cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24424005     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Journal of Communication Studies Peripheries (LISKI) has a philosophy of advancing communication studies through the dissemination of knowledge transferred by the journal. At the beginning of its formation, LISKI was a discussion-group activity initiated by the lecturers of communication studies of Telkom University. Starting from sharing knowledge among themselves, it expanded into becoming a scientific-media for communication experts throughout Indonesia. LISKI is inviting all researchers and academicians of communication studies in publishing their research either in qualitative, quantitative, or mixed-mode method. All research papers must be correlated to communication studies. LISKI publishes two publications yearly (1 volume, 2 issues) in February and September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016" : 6 Documents clear
HUBUNGAN INFORMASI DALAM KEGIATAN PROMOSI ALL ABOUT WEDDING DENGAN SIKAP PESERTA TERHADAP VENDOR WEDDING LINTAS WARNA Isni Raihan Khalish; Hanny Hafiar; Lukita Komala Erdinaya
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.254

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara valensi informasi dan bobot informasi pada kegiatan promosi All About Wedding dengan sikap peserta terhadap vendor wedding Lintas Warna. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi yaitu Integrasi Informasi yang dikemukakan oleh Martin Fishbein. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta pada kegiatan promosi All About Wedding pada tanggal 19 Desember 2015. Teknik penarikan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu teknik Sample Random Sampling dengan jumlah sampel 72 orang. Uji validitas menggunakan rumus Rank Spearman dan Uji Realibilitas menggunakan rumus Alpha Cronboach. Teknik analisis data deskriptif dalam statistik inferensial melalui uji hipotesis Rank Spearman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara informasi pada kegiatan promosi All About Wedding dengan sikap peserta terhadap vendor wedding Lintas Warna. Kekuatan hubungan berada pada kategori cukup berarti antara kedua variable tersebut. Namun tidak cukup besar dalam membentuk sikap peserta untuk menggunakan vendor wedding Lintas Warna.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Valensi informasi dan Bobot informasi memiliki hubungan yang cukup berarti dengan sikap peserta terhadap vendor wedding Lintas Warna. Walaupun masih terdapat informasi yang dipandang kurang meyakinkan, tidak jelas, dan tidak detail setelah peserta mengakumulasikan informasi pada kegiatan promosi. Saran dari  penelitian ini yaitu sebaiknya Lintas Warna event organizer melakukan pemeriksaan ulang terhadap panduan informasi agar informasi tersampaikan secara detail dan sesuai dengan yang disampaikan oleh penjaga stand dan pada brosur Lintas Warna.
Pola Komunikasi pada Program Mentoring (Studi Deskriptif Kualitatif pada Program Mentoring Young On Top Campus Ambassador) Denia Dwi Putri
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.137

Abstract

Program mentoring adalah sebuah hubungan yang menguntungkan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dimana seseorang yang lebih berpengalaman berbagi dengan anak didiknya. Program ini dikembangkan untuk memberi pelajaran yang mudah berdasarkan pengalaman langsung dari pembimbing atau lebih dikenal dengan mentor. Dengan mentoring akan terjadi komunikasi antara pengajar dan anak didiknya maupun sesama anggota peserta didik yang akan membentuk pola  jaringan. Pentingnya komunikasi tersebut dalam kegiatan pembelajaran agar berjalan efektif apabila adanya pola komunikasi yang baik. Dalam prosesnya, tidak jarang komunikasi tersebut menjadi tidak efektif karena ditemui beberapa hambatan. Tetapi hambatan tersebut dapat diatasi jika ditemukan solusi yang disepakati secara bersama oleh seluruh peserta komunikasi tersebut. Latar belakang penelitian ini berhubungan dengan komunikasi yang ada di dalam program mentoring antara mentor dan anggota baik secara personal maupun kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terjalin dalam program mentoring Young On Top Campus Ambassador dan hambatan yang terjadi pada program mentoring Young On Top Campus Ambassador. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berupaya untuk menggambarkan fenomena sosial yang terjadi pada program mentoring Young On Top Campus Ambassador melalui pengumpulan data yang dilakukan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dan observasi langsung. Untuk mengukur validitas data digunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunujukan bahwa pola komunikasi yang digunakan dalam program pembelajaran ini memakai pola jaringan atau pola komunikasi All Channel  karena  memiliki saluran terbuka yang memungkinkan setiap anggota dalam kelompok atau untuk berkomunikasi satu sama lain baik secara kelompok maupun interpersonal. Selain itu dalam proses komunikasi ditemui hambatan yaitu waktu. Kesibukan masing-masing antara anggota dan mentor menjadi penghambat untuk menentukan jadwal pertemuan, sehingga komunikasi tidak berjalan efektif. Pengelola mengatasi hambatan tersebut dengan membuat peraturan minimal kedatangan kegiatan yang disepakati oleh bersama.
STRATEGI TELKOM UNIVERSITY DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN ASRAMA MAHASISWA berlian primadani satriaputri
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.283

Abstract

Perusahaan manapun sebagai sebuah lembaga bisnis yang walaupun tujuan utamanya adalah keuntungan atau “profit”, namun dalam prosesnya mereka harus mengutamakan pelayanan yang diberikan, sehingga kepuasan pelanggan dapat tercapai. Kualitas menjadi penting ketika seorang konsumen memutuskan untuk membeli atau tidak membeli, menggunakan kembali, bahkan merekomendasikan produk atau jasa kepada orang-orang di sekelilingnya, karena kualitas inilah yang menjadi tendensi seseorang itu puas atau tidak puas terhadap produk atau jasa yang digunakannya. Sebagai lembaga penyedia program pendidikan yang ingin menjadi World Class University, Telkom University selalu berusaha dalam meningkatkan kualitas pelayanannya meliputi segala aspek sarana dan prasarana termasuk Asrama sebagai bentuk pelayanan kepada mahasiswanya. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara kepada pihak management PT CSM (Citra Sukapura Megah), selaku pengelola dan penanggungjawab Asrama mahasiswa Telkom University. PT CSM  telah berusaha untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang terbaik didalam asrama mahasiswa Telkom University dimana dimensi strategi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, emphaty, reliability, responsiveness, dan assurance telah dilakukan dengan baik dan terencana.
MAKNA MBLUSUKAN KERETA API DI KALANGAN RAILFANS: Kajian Fenomenologi Konstruksi Makna Mblusukan Kereta Api Pada Komunitas Edan Sepur Indonesia Agus Aprianti
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.282

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai makna Mblusukkan kereta api bagi pecinta kereta api. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif melalui pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam dan observasi lapangan dilakukan dalam penelitian ini untuk menggali data yang diperlukan bagi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pecinta kereta api mengkonstruksi makna Mblusukan kereta api sesuai dengan pandangan subjektif mereka. Sehingga adanya keragaman makna Mblusukan bagi para informan penelitian. Terdapat 8 Kategori makna Mblusukkan yang dimaknai oleh railfans. 
REPRESENTASI MAKNA QURBAN DALAM BUDAYA POPULER: Membaca Konsumerisme melalui Analisis Semiotika Barthes Iklan Cetak PKPU Kurbanmu Kendaraanmu Mohamad Syahriar
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.286

Abstract

Fenomena iklan kurban menjadi sebuah hal yang menarik dikaji terutama dikaitkan keberadaan kurban sebagai sebuah ritual ibadah, bukan sekedar komoditas barang atau jasa. Penggunaan iklan dalam menyampaikan informasi mengenai jasa layanan kurban dapat dianalisa untuk melihat bagaimana konten iklan dalam layanan jasa kurban dirancang sedemikian rupa dalam jalinan tanda yang memiliki makna tertentu, baik secara denotatif, konotatif, hingga mitos yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritis dengan menggunakan analisis semiotika Barthes untuk membongkar makna hingga tataran ideologisnya. Iklan yang diteliti adalah iklan qurban PKPU versi Qurbanmu Kendaraanmu-mobil sport. Hasil analisis menunjukkan bagaimana penggunaan tanda dalam iklan Qurbanmu Kendaraanmu menggunakan tanda tertentu yang memiliki makna, dimana pada tataran denotatif iklan ini menjelaskan kurban sebagai sebuah bentuk ritual ibadah yang memiliki aspek teologis sekaligus sosial, di tataran konotatif bagaimana iklan mengemas simbolisasi kurban dengan tanda artifisial yang mengedepankan status sosial, dan di tataran ideologis tampak bahwa konsumerisme menjadi sebuah tanda utama yang ditampilkan secara kontradiktif dengan nilai denotatif yang dimaksudkan dalam iklan Qurbanmu Kendaraanmu.
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI MASYARAKAT WALHI JABAR (Studi Deskriptif Gerakan Sosial SAVE Babakan Siliwangi) zahrotul oktaviani
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.136

Abstract

Komunikasi memiliki fungsi tidak hanya terbatas sebagai  pengantar bahasa dan interaksi manusia, lebih dari itu komunikasi berperan penting dalam suatu kegiatan yang membutuhkan efek besar. Dalam suatu gerakan sosial misalnya, komunikasi dibutuhkan untuk menjembatani antara komunikator dan target kampanye. Salah satu organisasi yang menerapkan strategi komunikasi dalam setiap gerakan sosial yang dibuat adalah WALHI JABAR, salah satunya adalah gerakan SAVE Babakan Siliwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih jauh mengenai strategi yang ditentukan oleh WALHI JABAR. Adapun strategi yang ingin diketahui oleh peneliti, diantaranya terkait dengan cara WALHI JABAR memilih komunikator untuk setiap kegiatan yang dibentuk, penentuan target penerima pesan dari kasus tersebut, bentuk penyampaian pesan serta pemilihan medianya, dan apakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dari kegiatan dan gerakan sosial yang dijalankan oleh WALHI JABAR tersebut. Keempat fokus penelitian tersebut oleh peneliti didasarkan pada elemen dasar komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Laswell. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah informan penelitian sebanyak 7 (tujuh) orang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dalam menentukan komunikator ditentukan berdasarkan musyawarah dengan melihat berbagai faktor seperti pendidikan, pengalaman, popularitas, dan pendekatan dengan masyarakat, untuk target penerima pesan gerakan ini ditujukan kepada pemerintah dan masyarakat, pesan yang disampaikan berbentuk tidak hanya teks namun juga gambar dan orasi (lisan) dan bersifat informatif, ajakan, dan dan edukasi, pesan-pesan tersebut kemudian disebarkan dengan menggunakan berbagai media seperti media sosial, online, dan media kreatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6