Pencemaran sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Desa Waitasi, pengelolaan sampah plastik masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), keterbatasan sarana pengelolaan sampah, serta masih ditemukannya kebiasaan membuang sampah plastik secara sembarangan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan upaya pengendalian pencemaran sampah plastik di lingkungan masyarakat Desa Waitasi melalui identifikasi tingkat pengetahuan, praktik pengelolaan sampah plastik, partisipasi masyarakat, serta strategi pengendalian yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Waitasi dengan melibatkan 150 kepala keluarga sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi lingkungan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rata-rata, dan penyajian dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup hingga baik mengenai dampak sampah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan, dengan kategori pengetahuan baik sebesar 38,0%, cukup 47,3%, dan kurang 14,7%. Namun, praktik pengelolaan sampah plastik masih belum optimal. Hanya 29,3% responden yang melakukan pemilahan sampah, 24,7% memanfaatkan kembali sampah plastik, dan 38,7% berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Secara keseluruhan, upaya pengendalian pencemaran sampah plastik berada pada kategori cukup, yaitu sebesar 45,3%, sedangkan kategori baik 40,7% dan kategori kurang 14,0%. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana pengelolaan sampah, belum tersedianya bank sampah, rendahnya penerapan prinsip 3R, serta belum optimalnya dukungan kebijakan di tingkat desa. Kesimpulan penelitian ini Adalah upaya pengendalian pencemaran sampah plastik di Desa Waitasi masih memerlukan penguatan melalui peningkatan edukasi masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R, pembentukan bank sampah, serta penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran sampah plastik, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Desa Waitasi.