Midwifery Journal
Midwifery Journal publishes the latest peer reviewed research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journal’s publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery Journal provides an interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal"
:
9 Documents
clear
PENGALAMAN PIMPINAN RUANG DALAM MELAKUKAN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA
zakiyah, ana
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408 KB)
ABSTRAKPerawat mempunyai tanggung jawab dalam mengelola pemberian cairan intravena,. Upaya yang dilakukan oleh pimpinan ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan tersebut melalui kegiatan supervisi sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran arti dan makna supervisi pelaksanaan pemberian cairan intravena yang dilakukan oleh pimpinan ruang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi deskriptif, pengumpulan data dengan FGD dan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling dan analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian diidentifikasi 5 tema yaitu pemahaman pimpinan ruang tentang supervisi, mempertahankan kinerja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, pimpinan ruang memberikan dukungan dan dorongan, supervisi yang kurang terstandar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pimpinan ruang perlu memahami, melaksanakan fungsi manajemen guna mendukung kelancaran pelayanan di ruang rawat inap yang menjadi tanggungjawabnya, khususnya pada kegiatan supervisi dapat dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ARV TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA HIV/AIDS
lestari, Indah
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.158 KB)
Terapi antiretroviral (ARV) dilakukan dengan HIV / AIDS dengan meminum obat seumur hidup, untuk menekan jumlah virus. Kebanyakan orang memakai obat antiretroviral (ARV) memiliki beberapa efek samping, salah satunya menurun pada hemoglobin (Hb), yang dipengaruhi oleh durasi faktor terapi dan tingkat CD4. Sebagai akibat dari penggunaan lama obat antiretroviral (ARV) oleh efek samping yang menyebabkan penurunan hemoglobin. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan hubungan lama penggunaan ARV (Antiretroviral) pada tingkat hemoglobin pada orang dengan HIV / AIDS. Desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien HIV / AIDS yang menjalani terapi antiretroviral di Poliklinik VCT di Rumah Sakit Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto sebanyak 65 responden. Sampel sebanyak 25 responden diambil secara purposive sampling. Pengambilan data lama menggunakan obat ARV dengan menggunakan observasi rekam medis dan konsentrasi hemoglobin digunakan alat cek hemoglobin (Hb Quick Chek) dan data sekunder. Uji analisis data menggunakan Spearman rho menunjukkan ? (0,002) <? (0,05), itu berarti bahwa ada hubungan jangka panjang dengan penggunaan kadar hemoglobin ARV obat. Penurunan hemoglobin dapat terjadi karena obat antiretroviral cenderung menghambat enzim reverse transcriptase dan menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang belakang sehingga hemoglobin dalam darah sangat rendah yang menyebabkan anemia. Salah satu cara untuk menekan terjadinya efek samping dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS GATOEL MOJOKERTO
purwati, heni
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.136 KB)
Terapi Hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik dapat merubah kondisi fisik, psikologi, sosial dan ekonomi pasien karena harus dijalani seumur hidupnya. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien sehingga lama menjalani hemodialisis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Kualitas hidup merupakan penilaian yang terfokus pada penerimaan individu terhadap kondisiya. Setiap individu membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk menerima segala kondisinya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS Gatoel Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional design. Populasinya adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebanyak 150 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik nonprobability sampling dengan tipe purposive sampling sebanyak 103 orang. Data diperoleh dari kuesioner KDQoL 36. Hasil penelitian menggunakan uji spearman rho dengan bantuan SPSS V.16 menunjukan p < ? (0,006 < 0,05). Artinya H0 ditolak sehingga, Ada Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal kronik di RS Gatoel Mojokerto. Kualitas hidup pasien mengalami fluktuasi berdasarkan tahapan adaptasi terhadap hemodialisis dan penyakit. Namun sebagian besar pasien menjalani hemodialisis lebih dari 12 bulan memiliki kualitas hidup yang cukup karena pasien sudah terbiasa dengan terapi beserta gejala dan komplikasi yang dirasakanya. Tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup seperti jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendidikan. Pasien juga diharapkan mematuhi anjuran dan larangan yang diberikan guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGALAMAN PIMPINAN RUANG DALAM MELAKUKAN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA
zakiyah, ana
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408 KB)
ABSTRAKPerawat mempunyai tanggung jawab dalam mengelola pemberian cairan intravena,. Upaya yang dilakukan oleh pimpinan ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan tersebut melalui kegiatan supervisi sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran arti dan makna supervisi pelaksanaan pemberian cairan intravena yang dilakukan oleh pimpinan ruang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi deskriptif, pengumpulan data dengan FGD dan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling dan analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian diidentifikasi 5 tema yaitu pemahaman pimpinan ruang tentang supervisi, mempertahankan kinerja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, pimpinan ruang memberikan dukungan dan dorongan, supervisi yang kurang terstandar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pimpinan ruang perlu memahami, melaksanakan fungsi manajemen guna mendukung kelancaran pelayanan di ruang rawat inap yang menjadi tanggungjawabnya, khususnya pada kegiatan supervisi dapat dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ARV TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA HIV/AIDS
lestari, Indah
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.158 KB)
Terapi antiretroviral (ARV) dilakukan dengan HIV / AIDS dengan meminum obat seumur hidup, untuk menekan jumlah virus. Kebanyakan orang memakai obat antiretroviral (ARV) memiliki beberapa efek samping, salah satunya menurun pada hemoglobin (Hb), yang dipengaruhi oleh durasi faktor terapi dan tingkat CD4. Sebagai akibat dari penggunaan lama obat antiretroviral (ARV) oleh efek samping yang menyebabkan penurunan hemoglobin. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan hubungan lama penggunaan ARV (Antiretroviral) pada tingkat hemoglobin pada orang dengan HIV / AIDS. Desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien HIV / AIDS yang menjalani terapi antiretroviral di Poliklinik VCT di Rumah Sakit Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto sebanyak 65 responden. Sampel sebanyak 25 responden diambil secara purposive sampling. Pengambilan data lama menggunakan obat ARV dengan menggunakan observasi rekam medis dan konsentrasi hemoglobin digunakan alat cek hemoglobin (Hb Quick Chek) dan data sekunder. Uji analisis data menggunakan Spearman rho menunjukkan ? (0,002) <? (0,05), itu berarti bahwa ada hubungan jangka panjang dengan penggunaan kadar hemoglobin ARV obat. Penurunan hemoglobin dapat terjadi karena obat antiretroviral cenderung menghambat enzim reverse transcriptase dan menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang belakang sehingga hemoglobin dalam darah sangat rendah yang menyebabkan anemia. Salah satu cara untuk menekan terjadinya efek samping dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS GATOEL MOJOKERTO
purwati, heni
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.136 KB)
Terapi Hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik dapat merubah kondisi fisik, psikologi, sosial dan ekonomi pasien karena harus dijalani seumur hidupnya. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien sehingga lama menjalani hemodialisis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Kualitas hidup merupakan penilaian yang terfokus pada penerimaan individu terhadap kondisiya. Setiap individu membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk menerima segala kondisinya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS Gatoel Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional design. Populasinya adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sebanyak 150 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik nonprobability sampling dengan tipe purposive sampling sebanyak 103 orang. Data diperoleh dari kuesioner KDQoL 36. Hasil penelitian menggunakan uji spearman rho dengan bantuan SPSS V.16 menunjukan p < ? (0,006 < 0,05). Artinya H0 ditolak sehingga, Ada Hubungan antara Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal kronik di RS Gatoel Mojokerto. Kualitas hidup pasien mengalami fluktuasi berdasarkan tahapan adaptasi terhadap hemodialisis dan penyakit. Namun sebagian besar pasien menjalani hemodialisis lebih dari 12 bulan memiliki kualitas hidup yang cukup karena pasien sudah terbiasa dengan terapi beserta gejala dan komplikasi yang dirasakanya. Tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup seperti jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendidikan. Pasien juga diharapkan mematuhi anjuran dan larangan yang diberikan guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS GATOEL MOJOKERTO
heni purwati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hemodialysis therapy in patients with chronic kidney failure can change the physical, psychological, social and economic conditions of the patient because they must be lived for the rest of his life. This can affect the quality of life of patients so that the length of undergoing hemodialysis is one of the factors that affect the quality of life of patients with chronic renal failure. Quality of life is an assessment that focuses on the individual's acceptance of his condition. Every individual needs different time to accept all conditions. The purpose of the study was to determine the relationship between duration of undergoing hemodialysis and the quality of life of patients with chronic kidney failure in Gatoel Hospital, Mojokerto. This study uses a cross sectional design method. The population is chronic kidney failure patients who undergo hemodialysis as many as 150 people. The research sample was taken using nonprobability sampling technique with purposive sampling type of 103 people. Data obtained from KDQoL 36 questionnaire. The results of the study used the Spearman RHO test with the help of SPSS V.16 showing p (0.006 <0.05). This means that H0 is rejected so that, there is a relationship between the duration of undergoing hemodialysis and the quality of life of chronic kidney failure patients in Gatoel Hospital, Mojokerto. The quality of life of patients has fluctuations based on the stages of adaptation to hemodialysis and disease. However, most patients undergoing hemodialysis for more than 12 months have sufficient quality of life because patients are familiar with the therapy along with the symptoms and complications they feel. But there are other factors that affect quality of life such as gender, marital status and education level. Patients are also expected to adhere to the recommendations and prohibitions given to improve the quality of life of patients.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ARV TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA HIV/AIDS
Indah lestari
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Antiretroviral (ARV) therapy was undertaken with HIV/AIDS by took medication for life, to suppress the amount of virus. Most people took antiretroviral (ARV) drugs had some side effects, one of which decreased in hemoglobin (Hb), which was influenced by factors duration of therapy and CD4 levels. As a result of long use of antiretroviral (ARV) drugs by the side effects that cause a decrease in hemoglobin. The research objective was to determine the relationship of long used of ARV (Antiretroviral) on levels of hemoglobin in people with HIV / AIDS. The research design corelation analytical with cross sectional approach. Entired population HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral therapy in Polyclinic VCT at Prof. Dr. Soekandar Hospital District Mojokerto regency as many as 65 respondents. Samples of 25 respondents took by purposive sampling. Old data retrieval use of ARV drugs by used observations of medical records and hemoglobin concentration used check tool hemoglobin (Hb Quick Chek) and secondary data. Test data analysis using the Spearman rho shows ? (0.002) < ? (0.05), it means that there is a long-standing relationship to the use of ARV drugs hemoglobin levels. Decreases in hemoglobin may occur due to antiretroviral drugs tend to inhibit the enzyme reverse transcriptase and cause damage to the spinal cord so that hemoglobin in the blood is very low which leads to anemia. One way to suppress the occurrence of side effects can be done by taking supplements that can increase the levels of hemoglobin in the blood.
PENGALAMAN PIMPINAN RUANG DALAM MELAKUKAN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA
ana zakiyah
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 3 No 2 (2016): Midfiwery journal
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRACTThe nurse has responsibility in managing the administration of intravenous fluids. Efforts made by space leaders to evaluate the implementation of these actions through supervision activities so as to produce quality services. This study aims to obtain an overview of the meaning and meaning of supervision of the implementation of intravenous fluids carried out by the space manager. The research design used was descriptive phenomenology method, data collection with FGD and in-depth interviews. Participants in this study were taken by purposive sampling and data analysis using the Collaizi method. The results of the study identified 5 themes, namely the understanding of the leadership of the room about supervision, maintaining performance, increasing knowledge and skills, spatial leadership providing support and encouragement, less standardized supervision. Based on the results of the research obtained, space leaders need to understand, carry out management functions to support the smooth functioning of inpatient services that are their responsibility, especially in supervision activities that can be carried out in stages and continuously.