cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Analisis Fourth-Generation War Dalam Perang Insurgensi: Studi Kasus Pemberontakan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ezln) Di Meksiko Gunawan Lestari Elake
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.261 KB) | DOI: 10.52447/gij.v4i1.1196

Abstract

Like the story of asymmetric fight between David and Goliath, Insurgency war is also the story of an asymmetrical warfare in which highly advanced military parties (usually the State Governments) are often struggling and even failing against small group of insurgents. By taking the case of the Zapatista National Liberation Army (EZLN) uprising, this paper aims to analyze why this armed rebel with poorly military equipments is able to relatively succeded in striving for its political agenda. In doing so, this paper used the concept of Fourth Generation War that emphasizes the importance of using all available networks to attacks the minds of enemy decision makers to destroy their political will. The author show that the main factor that determined EZLN’s trump is its ability to use three important networks, namely; a) Indian communities, b) national and international civil society and, c) internet and independent media networks as means in disseminating their grievances and alternatives. Keywords: insurgency, asymmetry warfare, fourth generation war, EZLN, networks
STRATEGI DIPLOMASI PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN ARAB SAUDI PADA TAHUN 2014-2016 Elda Agustina Qomaria
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.228 KB) | DOI: 10.52447/gij.v4i1.1413

Abstract

Sektor Pariwisata adalah salah satu sektor yang mengalami peningkatan sangat pesat dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi. Sehingga Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo memberikan tugas kepada Kementerian Pariwisata untuk giat mencari strategi dan upaya untuk meningkatkan arus wisatawan mancanegara, khusus dalam penelitian ini wisatawan Arab Saudi karena Arab Saudi adalah negara pengunjung terbesar sekitar 87,33% dari total kunjungan wisatawan Timur Tengah.Sehingga rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi yang digunakan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia pada tahun 2014-2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi diplomasi yang digunakan Pemerintah Indonesia meningkatkan wisatawan Arab Saudi.Strategi yang digunakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata yaitu Diplomasi yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan wisatawan Arab Saudi dengan menggunakan Paradiplomasi dan  Multi Track Diplomacy: 9 Track Diplomacy yang lebih fokus pada track Pemerintah, track non-Pemerintah, track bisnis, track warga negara, track penelitian/pelatihan dan pendidikan serta track media. Dari kegiatan yang dijalankan Kementerian Pariwisata yaitu Pameran, Misi Penjualan/Sales Mission, Familiarization Trip (FamTrip) dan Festival. Penerapan strategi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kunjungan wisatawan Arab Saudi telah dilakukan dengan baik. Pemerintah Indonesia menjalin diplomasi secara efektif untuk menciptakan saling pengertian dalam menjembatani informasi tentang pariwisata Indonesia serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kunjungan wisatawan Arab Saudi.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan liberary research dengan panduan interview staff khusus kajian Timur Tengah Kementerian Pariwisata. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti dapatkan, maka penerapan strategi Paradiplomasi dan 9 track diplomacy dalam mempublikasi pariwisata Indonesia telah dilakukan melalui tahap yang telah direncanakan melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah hingga pihak swasta untuk mengikuti berbagai event-event di Arab Saudi hingga Timur Tengah, sehingga memperluas pengetahuan masyarakat Arab Saudi tentang pariwisata Indonesia.Kata Kunci : Indonesia-Arab Saudi, Peningkatan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia, Paradiplomasi, Multi Track Diplomacy.
Penguatan Sistem Keamanan Amerika Serikat Dalam Upaya Penanggulangan Wabah Ebola Pada Tahun 2014 Nungky Haryani
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.392 KB) | DOI: 10.52447/gij.v4i1.1619

Abstract

Tulisan ini membahas tentang penguatan sistem keamanan Amerika Serikat dalam upaya penanggulangan penyebaran Wabah Ebola pada tahun 2014. Tujuan penulisan penelitian ini adalah, (1) Mengetahui bagaimana perkembangan virus Ebola tahun 2014 sehingga menjadi ancaman ancaman bersama,(2) Mengetahui bagaimana upaya Amerika Serikat dalam penanggulangan virus Ebola di Afrika Barat di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan konsep ancaman transnasional, keamanan nasional, dan Human Security. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan format penelitian studi kasus. Data dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka, untuk membantu penulis dalam mengumpulkan data penelitian.Hasil penelitian ini adalah penyebaran virus Ebola yang meluas tahun 2014, disebabkan mudahnya penularan virus dari satu orang ke orang lain, selain itu didukung adanya globalisasi yang memudahkan perpindahan orang, barang, dsb sehingga virus Ebola dapat menyebar. Penyebaran virus Ebola yang semakin meluas, menuntut negara-negara di dunia termasuk Amerika Serikat untuk menanggulangi penyebarannya, baik di dalam negeri ataupun luar negeri.  Keywords: Virus Ebola, Transnational Threat, National Security, and Human Security
Poverty, Deprivation, and Social Exclusion as Source of Violent Conflict: Case Study of West Papua Post-New Order Era Made Fitri Maya Padmi
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.242 KB) | DOI: 10.52447/gij.v4i1.1659

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas mengenai kompleksitas hubungan antara kemiskinan dan konflik kekerasan. Konflik kekerasan selalu mengakibatkan kerugian dalam hal nyawa manusia, ekonomi dan kehidupan social, dan juga merupakan sumber utama dari kemiskinan dan keterbelakangan pembangunan. Tulisan ini juga membahas tentang keterkaitan antara keterbatasan sumber daya, keterkucilan dalam kehidupan social dan kemiskinan akan meningkatkan rasa ketidaksetaraan yang dapat menimbulkan kekerasan. Kemiskinan membuat suatu masyarakat menjadi lebih rentan terhadap provokasi-provokasi untuk melakukan tindak kekerasan; kerentanan ini disebabkan oleh rasa ketidakadilan dan bahwa kekerasan dapat memberikan solusi yang lebih terhadap permasalahan yang ada. Tulisan ini mengambil contoh kasus di Papua Barat dimana kondisi kemiskinan dan keterkucilan social saling berkaitan. Dan dalam konflik ini dapat terlihat bahwa kekerasan struktural dapat menghasilkan dan melanggengkan kemiskinan.Kata kunci: Deprivasi, Kemiskinan, Keterkucilan Sosial, Konflik Kekerasan, Papua. AbstractThis article discuses about the complexity of causal relation between poverty and violent conflict. Violent conflicts have huge human, economic, and social costs and are a major cause of poverty and underdevelopment. The article suggests that the coupling between deprivation, social exclusion and poverty increases the significance of inequality and may contribute to violence. Poverty conditions make the victims more vulnerable to being provoked into committing violent actions; this vulnerability is due to the grievance of deprivation and the incentives that the violence offers given the misery of the present condition. This paper takes the West Papua conflict as an example in which the conditions of poverty and social exclusion are entrenched. The violent conflict in West Papua, Indonesia has shown the pattern that structural violence can produce and sustain poverty.Keywords: Deprivation, Papua, Poverty, Social Exclusion, Violent Conflict
Upaya Penanganan Tingkat Perdagangan Satwa Liar oleh Pemeritah Indonesia Pada Tahun 2013-2016 Ani Khoirunnisa; Pricille Pricille
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.744 KB) | DOI: 10.52447/gij.v4i1.1665

Abstract

ABSTRACTWildlife trade is a wild trade in protected animals without regard to the existing rules. Some people are still buying and selling animals protected illegally, both buying and selling transactions that are alive to be maintained , or in the form of animals that have been preseerved. In fact, the trade in these animals has caused considerable losses for Indonesia. This wildlife trade cae is not carried out only by individuals but there is an organized as consumers of every product from wild animals. Therefore one of the efforts made by Indonesia is to conduct various international collaborations, because in responding to the case of wildlife trade, it is not enough only from law enforcement, and involving more than one country, international coopeeration is needed.The research method that writer used is a qualitative method with a descriptive type of research approach that is by describing phenomenas that occur to find out the efforts of the Indonesia government in handling the level of wildlife trade in the period 2013-2016.With the cooperation efforts carried out by the Indonesia government to help cover the shortcomings and constraints faced by the Indonesian government regarding the lack of human resources and also substantial financial resources to overcome the practice of wildlife trade. Keywords: Wildlife Trade, Green Politics, International Cooperation, International Organizations

Page 1 of 1 | Total Record : 5