cover
Contact Name
dhona indah kiswari
Contact Email
jurnalmai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
ISSN : 25991701     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur (JSTA) merupakan suatu jurnal ilmiah yang diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia yang mempublikasikan hasil penilitian maupun pemikiran pada semua aspek budidaya (hewan dan tanaman) dalam lingkungan perairan tawar, payau dan asin baik secara alami maupun terkontrol. JSTA diterbitkan 2 kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan satu volume dan 2 nomor.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) dalam Pakan Nugraha, Bayu Avrislistya; Rachmawati, Diana; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.025 KB)

Abstract

Sargassum cristaefolium merupakan salah satu dari jenis rumput laut yang dapat digunakan sebagai feed suplement dan memiliki zat imunostimulan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan sehingga meningkat pula pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan yang menghasilkan laju pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik untuk ikan nila salin (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2017 di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) Jepara. Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah ikan nila salin dengan rerata bobot awal sebesar 6,6±0,23 g/ekor. Pakan uji yang digunakan yaitu pakan dengan penambahan tepung S. cristaefolium yang berbeda (0, 1, 2, dan 3%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Penelitian ini dilakuan selama 42 hari, data yang diperoleh meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Perbedaan tingkat penambahan tepung S. cristaefolium pada pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER dan SGR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan.  Kualitas air pada media pemeliharaan masih dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Dosis terbaik penambahan S. Cristaefolium yang menghasilkan nilai tertinggi pada TKP (246,25 g), EPP (53,84%), PER (1,63%) dan SGR (2,01%/hari) adalah 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung S. cristaefolium pada dosis 2% merupakan dosis yang paling efektif menghasilkan nilai laju total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER) dan pertumbuhan spesifik (SGR) terbaik.
Pengaruh Media Pemeliharaan yang Berbeda dengan Pemberian Pakan Mengandung Enzim Papain terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Pranandhira, GP Mahara; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.103 KB)

Abstract

Teknologi bioflok merupakan teknologi penggunaan bakteri, baik heterotrof maupun autotrof yang dapat mengonversi limbah organik secara intensif menjadi kumpulan mikroorganisme yang berbentuk sebuah flok yang dapat dimanfaatkan oleh ikan sebagai sumber makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan spesifik dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan patin (Pangasius hypopthalmus) yang dipelihara dalam media yang berbeda dengan pemberian pakan yang mengandung 0,25% enzim papain. Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan patin dengan bobot rata-rata sebesar 3,63±1,9 g/ekor. Ikan uji dipelihara dengan padat penebaran sebesar 1 ekor/L selama 42 hari.  Pakan uji yang digunakan yaitu pakan dengan pemberian enzim papain 0,25%dan diberikan secara at satiation. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan,yaitu A (media pemeliharaan air tawar), B (media pemeliharaan bioflok C/N 18) dan C (media pemeliharaan probiotik 1 mL/L). Parameter yang diamati meliputi efisiensi pemanfatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), jumlah konsumsi pakan (TKP), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan kelulushidupan (SR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan dengan media bioflok dan media probiotik memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap EPP danPER, namun tidak berpengaruh nyata terhadap TKP, SGR, dan SR benih ikan patin. Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan bahwa pada pemeliharaan dengan media bioflok memberikan hasil terbaik pada  TKP (109,86 g), EPP (75,94%), SGR (1,81%/hari), PER (2,50%), dan tingkat kelulushidupan (96,67%) sehingga dapat disimpulkan bahwa media bioflok dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin (P. Hypopthalmus).
Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) sebagai Feed Supplement untuk Meningkatkan Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal) Sambito, Mohammad Hendarwan; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.569 KB)

Abstract

Alga coklat (Sargassum cristaefolium) merupakan salah satu jenis rumput laut yang potensial sebagai feed supplement pakan ikan bandeng. Alga coklat (S. cristaefolium) diketahui mengandung zat imunostimulan dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan mengetahui dosis terbaik penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan sebagai feed supplement untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan performa pertumbuhan ikan bandeng (C. chanos). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) dengan bobot individu rata-rata 1,76 ± 0,03 g/ekor. Penelitian ini dilakukan di LPWP Jepara.  Ikan bandeng (C. chanos) dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/L selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu penambahan 0%, 1%, 2%, dan 3% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan buatan. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Berdasarkan uji ANOVA diperoleh hasil bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, dan SGR, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Perlakuan C (pakan uji dengan penambahan tepung alga coklat Sargassum sp. sebesar 2%) menghasilkan TKP (82,93 g), EPP (57,09%), PER (1,74%), dan SGR (3,17%/hari). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji.  Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) merupakan dosis terbaik terhadap peningkatan EPP dan performa SGR ikan bandeng (C. chanos).
Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) dalam Pakan Buatan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) Annisa, Rury Dwi; Subandiyono, Subandiyono; Sudaryono, Agung
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.562 KB)

Abstract

Sargassum cristaefolium merupakan salah satu dari jenis rumput laut yang dapat digunakan sebagai feed supplement dan memiliki material imunostimulant yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan sehingga mampu memanfaatkan pakan dengan baik untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus). Variabel yang dikaji meliputi nilai total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis penambahan tepung S. cristaefolium yang berbeda dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (dosis 0%), B (dosis 1%), C  (dosis 2%) dan D (3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, SGR, EPP dan PER dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR.  Perlakuan 2% memberikan nilai performa terbaik pada EPP sebesar 65,89% , PER sebesar 1,66%, dan SGR sebesar 2,27% /hari. Kondisi kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan kerapu (E. fuscoguttatus). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan mampu meningkatkan nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) ikan kerapu.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) pada Pakan Buatan terhadap Sintasan dan Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Syaputra, Renaldo; Santoso, Limin Santoso; Tarsim, Tarsim
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.914 KB)

Abstract

Ikan gurami menjadi salah satu ikan air tawar yang paling di minati masyarakat Indonesia. Harga pakan yang semakin meningkat mengakibatkan permasalahan dalam kegiatan budidaya ikan gurami, maka untuk menekan biaya pakan perlu dicari bahan baku pakan alternatif.  Salah satunya dengan memanfaatkan daun gamal sebagai bahan baku pakan. Daun gamal memiliki komponen pakan yang berkontribusi terhadap penyediaan materi dan energi untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun gamal (Gliricidia sepium) pada pakan buatan terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (0 %), B (5 %.), C (10 %) dan D (15 %). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova. Pemberian pakan sebanyak dua kali sehari dengan feeding rate 5% selama 60 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan tepung daun gamal (Gliricidia sepium) tidak memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan Gurami (Oshpronemus gouramy) dengan sintasan terbaik pada perlakuan C yaitu sebesar 94,45 % dan dengan pertumbuhan terbaik pada perlakuan C yaitu sebesar 1,13 g. 
Penggunaan Hormon Pertumbuhan Rekombinan (rGH) dalam Memacu Pertumbuhan Larva Ikan Black Ghost (Apteronotus albifrons) Sembiring, Anrey Arganta; Tarsim, Tarsim; C.U., Deny Sapto
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.789 KB)

Abstract

Ikan blackghost adalah ikan hias air tawar yang bernilai ekonomis tinggi. Pertumbuhan ikan yang lambat menjadi kendala dalam memenuhi permintaan pasar sehingga dibutuhkan pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) agar dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan black ghost. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017di Laboratorium Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Ikan yang digunakan memiliki panjang awal 0,5 cm dan berat awal 0,01 g dengan lama pemeliharan 35 hari di akuarium berukuran 15x15x25 cm sebanyak 8 ekor per akuarium. Penelitian menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu larva ikan blackghost tanpa perendaman rGH(A) dan larva ikan blackghost yang direndam hormon rGH sebanyak 1 mg/L, 3 mg/L, dan 5 mg/L (B, C, dan D). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan panjang, berat mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) pada setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak, tetapi tidak berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan blackghost. Kesimpulan yang didapat, pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) sebesar 5 mg/L merupakan dosis terbaik bagi pertumbuhan panjang dan berat larva ikan black ghost karena meningkatkan pertumbuhan larva secara signifikan.
Pengaruh Pemberian Pakan dengan Kadar Protein Berbeda terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Keramba Jaring Apung Yaqin, Muhamad Ainul; Santoso, Limin; Saputra, Suryadi
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.948 KB)

Abstract

Protein adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja pertumbuhan ikan. Kekurangan protein menghasilkan pertumbuhan yang buruk, kelebihan protein menyebabkan peningkatan ekskresi amonia ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein pakan yang optimum untuk performa pertumbuhan ikan kakap putih di KJA. Penelitian menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 (kontrol protein 42%), P1 (protein 37%), dan P2(protein 40%). Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, konversi pakan, bobot mutlak, dan retensi protein. Parameter pendukung yaitu biaya pakan dan kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata (P<0,05) pemberian pakan dengan kadar protein berbeda terhadap performa pertumbuhan ikan kakap putih di KJA. Perlakuan P1(protein 37%) merupakan protein pakan yang optimum untuk ikan kakap putih di KJA karena memiliki performa pertumbuhan terbaik yaitu laju pertumbuhan harian (0,63±0,16 g/hari), bobot mutlak (37,82±9,61 g), konversi pakan (2,27±0,87), retensi protein (12,96±4,17%), dan biaya pakan termurah (Rp 31.638).
Efektifitas Ekstrak Ulva Reticulata Terhadap Infeksi Bakteri Patogen Vibrio alginolyticus dan Vibrio parahaemolyticus pada Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) Secara In – Vitro Mutalib, Yanti; Khartiono, Lady Diana
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.815 KB)

Abstract

Usaha pengendalian vibriosis pada kegiatan budidaya ikan kerapu masih mengandalkan penggunaan obat - obatan atau antibiotik sintetik. Namun penggunaan antibiotik dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan timbulnya masalah yaitu resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik tersebut pada tubuh ikan dan pencemaran lingkungan yang akhirnya dapat membunuh organisme bukan sasaran.  Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh ekstrak rumput laut hijau Ulva reticulata dengan pelarut yang berbeda dalam menghambat atau membunuh pertumbuhan V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus pada ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) serta mengetahui konsentrasi minimum ekstrak rumput laut hijau U. reticulata yang dapat menghambat dan membunuh V. Alginolyticus dan V. parahaemolyticus pada ikan kerapu tikus (C.altivelis). Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan dan kali ulangan yaitu pelarut metanol, metanol+H2O dan pelarut H2O. Uji difusi menggunakan konsentrasi ekstrak Ulva reticulata 2 mg/50 mL dan untuk uji Kosentrasi Hambat Minimum (KHM)  menggunakan konsentrasi ekstrak Ulva reticulata 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 150 ppm, 125 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm, dan 15,625 ppm.  Untuk melihat pengaruh ekstrak rumput laut hijau Ulva reticulata dengan pelarut polar terhadap bakteri V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus maka dianalisis menggunakan One-way Anova. Jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji Tukey untuk melihat perbedaan aktifitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga jenis ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut yang berbeda yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri patogen V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus adalah Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O dengan masing-masing diameter zona hambat 26,33 mm (zona clear/jernih) dan 22,67 mm (zona halo/keruh). Pada pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O terhadap bakteri patogen V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus diperoleh KHM pada konsentrasi 31,25 ppm, karena pada konsentrasi 15,625 ppm ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O terhadap kedua bakteri tersebut sudah tidak memilik zona hambat sama sekali dan pengujian sitotoksisitas menunjukkan tidak ada efek toksik terhadap nauplius Artemia salina, karena masing-masing ekstrak menunjukkan LC50 >1000 ppm. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8