cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sukma: Jurnal Pendidikan
Published by Yayasan Sukma
ISSN : 25485105     EISSN : 25979590     DOI : -
Core Subject : Education,
SUKMA: Jurnal Pendidikan is an academic journal bi-annually published in Indonesia. It covers issues related to education in general: teacher, student, school management, curricula, teaching methods, teaching evaluations, education best practices, learning materials, et cetera.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019)" : 6 Documents clear
Potret Pendidikan di Era Globalisasi Teknosentrisme dan Proses Dehumanisasi Dewi, Eva
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.932 KB) | DOI: 10.32533/03105.2019

Abstract

Pendidikan merupakan unsur yang paling penting bagi kemajuan peradaban bangsa. Era Industri dan globalisasi membawa dampak terhadap proses pendidikan terutama di Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memberi dampak positif, namun di sisi lain, dominasi teknologi membawa dampak negatif, yakni menimbulkan dehumanisasi dalam bentuk mentalitas yang terlalu mengagungkan teknologi di atas segalanya. Realitasnya, pendidikan di era globalisasi saat ini mengalami krisis nilai. Pendidikan hanya menghasilkan output-output yang pintar secara kognitif, menguasai teori dan teknologi tetapi kering dari nilai-nilai kemanusiaan dan sosial (dehumanisasi). Sebagai solusinya, pendidikan sebagai investasi haruslah mampu “memanusiakan manusia”; mengintegrasikan human being dan technobeing atau keterpaduan sains dan agama, dan reparadigmatisasi pendidikan dengan value approach, social cultural approach, cognitif skill approach dan political policy approach tentu saja sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dalam rangka membentuk generasi profesional, bermoral, bertanggung jawab dan bermartabat.
Pengaruh Globalisasi dan Era Disrupsi terhadap Pendidikan dan Nilai-Nilai Keislaman Fikri, Ali
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.275 KB) | DOI: 10.32533/03106.2019

Abstract

Globalisasi telah menghilangkan sekat-sekat atau batas-batas antar negara; globalisasi juga telah mempersatukan dunia dalam satu komunitas “perkampungan dunia” atau global village. Kesatuan  komunitas dalam perkampungan dunia itu hampir mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek itu telah  mempengaruhi kehidupan manusia, baik dalam skala lokal seperti antar kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Bahkan dalam skala yang lebih luas seperti antar budaya, agama, profesi, dan bahkan antar bangsa. Era disrupsi merupakan bagian dari globalisasi, sebagai akibat dari digitalisasi dan evolusi teknologi. Kompleksitas pengaruh ini membuat setiap komunitas termasuk ‘Umat Islam’ secara tak terelakkan harus mengkaji dan menyikapi dampak-dampak globalisasi dan era disrupsi tersebut terhadap kehidupan dan pergaulan  mereka, khususnya pendidikan dan nilai-nilai keislaman yang semakin meredup. Tulisan ini memfokuskan pada pengaruh globalisasi dan era disrupsi terhadap pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Tulisan ini menegaskan bahwa globalisasi dan era disrupsi bisa didialogkan kembali dengan masyarakat Islam masa kini tanpa meredupkan nilai-nilai keislaman yang telah ada. Kita bisa melihat bagaimana pendidikan terdisrupsi oleh globalisasi dan bagaimana berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam tata dunia baru yang universal.
Adult Attachment for Reconstructing Adolescents’ Learning Identity and Awareness Dewi, Ratna Sari; Nurhayati, Nurhayati
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.059 KB) | DOI: 10.32533/03101.2019

Abstract

This study explored how adolescents reconstructed their roles as learners through learning identity and awareness by adult involvement in Sukma Bangsa Pidie (SBP) School. In order to monitor students’ attitudes and learning aspects’ progress, this research employed several observations and interviews (groups and individuals) either by videotaping or voice recording, also students’ database records from school information system (called SISTO). The previous findings advocated that there were variations in the way adolescents performed their learning identity that might encourage them to achieve different degrees of motivation, self-perceptions (self-efficacy, self-concept, and self-esteem), autonomy, and self-development towards their identity as learners. In the other study, the authors also found that students in SBP School were in various categories regarding their levels of learning awareness. It was exhibited by how students dealt with their own learning approaches and how high their existing willingness to learn was. The different levels of learning awareness were survival, establishing stability, approval, and loving to learn. Both learner identity and learner awareness level were almost similar in the way that adolescents experienced. As argued by previous well-known researchers, the child would grow as a good learner with positive improvement of self-concept and self-esteem. Also, the formation of positive self-esteem in adolescence became a bridge towards their success as demanding learners. Furthermore, adult (in this case teachers and parents) involvement with adolescents’ learning approaches may embolden the learners to become less or more autonomous people. Positive adult attachment therefore is pivotal to moderate students who have either low willingness to study or low self-conception. This study ultimately confirmed that there was a reciprocal relationship between learner identity (motivation, self-perceptions, autonomy, self-development) and learner awareness (survival, establishing stability, approval, loving to learn), then further will support the integrated effects on learner autonomy.
Dunia Pendidikan dan Pengembangan Daya Kreatif Fachruddin, Fuad
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.438 KB) | DOI: 10.32533/03104.2019

Abstract

Arus global memberi pengaruh kuat terhadap kebijakan, praktik, dan kelembagaan pendidikan. Pendidikan dihadapkan kepada tuntutan fleksibilitas dan adaptasiuntuk menyahuti tuntutan dan kesempatan dunia kerja. Kegiatan kelas (pembelajaran) hendaknya   memberi  peserta didik bekal yang diperlukan untuk hidup berdampingan dengan mereka yang berlatarbelakang sosio-kultural, politik, ideologi dan agama yang beragam. Daya Kreatif (creatrive power) yang mencakup berpikir kreatif, sikap kreatif (creative behavior) dan amaliah kreatif merupakan anugrah Tuhan kepada setiap individu  yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan. Pengaktualan daya kreatif sangat dipengaruhi banyak faktor seperti pendekatan dan model pendidikan yang diberikan.  Pengembangan kreatifitas dalam kelas (pembelajaran) akan menghasilkan peserta didik kreatif dan peserta didik kreatif pada umumnya memiliki kemampuan lebih tinggi  dan tangguh dibanding peserta didik biasa [tidak kreatif]. Kemampuan berfikir kreatif sebagai komponen kreatif akan menghasilkan pembelajaran efektif atau lebih jauh mengembangkan daya nalar tinggi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan pembelajaran. Pengembangan potensi kreatif peserta didik akan menghasilkan superior learning. Hal tersebut akan terwujud mankala  (a) guru-pendidik dibekali dengan kompetensi mengajar kreatif, (b)  Pemimpin sekolah memberi peluang atau kebebasan dan restu kepada warga masyarakat sekolah (guru, peserta didik, staf) mengekspresikan kreatifitasnya, (c) lingkugan fisik dan sosial  dan fasilitas sarana yang mendukung terhadap penumbuhan daya kreatif peserta didik.
Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Cooperative Learning terhadap Prestasi Belajar di SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta Wasito, Wasito
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.168 KB) | DOI: 10.32533/03103.2019

Abstract

Motivasi dan penerapan metode belajar dalam pembelajaran dapat membantu banyak hal diantaranya berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Salah satu metode tersebut adalah metode kooperatif. Metode ini merupakan suatu metode yang menggunakan pendekatan komunikatif dalam bentuk kelompok-kelompok kecil, yang terdiri antara 4-5 orang dalam setiap kelompok. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa motivasi belajar dan pembelajaran kooperatif berperan positif terhadap prestasi belajar. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas IV di Sekolah Dasar Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta, yang terdiri dari 17 laki-laki dan 21 perempuan. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi 2 prediktor, nilai koefisien korelasi (R) dikonversi dalam nilai F sebesar 0.225 dengan p=0.799 (p>0.05), hasilnya menunjukkan bahwasannya tidak ada hubungan antara motivasi belajar dan pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar siswa. Sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar tidak dapat diprediksi dari motivasi belajar dan metode pembelajaran kooperatif. Dengan kata lain, siswa yang mempunyai motivasi belajar dengan metode belajar kooperatif tidak dapat meningkatkan atau menurunkan prestasi belajar.
Aktualisasi Wacana Critical Pedagogy Menuju Pendidikan Inklusif Irwansyah, Yadri
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.536 KB) | DOI: 10.32533/03102.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana jika wacana critical pedagogy di aktualisasikan dapat membentuk satu model pendidikan baru yang lebih inklusif sekaligus anti diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang sulit mendapat akses pendidikan karna keterbatasan biaya dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus secara fisik. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengumpulkan dan mengkaji sumber-sumber referensi buku dan tulisan-tulisan lain yang relevan terhadap penelitian ini. Dengan jalan menganalisis dan meyimpulkan antara teori dan temuan fakta di lapangan. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa critical pedagogy adalah satu konsep kritis dalam pendidikan yang menginginkan semua unsur yang terlibat dalam institusi pendidikan dari mulai penyelenggara administrasi pendidikan, pendidik dan peserta didik dosen-mahasiswa, guru – murid harus memiliki pemahaman tentang critiqal pedagogy agar mampu membaca dan melihat fenomena-fenomen yang terjadi di dunia pendidikan kita pada hari ini, tidak hanya berdiam diri dan berpangku tangan terhadap masalah-masalah pendidikan saat ini, agar praktek-praktek eksklusi terhadap peserta didik bisa di tekan. Hasil dari rekomendasi pemahaman tersebut adalah kebijakan-kebijakan yang terukur terhadap mereka yang kekurangan biaya dan kelompok yang memiliki kebutuhan khsusus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6