cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022" : 19 Documents clear
RISIKO KESEHATAN DALAM MEMPERTAHANKAN EKONOMI KELUARGA PADA PETANI PENYEMPROT PESTISIDA DI DESA LARANGAN KABUPATEN BREBES Ilyas Ibrahim
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12102

Abstract

Intense use of toxic chemicals can have a bad effect on the environmental ecosystem and public health. Farmers as pesticide sprayers on agriculture have a risk of being exposed to pesticides. The problem of family economic needs makes farmers survive the health risks arising from these toxic materials. Long-term exposure to chemical pesticides can have a bad effect on human health, especially systemic diseases. Difficult economic pressures related to family income, family needs and family health cause farmers to surrender to health risks. This study aims to describe the health risks in maintaining the family economy of pesticide spraying farmers in Brebes Regency, Indonesia. This research used qualitative methods with case studies and interviews with informants (family heads). The respondents were interviewed to find out the health and economic conditions of their families. The data collected were then compiled to describe the health and economic conditions experienced by the head of the family. Respondents were interviewed that economic pressures were so difficult that they ignored the health risks they faced. Maintaining the family's economy in a difficult life, family heads are willing to face all kinds of illnesses they suffer. Pesticide spraying activities on agriculture are carried out routinely as farmer workers to meet the economic needs of the family. Pesticide poisoning that cause physical health disorders, the heat of the sun, rain and fatigue as health risks are ignored because there is no other choice to maintain the family economy. Keywords: health risks; economy; farmer; pesticides ABSTRAK Penggunaan bahan kimia beracun secara intensif dapat berdampak buruk pada ekosistem lingkungan dan kesehatan masyarakat. Petani sebagai penyemprot pestisida pada pertanian memiliki risiko terkena pestisida. Masalah kebutuhan ekonomi keluarga membuat petani bertahan dari risiko kesehatan yang ditimbulkan dari bahan beracun tersebut. Paparan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, terutama penyakit sistemik. Tekanan ekonomi yang sulit terkait pendapatan keluarga, kebutuhan keluarga dan kesehatan keluarga menyebabkan petani menyerah pada risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan risiko kesehatan dalam mempertahankan ekonomi keluarga petani penyemprot pestisida di Kabupaten Brebes. Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan wawancara dengan informan (kepala keluarga). Responden diwawancarai untuk mengetahui kondisi kesehatan dan ekonomi keluarganya. Data yang terkumpul kemudian disusun untuk menggambarkan kondisi kesehatan dan ekonomi yang dialami oleh kepala keluarga. Temuan; responden diwawancarai bahwa tekanan ekonomi begitu sulit sehingga mereka mengabaikan risiko kesehatan yang mereka hadapi. Kesimpulannya aktivitas penyemprotan pestisida di pertanian dilakukan secara rutin sebagai pekerja petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Keracunan pestisida yang menimbulkan gangguan kesehatan tubuh, panasnya matahari, kehujanan dan kelelahan merupakan risiko kesehatan yang diabaikan, karena tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan ekonomi keluarga.Kata kunci: risiko; kesehatan; ekonomi; petani; pestisida
Penyalahgunaan Obat Misoprostol Sebagai Tindakan Aborsi Pada Wanita Dewasa Muda: Systematic Review Humaira Ramdhani; Eria Khoirunisa Amelia; Asyifa Yan Balqis; Nur Amalia Fathimah Effendy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12116

Abstract

Unwanted pregnancy is one of the reasons for having an abortion with various factors such as health, economic, social, and cultural conditions. Abortion is prohibited by Indonesian law based on Indonesian Law Number 36 of 2009, but abortion can be allowed due to several patient conditions which are regulated in Indonesian Government Regulation Number 61 of 2014 concerning Reproductive Health. One way of abortion that is easy to do is by taking oral misoprostol. Misoprostol is an analogue of prostaglandin E1 which has a gastroprotective effect, by inhibiting the release of gastric acid and pepsin thereby increasing resistance to the gastric mucosa. The method in this study was a systematic review which is traced through two databases, namely Google Scholar and the National Center for Biotechnology Information. The literature used was published in 2014 to 2021. The results of this study focused on the factors that encourage young adult women to have abortions, the side effects of using misoprostol, and the role of BPOM on the drug misoprostol used off-label. Young adult women who perform abortions have several reasons, including feeling that they are not old enough and still want to continue their education further and there is no permanent job so they are not able to support their family. One of the methods chosen for abortion is misoprostol, which has a role in inducing uterine contractions and bleeding, resulting in miscarriage of the fetus. To prevent the over-use of misoprostol, the government must carry out routine supervision and intensify supervision of drug distribution, particularly the “cyber patrol” program.Keywords: misoprostol; abortion, off-label; drug abuseABSTRAK Kehamilan yang tidak diinginkan menjadi salah satu alasan dilakukannya tindakan aborsi dengan berbagai faktor seperti kondisi kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya. Tindakan aborsi dilarang oleh hukum Indonesia berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009, tetapi tindakan aborsi dapat diperbolehkan oleh sebab beberapa kondisi pasien yang diatur pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Salah satu cara aborsi yang mudah dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi misoprostol oral. Misoprostol merupakan analog dari prostaglandin E1 yang memiliki efek gastroprotektif, dengan menghambat pelepasan asam lambung dan pepsin sehingga meningkatkan ketahanan terhadap mukosa lambung. Metode dalam studi ini adalah systematic review yang ditelusuri melalui dua database yaitu Google Scholar dan National Centre for Biotechnology Information. Literatur yang digunakan adalah dipublikasikan pada tahun 2014 sampai 2021. Hasil penelitian ini difokuskan pada faktor yang mendorong wanita dewasa muda melakukan aborsi, efek samping dari penggunaan misoprostol, dan peranan BPOM terhadap obat misoprostol yang digunakan secara off-label. Wanita dewasa muda yang melakukan tindakan aborsi memiliki beberapa alasan antara lain merasa masih belum cukup usia dan masih ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut serta belum adanya pekerjaan tetap sehingga belum cukup mampu untuk menghidupi keluarga. Salah satu metode yang dipilih untuk tindak aborsi adalah misoprostol yang memiliki peran untuk menginduksi kontraksi dan pendarahan uterus sehingga mengakibatkan keguguran pada janin. Untuk mencegah penggunaan misoprostol secara bebas, pemerintah harus melakukan pengawasan secara rutin dan intensifikasi pengawasan terhadap peredaran obat, khususnya program ”cyber patrol”.Kata kunci: misoprostol; aborsi, off-label; penyalahgunaan obat
HUBUNGAN KELENGKAPAN RESUME MEDIS DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSA KASUS PERSALINAN DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Arief Setiyoargo; Romaden Marbun; Richard One Maxelly
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12107

Abstract

The quality of hospital services is determined by improving clinical quality and customer satisfaction-oriented services. This can be seen from the completeness of filling out the medical record. One indicator of the completeness of medical records in the quantitative analysis of medical records is the completeness of the medical resume. According to the Professional Standards for Medical Recorders and Health Information, one of the competencies that must be possessed by a medical recorder is clinical classification skills, codification of diseases and other health problems and clinical procedures. The quality of disease statistical data is largely determined by the accuracy of the diagnostic code generated by a medical recorder. It is known that the inaccuracy of the diagnosis code for childbirth cases is 57% because the coder does not provide a secondary code as a form of additional information regarding the type of birth that occurred. This study used secondary data obtained from medical records of accident patients at Panti Waluya Sawahan Hospital Malang in 2021. The research design was cross sectional with a correlation study. The sample was 44 medical record files. Data analysis using Spearman Rank analysis. The results showed that there was a significant relationship between the completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnostic code for labor cases. If a medical resume is complete, the diagnostic code for delivery cases will also be more accurate. ABSTRAKMutu pelayanan rumah sakit ditentukan dari peningkatan mutu klinis dan pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Hal tersebut dapat diketahui dari kelengkapan pengisian rekam medis. Salah satu indikator kelengkapan rekam medis dalam analisa kuantitatif rekam medis yaitu adalah kelengkapan resume medis. Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan disebutkan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perekam medis adalah keterampilan klasifikasi klinis, kodefikasi penyakit dan masalah kesehatan lainnya serta prosedur klinis. Mutu data statistik penyakit sangat ditentukan oleh keakuratan kode diagnosa yang dibuat oleh seorang perekam medis. Diketahui ketidakakuratan kode diagnosa kasus persalinan sebesar 57% karena disebabkan coder tidak memberikan kode sekunder sebagai bentuk keterangan tambahan terkait jenis kelahiran yang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien kasus kecelakaan di RS Panti Waluya Sawahan Malang tahun 2021. Desain penelitian adalah cross sectional dengan studi korelasi. Sampel berjumlah 44 berkas rekam medis. Analisis data menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kelengkapan resume medis dengan keakuratan kode diagnosa kasus persalinan. Jika suatu resume medis tersebut lengkap maka kode diagnosa kasus persalinan yang dihasilkan juga semakin akurat.Kata kunci: resume medis; coder; persalinan
Cadaver dalam Pembelajaran Anatomi pada Mahasiswa Kedokteran Arif Wicaksono
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12112

Abstract

Anatomy courses must be obtained by all medical students. Anatomy is a very important basic subject in medical learning for students, clinical clerks and doctors. In learning anatomy, there are several tools to facilitate student understanding, one of which is cadaver. Various ethical problems and the large number of new anatomical learning aids raise the question of whether the use of cadaver is still necessary. This research was a quantitative descriptive study conducted on second-level medical students, Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University regarding learning methods, learning aids and reasons for choosing these aids. A total of 75 students participated in the research, and most of them stated that the best anatomy learning method was through practicum (58.67%), then lectures (36%) and others (5.33%). The most learning choice was the combination of using cadaver and manikin (89.33%), cadaver (8%) and manikin (2.67%). The reason for the wet preparation is that it is very clear and distinct, distinguishable from one tissue to another. Cadavers play an important role in learning anatomy because they are very real, with a combination of other preparations to help students understand anatomy.Keywords: anatomy; learning; cadaver ABSTRAK Mata kuliah anatomi pasti didapatkan oleh semua mahasiswa kedokteran. Anatomi merupakan mata kuliah dasar yang sangat penting dalam pembelajaran kedokteran bagi mahasiswa, peserta kepaniteraan klinik dan dokter. Dalam pembelajaran anatomi, terdapat beberapa alat bantu untuk memudahkan pemahaman mahasiswa, salah satunya adalah cadaver. Berbagai problema etik dan banyaknya alat bantu pembelajaran anatomi baru, memunculkan pertanyaan apakah penggunaan cadaver masih diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran tingkat II, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura mengenai metode pembelajaran, alat bantu pembelajaran dan alasan memilih alat bantu tersebut. Sebanyak 75 mahasiswa mengikuti penelitian, dan sebagian besar  dari mereka menyatakan bahwa metode pembelajaran anatomi terbaik adalah melalui praktikum (58,67%), kemudian  urutan berikutnya adalah kuliah (36%) dan lainnya (5,33%). Pilihan belajar terbanyak adalah kombinasi penggunaan cadaver dan manikin (89,33%), cadaver (8%) dan manikin (2,67%). Alasan untuk sediaan basah adalah karena sangat jelas dan nyata, bisa dibedakan antara satu jarigan dan jaringan lainnya. Cadaver berperan penting dalam pembelajaran anatomi karena sangat nyata, dengan kombinasi sediaan lainnya untuk membantu mahasiswa memahami anatomi.Kata kunci: anatomi; pembelajaran; cadaver
Review: Penyalahgunaan Obat Sedatif serta Dampak Pengguna terhadap Kesehatan dan Sosial Devi Shinta Ainur Rositah; Fuji Ayu Diniarti; Ivada Octaviani; Nuraeni Putri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12103

Abstract

The use of sedative drugs is usually indicated for people who experience conditions of anxiety or insomnia. Sedative drugs are divided into three groups, including barbiturates, benzodiazepines, and z-drugs. Sedative drugs have a euphoric effect that causes dependence on the user, resulting in the misuse of the drug with the use of high doses. This study aims to identify the effects of using sedative drugs. The research method used literature reviews with databases from Science Direct, Pubmed, and Google Scholar. The criteria for the articles used have been published in 2011-2021. Long-term use of sedative drugs causes unconscious behavior that can be self-injurious for the user.  The results of this review indicate that the misuse of sedative drugs has a negative impact on human health, such as respiratory problems, impaired cognitive function, and even triggers suicide in its users. In addition to causing health effects, sedative drug abuse can affect a person in their social activities. In adolescents, the use of sedative drugs can cause chaos in teaching and learning activities in the classroom and also have the potential to commit criminal acts.Keywords: sedative drugs; abuse; human health impacts ABSTRAK Penggunaan obat golongan sedatif biasanya diindikasikan bagi orang yang mengalami kondisi ansietas atau insomnia. Obat sedatif dibagi menjadi tiga golongan antara lain barbiturate, benzodiazepine, dan z-drugs. Obat sedatif memberikan efek euforia yang menyebabkan penggunanya ketergantungan sehingga terjadi penyalahgunaan obat tersebut dengan pemakaian dosis tinggi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari penggunaan obat sedatif. Metode dalam studi ini menggunakan literatur review dengan database yang berasal dari Science Direct, Pubmed, dan Google Scholar.  Kriteria artikel yang digunakan telah diterbitkan tahun 2011-2021. Penggunaan jangka panjang obat sedatif menimbulkan perilaku di bawah kesadaran yang dapat menyakiti diri sendiri bagi penggunanya. Hasil review ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan obat sedatif memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia seperti gangguan pernapasan, gangguan fungsi kognitif hingga memicu kejadian bunuh diri pada penggunanya. Selain menimbulkan dampak kesehatan, penyalahgunaan obat sedatif dapat mempengaruhi seseorang dalam kegiatan sosialnya. Pada kalangan remaja penyalahgunaan obat sedatif dapat menimbulkan kekacauan pada kegiatan belajar mengajar di kelas dan juga berpotensi melakukan tindakan kriminal.Kata kunci: obat sedatif; penyalahgunaan; dampak kesehatan manusia
Durasi Kerja dan Tingkat Kelelahan Karyawan Rumah Makan di Siantar Square, Pematangsiantar Eka Saudur Sihombing; Riada Pasaribu; Meyana Marbun; Titin Wahyu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12117

Abstract

Work duration that exceeds the provisions can cause work fatigue. The purpose of this study was to determine the relationship between work duration and the level of fatigue of restaurant employees in Siantar Square, Pematangsiantar. This study was a quantitative study using a cross-sectional design. The subjects of this study were 63 cafe employees who were selected by total sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test. The results showed that there was a relationship between work duration and the level of fatigue of restaurant employees in Siantar Square, Pematangsiantar in 2021, which was indicated by a p-value of 0.000. It was concluded that the duration of work is a factor that causes work fatigue for restaurant employees. It is hoped that the results of this study can be taken into consideration for restaurant employees so that they take advantage of their rest time as optimally as possible, as well as stretch their muscles in between work activities. Meanwhile, restaurant owners should pay more attention to the health conditions of their employees so that the quality of their work can also be optimized.Keywords: restaurant; employee; duration of work; work fatigue ABSTRAK Durasi kerja yang melebihi ketentuan dapat menyebabkan kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi kerja dengan tingkat kelelahan karyawan rumah makan di Siantar Square, Pematangsiantar. Studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 63 karyawan cafe yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi kerja dengan tingkat kelelahan karyawan rumah makan di Siantar Square, Pematangsiantar pada tahun 2021, yang ditandai dengan p-value 0,000. Disimpulkan bahwa durasi kerja merupakan faktor yang menyebabkan kelelahan kerja karyawan rumah makan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi karyawan rumah makan agar memanfaatkan waktu istirahat seoptimal mungkin, serta melakukan peregangan otot di sela-sela aktivitas kerja. Sementara bagi pemilik rumah makan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan para karyawan agar kualitas kerja para karyawan juga lebih dapat dioptimalkan.Kata kunci: rumah makan; karyawan; durasi kerja; kelelahan kerja
Potensi Interaksi Obat Antiretroviral (ARV) pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Tahun 2021 Miranda Taborat; Ruslan Belang; Indah Indah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12108

Abstract

Drug interactions can interfere with patient therapy, so monitoring needs to be done so that no adverse effects appear. The purpose of this study was to determine the name and dose of drugs, drug classes, drug combinations, types of drug interactions and the severity of ARV drug interactions that occurred in the BLUD RSUD Sele Be Solu, Sorong City. This descriptive study uses medical record data retrospectively. The research subjects were all HIV/AIDS patients, namely 90 people. The data used are drug prescription sheets. The results showed that the name and dose of the most widely used drug was lamivudine. The most widely used drug class is Nucleoside Reverse Transcreation Inhibitor (NRTI). The most widely used drug combination is lamivudine+tenofovir+efavirenz. Drug interactions are pharmacokinetic interactions. The severity of the drug interaction is minor.Keywords: HIV/AIDS; antiretroviral drugs; interaction potential ABSTRAK Interaksi obat dapat mengganggu terapi pasien, maka perlu dilakukan pemantauan agar tidak muncul efek yang  merugikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nama dan dosis obat, golongan obat, kombinasi obat, jenis interaksi obat dan tingkat keparahan interaksi obat ARV yang terjadi di BLUD RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong. Penelitian deskriptif ini menggunakan data rekam medik secara retrospektif. Subyek penelitian adalah seluruh pasien HIV/AIDS yaitu 90 orang. Data yang digunakan adalah lembar resep obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama dan dosis obat yang paling banyak  digunakan yaitu lamivudin. Golongan obat yang paling banyak digunakan digunakan yaitu Nucleoside Reverse Transciptase Inhibitor (NRTI). Kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu lamivudin+tenofovir+efavirenz. Interaksi obat yaitu interaksi farmakokinetik. Tingkat keparahan interaksi obat yaitu minor.Kata kunci: HIV/AIDS; obat antiretroviral; potensi interaksi
PENGGUNAAN SUPLEMEN IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATAKAN PRODUKSI ASI (AIR SUSU IBU) DAN BERAT BADAN BAYI : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sari Wasetyorini; Fita Rahmawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12118

Abstract

The volume of breast milk that is too little can be the cause of the baby's weight loss, which in turn can inhibit the growth and development of the baby. This systematic literature review aims to determine the effect of breastfeeding mothers' supplements on increasing breast milk production and infant weight. The study involved four research articles obtained from Pubmed and Google Scholar, with a total sample of 237 mother-infant pairs. The results of the review show that herbal galactagogues as a supplement for breastfeeding mothers can increase milk production in the postpartum period. The results of weight measurement showed a better weight gain than the control group. Herbal galactogoga is very useful for increasing breast milk production in nursing mothers. Along with the increase in breast milk production, the baby's weight will increase.Keywords: galactogoga; breast milk; baby; growth; developmentABSTRAK Volume air susu ibu yang terlalu sedikit dapat menjadi penyebab menurunnya berat badan bayi, yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Systematic literature review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen ibu menyusui terhadap peningkatan produksi air susu ibu dan berat badan bayi. Studi ini melibatkan empat artikel penelitian yang diperoleh dari Pubmed dan Google Scholar, dengan sampel total 237 pasangan ibu dan bayi. Hasil review menunjukkan bahwa galaktogoga herbal sebagai suplemen ibu menyusui dapat meningkatkan produksi air susu ibu di masa pasca persalinan. Hasil pengukuran berat badan menunjukkan adanya peningkatan berat badan yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Galaktogoga herbal sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Seiring dengan meningkatnya produksi ASI, berat badan bayi akan mengalami peningkatan.Kata kunci: galaktogoga; air susu ibu; bayi; pertumbuhan; perkembangan
Nilai Ankle Branchial Index (ABI), Tekanan Darah dan Frekuensi Denyut Jantung Pengguna Rokok Elektronik Ratna Indriawati; Naili Nurul Izzati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12119

Abstract

E-cigarettes are growing rapidly and are becoming a trend in the world, including in Indonesia. E-cigarette users are increasing because there are claims to have a minimal effect compared to tobacco cigarettes, and as a medium in reducing tobacco cigarette consumption. This study aims to determine the relationship between ABI values with blood pressure and heart rate in e-cigarette users. This study was an observational study with a cross-sectional approach. The number of respondents was 30 users of e-cigarettes and dual-users in the Special Region of Yogyakarta. Data were collected by measuring blood pressure, pulse frequency, and ABI values. The data were then analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed as many as 20 (66.7%) respondents were users of e-cigarettes and 10 (33.3%) respondents were dual users. The results of the hypothesis test showed that there was no relationship between the use of e-cigarettes with blood pressure (p = 0.163), pulse rate (p = 0.716), and ABI values (p = 0.163); and there was no relationship between the ABI value with blood pressure (p = 0.596) and pulse rate (p = 0.354). Furthermore, it was concluded that the use of e-cigarettes was not significantly correlated with blood pressure, pulse rate, and ABI values; meanwhile, blood pressure and pulse rate were not significantly correlated with the ABI value.Keywords: electric cigarette; blood pressure; pulse; Ankle Branchial Index (ABI)  ABSTRAK Rokok elektronik sedang tumbuh pesat dan menjadi trend di dunia, termasuk di Indonesia. Pengguna rokok elektronik semakin meningkat dikarenakan ada klaim memiliki efek minimal dibanding rokok tembakau, dan sebagai media dalam mengurangi konsumsi rokok tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai ABI dengan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung pada pengguna rokok elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden adalah 30 pengguna rokok elektronik maupun dual-user di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah, frekuensi denyut nadi, serta nilai ABI. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan sebanyak  20 (66,7%) responden adalah pengguna rokok elektronik dan 10 (33,3%) responden adalah dual user. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan rokok elektronik dengan tekanan darah (p = 0,163), denyut nadi (p = 0,716), dan nilai ABI (p = 0,163); serta tidak ada hubungan antara nilai ABI dengan tekanan darah (p = 0,596) dan denyut nadi (p = 0,354). Selanjutnya disimpulkan bahwa penggunaan rokok elektronik tidak berkorelasi secara signifikan dengan tekanan darah, denyut nadi, dan nilai ABI; sementara itu, tekanan darah dan denyut nadi tidak berkorelasi secara signifikan dengan nilai ABI.Kata kunci: rokok elektronik; tekanan darah; denyut nadi; Ankle Branchial Index (ABI)

Page 2 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue