Articles
Pengembangan Model Perencanaan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Berbasis Pola Tujuh Belas Plus
Kusuma, Indra
NADWA Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : NADWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper describes the development of a set of data and planning models based instrumentation applications seventeen plus patterns in BK teachers SMP / MTs in Bondowoso. The results of this study indicate that counselling activity plan-ning model using the approach pattern seventeen plus becomes very necessary. B.K. teachers in SMP/MTs of Bondowoso still do not have a wide range of data that should be held for the provision of counselling services. The teachers feel it is important to have variety of data sets and instrumentation applications for the smooth running of counselling services (score = 3.23). The evaluation of the implementation of set of data and applications instrument was still very low (score = 1.14). The planning model development activities and application in-strumentation data set found that B.K. teachers desperately need (score = 4.28). The assessment model development planning activities data set and instrumenta-tion applications that are promoted rated excellent (score = 4.47).Keywords: planning, data set, application instrumentation
Pengembangan Model Perencanaan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Berbasis Pola Tujuh Belas Plus
Kusuma, Indra
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.595
This paper describes the development of a set of data and planning models based instrumentation applications seventeen plus patterns in BK teachers SMP / MTs in Bondowoso. The results of this study indicate that counselling activity planning model using the approach pattern seventeen plus becomes very necessary. B.K. teachers in SMP/MTs of Bondowoso still do not have a wide range of data that should be held for the provision of counselling services. The teachers feel it is important to have variety of data sets and instrumentation applications for the smooth running of counselling services (score = 3.23). The evaluation of the implementation of set of data and applications instrument was still very low (score = 1.14). The planning model development activities and application instrumentation data set found that B.K. teachers desperately need (score = 4.28). The assessment model development planning activities data set and instrumentation applications that are promoted rated excellent (score = 4.47). Abstrak Makalah ini menjelaskan pengembangan model perencanaan himpunan data dan aplikasi instrumentasi berbasis pola tujuh belas plus pada guru B.K. SMP/MTs di Bondowoso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model perencanaan kegiatan konseling dengan menggunakan pendekatan pola tujuh belas plus menjadi sangat perlu dilakukan agar implementasinya sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK SMP/MTs di Bondowoso masih banyak yang belum memiliki berbagai data untuk penyelenggaraan layanan konseling. Guru-guru tersebut sangat memerlukan himpunan data dan aplikasi instrumentasi untuk kelancaran menjalankan tugasnya (rerata = 3,23). Sementara evaluasi pelaksanaan himpunan data dan aplikasi instrumennya ternyata masih sangat rendah (rerata = 1,14. Guru-guru BK juga sangat membutuhkan (rerata = 4,28). Penilaian pengembangan model perencanaan kegiatan himpunan data dan aplikasi instrumentasi yang dipromosikan dinilai sangat baik (rata = 4,47)Â
Peningkatan Konduktansi Maksimal Ion Kalium Setelah Pemberian 7-Ketokolesterol pada sel PC-12 SecaraIn vitro
Kusuma, Indra
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.929 KB)
|
DOI: 10.33476/jky.v20i2.159
Stroke menyebabkan kondisi hipoksia-iskemia yang menimbulkan berbagaikerusakan. Perubahan neurokimia otak pada stroke menyebabkan oksidasikolesterol. Produk oksidasi kolesterol yaitu 7-ketokolesterol diketahui mengubahkomposisi lipid raft, sifat protein membran dan meningkatkan eksositosisneurotransmitter. Kanal Kv berperan pada terminasi eksositosis danmempertahankan keseimbangan ionik sel saraf. Pemberian 7-ketolesterol padasel PC-12 bertujuanmelihat respon kanal Kv. Perekaman patch clamp dilakukandengan tehnik whole-cell secara voltage clamp. Hasil eksperimen terekamkenaikan arus listrik (p<0.05) pada potensial membran negatif, penurunanreversal potensial (p>0.05) dan peningkatan konduktansi maksimal ion kalium(p<0.05). Hasil eksperimen berupa perubahan konduktansi maksimalmenunjukkan pengaruh 7-ketokolesterol pada kinetika dan fungsi kanal Kv yangdiperkirakan sebagai akibat perubahan interaksi lipid-protein pada lipid raft.Pada konteks stroke respon kanal Kv turut berkontribusi pada prosesneurotoksisitas yang berujung pada kematian sel.Stroke menyebabkan kondisi hipoksia-iskemia yang menimbulkan berbagaikerusakan. Perubahan neurokimia otak pada stroke menyebabkan oksidasikolesterol. Produk oksidasi kolesterol yaitu 7-ketokolesterol diketahui mengubahkomposisi lipid raft, sifat protein membran dan meningkatkan eksositosisneurotransmitter. Kanal Kv berperan pada terminasi eksositosis danmempertahankan keseimbangan ionik sel saraf. Pemberian 7-ketolesterol padasel PC-12 bertujuanmelihat respon kanal Kv. Perekaman patch clamp dilakukandengan tehnik whole-cell secara voltage clamp. Hasil eksperimen terekamkenaikan arus listrik (p<0.05) pada potensial membran negatif, penurunanreversal potensial (p>0.05) dan peningkatan konduktansi maksimal ion kalium(p<0.05). Hasil eksperimen berupa perubahan konduktansi maksimalmenunjukkan pengaruh 7-ketokolesterol pada kinetika dan fungsi kanal Kv yangdiperkirakan sebagai akibat perubahan interaksi lipid-protein pada lipid raft.Pada konteks stroke respon kanal Kv turut berkontribusi pada prosesneurotoksisitas yang berujung pada kematian sel.
Gangguan fungsi sitoskeleton pada proses vitrifikasi keratinosit primer manusia
Kusuma, Indra;
Hadi, Restu Syamsul;
Sandra, Yurika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.168 KB)
|
DOI: 10.33476/jky.v25i2.118
Keratinosit basal memiliki sifat multipotent, dibutuhkan kultur bebas-serum agar terhindar dari diferensiasi spontan. Kultur keratinosit memberikan peluang untuk berbagai jenis aplikasi riset dan terapi seperti bioengineered skin. Penyimpanan sel dengan metode vitrifikasi terbukti dapat melindungi fungsi embrio pada layanan bayi tabung. Penggunaan vitrifikasi pada penyimpanan keratinosit diharapkan dapat menjadi melindungi fungsi sel. Sampel kulit diperoleh dari preputium anak usia 4-9 tahun sebanyak 7 orang yang diperoleh dengan informed consent dari orang tua atau wali. Isolasi keratinosit menggunakan metode enzimatik dengan dispase dan trypsin/EDTA. Viabilitas dan proliferasi sel di ukur secara kalorimetrik dengan reagen WST-1 pada panjang gelombang 450 nm dan tehnik tryphan blue exclusion test. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan uji student t-test. Kriopreservasi dengan tehnik vitrifikasi dapat mempertahankan viabilitas pasca thawing sebesar 80% tidak ada perbedaan bermakna dengan tehnik slow-freezing (p>0,05). Meski demikian hanya 30% dari sel tersebut dapat melakukan perlekatan. Hal ini jauh lebih rendah daripada tehnik slow-freezing yang dapat melakukan perlekatan hingga 70% (p<0,05). Fotomikrograph yang diambil pasca thawing menunjukkan keratinosit yang mengalami blebbing. Disfungsi sitoskeleton akibat syok hiperosmotik dapat menyebabkan cell blebbing. Pembekuan sel dengan metode vitrifikasi mempengaruhi viabilitas, perlekatan dan kemampuan proliferasi sel dalam kultur. Syok hiperosmotik diperkirakan menyebabkan disfungsi sitoskeleton sehingga menjadi penyebab rendahnya kemampuan perlekatan dan hilangnya daya proliferasi pasca thawing yang dialami sel dengan perlakuan vitrifikasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan modifikasi komponen kriomedium yang dapat melindungi fungsi keratinosit.
IMPLEMENTASI RESTFUL WEB SERVICES DENGAN OTORISASI OAUTH 2.0 PADA SISTEM PEMBAYARAN PARKIR
Kusuma, Indra;
Susanto, Ajib;
Mulyono, Ibnu Utomo Wahyu
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (973.387 KB)
|
DOI: 10.24176/simet.v10i1.3026
Salah satu jenis retribusi daerah adalah retribusi parkir. Setiap pemerintah daerah memiliki wewenang dalam menetapkan tarif retribusi parkir. Tetapi, sering sekali para juru parkir meminta lebih dari tarif yang sudah ditetapkan. Hal tersebut merugikan pengguna parkir, selain harus membayar lebih, pengguna parkir sering tidak mendapatkan karcis parkir. Belum lagi pengelolaan retribusi parkir yang tidak transparan menjadi salah satu penyebab rendahnya penerimaan retribusi parkir. Permasalahan ini dapat diminimalkan dengan menerapkan teknologi RESTful web services pada sistem pembayaran retribusi parkir yang terintegrasi dan transparan sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif solusi mengatasi masalah pengelolaan retribusi parkir yang dialami oleh Pemkot maupun Pemda di Indonesia. Metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu Extreme Programming (XP) dengan tahap : planning (perencanaan), design (perancangan), coding (pengkodean) dan testing (pengujian). Hasil aplikasi berbasis Android yaitu Markir sebagai sarana utama mengirimkan data pembayaran parkir dan OAuth 2.0 sebagai protokol otorisasi setiap transaksi data yang dilakukan. Hasil pengujian aplikasi Markir dengan metode black-box testing, sistem telah terintegrasi dengan baik dan dilakukan berbagai tahap validasi seperti client credentials, access token dan scope akses fungsi yang tersedia pada API Markir sesuai standar protokol OAuth 2.0 sehingga transaksi data lebih aman jika dibandingkan menggunakan otorisasi API standar seperti basic-auth API ataupun API Key.
STUDI KOMPARASI KINERJA REFRIGERANTR134A DENGAN R600A
KUSUMA, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejak diciptakannya mobil dengan ruang penumpang tertutup, muncul pemikiran bagaimana caranya agar ruangan di dalam mobil tersebut tidak terasa panas dan pengap.Setelah berbagai cara dilakukan, muncullah ide yang paling efektif untuk mengurangi rasa panas, gerah, dan pengap di dalam mobil yakni dengan memasang AC (Air Conditioner).Air Conditioner atau yang lebih dikenal dengan AC adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengatur suhu udara. Secara umum, cara kerja AC sama dengan cara kerja alat pendingin lain yaitu memanfaatkan proses perpindahan panas dan terjadi proses pendinginan. Untuk keperluan pemindahkan energi panas tersebut, dibutuhkan suatu fluida penukar kalor yang selanjutnya disebut refrigerant.Refrigerant yang digunakan pada AC mobil saat ini adalah R134a.Namun berdasarkan penelitian,refrigerant R134a memiliki potensi sebagai zat yang dapat menyebabkan efek pemanasan global.Oleh karena itu dalam penelitian ini kami bermaksud melakukan penelitian studi komparasi refrigerant R134a dengan refrigerant R600a.Ini dikarenakan refrigerant R600a sifat termodinamikanya lebih baik dibandingkan dengan Refrigeran 134a. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COP, tingkat konsumsi energi, dan besar nilai ekonomisasi pada refrigerant R134a dan R600a. Hasil dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) COP dari masing-masing refrigerant, (2) pengaruh penggantian refrigerant R134a dengan refrigerant R600a pada tingkat konsumsi energi yang digunakan untuk menjalankan sistim, (3) nilai ekonomisasi pada penggunaan kedua jenis refrigerant tersebut, (4) pengaruh kecepatan blower evaporator pada sistim kerja AC mobil. Kata kunci: air conditioner, refrigerant, COP
Evaluasi Kemampuan Proliferasi, Diferensiasi dan Viabilitas Sel Punca Asal Pulpa Gigi Manusia Pasca Vitrifikasi
Hadi, Restu Syamsul;
Kusuma, Indra
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 11, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33476/mkp.v11i1.951
Sejumlah keterbatasan sumber sel pulpa gigi manusia diantaranya harus dari pulpa gigi sehat dengan jumlah sangat terbatas. Teknologi penyimpanan sel dan pengembangan metode vitrifikasi pada DPSC dan MSC sangat bermanfaat untuk keperluan terapi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pertumbuhan, proliferasi dan diferensiasi serta pengaruh simpan beku metode vitrifikasi terhadap sel punca asal pulpa gigi. Sampel yang digunakan adalah pulpa gigi yang diisolasi. Untuk mengukur proliferasinya digunakan Cell Proliferation Reagent WST-1 Absorbansi diukur menggunakan mikroplate ELISA Zenyth pada panjang gelombang 450 nm. Untuk proses simpan beku dengan metode vitrifikasi sel MSC dipanen dan di-cryopreservasi dengan dua langkah yaitu diberikan dengan Equilibration (EQ) dan vitrifikasi solutions (VS). Untuk diferensiasi sel adipogenik digunakan StemPro Adipogenesis dan diuji dengan pewarnaan Oil Red O. DPSC berhasil diisolasi dan tumbuh dengan baik pada medium alfa MEM dengan serum 10%. Kemampuan proliferasi sel DPSC pada inkubasi 24 jam lebih tinggi secara signifikan dibandingkan inkubasi 18 jam. DPSC dapat terdiferensiasi menjadi neural like cells dan pada sel MSC dengan pemberian differentiation Kit StemPro Adipogenesis, diferensiasi MSC ke arah sel adipogenik setelah pewarnaan menggunakan Oil Red O. Teknik vitrifikasi sebagai metode simpan beku pada MSC menunjukan viabilitas yang tinggi ( 80%) dan sel mampu berproliferasi dan berdiferensiasi dengan baik.
PENGEMBANGAN MODEL PERENCANAAN HIMPUNAN DATA DAN APLIKASI INSTRUMENTASI BERBASIS POLA TUJUH BELAS PLUS PADA GURU BK/KONSELOR SMP DI KABUPATEN BONDOWOSO
Kusuma, Indra;
Budiyanto, Sapto Mei
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 25, No 2 (2015): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Department of Accounting Education, Faculty of Teacher Training and Education Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.2317/jpis.v25i2.1539
The main target of the research is to show that planning is the most important stages of management function, mainly to face exsternal environment that changed dynamically. The main topic on this research was focused on the certain elements from planning process and the process that have very closed relation with the problem solving and also the program development of counseling service at school. The Planning model for counceling activity by using seventeen plus pattern approach to be very urgent to be done by guiding and counceling teachers in order the implantation is in line with the students’ need at the field.From the introduction study can be concluded that in general the Bk/guiding and counceling teachers at Junior High School/SMP at Bondowoso is still having not variant data that should be owned for conducting guiding and counceling service at school. In general, the guiding and counceling teachers SMP/Jumior High School at Bondowoso felt important and even very important for having data collection and instrumentation application for running on the duty for conducting guiding and counceling service at school, with average score: 3,23.Besides that, it can be explained that conducting evaluation of data collecting and the existing of instrumentation application nowadays, it can be concluded that it was still very low in general with the average score = 1,14. While, it was linked with the need of model development for data compilation activity planning and instrumentation application were found that guiding and counceling’s teachers very needed in general with the average score = 4,28. While it was linled with the assessment of model development of data compilation activity planning and instrumentation application that were promoted, it was found that guiding and counceling’s teachers gave very good assessment in general with the average score = 4,47.
Pengembangan Model Perencanaan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Berbasis Pola Tujuh Belas Plus
Kusuma, Indra
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.595
This paper describes the development of a set of data and planning models based instrumentation applications seventeen plus patterns in BK teachers SMP / MTs in Bondowoso. The results of this study indicate that counselling activity planning model using the approach pattern seventeen plus becomes very necessary. B.K. teachers in SMP/MTs of Bondowoso still do not have a wide range of data that should be held for the provision of counselling services. The teachers feel it is important to have variety of data sets and instrumentation applications for the smooth running of counselling services (score = 3.23). The evaluation of the implementation of set of data and applications instrument was still very low (score = 1.14). The planning model development activities and application instrumentation data set found that B.K. teachers desperately need (score = 4.28). The assessment model development planning activities data set and instrumentation applications that are promoted rated excellent (score = 4.47). Abstrak Makalah ini menjelaskan pengembangan model perencanaan himpunan data dan aplikasi instrumentasi berbasis pola tujuh belas plus pada guru B.K. SMP/MTs di Bondowoso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model perencanaan kegiatan konseling dengan menggunakan pendekatan pola tujuh belas plus menjadi sangat perlu dilakukan agar implementasinya sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK SMP/MTs di Bondowoso masih banyak yang belum memiliki berbagai data untuk penyelenggaraan layanan konseling. Guru-guru tersebut sangat memerlukan himpunan data dan aplikasi instrumentasi untuk kelancaran menjalankan tugasnya (rerata = 3,23). Sementara evaluasi pelaksanaan himpunan data dan aplikasi instrumennya ternyata masih sangat rendah (rerata = 1,14. Guru-guru BK juga sangat membutuhkan (rerata = 4,28). Penilaian pengembangan model perencanaan kegiatan himpunan data dan aplikasi instrumentasi yang dipromosikan dinilai sangat baik (rata = 4,47)Â
Hubungan Karakteristik Klinik dan Profil Pengobatan dengan Parameter Hematologi dan Lama Rawat Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit Yarsi Jakarta
Arief, Ilham;
Sumarny, Ros;
Sumiyati, Yati;
Kusuma, Indra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.685 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i11.4556
Pandemi penyakit virus korona 2019 (COVID-19) masih belum berakhir dan masih belum ada pengobatan spesifik dan efektif untuk melawan virus SARS-CoV-2 ini. Untuk itu, sebagai salah satu upaya deteksi dini dan pengobatan segera, diperlukan adanya analisa hubungan perawatan dan pengobatan yang sudah dilakukan terhadap perbaikan nilai parameter-parameter klinis pada kesembuhan pasien COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa data hubungan karakteristik klinik berdasarkan tingkat keparahannya dan profil pengobatan terhadap parameter hematologi dan lama rawat pasien COVID-19 di Rumah Sakit Yarsi Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cohort dan pengambilan data retrospektif melalui rekam medis periode bulan Maret sampai dengan Oktober tahun 2020. Uji statistika menggunakan uji peringkat spearman dan uji tanda wilcoxon. Berdasarkan penelitian, 221 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan gejala tertingginya adalah batuk dan demam sebanyak 61,09% dan 47,96%. secara statistik, karakteristik klinis berdasarkan tingkat keparahannya memiliki hubungan bermakna dengan lama rawat pasien (p=0,187) dan memiliki hubungan bermakna pada parameter eosinofil, neutrofil, limfosit, laju endap darah, dan rasio neutrofil-limfosit (RNL) (p<0,05). Hubungan kelompok penggunaan obat tidak memiliki hubungan signifikan dengan lama rawat pasien (p= 0,361) dikarenakan mayoritas pasien bergejala ringan dan usia produktif yang memiliki imunitas masih baik sedangkan pada uji beda sebelum dan sesudah penggunaan obat terhadap parameter hematologi menunjukan hasil memiliki perbedaan bermakna pada parameter hematologi eosinofil (p<0,05). Karakteristik klinis berdasarkan tingkat keparahannya mempengaruhi sel imunitas dan lama rawat pasien serta penggunaan obat-obatan memberikan perbaikan pada nilai parameter hematologi