cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PERMAINAN PERTARUNGAN (KUMITE) PADA CABANG OLAHRAGA KARATE Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.809 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang layak digunakan. Melalui pengembangan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang dikembangkan diharapkan menjadi panduan pelatih karate dalam melatih teknik kumite dengan konsep permainan. Penelitian ini dikembangkan melalui 9 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Gall, Gall, & Borg sebagai berikut: (1) menilai kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, (2) melakukan analisis instruksional, (3) menganalisis peserta didik dan bahan materi, (4) menulis tujuan kinerja, (5) mengembangkan instrumen penilaian produk, (6) mengembangkan strategi instruksional,(7) mengembangkan dan memilih bahan instruksional,(8) desain produk dan melakukan evaluasi formatif terhadap instruksi, dan (9) merevisi instruksi. Uji coba dengan skala kecil dilakukan terhadap 6 orang kohai INKAI Buleleng yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Ujicoba dengan skala besar dilakukan terhadap18 orang kohai yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket skala nilai validasi, pedoman observasi model latihan permainan, dan pedoman observasi keefektifan model latihan permainan. Hasil penelitian berupa model latihan permainan kumite yang terdiri dari 9 permainan, yaitu : (1) latihan permainan bola gantung zuki, (2) latihan permainan target zuki, (3) latihan permainan bola gantung geri, (4) latihan permainan target geri, (5) latihan permainan kombinasi target zuki dan geri, (6) latihan permainan lingkaran bola gantung zuki, (7) latihan permainan bola gantung geri, (8) latihan permainan lemparan bola gila, dan (9)latihan permainan lempar kontrol bola gila. Model latihan permainan kumite disusun dalam buku pedoman latihan dan CD dengan judul “Bermain Kumite”.Berdasarkan penilaian para ahli materi dan responden kohai dapat disimpulkan terjadi peningkatan minat, semangat, motivasi, dan para kohai terlihat berani berlatih kumite.
PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK ASIKLIS OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRA KURIKULER BOLA BASKET PUTRA SMA NEGERI 1 ABIANSEMAL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ayu Lisa Ary Putri; A.A. Gede Ardana; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan dengan melakukan wawancara kepada pelatih bola basket bahwa kemampuan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakulikuler bla basket putra Sma Negeri 1 Abiansemal masih kurang. Oleh karena itu maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul pelatihan meloncati rintangan setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set terhadap daya ledak asiklis otot tungkai peserta ekstra kulikuler bola basket putra SmaNegeri Negeri 1 Abiansemal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi diambil dari peserta ekstrakulikuler bola basket putra SmaNegeri 1 Abiansemal. Sampel berjumlah 30 orang diambil dengan menggunakan rumus pocock dari populasi yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing yang masing-masing kelompok terdiridari 15 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan meloncati rintangan setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan, kelompok kontrol latihan meloncat sambil memantulkan bola ke papan ring basket 5 repetisi 3 set, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu. Data berupa hasil tes daya ledak asiklis otot tungkai dengan alat Jump MD diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Hasil penelitian tes awal kelompok perlakuan yaitu 50.07 dan rata-rata tes akhir yaitu 51.13. Berdasarkan Ujit-test independen didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebesar p = 466 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Sedangkan hasil post test antar kelompok p=0,000 dengan nilai p lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Meloncati Rintangan Setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set selama 6 minggu dapat meningkatkan daya ledak Asikis otot tungkai peserta ekstra kulikuler bola basket putra SMA Negeri 1 Abiansemal Hal ini dibuktikan dari nilai uji paired test Sig hitung lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05), dengan peningkatan sebesar 15,5%. Dengan demikian dinyatakan bahwa hipotesis Alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
KORELASI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN JUMP SHOOT THREE POINT EKSTRAKURIKULER BASKET SISWA PUTRA SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Pande Suryantara; I Md. Yoga Parwata; Ni Wayan Ary Rusitayanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.807 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah peserta ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan pengukuran, data daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD, kekuatan otot tungkai diukur dengan leg dynamometer, ketepatan jump shoot three point siswa melakukan shooting dalam 20 kali kesempatan dengan satuan skor. Data yang diperoleh dianalisis dengan korelasi product moment dan korelasi ganda, untuk menguji taraf signifikansi digunakan uji F. Dari hasil analisi data diperoleh nilai koefisien korelasi product moment x1y= 0,469, x2y= 0,812, x1x2y= 0,546, hasil Fhitung= 1,488 sedangkan Ftabel= 0.381 sehingga koefisien korelasi yang diperoleh dapat dipercaya dan dapat digeneralisasikan untuk seluruh sampel. Setelah dilakukan perhitungan dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring dengan koefisien korelasi yang signifikan.
KORELASI BERAT BADAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP DAYA LEDAK SISWA PUTRA KELAS VII G DAN H SMP WISATA SANUR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wayan Nika Ardana; I Wayan Adnyana; Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.324 KB)

Abstract

Kekuatan otot tungkai sangat berperan penting dalam menimbulkan daya ledak karena kekuatan otot merupakan daya penggerak dan Berat badan berperan penting dalam daya ledak karena dapat berperan sebagai penyeimbang tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya korelasi antara berat badan dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak siswa putra kelas VII G dan H SMP Wisata Sanur tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional desaign. Populasi diambil dari siswa putra kelas VII G dan H SMP Wisata Sanur tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 38 orang diambil menggunakan populasi study dari semua jumlah populasi yang ada. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran berat badan dengan alat ukur timbangan berat badan dalam satuan kilogram, tes dan pengukuran kekuatan otot tungkai dengan alat ukur leg dynamometer dalam satuan kilogram, dan tes dan pengukuran daya ledak dengan alat ukur jump MD dalam satuan sentimeter. Data berupa hasil tes dan pengukuran selama penelitian. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS16. Data berdistribusi normal sehingga selanjutnya menguji hipotesis menggunakan korelasi product moment, menghitung KP dan melakukan uji . Taraf signifikansi yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah taraf signifikan 5% dengan derajat pembilang(db=k) dan derajat penyebut(db=n-k-1). Hasil analisis data diperoleh hasil: (1) berat badan memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap daya ledak, diperoleh nilai = -0,135. (2) kekuatan otot tungkai memiliki hubungan yang cukup terhadap daya ledak, diperoleh nilai = 0,596. (3) berat badan dan kekuatan otot tungkai memiliki hubungan yang kuat terhadap daya ledak, diperoleh hasil = 0,792. Koefisien penentu=62,7%, ini berarti variabel bebas berat badan dan kekuatan otot tungkai bersama-sama menentukan besarnya variabel terikat daya ledak sebesar 62,7%. =29,45, =3,27. Jadi > =signifikan. Simpulannya bahwa adanya hubungan yang sangat lemah, hipotesis nol ditolak. adanya hubungan yang cukup, hipotesis nol ditolak. adanya hubungan yang kuat, hipotesis nol ditolak dan signifikan.
PELATIHAN SQUAT JUMP TRAINING BERJARAK 5 METER 10 REPETISI 3SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER ATLETIK LOMPAT JAUH SMP NEGERI 3 UBUD TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ni Wayan Suartini; Agustinus Dei Segu; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.861 KB)

Abstract

Berdasarkan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 3 Ubud dalam even-even olahraga PORSENIJAR baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten belum menunjukkan hasil yang maksimal, terutama pada cabang olahraga yang dalam pelaksanaannya memerlukan kekuatan otot tungkai seperti lompat jauh. Oleh karena itu,masalah kekuatan otot tungkai merupakan masalah yang sangat serius harus ditangani oleh para guru, dan pelatih olahraga disekolah tersebut. Sehingga peneliti mencoba mengadakan penelitian tentang peningkatan kekuatan otot tungkai dengan judul :” Pelatihan Squat jump training berjarak 5 meter 10 repetisi 3 set terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai siswa putra peserta ekstra kurikuler atletik lompat jauh SMP Negeri 3 Ubud tahun pelajaran 2016/2017.”Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstra kurikuler atletik. Sampel berjumlah 36 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan teknik ordinal pairing yang masing-masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah Pelatihan squat jump training berjarak 5 meter 10 repetisi 3 set untuk kelompok perlakuan frekuensi pelatihan 4 kali dalam seminggu selama 6 minggu pada siswa putra peserta ekstra kurikuler SMP Negeri 3 Ubud.Data berupa hasil pengukuran kekuatan otot tungkai dengan alat ukur leg dynamometer yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program computer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunkan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-test independent untuk mengetahui rata-rata perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok perlakuan dan kelompok control terjadi peningkatan yang bermakna (p < 0,05). Hasil uji t-test independendt didapat bahwa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah pelatihan tidak ada perbedaan yang bermakna (p < 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan squat jump training berjarak 5 meter meningkatkan kekuatan otot tungkai dan menyatakan hipotesis nol ditolak.
PELATIHAN DOUBLE DOT DRILL 2 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMP NEGERI 1 KUTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I.N. Suryanata; IP Merta Yasa; IGP Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.674 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan double dot drill dan lari zig-zag terhadap dua kelompok siswa putra yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes dan post-tes group design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 24 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan double dot drill 2 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan lari zig-zag 2 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali dalam seminggu selama 6 minggu pada siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-tes independentuntuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0,05). Hasil uji t-tes independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan ada perbedaan yang bermakna (p<0.05). Simpulan bahwa pelatihan double dot drill 2 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan.Untuk hasil post test menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dan menyatakan hipotesis nol ditolak.
PELATIHAN LARI BERBENTUK V DENGAN JARAK 5 METER 8 REPETISI 4 SET UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRA KURIKULER SEPAK BOLA PADA SISWA PUTRA SMP NEGERI 1 KEDIRI I.K. Susanta; I.W. Citrawan; I.P.E. Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.837 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa peserta ekstra kurikuler sepak bola SMP Negeri 1 Kediri Tabanan tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan kelincahan. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari peserta ekstra sepak bola SMP SMP Negeri 1 Kediri Tabanan tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 24 orang diambil secara Oridinal Pairing dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik Oridial pairing yang masing-masing kelompok terdiri dari 12 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Lari berbentuk V dengan jarak 5 meter 8 repetisi 4 set pada kelompok perlakuan dan Lari Zig- Zag 8 repetisi 4 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur Kelincahan sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 10,68 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 13,951 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 3,4467 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Pelatihan Lari berbentuk V dengan jarak 5 meter 8 repetisi 4 set meningkatkan Kelincahan. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Pelatihan Lari berbentuk V dengan jarak 5 meter 8 repetisi 4 set dalam meningkatkan Kelincahan peserta ekstra kurikuler sepak bola SMP Negeri 1 Kediri tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN LATERAL BARRIER JUMP SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 4 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TEAM BOLA VOLI RAJAWALI DESA MUNGGU Ni Luh Gde Widiantari; I Putu Mertayasa
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.456 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa Team Bola voli Rajawali Desa Munggu memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari Team Bola voli Rajawali Desa Munggu. Sampel berjumlah 44 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 22 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Jumping Jump 10 repetisi 4 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-Test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 15,963 sedangkan nilai t table sebesar = 2,093 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 19 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 19,978 sedangkan nilai t table sebesar = 2,093 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 12,026 sedangkan nilai t table sebesar = 2,027 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 38. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Lateral Barrier Jump 10 repetisi 4 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai Team Bola voli Rajawali Desa Munggu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8