.(3) “Sola” song has 3 parts, A-B-C, which are A – B – B – C – C. “Sola” has a sequence A(a,x), B (b,y), C (c,z). While “Tanaqol” song has 4 parts, A-B-C-D, which are A – B – B – C – C – D - D. In “Tanaqol” song has a sequence like this A(a,x), B (b,y), B’ (b’,y’), C (c,z), C (c,z), C’(c’,z’), D (d,xx), D’ (d,xx). (4) The Rhymes in “Sola” dan “Tanaqol” using arabic language and tells us the story about prophet Muhammad SAW. The Tempo that played by both songs using fast tempo/pace, which has the purpose of joining the dakwah/syiar about islamic religion (5)The Dynamic of both songs can be recoqnized when there is a repetition, and the tempo become faster. Based on the analysis research of the musical composition of Terbang Jidur by Gapura Sejati Group, the writer suggests to get more variation and new rhytm patterns in the playability of Terbang Jidur. In addition of patterns can be as: (1) To get more creativity of the players in musicalization skills (2) By a new companion or new concept of musical lines can be a new thing and it can become a challenge for the players itself.
IMPLEMENTASI KONSEP EKSPRESI DAN KREASI DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SMP KARANGTURI KOTA SEMARANG wafa, mochammad usman
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.531 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.18400

Abstract

SMP Karangturi Kota Semarang adalah sekolah swasta unggulan di Semarang. Keunggulan sekolah ini tampak dari jumlah peminat, prestasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta pengelolaan dan pemanfaatannya. Dengan potensi yang yang dimilikinya, SMP Karangturi mampu menyelenggarakan pembelajaran yang unggul. Termasuk dalam penyelenggaraan mata pelajaran seni musik yang mencakupi standar kompetensi apresiasi, ekspresi dan kreasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep ekspresi dan kreasi dalam pembelajaran seni musik dilaksanakan secara terpadu. Guru tidak memisahkan konsep ekspresi dan kreasi pada pembelajaran seni musik yang dijabarkan dalam materi, proses dan penilaian.Implementasi konsep ekspresi dan kreasi dalam pembelajaran seni musik di SMP Karangturi Kota Semarang dilakukan dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara learning by doing yaitu pembelajaran musik melalui pengalaman musik. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkarya dan berkreasi melalui aktivitas musikal. SMP Karangturi Semarang is a private school featured in Semarang. School of excellence is evident from the number of applicants, achievement, human resources, infrastructure, management and utilization. With the potential that it has, SMP Karangturi able to quickly deliver a superior learning. Including the implementation of the subjects of musical art that includes competence standards appreciation, expression and creation.The study used a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques in this study is documentation, observation and interviews. Examination of the validity of the data in this study is done by means of triangulation The results showed that the implementation of the concept of expression and creativity in learning the art of music performed in an integrated manner. Teachers do not separate the concept of expression and creation of learning the art of music described in the materials, processes and assessment. Implementation of the concept of expression and creation in learning the art of music in junior Karangturi Semarang conducted from the planning stage to implementation and learning activities performed learning by doing is learning music through musical experience. Teachers give students the chance to work and creativity through musical activities.
KAJIAN BENTUK PERTUNJUKAN GRUP MUSIK ANGKLUNG KRIDOTOMO DI YOGYAKARTA
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.9260

Abstract

The purpose of this study is to investigate and describe perfomance form of music group Angklung Kridotomo. Research methods applied in this study is qualitative descriptive. The result showed, music group Angklung Kridotomo do perfomance in Beringharjo market at day and in Malioboro street at night. Angklung Kridotomo group perfomance consisted by opening session that contain greeting and play opening music, at the prime session playing pop, campursari, and dangdut music. At the last session playing requested song and ended with closing
BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN MUSIK POP MANDARIN PADA PESTA PERNIKAHAN ETNIS TIONGHOA DI SEMARANG
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.10693

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota multikultural di Indonesia dimana terdapat beberapa etnis masyarakat yang hidup berdampingan di kota ini. Salah satunya yaitu etnis Tionghoa. Meskipun telah menyatu dengan etnis lain, masyarakat etnis Tionghoa di Semarang tetap mempertahankan budaya Tionghoa, salah satu contohnya dengan menyajikan musik pop mandarin atau lagu-lagu mandarin pop pada pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan lagu-lagu pop mandarin dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang. (2) Mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan fungsi pertunjukan musik pop mandarin pada pesta pernikahan Etnis Tionghoa di Semarang. Bentuk penyajian terdiri dari: (1) Waktu penyajian, (2) Tempat, (3) Urutan sajian (4) Perlengkapan Pementasan. Sedangkan urutan penyajian meliputi: (1) Persiapan, (2) Pembukaan, (3) Prosesi dan Detail (4) Penutupan. Musik pengiring yang digunakan dalam penyajian terdiri dari: (1) Midi, (2) Solo Organ, (3) Band. Judul-judul lagu pop mandarin yang disajikan dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa adalah: (1) Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, (2) Tian Mi Mi, (3) Lao Shu Ai Da Mi. Fungsi yang terkandung dalam pertunjukan musik pop mandarin pada pesta pernikahan Etnis Tionghoa di Semarang adalah: (1) kesinambungan budaya, (2) sarana hiburan, (3) presentasi estetis, dan (4) fungsi komunikasi. Abstract Semarang city is one of the multicultural cities in Indonesia where there are several ethnic communities that live side by side in this city. One of them is ethnic Chinese. Although it has been fused with other ethnic, the ethnic Chinese community in Semarang retain Chinese culture, one example by presenting pop music mandarin or mandarin pop songs at weddings ethnic Chinese in Semarang. The purpose of this study are: (1) Determine, analyze and describe the form of performances mandarin pop songs in the wedding party of ethnic Chinese in Semarang. (2) Determine, analyze and describe the function of mandarin pop music performances at weddings Ethnic Chinese in Semarang. Forms of presentation consists of: (1) Time of presentation, (2) Places (3) The order of presentation (4) Equipment Performance. While the order of presentation are: (1) Preparation, (2) opening, (3) Procession and Detail (4) Closure. Musical accompaniment used in the presentation consists of: (1) Midi, (2) Solo Organ, (3) Band. The titles of mandarin pop songs presented in the ethnic Chinese wedding party are: (1) Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, (2) Tian Mi Mi, (3) Lao Shu Ai Da Mi. Functions contained in the mandarin pop music performances at weddings Ethnic Chinese in Semarang is: (1) cultural continuity, (2) entertainment, (3) aesthetic presentation, and (4) function of communication
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MUSIK DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (MUSIK) DI SMA NEGERI 1 PATI
Jurnal Seni Musik Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v5i1.11036

Abstract

Pembelajaran musik sangat penting untuk merangsang perkembangan kreativitas seseorang ataupun sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dan mendeskripsikan tentang tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan dalam pengembangan kreativitas musik dan hasilnya dalam pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Pati. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analaisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran seni budaya (musik) dalam pengembangan kreativitas musik di SMA Negeri 1 Pati terdiri dari tiga hal yang dikaji yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian, guru sudah melaksanakan dalam hal pelaksanaan dan penilaian. Dalam hal perencanaan, terdapat ketidaksesuaian yang tercermin pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2) Hasil pengembangan kreativitas musik dalam pembelajaran seni budaya (musik) di SMA Negeri 1 Pati dengan faktor-faktor utama dalam pembelajaran yang meliputi tugas, kerja sama kelompok, serta keseimbangan antara pemahaman dan keterampilan telah dilaksanakan dalam pembelajaran seni musik di SMA Negeri 1 Pati. Hal tersebut tercermin dengan adanya tugas-tugas yang diberikan guru dengan melibatkan keaktifan siswa melakukan kegiatan-kegiatan musik dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebagai berikut: 1) Bagi siswa, hendaknya lebih telaten dan konsentrasi dalam mempelajari berbagai jenis alat musik agar lebih cepat menguasai alat musik yang diajarkan. 2) Bagi setiap guru hendaknya memiliki kreativitas yang tinggi untuk memilih dan menentukan media pembelajaran yang tepat agar dapat membangkitkan minat dan kreativitas siswa. Guru hendaknya bersikap demokrasi dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpendapat dan membiasakan siswa untuk belajar mandiri sehingga kreativitas musik siswa dapat tercipta dengan sendirinya. Sedangkan dalam hal penilaian, hendaknya guru lebih terperinci dalam membuat kriteria penilaian agar tampak terlihat tercapai atau tidaknya indikator pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 14