cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
Sintesis dan Analisis Penambahan Doping Magnesium (Mg) pada Material Superkonduktor FeSe dengan Metode Reaksi Padatan dalam Tabung Tertutup: Synthesis and Analysis of Magnesium-doped in FeSe Superconductor Materials with Solid-state Reaction Method in Sealed Tubes Maulana, Muhammad Ilham
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.579 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3185

Abstract

[ID] Ketergantungan manusia terhadap teknologi memasuki Revolusi Industri 4.0 sangat tinggi. Contoh penerapan inovasi di bidang teknologi informasi salah satunya adalah superkomputer dari material superkonduktor. Material superkonduktor identik dengan material non ferromagnetik karena sifatnya diamagnetis sempurna. Namun, sejak ditemukannya material superkonduktor berbasis logam ferromagnetik, penelitian terus dikembangkan, salah satunya material FeSe. Beberapa parameter yang perlu diperhatikan pada pembuatan material FeSe untuk memperoleh sifat superkonduktor terbaiknya diantaranya komposisi stoikiometri, penambahan doping, dan proses pembuatan material FeSe seperti proses pemaduan dan sintering. Dalam penelitian ini, pengaruh variasi doping Mg akan dianalisis terhadap sifat superkonduktor, morfologi, dan fasa yang terbentuk pada material superkonduktor FeSe. Material FeSe dibuat dengan metode reaksi padatan dalam tabung tertutup (Powder in Sealed Tube) secara insitu. Temperatur sintering yang digunakan 845⁰C yang ditahan selama 6 jam, dengan kenaikan temperatur 7⁰C/menit dari temperatur kamar, dan laju pendinginan normalizing. Kandidat material superkonduktor terbaik terdapat pada sampel Mg0.01Fe0.99Se. Didapatkan Temperatur kritis (Tc)onset = 15.42 K dan Tczero = 5.4 K. Morfologi sampel menunjukkan kristalisasi besar. Lalu, persentase fraksi volume fasa superkonduktornya juga merupakan yang terbesar yaitu 81.99%. [EN] Human dependence on technology into the Industrial Revolution 4.0 is very high. Example, the application of innovations in information technology is supercomputer from superconducting materials. Superconducting materials are identical from non-ferromagnetic materials because tend perfectly diamagnetic. However, since ferromagnetic-metal-based superconducting material discovered, research continues to be developed, like FeSe material. Some parameters that need to be considered in making FeSe material to obtain the best superconductor properties include stoichiometric composition, doping addition, and process of making FeSe materials like synthesis and sintering treatment. In this study, the effect of Mg-doped variations will be analyzed towards properties of superconductors, morphology, and phases formed in FeSe superconducting materials. MgxFe1-xSe made by solid-state reaction method in sealed tube (Powder in Sealed Tube) “insituely”. The sintering temperature used 845⁰C which held for 6 hours, with 7⁰C/minute temperature rise from room-temperature and normalizing cooling rate used. The best candidate superconducting material came from Mg0.01Fe0.99Se, obtained critical temperature (Tc)onset = 15.42 K, and Tczero = 5.4 K. Sample morphology shows a large crystallization. Then, the percentage fraction of the superconducting phase was also the largest, which is 81.99%.
Rencana Umum Kapal Katamaran Tipe Glass Bottom Untuk Sarana Pariwisata di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur: The General Arragement Catamarans Ship of Glass Bottom Type for Vacation Tools at Derawan Islands of Berau Regency East Kalimantan alamsyah Alam; Bebeto Fandi Birana
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.037 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3455

Abstract

[ID] Banyak wisatawan yang berkunjung di Kepulauan Derawan, sebagian besar melakukan kegiatan penyelaman. Namun, jumlah kunjungan ini tidak diimbangi dengan sarana transportasi laut yang layak teknis dan layak laut. Tujuan penelitian ini yakni menemukan data-data berupa ukuran utama, rencana garis, dan rencana umum desain kapal katamaran. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan Trend Curve Approach dan optimasi desain dengan software Maxurf Modeler Advanced. Hasil penelitian yang didapat adalah ukuran utama kapal dengan rincian sebagai berikut; L = 21m, B =10m, B1 =2.4m, H = 5m, T = 2m, Vs = 10 knot, Cb = 0.33, Daya Mesin = 86 HP (Untuk 1 Mesin), Jumlah Penumpang dan Kru = 87 Orang. [EN] Many tourists visiting the Derawan Islands, most do diving. However, the number of visits is not balanced with the means of sea transportation that is technically feasible and seaworthy. The purpose of this study was to find data in the form of main dimention, lines plan, and general arragement for the design of glass bottom catamaran vessels. The methodology used in this study is the Trend Curve Approach and design optimization with Maxurf Modeler Advanced software. The results of the research obtained are the main size of the ship obtained as follows; L = 21m, B = 10m, B1 = 2.4m, H = 5m, T = 2m, Vs = 10 knots, Cb = 0.33, Engine Power = 86 HP (For 1 Machine), Number of Passengers and Crew = 87 Persons.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KESELAMATAN KERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA KARYAWAN PTSURYA AGROLIKA REKSA DI SEI. BASAU: Relationship Between Work Safety Behavior of The Use Of Personal Protective Equipment (PPE) in Employees of PT Surya Agrolika Reksa Firman Edigan
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.293 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3741

Abstract

[ID] Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya di tempat kerja atau kecelakaan kerja. Berdasarkan dari data survei yang dilakukan kejadian kecelakaan kerja di PT. Surya Agrolika Reksa Tahun 2014-2016 mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara perilaku keselamatan kerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan, pendidikan, sikap kerja, pelatihan K3 dan pengawasan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini adalah variabel yang mempunyai hubungan terhadap penggunaan APD yaitu tingkat pendidikan (p-value= 0,030), pengetahuan (p-value= 0,003), sikap kerja (p-value= 0,000), pelatihan K3 (p-value= 0,004), dan pengawasan (p-value= 0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku keselamatan kerja terhadap penggunaan APD. Disarankan memberikan penyuluhan tentang perilaku keselamatan kerja dalam penggunaan APD yang baik dan benar,menganjurkan kepada karyawan di PT. Surya Agrolika Reksa untuk selalu menggunakan APD pada saat bekerja. [EN] Personal Protective Equipment (PPE) is a set of an instrument used by labour To protect all or part of his body to the predictable the potential danger in the workplace or work accident. Based on from the data the survey scene of an accident work in PT Surya agrolikareksa years 2014-2016 increased.ResearchThis aims to understand the relationship between behavior occupational safety on the use of PersonalProtective Equipment (PPE). Namely the levels of education, knowledge, education, attitude work , training occupational health and safety and supervision. The kind of research used is quantitative analytic observational. Design research used is the cross sectional. Data analysis be done in univariat and bivariate. The result of this research is the variable who are related on the use of apd namely the levels of education (p-value= 0,030), knowledge (p-value = 0,003), attitude work(p-value= 0,00), training occupational health and safety (p-value= 0,004) and supervision (p-value= 0,001). Conclusion in this research is that there a significant relation exists between behavior occupational safety on the use of apd. Suggested expain behavior occupational safety In the use of apd good and right and suggested employees in PT Surya agrolikareksa to always use PPE in while working.
Waste Konstruksi: Identifikasi Potensi dan Penyebabnya Pada Proyek Perumahan Di Pekanbaru: Construction Waste: Identification of Potential and Its Causes in Housing Project in Pekanbaru Sapitri; Firdaus
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.214 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3904

Abstract

[ID] Waste merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas. Besarnya potensi waste tentu saja akan merugikan owner ataupun kontraktor. Waste pada industri perumahan dapat mempengaruhi nilai jual rumah itu sendiri. Potensi waste material yang muncul pada proses pembangunan, penting untuk diidentifikasi dan dicari penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan waste pada industri konstruksi (proyek perumahan) beserta sumber penyebab waste tersebut. Penelitian bersifat kuantitative dan data primer dikumpulkan dengan bantuan instrument kuesioner. Responden yang terlibat seluruhnya adalah pengawas lapangan/penanggung jawab lapangan proyek perumahan. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) dan fishbone diagram digunakan sebagai alat analisis variable dan indikator penyebab waste. Secara keseluruhan, hasil identifikasi penelitian menunjukkan bahwa material yang berpotensi ditemui pada proyek pembangunan perumahan di Pekanbaru yaitu material kayu dan batu bata (berpotensi sedang), material keramik, genteng, besi beton, cat, tanah, batu, pasir dan plesteran (berpotensi rendah) dan, cardboard packaging, plastic, kaca, metal, aspal dan plafond (berpotensi sangat rendah). Terdapat beberapa variable penyebab waste. Variabel-variabel tersebut terkait dengan sumber daya yang dibutuhkan selama proses pengerjaan proyek. Sumber penyebab waste yang berkonstribusi selama proses produksi secara signifikan dipengaruhi oleh variable: alat/mesin sebesar 0.885, metode kerja sebesar 0.873, material sebesar 0.866, manpower sebesar 0.821, dan lingkungan sebesar 0.808. Satu sumber variable dapat mempengaruhi variable yang lain, sehingga sangat penting untuk memperhatikan penyebab waste agar produktivitas pekerjaan dilapangan tidak terganggu. [EN] Waste is one of the causes of low productivity. The potential of waste will certainly harm the owner or contractor. Waste in housing industry can affect the sale price of the house. The potential of material waste in construction process is important to identify and need to find its cause. The purpose of this study is to identify waste in the construction industry (housing project) along with the source of the cause of the waste. Quantitative research is conducted and primary data were collected with questionnaire as the instrument. All respondents involved were supervisor. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) and fishbone diagrams are used as a tool for analyzing variables and indicators of the causes of waste. Overall, the result of research identification shows that the potential material in housing construction projects in Pekanbaru, namely wood and brick material (medium potential), ceramic, roof tile, steel, paint, soil, stone, sand and plastering (low potential) and, cardboard packaging, plastic, glass, metal, asphalt and ceiling (very low potential). There are several variables that cause waste. These variables are related to the resources that needed during the construction process. The sources of waste causes that contribute during the production process are significantly influenced by variables, i.e. tools / machines at 0.885, work methods at 0.873, materials at 0.866, manpower at 0.821, and the environment at 0.808. One source of variables can affect other variables, so it is necessary to pay attention to the waste causes so that work productivity uninterrupted.
Perbandingan Tingkat Efisiensi Biaya Pekerjaan Bekisting Struktur Core Wall Menggunakan Metode Semi Sistem dan Climbing System Terhadap Metode Konvensional (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Menara Bank Rakyat Indonesia Pekanbaru): Cost Efficiency Level of Formwork of Core Wall Using Semi System and Climbing System Method Astuti Boer
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.564 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3917

Abstract

[ID] Pembangunan Menara Bank Rakyat Indonesia Pekanbaru didukung dengan core wall yang merupakan struktur beton bertulang vertikal berbentuk dinding dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan core wall akan mempengaruhi siklus floor to floor pembangunan bangunan yang akan berdampak pada biaya proyek, maka dibutuhkan suatu metode bekisting yang dapat memberikan dampak yang signifikan dinilai dalam hal efektif dan efisiennya dalam pekerjaan core wall. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang tingkat efisiensi biaya pekerjaan bekisting core wall. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan pada pekerjaan bekisting core wall dengan menggunakan metode konvensional, semi sistem dan climbing system dan menentukan tingkat efisiensi biaya pada pekerjaan bekisting struktur core wall menggunakan semi sistem dan climbing system dibanding konvensional. Metode pada penelitian ini adalah analisa biaya pekerjaan bekisting struktur core wall menggunakan konvensional, semi sistem dan climbing system, untuk pengerjaan struktur bangunan menggunakan sistem zona untuk waktu penyelesaian pekerjaan struktur setiap lantai selama 5 hari, dengan analisa yang terdiri dari analisa kebutuhan material dan alat bekisting, analisa kebutuhan pekerja, analisa upah harian pekerjaan, analisa upah borongan pekerjaan, analisa parameter pendukung harga satuan, analisa harga satuan bekisting, perhitungan biaya total pekerjaan bekisting. Berdasarkan hasil analisa perhitungan diperolehlah total biaya pekerjaan bekisting core wall untuk metode konvensional dengan upah harian sebesar Rp160.981.400,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp91.522.980,00 dan untuk metode semi sistem dengan upah harian sebesar Rp125.592.380,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp67.751.640,00 sedangkan untuk metode climbing system dengan upah harian sebesar Rp126.062.350,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp90.485.000,00 dan tingkat efisiensi biaya pekerjaan bekisting struktur core wall untuk perbandingan menggunakan konvensional dengan semi sistem sebesar 25,97 % dan untuk perbandingan menggunakan konvensional dengan climbing system sebesar 1,13 %.
Perilaku Struktur Jembatan Baja Pelengkung Berdasarkan Spektrum Gempa: Behavior of Curved Steel Bridge Structures Based on Earthquake Spectrum Widya Apriani; Fadrizal Lubis; Reni Suryanita; Elva Nidya Sari
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.698 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3924

Abstract

[ID] Perencanaan struktur jembatan baja pelengkung harus memperhatikan kemampuan respon strukturnya yang rentan terhadap deteriorasi akibat fatik, ancaman gempa bumi kuat atau angin topan, khususnya diwilayah sumatera yang mempunyai resiko gempa yang tinggi. Penelitian ini fokus memprediksi struktur jembatan pelengkung baja dengan analisis repons spectra dengan bantuan software analisis struktur gempa berdasarkan SNI 1726-2012. Percepatan gempa yang diambil berasal dari beberapa kota seperti Kota Aceh, Padang, Tanjung Pinang, dan Pekanbaru yang memliki karakteristik. Hasil analisis menunjukkan respon struktur jembatan terbesar terjadi di Padang dengan nilai perpindahan sebesar 0,016267 m dan percepatan sebesar 0,0235 m. Sementara itu, respons struktur terkecil terjadi di kota tanjung pinang dengan nilai perpindahan sebesar 0,01552 m dan nilai percepatan sebesar 0,0208 m. Diharapkan dengan diketahuinya hasil prediksi kesehatan struktur jembatan dapat digunakan sebagai referensi/masukan bagi pemerintah dan pihak yang terkait dalam usaha memperbaiki jembatan dengan tepat, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya keruntuhan struktur jembatan. [EN] Curved steel bridge structure planning must pay attention to the responsiveness of the structure that is vulnerable to deterioration due to fatigue, the threat of strong earthquakes or hurricanes, especially in the region of Sumatra which has a high earthquake risk. This study focuses on predicting the structure of steel curved bridges with spectral response analysis with the help of earthquake structure analysis software based on SNI 1726-2012. The earthquake acceleration taken came from several cities such as Aceh City, Padang, Tanjung Pinang, and Pekanbaru which have characteristics. The analysis shows the largest bridge structure response occurred in Padang with a displacement value of 0.016267 and acceleration of 0.0235. Meanwhile, the smallest structural response occurred in Tanjung Pinang city with a displacement value of 0.01552 and an acceleration value of 0.0208. It is expected that by knowing the results of the bridge structure health predictions can be used as a reference / input for the government and related parties in an effort to repair the bridge appropriately, so that it is expected to prevent the collapse of the bridge structure.

Page 1 of 1 | Total Record : 6