cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 4 Documents clear
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN DESTINASI PARIWISATA INTERNASIONAL DI KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2013-2019 Fitria Fenty Wulandari; Indrawati Indrawati
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i1.4439

Abstract

ABSTRACTIndonesia has enormous tourism potential so that it provides its own benefits for the country to achieve its national interests. For this reason, the Indonesian government continues to encourage the development of the tourism sector in various regions, one of which is Banyuwangi Regency. The discussion in this research is focused on the diplomatic efforts made by the Government of Indonesia and the Government of Banyuwangi Regency to introduce tourism in the international arena. In writing this paper, researchers used the concepts of National Interest, Public Diplomacy, and Paradiplomacy. The research method used is descriptive qualitative with literature study data collection techniques that examine a number of books, official documents, scientific articles, journals, and electronic media. Based on the research results that the researchers obtained, public diplomacy carried out by the Government of Indonesia and the Government of Banyuwangi Regency is running well by promoting Banyuwangi tourism through “Wonderful Indonesia”, the use of sports tourism, and the use of ecotourism and community-based tourism. The achievements obtained from public diplomacy have also had a positive impact on increasing the number of foreign tourist visits as well as improving the economy for Indonesia, especially Banyuwangi Regency. Keywords: Indonesia, Banyuwangi Regency, National Interest, Public Diplomacy, Paradiplomacy.ABSTRAK            Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar sehingga memberikan keuntungan tersendiri bagi negara guna mencapai kepentingan nasionalnya. Untuk itu Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan sektor pariwisata di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Banyuwangi. Pembahasan pada penelitian ini difokuskan terhadap upaya diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkenalkan pariwisatanya di kancah internasional. Dalam penulisan skripsi ini, peneliti menggunakan konsep Kepentingan Nasional, Diplomasi Publik, serta Paradiplomasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka yang menelaah sejumlah buku, dokumen resmi, artikel ilmiah, jurnal, serta media elektronik. Bedasarkan hasil penelitian yang peneliti dapatkan, diplomasi publik yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berjalan baik dengan melakukan upaya promosi pariwisata Banyuwangi melalui “Wonderful Indonesia”, penggunaan wisata olahraga, serta penggunaan ekoturisme dan pariwisata berbasis masyarakat. Capaian yang diperoleh dari diplomasi publik juga memberikan dampak positif bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara serta peningkatan ekonomi terhadap Indonesia, khususnya Kabupaten Banyuwangi.Kata Kunci : Indonesia, Kabupaten Banyuwangi, Kepentingan Nasional, Diplomasi Publik, Paradiplomasi.  
Peranan Asian Development Bank Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia tahun 2016-2020 salsabila faadhilah; Syafira Maulina Wijaya; Almira Rahma; Muhammad Firdaus
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i1.4084

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui mengenai peranan Asian Development Bank terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui Asian Development Bank  (ADB) atau yang dikenal juga sebagai Bank Pembangunan Asia adalah sebuah lembaga keuangan multilateral dengan tujuan untuk menangani dan memerangi kasus kemiskinan yang ada di negara-negara Asia dan juga pasifik, Lembaga perbankan internasional tentunya memiliki peran krusial dan juga penting dalam melakukan perbaikan serta peningkatan ekonomi dan pembangunan di suatu negara, kemudian bagaimana cara mereka berperan dan apa saja perannya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah hal yang akan dibahas dalam penelitian kali ini. Penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif dalam menjelaskan masalah-masalah yang ada dalam penelitiannya dan dalam pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber seperti jurnal, buku-buku, serta website institusi resmi. Hasil dari pembahasan penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa dengan adanya Asian Development Bank (ADB) memiliki pengaruh yang penting untuk keberlangsungan pembangunan dan stabilitas ekonomi bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia. ADB banyak membantu Indonesia dalam berbagai bidang
ЅTRАTЕGІ АMЕRІKА ЅЕRІKАT MЕMBЕNDUNG DОMІNАЅІ TІОNGKОK DІ АЅІА MЕLАLUІ ІNDО-PАЅІFІK Agung Yudhistira Nugroho; Wіntа Br Pаndіа
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i1.4435

Abstract

ABSTRACT            The statement of nUnited States President Donald Trump "You Say Asia-Pacific, I Say Indo-Pacific" suggests for changes in the geopolitical concentration of the United States in Asia to increase influence in the region. The progressive steps taken by America are contained in the concept of "free open Indo-Pacific" which involves several countries in Asia as the US grand strategy. The presence of the United States alliance or the designation in the Indo-Pacific, namely The Quad emphasized the seriousness of the United States in working on the Indo-Pacific concept. The Indo-Pacific which is promoted by the United States aims to stem the influence of China domination after the United States' exit in the Trans Pacific Partnership (TPP) cooperation forum. America needs a new 'container' to be able to increase its influence in the Asian region and the Indo-Pacific concept is the answer. The Indo-Pacific United States which promotes cooperation and investment is prepared as the main strategy using the concepts of geopolitics and geoeconomics. The United States in the Indo-Pacific again reaffirmed the existence of hegemonic power coupled with moving the quad as an additional strength of the United States in the region. Opportunities and challenges will be faced by the United States in implementing this strategy, as well as countries that are members of the quad, it cannot be denied that the interests to be achieved in the future will be different. In addition to the anarchic international system, there is the term that there is no "eternal friend", but eternal importance. Keywords: Indo-Pacific, Strategy, United States, Hegemony, Investment, Cooperation AbstrakPernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump “You Say Asia-Pasifik, I Say Indo-Pacific” mengisyaratkan bagi perubahan konsentrasi geopolitik Amerika Serikat di Asia untuk meningkatkan pengaruh di kawasan. Langkah progesif yang ditempuh Amerika tertuang dalam konsep “free open Indo-Pacific” yang melibatkan beberapa negara di Asia sebagai grand strategy AS. Hadirnya negara aliansi Amerika Serikat atau sebutan dalam Indo-Pasifik, yaitu The Quad menegaskan keseriusan Amerika Serikat dalam menggarap konsep Indo-Pasifik. Indo-Pasifik yang diusung oleh Amerika Serikat bertujuan untuk membendung pengaruh dominasi Tiongkok setelah keluarnya Amerika Serikat dalam forum kerja sama Trans Pacific Partnership (TPP). Amerika membutuhkan ‘wadah’ baru untuk dapat kembali meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia dan konsep Indo-Pasifik adalah jawabannya. Indo-Pasifik Amerika Serikat yang mengedepankan kerja sama dan investasi disusun sebagai strategi utama dengan menggunakan konsep geopolitik dan geoekonomi. Amerika Serikat dalam Indo-Pasifik kembali  menegaskan eksistensi sebagai kekuatan hegemon dibarengi dengan menggerakkan the quad sebagai kekuatan tambahan Amerika Serikat di kawasan. Peluang dan tantangan akan banyak dihadapi oleh Amerika Serikat dalam melaksanakan strategi tersebut, seperti halnya negara-negara yang tergabung dalam the quad, tidak dapat dibantah bahwasanya kepentingan yang ingin dicapai kedepannya akan berbeda. Di tambah dalam sistem internasional yang anarki ada istilah tidak ada “teman abadi”, melainkan kepentingan selamanya yang abadi. Kata Kunci: Indo-Pasifik, Strategi, Amerika Serikat, Hegemoni, Investasi, Kerja sama 
Redifining Gender Role During Wartime: Power Relations, Disparities and Impacts Made Fitri Padmi
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i1.4438

Abstract

AbstrakKarya tulis ini mencoba untuk membuat suatu hubungan antara manusia dan peperangan, dan menganalisa peran dari suatu gender dalam masa perang. Perspektif gender memiliki peran yang signifikan, tidak hanya dalam membentuk dan menjalankan perang, tetapi juga terhadap dampak dari perang. Di berbagai budaya, masyarakat menentukan perannya berdasarkan perbedaan gender, termasuk di dalamnya peran masyarakat pada masa perang. Perang dan militarisasi dipandang sebagai produk maskulin, dan juga bagaimana “memaskulinkan” masyarakat. Sedangkan, Feminisme membawa perspektif yang berbeda untuk memahami peperangan. Pasifis atau karakter damai dari perempuan digunakan untuk menganalisa perdamaian pasca perang. Sebagai hasil, tulisan ini berpendapat bawah suatu hal yang penting untuk memberikan pemahaman yang lebih baik bahwa peperangan bukanlah fenomena yang bebas dari atribut gender. Peperangan juga berperan besar dalam mengkonstuksi hubungan antar gender.Kata kunci: Gender, Feminisme, Maskulinitas, Perang, Militerisasi.AbstractThis paper tries to make correlation between war and people, and to analyse the role of gender perspectives during wartime. Gender perspective plays a significant role not only in shaping and executing warfare, but also in giving the specific impact of war. In many cultures in the world, people determine social roles based on gender disparities, including roles during wartime. War and militarisation are products of the masculine and, at the same time, means of masculinizing people. However, Feminism bring different levels of perspectives on how to understand the war. Pacific or peace characteristics of women are often used to analyse the peace prospect after war. As result, this paper argues that, it is a significant attempt to create better understanding that war is not gender neutral. War plays a massive role in gender construction and impacts greatly on gender relations.Keywords: Gender, Feminism, Masculinity, War, Militarisation

Page 1 of 1 | Total Record : 4