cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jelt.fbs.unp@gmail.com
Editorial Address
English Department of Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Padang. Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Padang Sumatera Barat, Indonesia, 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of English Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 23023198     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012): Serie A" : 10 Documents clear
Promote Young Learner’s Vocabulary through Survivor Spelling Game Fadhilah Uzami; Sunaryo Sunaryo
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.242 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.348

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan salah satu strategi pengajaran kosa kata di Sekolah Dasar (SD), Survivor Spelling Game. Di dalam permainan ini (1) guru membuat daftar sejumlah kosa kata yang telah dipelajari (2) meminta seluruh siswa untuk berdiri di tempat mereka masing- masing (3) menyebutkan satu kosa kata. Siswa pertama menyebutkan huruf pertama, siswa kedua menyebutkan huruf kedua, dan seterusnya hingga kata dieja dengan benar. Jika siswa membuat kesalahan maka siswa tersebut harus duduk dan tidak diizinkan untuk melanjutkan permainan. Siswa yang dapat bertahan hingga permainan selesai “Survivor”, harus menyebutkan kata dengan benar dan memberi defenisi kata tersebut.   Kata kunci: Strategi, pengajaran, kosa kata, survivor spelling game
Using Bandits and Sheriffs Game in Teaching Reading for Young Learners Yudita Maharani; An Fauzia R. Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.929 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.391

Abstract

Based on observations in the field, in the process of learning some students had difficulty in reading texts in English. Especially for elementary schools, they are not really interested and bored reading in English due to the lack of creativity of teachers in creating interesting activities, so that students have difficulty learning English and boredom. To solve the above problems, then there is some activity of which can be applied. One of these activities is a Bandits game and Sheriff. Bandits and Sheriff game appropriate to teach reading to elementary school students. The game is in accordance with the provisions of the Education Unit Level Curriculum (SBC) (2006), which requires learning to read at elementary students focus on reading aloud a word, phrase, clause, and sentence is very simple. In this game, the teacher divides students into two groups: the Bandits group and Sheriffs groups as well as giving the same number to each member of the group. The game begins when the teacher mentioned a thing to be taken as well as the serial number of the Bandit Sheriff. Bandit and Sheriff who are called must get the object and match the object with the words contained in the right side of the table. Once successful, they have to read it and spell it.AbstrakBerdasarkan pengamatan dilapangan, dalam proses belajar mengajar sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membaca teks dalam bahasa Inggris. Khususnya bagi sekolah dasar, mereka tidak begitu tertarik dan merasa bosan membaca dalam bahasa Inggris dikarenakan kurangnya kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan yang menarik,sehingga siswa mengalami kesulitan dan kebosanan belajar bahasa Inggris. Untuk mengatasi permasalahan diatas, maka ada beberapa kegitan yang dapat diterapkan. Salah satu kegiatan tersebut adalah permainan Bandits and Sheriff. PermainanBandits and Sheriff sesuai untuk mengajarkan membaca pada siswa sekolah dasar. Permainan ini sesuai dengan ketetapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (2006) yang mewajibkan pembelajaran membaca pada siswa dasar berfokus pada membaca lantang kata, frasa, clausa, dan kalimat sangat sederhana. Dalam permainan ini, guru membagi siswa ke dalam kedua kelompok yaitu kelompok Bandits dan kelompok Sheriffs serta memberikan nomor urut yang sama untuk setiap anggota kelompok. Permainan dimulai ketika guru menyebutkan sebuah benda yang harus diambil serta nomor urut Bandit dan Sheriff. Bandit dan Sheriff yang terpanggil harus mendapatkan benda tersebut dan mencocokan benda dengan tulisan yang terdapat di sisi kanan meja. Setelah berhasil maka mereka harus membaca tulisan tersebut serta mengejanya.   Keywords/Kata Kunci : Bandits and Sheriffs game, reading words, matching words and sound out
Using Beetle Drive Game in Teaching Listening for Young Learners Bimbi Lastri Prima; An Fauzia R. Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.958 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.345

Abstract

The special characteristics having by young learners require the teacher to create an atmosphere where children engage to the lesson without forgetting that the children’s world full of joy in teaching English as “Local Content” for young learner in Elementary school. Related to this condition, the proper activity to teach young learners is by having games. One examples of game for teaching listening related to instruction around the classroom in fourth grade of elementary school students is Beetle Drive Game. this game will train students’ ability in listening by giving respond toward the instructions given. The most suitable material for this game is “decorating classroom”. The instructions are  “glue the ornaments, hang the maps, stick the posters, turn left, turn right, go ahead, down, up, below, left and right.”.Karakteristik khusus anak - anak dan kondisi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sebagai muatan lokal,  mengharuskan guru untuk menciptakan  kegiatan pembelajaran yang bisa membuat anak-anak untuk tetap belajar  tanpa melupakan dunia permainan mereka.  Sehubungan dengan hal ini, belajar sambil bermain adalah sebuah kegiatan yang paling cocok untuk digunakan. Salah satu contoh permainan yang bisa digunakan untuk mengajarkan kegiatan mendengar pada pembelajaran bahasa Inggris untuk mengajarkan instruksi – instruksi berkaitan dengan lingkungan kelas di kelas empat SD adalah Beetle Drive Game. Kemampuan mendengar siswa akan dilatih dengan memberikan respon terhadap instruksi-instruksi yang ada dalam permainan ini. Materi ajar yang cocok untuk permainan ini yaitu “decorating classroom dengan instruksi : “glue the ornaments, hang the maps, stick the posters, turn left, turn right, go ahead, down, up, below, left and right.”. Media yang diperlukan adalah“ornaments, posters, map and location map”.   Kata Kunci: Beetle Drive game, Instruction, decorating classroom
Using Shaun the Sheep Silent Cartoon Movie as Media in Teaching Speaking a Recount Text at Junior High School Fitri Nengsih; Rima Andriani Sari
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.389 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.350

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan suatu media pengajaran dalam berbicara sebuah recount text dengan menonton kartun Shaun the Sheep yang difokuskan pada siswa kelas II SMP. Kartun Shaun the Sheep menceritakan bagaimana kehidupan sekelompok domba atau biri-biri dengan para sahabat lainnya. Ini dapat dikembangkan menjadi suatu recount text tentang pengalaman, kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh Shaun dan para sahabatnya. Siswa akan termotivasi dan aktif untuk menyampaikan pendapat mereka, menceritakan kembali dan memberikan kesimpulan dari alur cerita kartun Shaun the Sheep kedalam bentuk recount text. Guru juga akan lebih mudah dalam mengajarkan struktur penulisan recount text tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartun Shaun the Sheep dapat digunakan sebagai media dalam pengajaran berbicara sebuah recount text. Penggunaan suatu media sangat dianjurkan untuk menunjang kelangsungan proses belajar mengajar dan menarik perhatian siswa untuk belajar aktif dan memahami pelajaran dengan mudah.   Kata kunci: Shaun the Sheep, silent cartoon movie, media, speaking, recount text.
Simple Conversation as Speaking Material for the Fifth-Grade Students Inessa Laurie; An Fauzia R Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.976 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.327

Abstract

Makalah ini ditujukan untuk membantu guru dalam merancang dan memilih simple conversation sebagai materi ajar speaking bagi anak kelas 5 SD. Materi ajar simple conversation dalam makalah ini dikembangkan dari kompetensi dasar yang tertera dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Bahasa Inggris SD (2006). Menurut KTSP, materi ajar speaking bagi anak kelas 5 SD harus sangat sederhana dan konstektual sebatas lingkungan sekolah. Materi juga disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif dan sosial/emosional anak. Oleh karena itu simple conversation yang diajukan dalam makalah ini dirancang sangat sederhana; dengan bahasa yang jelas, kontekstual dan kultural. Kata kunci: Simple conversation, speaking material, young learners
The Effect of Using KWL Technique toward Students’ Reading Comprehension: An experimental research in teaching hortatory exposition text at SMAN 1 Batipuh Nurul Husna; Jufri Syahrudin; Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.386 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.356

Abstract

Tujuan penelitian yaitu meninjau pengaruh penggunaan teknik KWL (Know Want Learned) dalam kegiatan sebelum dan sedang membaca  terhadap pemahaman membaca siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan populasinya yaitu siswa kelas XI tahun pelajaran 2011/2012. Sampel penelitiannya yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Reading Comprehension Test berbentuk pilihan ganda sebanyak 40 soal. Nilai tes di analisis dengan hasil t-hitung sebesar 4,42 dan t-tabel 2,00, yang berarti  t-hitung > t-tabel. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan teknik KWL dapat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pemahaman siswa dalam membaca. Keywords: KWL, reading comprehension
Using Adobe Flash Professional CS5 (Interactive Video) to Teach Listening in Senior High School Kiki Mitna; Havid Ardi
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.028 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.340

Abstract

This article talks about the use of Adobe Flash Professional CS5 to develop listening material for Senior High School student at tenth grade. They are chosen because they are the based grade of teaching listening so they need a suitable treatment in order to train them in vary difficulty of listening material. This material is based interactive video. In this video, there are some conversation from native speaker and also some questions about the conversation to train the ability of listening. Students will be motivated to study because the design of the material is almost like a game and they are also able to interact with the video directly. The goal of this article is to introduce how to use Adobe Flash Professional CS5 to teach listening. Choosing a suitable material with the students’ need is expected to overcome their difficulty in listening. Key word: Interactive material, Adobe Flash Professional CS5, teaching listening Abstrak   Artikel ini membahas tentang pemanfaatan Adobe Flash Professional CS5 untuk mengembangkan materi ajar listening bagi siswa SMA yang difokuskan pada kelas sepuluh karena kelas sepuluh merupakan kelas dasar dalam pengajaran listening sehingga perlu penanganan yang tepat agar mereka terlatih dengan materi-materi listening berikutnya dalam tingkat kesulitan yang lebih bervariasi. Materi yang dikembangkan ini berbasis video interaktif. Pada video interaktif ini dikumpulkan satu paket materi yang terdiri dari percakapan-percakapan dari native speaker dan soal-soal latihan untuk melatih kemampuan listening siswa. Siswa akan termotivasi untuk belajar karena desain video yang hampir menyerupai sebuah game dan mereka juga dapat langsung berinteraksi dengan video untuk bebas memutar dan memilih bagian yang diinginkan atau diperlukan. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan bagaimana cara penggunaan Adobe Flash Professional CS5 (Interactive Video) dalam pengajaran listening. Pemilihan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa diharapkan mampu mengatasi kesulitan mereka dalam listening. Key word: Interactive material, Adobe Flash Professional CS5, teaching listening
Involving Audio-lingual Method (ALM) and Communicative Language Teaching (CLT) in Teaching Speaking Skill at Junior High School Siska Aris Nita; An Fauzia R. Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.606 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.368

Abstract

This article explain about teaching speaking skill by using Audio-lingual Method (ALM) and Communicative Language Teaching (CLT). In classroom activities, ALM is the first method. The teacher drills the students’ pronunciation by using some drills in ALM techniques. After the students understand how to pronouns it, the teacher use CLT as the continuation method. In CLT, the teacher gives a picture and the situation to the students and asks the students to make a short conversation based on the situation in the picture. In this activities, the teacher use role play as the classroom activities. AbstrakArtikel ini menguraikan tentang pengajaran speaking skill dengan menggunakan metode Audio-lingual Method (ALM) dan Communicative Language Teaching (CLT). Dalam aktivitas pengajarannya, ALM adalah metode pertama yang digunakan. Guru melatih pengucapan (pronunciation) siswa dengan menggunakan drill-drill yang ada pada ALM. Setelah siswa paham bagaimana cara pengucapannya (pronunciation), guru menggunakan CLT sebagai metode lanjutan dari ALM. Dalam CLT, guru memberikan sebuah gambar dan situasinya  kepada siswa dan menyuruh siswa membuat sebuah percakapan pendek berdasarkan situasi yang ada di dalam gambar tersebut. Dalam aktivitas ini, guru menggunakan role play sebagai aktivitas di dalam kelas.   Kata kunci:   Transactional and interpersonal text, Audio-lingual Method, Repetation, Communicative Language Teaching, Role play 
Using the Take Turn Writing Strategy in Teaching Wrting a Discussion Text To Senior High School Students Nelisa Handayani; Muhd. Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.274 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.341

Abstract

The purpose of this paper is to explain the implementation or the use of theTake Turn Writing strategy to motivate students to write in senior high school. Through this paper, it is expected to give the advantage thing to the teachers in teaching students to write. In addition, by using the Take Turn Writing strategy, it is hoped that it can be an alternative way to increase the ability of students of senior high school in writing. This strategy can increase the students’ attention and motivation during classroom writing activities. Besides, the students become easily to share their ideas in order to write a discussion text. Then, it can encourage the students’ motivation in writing and make their group work useful for them in learning English. After that, the teachers have the opportunity to teach of English, especially in writing, more delightful.  Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan mengenai penerapan strategi Take Turn Writing (menulis bergiliran) guna memotivasi siswa dalam menulis pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas(SMA). Melalui makalah ini diharapkan akan memberikan hal yang bermanfaat bagi para guru dalam mengajarkan siswa untuk menulis. Selanjutnya, dengan menggunakan strategy  Take Turn Writing(menulis bergiliran) ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Strategi ini mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa selama kegiatan menulis berlansung. Siswa juga mudah untuk berbagi ide saat menulis discussion text. Selanjutnya, strategi ini mampu meningkatkan motivasi menulis siswa dan membuat kerja kelompok mereka bermanfaat dalam belajar bahasa Inggris. Kemudian guru juga berkesempatan untuk mengajarkan bahasa Inggris, terutama menulis, dengan lebih menyenangkan.   Key words: take turn writing, teaching writing, discussion text, senior high school
Speaking English through Good Morning Ball Game: A game for young learners Weni Rahayu; Rima Andriani Sari
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.825 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.370

Abstract

Now English is introduced in elementary school as a local content. Teaching English to elementary school students is not easy because they easily get bored in learning. So, elementary school teacher should be able to find an appropriate way to motivate the students to learn English. One of the appropriate ways to activate elementary school students to speak English is by using a game known as “Good Morning Ball Game”. In this game, the teacher provides three different balls with a sentence will be said by the students. This game can activate the students’ willingness to study. So, the elementary school students do not easily get bored in learning English. AbstrakSekarang bahasa Inggris telah diajarkan di sekolah dasar sebagai salah satu pelajaran muatan lokal. Pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar ini tidaklah mudah karena siswa sekolah dasar cenderung mudah bosan dalam belajar. Untuk itu, guru harus dapat menggunakan cara yang tepat agar siswa dapat termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Salah satu cara yang cocok untuk mengaktifkan siswa sekolah dasar untuk berbicara bahasa Inggris adalah  dengan menggunakan sebuah permainan yang dikenal dengan “Good Morning Ball Game”. Pada permainan ini guru menggunakan tiga buah bola yang berbeda sesuai dengan kalimat yang akan diucapkan siswa. Permainan ini dapat mengaktifasikan keinginan siswa untuk belajar. Jadi, siswa sekolah dasar tidak mudah bosan dalam belajar bahasa Inggris.   Keywords (phrases)/Kata kunci: games, speaking, young learners, English

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025) Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2017): Serie A Vol 6, No 1 (2017): Serie E Vol 6, No 1 (2017): Serie D Vol 6, No 1 (2017): Serie B Vol 6, No 1 (2017): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie B Vol 5, No 1 (2016): Serie A Vol 5, No 1 (2016): Serie E Vol 5, No 1 (2016): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie F Vol 5, No 1 (2016): Serie D Vol 4, No 2 (2016): Serie A Vol 4, No 1 (2015): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie C Vol 3, No 1 (2014): Serie D Vol 3, No 1 (2014): Serie B Vol 3, No 1 (2014): Serie A Vol 2, No 3 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie B Vol 2, No 2 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie C Vol 2, No 1 (2013): Serie B Vol 2, No 1 (2013): Serie F Vol 2, No 1 (2013): Serie D Vol 2, No 1 (2013): Serie A Vol 2, No 1 (2013): Serie E Vol 2, No 1 (2013): Serie C Vol 1, No 3 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie B Vol 1, No 2 (2013): Serie I Vol 1, No 2 (2013): Serie D Vol 1, No 2 (2013): Serie C Vol 1, No 2 (2013): Serie E Vol 1, No 2 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie F Vol 1, No 2 (2013): Serie H Vol 1, No 2 (2013): Serie G Vol 1, No 1 (2012): Serie D Vol 1, No 1 (2012): Serie C Vol 1, No 1 (2012): Serie A Vol 1, No 1 (2012): Serie B More Issue