cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2026)" : 1 Documents clear
Strategi Diversifikasi Energi Uni Eropa Pasca Krisis Ukraina melalui REPowerEU Rahmadan, Yanuar; Samudra, Faurezi; Ramadhony, Farid
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v11i1.9348

Abstract

Eskalasi konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022 telah memicu krisis di Kawasan Eropa, termasuk mengancam keamanan energi negara-negara anggota Uni Eropa yang telah lama bergantung pada pasokan energi dari luar kawasan Eropa. Sebagai respon atas eskalasi konflik tersebut, Uni Eropa mengeluarkan paket kebijakan REPowerEU untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dari Rusia serta untuk memperkuat ketahanan energi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi diversifikasi energi Uni Eropa melalui paket kebijakan REPowerEU hingga tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka perspektif neorealisme dan konsep keamanan energi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Uni Eropa berhasil mengurangi ketergantungannya pada energi fosil dari Rusia melalui diversifikasi impor energi, terutama liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat dan melalui upaya percepatan transisi energi terbarukan. Meskipun demikian, kondisi ini turut menciptakan bentuk ketergantungan dan resiko baru, seperti volatilitas pasar LNG global, peningkatan biaya energi industri, ketergantungan terhadap teknologi energi bersih pada Tiongkok, serta munculnya potensi meningkatnya anggaran melalui paket kebijakan ReArm Europe.

Page 1 of 1 | Total Record : 1