cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023): April" : 12 Documents clear
Dokumentasi Pelaksanaan Tradisi Hajat Laut pada Media E-Booklet dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal Kabupaten Pangandaran Ani Nuraini; Ute Lies Siti Khadijah; Saleh Radiah
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10220

Abstract

Tradisi Hajat Laut merupakan salah satu kearifan lokal yang ada di Kabupaten Pangandara. Tradisi Hajat Laut dilaksanakan secara turun temurun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Kabupaten Pangandaran kepada Allah SWT atas diberikannya rezeki baik dari laut maupun dari darat. Akan tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui secara jelas makna dari Tradisi Hajat Laut, dan belum tersedianya media dokumentasi khusus untuk menyimpan setiap dokumentasi dari tradisi tersebut. Media dokumentasi sangat berperan penting dalam memelihara nilai-nilai dan informasi dari Tradisi Hajat Laut, sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian dari penelitian ini untuk merancang media dokumentasi Tradisi Hajat Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan action research berdasarkan model Kurt Lewin yang terdiri dari planning (perencanaan), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflecting (refleksi). Data penelitian diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, serta melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari penelitian yang dilakukan menghasilkan media dokumentasi dalam bentuk e-booklet khusus mengenai Tradisi Hajat Laut yang akan dimuat di website disparbud.pangandarankab.go.id. Melalui media dokumentasi pada e-booklet ini dinilai dapat dengan mudah dipelajari, diperbanyak, dan disebarluaskan sehingga dapat menambah wawasan masyarakat, dan menjadi salah satu upaya dalam melindungi, mempertahankan, serta melestarikan nilai budaya yang terkandung didalamnya.
Nilai Kearifan Lokal Upacara Petik Laut Muncar Sebagai Simbol Penghargaan Nelayan Terhadap Limpahan Hasil Laut Eka Nurmalasari
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9749

Abstract

Upacara petik laut merupakan bentuk ungkapan penghargaan masyarakat nelayan terhadap laut yang telah menjadi sumber kehidupan. Disisi lain juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi keselamatan dan limpahan rezeki melalui hasil laut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji sejarah dan perkembangan budaya upacara petik laut yang dilakukan masyarakat Muncar serta makna dan nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara tersebut melalui penelitian studi pustaka untuk menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Upacara petik laut merupakan acara wajib yang dilaksankan oleh masyarakat Muncar setiap tahun sekali tepat pada tanggal 15 bulan Suro. Upacara ini telah dilaksanakan tercatat sejak tahun 1901, namun sudah berlangsung lama jauh sebelum tahun 1901 dan masih terpelihara hingga kini. Berdasarkan unsur-unsur yang digunakan dalam ritual upacara dan prosesi pelaksanaan ritual petik laut dapat disimpulkan bahwa upacara ini merupakan akulturasi budaya prasejarah dan islam. Perkembangan era modern tidak membuat upacara petik laut menghilang namun tetap lestari dan mengalami perubahan serta perkembangan. Hal tersebut tidak terlepas dari masyarakat pendukungnya yang tetap melestarikan dan mempertahankannya sebagai tradisi karena memiliki manfaat sehingga dapat dikatakan juga sebagai kearifan lokal. Inti dari prosesi upacara petik laut adalah larung sesaji dan pada perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh berbagai unsur budaya islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara petik laut bukan hanya sekedar budaya atau tradisi masyarakat muncar melainkan bentuk kearifan lokal yang memiliki manfaat dan nilai yang dapat digunakan di kehidupan modern. Manfaat dari petik laut ini adalah untuk menjaga kelestarian laut serta mengandung berbagai nilai penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu nilai gotong royong, sosial, estetika, dan religi. 

Page 2 of 2 | Total Record : 12