cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018" : 12 Documents clear
KORELASI PANJANG TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PESERTA BOLA VOLI SISWA PUTRA KELAS IX SMP NEGERI 1 BLAHABATUH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 GN. Yoga Semadi; I.W. Adnyana; I.G.N.A Cahya Prananta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.966 KB)

Abstract

Pengamatan dilapangan menunjukan bahwa siswa putra kelas IX SMP Negeri 1 Blahbatuh dalam even olahraga, seperti PORSENIJAR baik di kecamatan dan di Kabupaten belum menunjukan hasil yang maksimal, terutama pada cabang-cabang olahraga yang memerlukan daya ledak, maka dengan segala keterbatasan penulis mencoba meneliti korelasi panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada peserta bola voli. Bertitik tolak pada latar belakang masalah tersebut diatas, maka penulis memberikan judul penelitian ini dengan judul “Korelasi Panjang Tungkai Dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pada Peserta Bola Voli Siswa Putra Kelas IX SMP Negeri 1 Blahbatuh Tahun Pelajaran 2016/2017”..Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan Korelasi Panjang Tungkai Dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pada Peserta Bola Voli Siswa Putra Kelas IX SMP Negeri 1 Blahbatuh Tahun Pelajaran 2016/2017.Populasi yang digunakan berjumlah 50 orang. Dari jumlah tersebut diambil 30 orang sebagai sampel dengan cara Quota Sampling, Proporsional Sampling dan Random Sampling. Dengan Quota yang di maksudkan menentukan jumlah sampel yang diinginkan terlebih dahulu, kemudian menyeimbangkan pengambilan jumlah sampel di masing-masing sub populasi digunakan teknik Proporsional Sampling. .Berdasarkan analisis perhitungan didapat nilai (r) dalam penelitian ini adalah X1Y = 0,604, X2Y = 0,655, X1 X2 = 0,435, X1 X2Y =0,751, setelah dibandingkan dengan tabel (r) product moment = 0,361 karena hasil X1 X2Y lebih besar sehingga Ho ditolak dan Ha diterima (Signifikan). Koefisien penentu (KP) yaitu sebesar 56,4%dan sisanya lagi 43,6% adalah faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Taraf signifikansi = 0,05% dan DB = 27 uji F-hitung sebesar 17,4633 sedangkan Ftabel 3,48 yang berarti korelasi dalam penelitian ini signifikan.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan ada Korelasi Panjang Tungkai Dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pada Peserta Bola Voli Siswa Putra Kelas IX SMP Negeri 1 Blahbatuh Tahun Pelajaran 2016/2017, sehingga hipotesis nol yang diuji ditolak dan hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DENGAN MODEL RESIPROKAL PADA SISWA KELAS VIII A SEMESTER I SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I Nengah Sukama
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.414 KB)

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP PGRI 1 Denpasar di Kelas VIII A yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan masih sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A semester I SMP PGRI 1 Denpasar dengan model pembelajaran resiprokal. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Resiprokal dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A semester I SMP PGRI 1 Denpasar. Ini terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus awal 68,18 setelah diterapkan model pembelajaran resiprokal pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 72,35 dan pada Siklus II nilai rata-rata naik menjadi 77,83. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Resiprokal dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas VIII A semester I SMP PGRI 1 Denpasar.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.039 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing bola basket melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada mahasiswa semester III. A Jurusan Penjaskesrek IKIP PGRI Bali tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester III. A Jurusan Penjaskesrek IKIP PGRI Bali, berjumlah 39 orang dengan rincian 23 orang putri dan 16 orang putra. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data pada siklus I aktivitas belajar passing bola basket secara klasikal sebesar 7,42 (aktif), dan pada siklus II sebesar 9,16 (sangat aktif). Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,74. Persentase hasil belajar passing bola basket secara klasikal pada siklus I sebesar 74,36% (cukup baik), dan pada siklus II sebesar 94,87% (sangat baik). Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 20,51%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing bola basket meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada mahasiswa semester III. A Jurusan Penjaskesrek IKIP PGRI Bali tahun pelajaran 2017/2018.
PELAKSANAAN MODEL PERIKSA SENDIRI SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA KELAS VA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SD NEGERI 2 SESETAN Ni Nyoman Senin
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.189 KB)

Abstract

Kemajuan dunia pendidikan khususnya peningkatan hasil belajar yang diupayakan lewat penelitian tindakan kelas ini.Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa Kelas VA Semester II tahun pelajaran 2017/2018 SD Negeri 2 Sesetan dengan pelaksanaan model periksa sendiri sebagai strategi.Penelitian ini mengambil subjek sebanyak 43 orang siswa Kelas VA Semester IItahun pelajaran 2017/2018 SD Negeri 2 Sesetan.Setelah data dikumpulkan lewat instrumen tes hasil belajar dan dianalisis dengan analisis deskriptif diperoleh data awal dengan rata-rata 71,81 dengan ketuntasan belajar 46,51%. Data ini meningkat pada siklus I menjadi 74,86 dengan ketuntasan belajar 69,77% dan pada silkus II data itu meningkat menjadi 80,09 dengan ketuntasan belajar 100,00%. Pada siklus ke II telah diperoleh data sesuai harapan indikator keberhasilan penelitian dengan perolehan nilai rata-rata melebihi KKM mata pelajaran Penjasorkes. Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini dicukupkan sampai pelaksanaan siklus II mengingat keberhasilan yang dicapai sudah sesuai harapan, pelaksanaan proses belajar mengajar sudah maksimal dapat dilaksanakan, inovasi sudah giat dilakukan, bimbingan bagi siswa yang penyerapan keilmuannya masih rendah juga telah mampu diperbaiki. Data tersebut telah membuktikan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan sudah dapat dibuktikan keberhasilannya.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA OLAHRAGA LOMPAT JAUH SISWA PUTRA KELAS VIII SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I.K. Putrayasa; I.W. Citrawan; IGP. Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.291 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa siswa putra peserta SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra kelas VIII SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 28 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 10,68 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 13,951 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 3,4467 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018.
KORELASI KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA PUTRA EXSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 5 MENGWI BADUNG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I.M.A. Adiana; I.M. Darmada; N.L.G. Widiantari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.061 KB)

Abstract

Dari pengamatan yang peneliti lakukan ternyata hingga saat ini kurangnya pemahaman baik siswa maupun pelatih atau guru olahraga mengenai pentingnya daya ledak otot tungkai terhadap peningkatan suatu prestasi olahraga bola voli di SMP Negeri 5 Mengwi Badung. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 50 orang. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx1y diperoleh koefisien korelasi r = 0,382. Ini menunjukkan terdapat korelasi yang rendah pada kekuatan otot tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx2y diperoleh koefisien korelasi r = 0,147. Ini menunjukkan terdapat korelasi yang sangat rendah pada panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien korelasi product moment rx1x2y diperoleh koefisien korelasi r = 0,406. Ini menunjukan terdapat korelasi yang cukup antara kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018. Dari perhitungan koefisien determinasi atau koefisien penentu (KP) diperoleh KP = 16,48%. Ini berarti kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai mendeterminasi atau menentukan sebesar 16,48% terhadap daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018, sedangkan sisanya sebesar 83,52% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan uji F diperoleh nilai F-hitung sebesar 4,63 lebih besar dari F-tabel 3,18; sehingga Ho ditolak dan Ha diterima (signifikan). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, ada korelasi kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta putra extrakurikuler bola voli SMP Negeri 5 Mengwi Badung tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN DRILLS BOX SETINGGI 50 CM 5 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA PUTRA UKM BOLA VOLI IKIP PGRI BALI Ni Luh Gde Widiantari; Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.806 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan pelatihan drills box. Drills box adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara meloncat ke atas box berulang kali, dalam penelitian ini dipakai 3 box. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan drills box dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai peserta putra UKM bola voli IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan peserta putra UKM bola voli IKIP PGRI Bali yang berjumlah 42 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 35,353 dan rata-rata tes akhir yaitu 40,040. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 31,180 dan rata-rata tes akhir yaitu 34,287. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok control sebesar 4,173 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan drills box pada kelompok perlakuan dengan pelatihan meloncati rintangan pada kelompok control sebesar 5,753 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar pelatihan drills box dan meloncati rintangan sebagai salah satu pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.
PELATIHAN STANDING JUMP OVER BARRIER DENGAN RINTANGAN 40 CM 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DALAM PERMAINAN BOLA VOLI TAHUN 2018 I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.24 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa siswa putra peserta SMP SANTO YOSEPH memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra kelas VIII SMP SANTO YOSEPH. Sampel berjumlah 32 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Lompat Kodok 10 repetisi 3 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data. Data yang diperoleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 17,347 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 10,899 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 4,387 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa Pelatihan Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata Standing Jump Over Barrier 10 repetisi 3 dan Lompat Kodok10 repetisi 3 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra SMP SANTO YOSEPH.
PELATIHAN TRAINING CIRCLES 15 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 6 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PERUT SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I Kadek Surana; I Komang Adi Palgunadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.071 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan, prestasi cabang olahraga atletik maupun permainan sampai saat ini masih belum mampu menunjukkan hasil yang optimal hal ini karena siswa kurangnya mendapat pelatihan otot perut, kurang menguasai teknik latihan otot perut serta kurangnya minat dalam melatih otot perut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta berjumlah 58 orang dan seluruhnya digunakan sebagai sempel dengan teknik populasi study yang meneliti seluruh subjek penelititan. Alat ukur yang digunakan adalah tes perbuatan dengan melakukan baring duduk (sit-up) selama 30 detik. Analisis data yang dipergunakan adalah metode analisis statistic dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh t-tes kelompok eksperimen I sebesar 5,742 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Demikian juga pada kelompok eksperimen II diperoleh t-tes sebesar 7,061 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,048 dengan taraf signifikansi 5% dandb = 28. Perbedaan kelompok eksperimen I dan II di peroleh t-tes sebesar 1,318 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan db = 56. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa eksperimen pertama dan eksperimen kedua sama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta. Sehingga eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternative diterima. Untuk perbedaan pengaruh eksperimen pertama dan eksperimen kedua, hipotesis nol diterima dan hipotesis alternative ditolak. Karena kedua bentuk pelatihan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan maka aplikasi di lapangan dapat dipergunakan salah satu atau kedua bentuk pelatihan training circles 15 repetisi 4 set dan 10 repetisi 6 set terhadap peningkatan kekuatan otot perut siswa putrid kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta.
PELATIHAN LARI HURUF W DAN KELINCAHAN Putu Citra Permana Dewi; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.672 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan lari huruf W. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental pre-tes-post-tes control group design.Sampel berjumlah 40 orang diambil secara acak sederhana dari populasi siswa putrakelas X SMAN 8 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data berupa hasil shuttle runtestyang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan independent t-test pada taraf signifikansi (α) = 5%. Hasil analisis data menunjukan bahwa, nilai Sig hitung 0,038< 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwapelatihan lari huruf W dapat meningkatkan kelincahansiswa putra kelas X SMAN 8 Denpasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12