cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012" : 6 Documents clear
Peningkatan Konduktansi Maksimal Ion Kalium Setelah Pemberian 7-Ketokolesterol pada sel PC-12 SecaraIn vitro Kusuma, Indra
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.929 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i2.159

Abstract

Stroke menyebabkan kondisi hipoksia-iskemia yang menimbulkan berbagaikerusakan. Perubahan neurokimia otak pada stroke menyebabkan oksidasikolesterol. Produk oksidasi kolesterol yaitu 7-ketokolesterol diketahui mengubahkomposisi lipid raft, sifat protein membran dan meningkatkan eksositosisneurotransmitter. Kanal Kv berperan pada terminasi eksositosis danmempertahankan keseimbangan ionik sel saraf. Pemberian 7-ketolesterol padasel PC-12 bertujuanmelihat respon kanal Kv. Perekaman patch clamp dilakukandengan tehnik whole-cell secara voltage clamp. Hasil eksperimen terekamkenaikan arus listrik (p<0.05) pada potensial membran negatif, penurunanreversal potensial (p>0.05) dan peningkatan konduktansi maksimal ion kalium(p<0.05). Hasil eksperimen berupa perubahan konduktansi maksimalmenunjukkan pengaruh 7-ketokolesterol pada kinetika dan fungsi kanal Kv yangdiperkirakan sebagai akibat perubahan interaksi lipid-protein pada lipid raft.Pada konteks stroke respon kanal Kv turut berkontribusi pada prosesneurotoksisitas yang berujung pada kematian sel.Stroke menyebabkan kondisi hipoksia-iskemia yang menimbulkan berbagaikerusakan. Perubahan neurokimia otak pada stroke menyebabkan oksidasikolesterol. Produk oksidasi kolesterol yaitu 7-ketokolesterol diketahui mengubahkomposisi lipid raft, sifat protein membran dan meningkatkan eksositosisneurotransmitter. Kanal Kv berperan pada terminasi eksositosis danmempertahankan keseimbangan ionik sel saraf. Pemberian 7-ketolesterol padasel PC-12 bertujuanmelihat respon kanal Kv. Perekaman patch clamp dilakukandengan tehnik whole-cell secara voltage clamp. Hasil eksperimen terekamkenaikan arus listrik (p<0.05) pada potensial membran negatif, penurunanreversal potensial (p>0.05) dan peningkatan konduktansi maksimal ion kalium(p<0.05). Hasil eksperimen berupa perubahan konduktansi maksimalmenunjukkan pengaruh 7-ketokolesterol pada kinetika dan fungsi kanal Kv yangdiperkirakan sebagai akibat perubahan interaksi lipid-protein pada lipid raft.Pada konteks stroke respon kanal Kv turut berkontribusi pada prosesneurotoksisitas yang berujung pada kematian sel.
Aplikasi Klinik Renograf IR-03 untuk Rumah Sakit: Teknologi dan Analisis Biaya Isaris, Rill
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.783 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i2.164

Abstract

Teknik Renografi menggunakan Alat Renograf adalah salah satu modalitas pemeriksaan fungsi ginjal selain dengan pemeriksaanlaboratorium dan teknik Sinar-X. Prototip Renograf IR-03 untuk pemeriksaan fungsi ginjal hasil rancangbangun BATAN telah dikonstruksi dan menjalani uji laboratorium di PRPN-BATAN Serpong dan uji klinis di RSUP DR.Sardjito Jogyakarta. Biaya yang berkaitan dengan pemakaian klinik Alat Renograf di rumahsakit telah dianalisis yang terdiri dari komponen nilai radiofarmaka dan nilai investasi alatRenograf. Perhitungan biaya radiofarmaka hippuran Iodine per tahun dengan estimasi jumlah pasien 2000 orang sebesar Rp 30 juta, Total Direct Cost adalah Rp 212,5 juta dan biaya modal satu Alat Renograf sebesar Rp 250 juta. Nilai Titik Impas (Break Event Point) Investasi satu Alat Renograf adalah 1194 (0,597%) atau setara Rp 209,475 juta, dengan biaya per prosedur adalah Rp 85.000,-. Harga ini tergantung pada beberapa variable terutama volume (kapasitas pelayanan pasien). Perhitungan analisis Cash-Flow untuk melihat seberapa jauh investasi tersebut menarik dan memberi prospek ke masa depan menunjukkan nilai Rate of Return yang diperoleh yaitu ROR (i) adalah 22,6%, jauh diatas suku bunga simpanan Bank saat ini yaitu <10%. Perhitungan analisa Payback Period menunjukkan nilai 1,818 tahun, sangat prospektif secara ekonomi.
Fauna Nyamuk Aedes dan Kemungkinan Perannya dalam Penularan Demam Berdarah Dengue di Banjar Graha Kerti dan Banjar Kerta Petasikan, Denpasar Sutisna, Putu
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.406 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i2.162

Abstract

Indonesia, seperti banyak negara di wilayah tropis dan subtropis lainnya, merupakan wilayah endemik penyakit Demam Berdarah Dengue (DHF). Di Kodya Denpasar, kasus DHF terus meningkat dari tahun ke tahun selama kurun 2002-2008. Penelitian cross sectional ini dilakukan di di Banjar Graha Kerti dan Banjar Kerta Petasikan, Kelurahan Sidakarya, Denpasar, dengan tujuan untuk mengetahui adanya larva nyamuk Aedes dan tingkat kepadatannya di rumah penduduk di kedua lokasi tsb. Semua rumah di kedua Banjar tsb diikutkan sebagai sampel penelitian. Semua tempat air yang ditemukan di dalam rumah diperiksa untuk kemungkinan adanya larva nyamuk dan ditetapkan speciesnya (Aedes, Culex dan Anopheles). Dari 262 rumah, didapatkan sebanyak 869 tempat air tergenang dan 68 di antaranya mengandung larva Aedes, terdiri dari 37Aedes aegypti, 14A. albopictus, dan campuranA. aegypti danA. albopictus. House Indexuntuk Aedes adalah 17.2% danBruteau Indexuntuk Aedes adalah 20.6%, yang menunjukkan bahwa Aedes di Br Graha Kerti dan Banjar Kerta Petasikan mempunyai potensiuntuk menularkankasus-kasus DHF. Disarankan agar pelaksana program pengendalian kasus DHF di Kota Denpasar mengenali sifat-sifat biologis dari Aedes, termasuk lokasinya dalam tempat-tempat air di rumah tangga.Indonesia, seperti banyak negara di wilayah tropis dan subtropis lainnya,merupakan wilayah endemik penyakit Demam Berdarah Dengue (DHF). DiKodya Denpasar, kasus DHF terus meningkat dari tahun ke tahun selamakurun 2002-2008. Penelitian cross sectional ini dilakukan di di Banjar GrahaKerti dan Banjar Kerta Petasikan, Kelurahan Sidakarya, Denpasar, dengantujuan untuk mengetahui adanya larva nyamuk Aedes dan tingkatkepadatannya di rumah penduduk di kedua lokasi tsb. Semua rumah di keduaBanjar tsb diikutkan sebagai sampel penelitian. Semua tempat air yangditemukan di dalam rumah diperiksa untuk kemungkinan adanya larva nyamukdan ditetapkan speciesnya (Aedes, Culex dan Anopheles). Dari 262 rumah,didapatkan sebanyak 869 tempat air tergenang dan 68 di antaranyamengandung larva Aedes, terdiri dari 37Aedes aegypti, 14A. albopictus, dancampuranA. aegypti danA. albopictus. House Indexuntuk Aedes adalah17.2% danBruteau Indexuntuk Aedes adalah 20.6%, yang menunjukkanbahwa Aedes di Br Graha Kerti dan Banjar Kerta Petasikan mempunyai potensiuntuk menularkankasus-kasus DHF. Disarankan agar pelaksana programpengendalian kasus DHF di Kota Denpasar mengenali sifat-sifat biologis dariAedes, termasuk lokasinya dalam tempat-tempat air di rumah tangga.
PEMURNIAN ANTIBODI MONOKLONAL TERHADAP VIRUS HEPATITIS B YANG DIISOLASI DARI ASITES MENCIT BALB/C MENGGUNAKAN “HOMEMADE” PROTEIN A SPIN MINI KOLOM Ngongu Depamede, Sulaiman
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.615 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemurnian antibodi monoklonal menggunakan eksmini kolom yang isinya diganti dengan partikel gelassilika yang terkonjugasi dengan Protein A. Matriks Protein A yang digunakan adalah Prosep vA, sedangkan antibodi target adalah antibodi monoklonal (MAb) terhadap antigen permukaan virus hepatitis B yang diisolasi dari asites mencit Balb/c. Sebelum pemurnian, sampel asites dibagi menjadi 3 yang masingmasing diinkubasikan dengan Protein A dalam 3 perlakuan. Perlakuan A dan B adalah inkubasi 30 dan 60 menit pada suhu kamar, sedangkan perlakuan C adalah inkubasi semalam pada suhu 4°C. Hasil pemurnian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik dan tingkat kemurnian MAb secara berurutan adalah 358.45 U/mg, 237.83 U/mg untuk perlakuan C dan B, dan 229.67 U/mg untukperlakuan A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 'homemade' mini kolom yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memurnikan MAb untuk kebutuhan riset skala laboratorium.Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemurnian antibodi monoklonalmenggunakan eks-mini kolom yang isinya diganti dengan partikel gelassilikayang terkonjugasi dengan Protein A. Matriks Protein A yang digunakan adalahProsep vA, sedangkan antibodi target adalah antibodi monoklonal (MAb)terhadap antigen permukaan virus hepatitis B yang diisolasi dari asites mencitBalb/c. Sebelum pemurnian, sampel asites dibagi menjadi 3 yang masingmasingdiinkubasikandenganProteinAdalam3perlakuan.PerlakuanAdanBadalahinkubasi30dan60menitpadasuhukamar,sedangkanperlakuanCadalahinkubasisemalampadasuhu4°C.HasilpemurnianmenunjukkanbahwaaktivitasspesifikdantingkatkemurnianMAbsecaraberurutanadalah358.45U/mg,237.83 U/mg untuk perlakuan C dan B, dan 229.67 U/mg untukperlakuan A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 'homemade' mini kolomyang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memurnikanMAb untuk kebutuhan riset skala laboratorium.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI GEN MERB PADA BAKTERI PSEUDOMONAS SP. SEBAGAI GEN RESISTENSIMERKURIORGANIK J. Kepel, Billy
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.362 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i2.161

Abstract

Patogenesis penyakit dimana merkuri sebagai agen penyebab akan melewati komponen lingkungan sebagai media transmisi sebelum sampai pada manusia. Terdapat beberapalokasi pertambangan emas rakyat di Sulawesi Utarayang menggunakanmerkuri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis bakteri yanghidup pada sedimentanahtercemar merkuri, mengisolasi dan mengidentifikasi karakter gen merB pada bakteritersebut. Dilakukan uji resistensi pada fenil merkuri, identifikasi Gram dan 16S rRNA, amplifikasi dan sekuensing gen merB, pensejajaran dan pembuatan pohonfilogenetik gen merB pada isolat bakteri resisten fenil merkuri. Terdapat 2 isolat bakteri Pseudomonas sp. yang resisten terhadap fenil merkuri. Gen merB pada bakteri ini mempunyai homologi sebesar 98-100% dibandingkan dengan gen merB pada bakteri yang terdapat pada GenBank. Sisi aktif enzim organomerkuri liase (MerB) yang dikode oleh gen merB pada posisi Cys-96, Cys-159  dan Asp-99 tetap dipertahankan oleh gen merB kedua isolat bakteri hasil penelitian. Terdapat 3 tempat perbedaan nukleotida merB antara keduaisolat hasil penelitian dengan P. aeruginosa galur ARY1. Terjadi mutasi substitusi transisi pada merB posisi Val-124 (GTC?GTT) dan Val-136 (GTT?GTC) maupun Glu-132 (GAG) ?Gly-132 (GGG) dimana isolat 2B.2 dan 4B.2 Pseudomonas sp. sama dengan Klebsiella sp. ND3 tapi berbeda dengan P. aeruginosa galur ARY1 walaupun genus yang sama. Walaupun asam amino glutamat diganti oleh glisin yang berbeda sifatpolaritas tapi tidak berpengaruh pada aktifitas bioremediasi karena tempat tersebut bukan merupakan sisi aktif. Gen merB terdapat pada isolat bakteri lokal, Pseudomonas sp., di Sulawesi Utara. Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk menghasilkan kloning enzim MerB(organomerkuri liase) dalam mengatasi masalah pencemaran merkuri. Patogenesis penyakit dimana merkuri sebagai agen penyebab akan melewati komponen lingkungan sebagai media transmisi sebelum sampai pada manusia. Terdapat beberapalokasi pertambangan emas rakyat di Sulawesi Utarayangmenggunakanmerkuri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenisbakteri yanghidup pada sedimentanahtercemar merkuri, mengisolasi danmengidentifikasi karakter gen merB pada bakteritersebut.Dilakukan uji resistensi pada fenil merkuri, identifikasi Gram dan 16S rRNA,amplifikasi dan sekuensing gen merB, pensejajaran dan pembuatan pohonfilogenetik gen merB pada isolat bakteri resisten fenil merkuri.Terdapat 2 isolat bakteri Pseudomonas sp. yang resisten terhadap fenil merkuri.Gen merB pada bakteri ini mempunyai homologi sebesar 98-100% dibandingkandengan gen merB pada bakteri yang terdapat pada GenBank. Sisi aktif enzimorganomerkuri liase (MerB) yang dikode oleh gen merB pada posisi Cys-96,Cys-159  dan Asp-99 tetap dipertahankan oleh gen merB kedua isolat bakterihasil penelitian. Terdapat 3 tempat perbedaan nukleotida merB antara keduaisolat hasil penelitian dengan P. aeruginosa galur ARY1.Terjadi mutasi substitusi transisi pada merB posisi Val-124 (GTC?GTT)danVal-136 (GTT?GTC) maupun Glu-132 (GAG) ?Gly-132 (GGG) dimanaisolat 2B.2 dan 4B.2 Pseudomonas sp. sama dengan Klebsiella sp. ND3 tapiberbeda dengan P. aeruginosa galur ARY1 walaupun genus yang sama.Walaupun asam amino glutamat diganti oleh glisin yang berbeda sifatpolaritastapi tidak berpengaruh pada aktifitas bioremediasi karena tempat tersebut bukanmerupakan sisi aktif.Gen merB terdapat pada isolat bakteri lokal, Pseudomonas sp., di SulawesiUtara. Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk menghasilkan kloning enzimMerB(organomerkuri liase) dalam mengatasi masalah pencemaran merkuri.
KONDISI RUMAH DAN PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA BALITA Budiati, Endang
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v20i2.163

Abstract

Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu terdiri dari sepuluh Puskesmas, dengan cakupan ISPA menempati urutan yang pertama dari sepuluh besar penyakit sebesar 30,53% pada tahun 2009. Jumlah kasus Pneumonia Balita masih di bawah angkaNasional yaitu 1,81% pada tahun 2009 dari target 10%. Pada tahun 2009 pengelola program P2ISPA yang terlatih di Puskesmas sebesar 60%, cakupan Rumah Sehat pada tahun 2009 sebesar 79,99% dari target 80%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kondisi rumah,kepadatan hunian, dan pencemaran udara dalam rumah. Disain penelitian kasus kontrol dengan jumlah responden 240 orang yang terdiri atas kasus 120 orang dan kontrol 120. Sampel adalah seluruh balita usia 12- 59 bulan yang tinggal di seluruh wilayah Puskesmas Kabupaten Pringsewu. Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan kondisi rumah dengan kejadian Pneumoniadi Kabupaten Pringsewu. Balita dengan Kondisi Rumah yang tidak memenuhi syarat berisiko 4,65 (95% Cl: 1,99?10.86) kali terkenaPneumonia dibandingkan dengan balita yang kondisi rumahnya tidak memenuhi syarat setelah dikontrol dengan variabel Pencemaran Udara, Berat Bayi Lahir, Status Gizi Balita, dan interaksi antara kondisi rumah dan pencemaran udara dalam rumah. Pencemaran udara dalam rumah berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Pringsewu tahun 2010. Balita dengan adanya Pencemaran Udara dalam rumah berisiko 7,73 (95% CI: 2,99-20,01)kali terkena Pneumonia dibandingkan dengan balita yang tidak ada pencemaran udara dalam rumah setelah dikontrol dengan variabel confounding kondisi rumah, pendidikan Ibu dan interaksi antara pencemaran udara dalam rumah dengan kondisi rumah. Upaya yang dilakukan untuk pengendalian penyakit Pneumonia Balita di Kabupaten Pringsewu adalah promosi dan preventif kepada masyarakat tentang penyakit pneumonia dan rumah sehat.Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu terdiri dari sepuluh Puskesmas, dengancakupan ISPA menempati urutan yang pertama dari sepuluh besar penyakitsebesar 30,53% pada tahun 2009. Jumlah kasus Pneumonia Balita masih dibawah angkaNasional yaitu 1,81% pada tahun 2009 dari target 10%. Padatahun 2009 pengelola program P2ISPA yang terlatih di Puskesmas sebesar60%, cakupan Rumah Sehat pada tahun 2009 sebesar 79,99% dari target 80%.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kondisi rumah,kepadatan hunian, dan pencemaran udara dalam rumah. Disain penelitiankasus kontrol dengan jumlah responden 240 orang yang terdiri atas kasus 120orang dan kontrol 120. Sampel adalah seluruh balita usia 12- 59 bulan yangtinggal di seluruh wilayah Puskesmas Kabupaten Pringsewu.Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan kondisi rumah dengan kejadianPneumoniadi Kabupaten Pringsewu. Balita dengan Kondisi Rumah yang tidakmemenuhi syarat berisiko 4,65 (95% Cl: 1,99?10.86) kali terkenaPneumoniadibandingkan dengan balita yang kondisi rumahnya tidak memenuhi syaratsetelah dikontrol dengan variabel Pencemaran Udara, Berat Bayi Lahir, StatusGizi Balita, dan interaksi antara kondisi rumah dan pencemaran udara dalamrumah. Pencemaran udara dalam rumah berhubungan dengan kejadianpneumonia pada balita di Kabupaten Pringsewu tahun 2010. Balita denganadanya Pencemaran Udara dalam rumah berisiko 7,73 (95% CI: 2,99-20,01)kali terkena Pneumonia dibandingkan dengan balita yang tidak ada pencemaranudara dalam rumah setelah dikontrol dengan variabel confounding kondisirumah, pendidikan Ibu dan interaksi antara pencemaran udara dalam rumahdengan kondisi rumah. Upaya yang dilakukan untuk pengendalian penyakitPneumonia Balita di Kabupaten Pringsewu adalah promosi dan preventifkepada masyarakat tentang penyakit pneumonia dan rumah sehat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER 2019 Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019 Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019 Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 24, No 3 (2016): SEPTEMBER - DESEMBER 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015 Vol 23, No 2 (2015): MEI - AGUSTUS 2015 Vol 23, No 1 (2015): JANUARI - APRIL 2015 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 21, No 1 (2013): JANUARI - APRIL 2013 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 15, No 3 (2007): SEPTEMBER-DESEMBER 2007 Vol 15, No 1 (2007): JANUARI - APRIL 2007 Vol 13, No 1 (2005): JANUARI - APRIL 2005 Vol 10, No 1 (2002): JANUARI - APRIL 2002 More Issue