Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektifitas Ekstrak Ulva Reticulata Terhadap Infeksi Bakteri Patogen Vibrio alginolyticus dan Vibrio parahaemolyticus pada Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) Secara In – Vitro Mutalib, Yanti; Khartiono, Lady Diana
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.815 KB)

Abstract

Usaha pengendalian vibriosis pada kegiatan budidaya ikan kerapu masih mengandalkan penggunaan obat - obatan atau antibiotik sintetik. Namun penggunaan antibiotik dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan timbulnya masalah yaitu resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik tersebut pada tubuh ikan dan pencemaran lingkungan yang akhirnya dapat membunuh organisme bukan sasaran.  Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh ekstrak rumput laut hijau Ulva reticulata dengan pelarut yang berbeda dalam menghambat atau membunuh pertumbuhan V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus pada ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) serta mengetahui konsentrasi minimum ekstrak rumput laut hijau U. reticulata yang dapat menghambat dan membunuh V. Alginolyticus dan V. parahaemolyticus pada ikan kerapu tikus (C.altivelis). Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan dan kali ulangan yaitu pelarut metanol, metanol+H2O dan pelarut H2O. Uji difusi menggunakan konsentrasi ekstrak Ulva reticulata 2 mg/50 mL dan untuk uji Kosentrasi Hambat Minimum (KHM)  menggunakan konsentrasi ekstrak Ulva reticulata 2000 ppm, 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 150 ppm, 125 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm, dan 15,625 ppm.  Untuk melihat pengaruh ekstrak rumput laut hijau Ulva reticulata dengan pelarut polar terhadap bakteri V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus maka dianalisis menggunakan One-way Anova. Jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji Tukey untuk melihat perbedaan aktifitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga jenis ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut yang berbeda yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri patogen V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus adalah Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O dengan masing-masing diameter zona hambat 26,33 mm (zona clear/jernih) dan 22,67 mm (zona halo/keruh). Pada pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O terhadap bakteri patogen V. alginolyticus dan V. parahaemolyticus diperoleh KHM pada konsentrasi 31,25 ppm, karena pada konsentrasi 15,625 ppm ekstrak Ulva reticulata dengan pelarut metanol+H2O terhadap kedua bakteri tersebut sudah tidak memilik zona hambat sama sekali dan pengujian sitotoksisitas menunjukkan tidak ada efek toksik terhadap nauplius Artemia salina, karena masing-masing ekstrak menunjukkan LC50 >1000 ppm. 
KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN HUKUM POTENSI PENYU SINORANG PANTAI DI KABUPATEN BANGGAI Rahman, samsu Adi; Agustina, Sri Sukari; Mutalib, Yanti; Gani, Abdul; Sangkia, Frederik Dony; Khartiono, Lady Diana; ., Akram; Trisaputra, Muh. Ikbal; Sululing, Siswadi; Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Gunawan, Iwan; Sutisna, Nana; Agus, Atma
Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v5i2.1652

Abstract

Sinorang Pantai memiliki pantai yang indah dan sering dikunjungi penyu untuk mendarat dan bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan hukum masyarakat Sinorang Pantai, serta merumuskan konsep pengelolaan penyu di Sinorang Pantai. Berdasarkan analisis faktor internal dan faktor eksternal diperoleh hasil bahwa faktor internal pada kajian potensi di Sinorang Pantai terdapat 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi kekuatan dan 5 faktor menjadi kelemahan, sedangkan faktor eksternal kajian penyu di Sinorang Pantai ada 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi peluang dan 5 faktor menjadi ancaman. Salah satu bisnis yang bisa memberikan penghasilan positif bagi masyarakat adalah ekowisata penyu dan rencana pengelolaan ini berada pada kuadran II yaitu Growth.
Penyuluhan Dan Pelatihan Produksi Makanan Berbasis Tepung Rumput Laut Di Desa Tinangkung Kabupaten Bangkep Sululing, Wadi; Mutalib, Yanti; Lutfie, Mukhtar
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat : Edisi Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/pengabdian.v5i1.1648

Abstract

This community-based empowerment (PBM) is entitled: Counseling and Training on Seaweed Flour- Based Food Production in Tinangkung Village, Bangkep Regency. This empowerment aims to empower the potential possessed by the seaweed cultivation group in Tinangkung Village, South Tinangkung District, Bangkep Regency. The problems faced by the "Sumber Mulia" seaweed cultivation group are (1) seaweed is only sold dry at very cheap prices so it does not provide more profits, (2) Lack of knowledge and skills in processing seaweed, (3) Lack of equipment partner group due to lack of business capital, (4) Lack of insight and skills in attractive product packaging, (5) Lack of knowledge in product marketing, (6) Lack of business management knowledge. Training will be provided starting from production techniques, product packaging and marketing, as well as business management. The implementation method applied to achieve PBM objectives is a combination of several approaches, namely counseling, training and providing assistance with production equipment. So it is hoped that one of the main outcomes of PBM is a measurable increase in partner empowerment, in this case an increase in the type and quality of products and an increase in income from sales of processed seaweed products, namely seaweed flour, chips and seaweed sticks, in addition to increasing knowledge and skills regarding production processes, product packaging and marketing, as well as business management.
The Growth of Nannochloropsis sp. Using Wastewater from Vannamei Shrimp and Milkfish Cultivation: Pertumbuhan Nannochloropsis sp. dengan Menggunakan Limbah Cair Budidaya Udang Vaname dan Bandeng Ansar, Muh.; Irmansyah; Darsiani, Darsiani; Yuniati, Dewi; Nur, Fauzia; Tartila, Shobrina Silmi Qori; Harahap, Antoni; Febri, Suri Purnama; Mutalib, Yanti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i2.2025.71-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunnan limbah cair budidaya udang vaname dan bandeng sebagai media pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2024. Selama 9 Hari di Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 (dua) perlakuan masing-masing 3 (tiga) ulangan yaitu perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname), perlakuan B (limbah cair budidaya ikan bandeng. Parameter yang diuji pertumbuhan harian, dan kepadatan populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis ragam (Independent-Samples T Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh penggunaan limbah cair budidaya udang dan bandeng untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. berpengaruh nyata (p<0,05) pada hari ke-4 dengan nilai pertumbuhaan harian tertinggi diperoleh pada perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname) yaitu 71.333 sel/mL. Sedangkan kepadatan populasi tertinggi diperoleh pada perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname) yaitu 54.889 sel/mL, sedangkan perlakuan B 40.889 sel/mL.
PENINGKATAN EKONOMI LOKAL MELALUI PRODUKSI MAKANAN BERBAHAN BAKU IKAN Mutalib, Yanti; Sululing, Siswadi; Ayatullah, Maulana Wahyu; Ogotan, Arianti A.; Sangkia, Frederik Dony
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.125

Abstract

Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat (PBM) ini berjudul: Peningkatan Ekonomi Lokal Melalui Produksi Makanan Berbahan Baku Ikan. Sasaran kegiatan ini adalah istri-istri Nelayan kelompok Poklashar Kadompe di Desa Tinangkung Kec. Tinangkung Selatan Kab. BangKep. Masalah yang dihadapi kelompok mitra adalah (1) ikan hanya dijual mentah dengan harga sangat murah maka keuntungan yang didapat kecil, (2) kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan makanan berbahan baku ikan, (3) kurangnya peralatan karena modal usaha yang terbatas, (4) Kurangnya wawasan dan keterampilan dalam membuat kemasan produk yang menarik, (5) Pengetahuan tentang pemasaran produk yang masih minim, (6) Kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha. Tujuan Program PBM ini adalah memberdayakan istri-istri nelayan di Desa Tinangkung Kec. Tinangkung Selatan Kab. BangKep, dan melatih mitra menjadi pengusaha produk olahan, bakso dan abon ikan. Metode pelaksanaan adalah metode pelatihan dan penyuluhan/sosialisasi mulai dari teknik produksi dan pengemasan produk, teknik promosi dan pemasaran serta manajemen usaha dan pembukuan keuangan kelompok.
PENGGUNAAN EKSTRAK Ulvareticulata DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT VIBRIOSIS DAN PENINGKATAN PRODUKSI IKAN KERAPU Mutalib, Yanti; Sululing, Siswadi; Rosilawati, Ratmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.21924

Abstract

Desa Bantayan adalah salah satu desa penghasil ikan yang berada di wilayah Kecamatan Luwuk Timur di Kabupaten Banggai. Urgensi kelompok mitra adalah (1) ikan kerapu yang dibudidayakan terserang penyakit bakteri patogen yang menyebabkan kematian (2) minimnya pengetahuan pembudidaya ikan kerapu tentang jenis penyakit ikan, tanda-tanda klinis ikan yang terserang penyakit (3) minimnya pengetahuan mengenai cara pengendalian penyakit pada ikan (4) minimnya pengetahuan tentang bahan herbal sebagai antibakteri (5) minimnya pengetahuan mengenai penggunaan dosis dan cara pemberian yang tepat. Tujuan umum Program PBM ini adalah memberdayakan potensi yang dimiliki oleh kelompok nelayan pokdakan “Camar Laut” di desa Bantayan. Target luaran program PBM ini adanya pengetahuan pembudidaya dalam memahami penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri patogen, dan bahan herbal ekstrak ulva reticutala yang dapat membunuh bakteri patogen dan meningkatkan kekebalan tubuh ikan terhadap serangan penyakit, mempercepat pertumbuhan ikan sehingga produktivitas budidaya meningkat. Secara khusus, program ini bertujuan untuk melatih kelompok mitra menjadi pembudidaya ikan kerapu yang paham cara pengendalian penyakit yang menyerang ikan kerapu, pembuatan ektrak ulvareticulta serta penentuan dosis yang tepat, teknik peningkatan produksi dan manajemen usaha serta bantuan bibit ikan kerapu. Luaran utama dari PBM adalah peningkatan pendapatan mitra, publikasi artikel di jurnal terakreditasi SINTA. Luaran yang telah dicapai adalah produk esktrak ulva reticulata yang akan digunakan untuk penanganan pada ikan kerapu yang terserang penyakit dengan cara penggunaan dan dosis yang tepat.
STUDI KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU DI PANTAI SINORANG, DESA SINORANG, KECAMATAN BATUI SELATAN, KABUPATEN BANGGAI SEBAGAI DASAR KELESTARIANNYA Rahman, Samsu Adi; Agustina, Sri Sukari; Mutalib, Yanti; Gani, Abdul; Sangkia, Frederik Dony; Khartiono, Lady Diana; Akram, Akram; Sululing, Siswadi; Trisaputra, Muh. Ikbal; Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Gunawan, Iwan; Sutisna, Nana; Agus, Atma
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.173-185

Abstract

Penelitian ini tentang karakteristik habitat penyu di Pantai Sinorang dengan tujuan untuk mengetahui jenis penyu dan mengetahui karakteristik habitat penyu. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Pesisir Pantai Sinorang pada bulan Juli-Oktober 2020 dengan mengumpulkan data lokasi peneluran penyu, suhu dan kelembaban pasir, lebar pantai, kemiringan permukaan pantai, tutupan vegetasi pantai, lamun, dan karang. Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi penyu ditemukan dua jenis, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricate Linnaeus, 1766) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea Eschscholtz, 1829). Karakteristik habitat penyu berupa vegetasi pantai di dominasi tumbuhan bulu babi (Spinifex littoreus), stasiun yang sering didatangi penyu untuk mendarat dan bertelur, adalah pantai yang berkategori agak curam, landai, dan sangat landai, pantai yang lebar. Ditemukan di stasiun 3 dengan rataan lebar pantai 179 m, stasiun 0,1,2,dan 3 dengan masing-masing lebar pantai yang berukuran sedang dengan rataan lebar pantai 33.6 m, 18.1 m, 13.85 m; pasir pantai tersusun atas dominansi partikel berukuran sedang, kelembapan pasir rata-rata sepanjang lokasi berkisar 19.9%-27.2% dengan kelembaban rata-rata sebesar 24%, Suhu pasir pada kedalaman 35-40 cm pada bulan Juli 26-26.6ºC, Agustus 29.3-30.3ºC, September 30.8-32.0ºC, Oktober 33-36.5ºC. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa habitat penyu di Pantai Sinorang berada pada tingkat kelayakan untuk mendarat dan bertelur. Kawasan Sinorang Pantai dapat dilakukan pengelolaan penyu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ekowisata penyu, dan serta tetap menjaga kelestarian penyu.This study examines the characteristics of turtle habitat in Sinorang Beach. The purpose of this study was to determine the type of turtle and to determine the characteristics of the turtle habitat in Sinorang Beach. The research was carried out along the Sinorang Beach in July-October 2020 by collecting data on turtle nesting locations, sand temperature and humidity, beach width, beach surface slope, beach vegetation cover, seagrass, and coral. The method used is field observation technique and data analysis is done by qualitative descriptive analysis. The results of the identification of turtles found two types, namely the hawksbill turtle (Eretmochelys imbricate Linnaeus, 1766) and the olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea Eschscholtz, 1829). The characteristics of the turtle habitat in the form of coastal vegetation are dominated by sea urchins (Spinifex littoreus) at stations frequented by turtles to land and lay eggs, the beach is categorized as rather steep, sloping, and very sloping, the largest beach width is at station 3 with an average of 179 m, the width of the medium-sized beach is at stations 0, 1, and 2 with an average beach width of 33.6 m, 18.1 m, 13.85 m, beach sand is composed of a dominance of medium-sized particles, the average sand humidity throughout the location is around 19.9% -27.2% with an average humidity of 24%, Sand temperature at a depth of 35-40 cm in July 26-26.6ºC, August 29.3-30.3ºC, September 30.8-32.0ºC, October 33-36.5ºC, and coral cover category at station 0 as much as 32.25% are still in the medium category. The results of this study can be concluded that the turtle habitat in Sinorang Beach is still at the level of feasibility for landing and laying eggs. In the Sinorang Beach area, turtle management can be carried out to improve the community's economy and maintain the sustainability of turtles.