Jurnal Smart Keperawatan
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016"
:
10 Documents
clear
Pengaruh Hypnotherapy Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Dismenore pada Mahasiswi STIKes Karya Husada Semarang
Sri Lestari;
Herman Herman
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.123
Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenorea. Di Amerika Serikat diperkirakan 45-90%perempuan mengalami dismenorea, dan 12% nyeri berat, 37% sedang, 49% ringan. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tidak dapat dipastikan secara mutlak di karena akan kurangnya kesadaran penderita untuk berkunjung/melaporkan ke dokter. Boleh dikatakan 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenorea. Selain tindakan farmakologis untuk menanggulangi nyeri ada pula tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, salah satunya yaitu Hypnosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang. metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dan menggunakan desain pre-post test with control group dengan pemberian Hypnosis. Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji t dependent dengan hasil penelitian yang menunjukkan (p= 0.000 dan α= 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Status Perkembangan Anak Usia 9-18 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Semarang
Dwi Kustriyanti;
Dwi Nur Puspitaningrum
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.22
Bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif kecil kemungkinannya mengalami hambatan dalam perkembangannya. Berdasarkan peneltian tahun 2010 hasil skrining dengan KPSP menunjukkan 236 anak (95,1%) perkembangan yang sesuai dan 12 anak (0,05%) menunjukan perkembangan meragukan atau penyimpangan. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan status perkembangan pada anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang. Desain penelitian ini dengan menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel adalah anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang sebanyak 113 orang. Anak usia 9-18 bulan sebagian besar mendapatkan imunisasi secara lengkap sebanyak 84 responden (74,3%) dan lahir tepat bulan sebanyak 52 responden (46%). Pada usia 9-18 bulan yang memiliki berat badan normal sebanyak 61 responden (54%) dan tinggi badan normal sebanyak 71 responden (62,8%). Sebagian besar memiliki lingkar kepala normal sebanyak 75 responden (66,4%). Anak yang mendapatkan ASI Eksklusif perkembangan sesuainya sebanyak 57 responden (50,4%) dan perkembangan menyimpang sebanyak 1 responden (0,9%). Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap status perkembangan anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang.Kata Kunci: ASI Eksklusif;Perkembangan Anak
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sambiroto Tembalang
arista adityasari putri;
Amrih Widiati;
Uta Alita Marsanti Wayor
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.139 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.122
Menurut Depkes RI (2014) pada tahun 2014 tercatat penderita DBD di 34 propinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan tahun 2013 dengan jumlah penderita 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experiment). Desain penelitian ini adalah Pre Post test non with control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di RW V Kelurahan Sambiroto Tembalang Semarang sebanyak 54 kepala keluarga. Sampel sebanyak 48 responden dengan teknik sampling menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Kuesioner berisi pengetahuan tentang pencegahan DBD. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Umur responden rata-rata adalah 34,02 tahun, jenis kelamin sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 39 (81,2%), pendidikan terakhir sebagian besar adalah SLTA sebanyak 36 (75%), pekerjaan sebagian besar bekerja sebanyak 28 (58,3%) dan tingkat pendapatan responden sebagian besar diatas UMR (Rp 1.685.000) sebanyak 26 (54,2%). Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 9,94. Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sesudah pendidikan kesehatan rata-rata adalah 13,98. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kecerdasan Emosional Remaja Putri di Smk Katolik St. Louis Randublatung Kabupaten Blora
prihatin, tutwuri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.76
Data komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sampai 2015 mencatat 6.006 kasus kekerasan pada anak yang teridentifikasi sebanyak 3160 kasus kekerasan terhadap anak terkait pengasuhan orang tua, 1764 kasus pendidikan, 1366 kasus kesehatan dan narkoba, dan1032-nya kasus disebabkan cyber crime dan pronografi. Salah satu kekerasan yang kerap terjadi adalah kekerasan verbal orang tua sebanyak 2062. Untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kecerdasan emosional remaja putri. Jenis penelitian adalah korelasi dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMK Katolik St. Louis Randublatung yang berjumlah 42 siswi. Sampel sebanyak 38 siswi dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Kekerasan verbal orang tua pada remaja putri yang kekerasan verbal ringan sebanyak 19 responden (50%). Kecerdasan emosional pada remaja putri sebagian besar adalah kecerdasan emosional tinggi sebanyak 20 responden (52,6%). Ada hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kecerdasan emosional remaja putri P-value = 0,000). Diharapkan pada masyarakat khususnya orangtua untuk memahami dampak tindak kekerasan verbal orang tua terhadap kecerdasan emosional, sehingga diharapkan tindak kekerasan orangtua terhadap anak dapat dicegah. Kata kunci : Kekerasan verbal orang tua, kecerdasan emosional, remaja putri ABSTRACT THE CORRELATION VERBAL ABUSE PARENTS WITH EMOTIONAL INTELLIGENCE ADOLESCENT IN SMK CATHOLIC ST. LOUIS RANDUBLATUNG DISTRICT BLORA Data commissions Indonesian Child Protection (KPAI) to 2015 recorded 6,006 cases of child abuse were identified as many as 3160 cases of violence against children related to parenting,1764 case study, 1366 cases of health and drugs, and in 1032 his case due to cyber crime andpornography. One of the ongoing violence is verbal abuse parents as much as in 2062. To determine the correlation of verbal abuse older people with emotional intelligence teenage daughter. This type of research is a correlation study using cross sectional design. The population in this study is a class XI student of SMK Catholic St. Louis Randublatung totaling 42 students. A sample of 38 female students at the sampling technique is simple random sampling. Analyzed using univariate and bivariate analysis. Verbal abuse in adolescent girls parents that mild verbal abuse as much as 19 respondents (50%). Emotional intelligence in young women are mostly high emotional intelligence as much as 20 respondents (52.6%). There is a relationship of verbal abuse older people with emotional intelligence teenage P-value = 0.000). Expected in the community, especially parents to understand the impact of parental verbal violence against emotional intelligence, so expect parental violence against children can be prevented. Keywords : Parental verbal abuse, emotional intelligence, adolescent girls
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Rematik Pada Lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang
Muhammad Jamaluddin;
Alfian Haris Nugroho
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.944 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.107
Angka kejadian rematik pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO adalah mencapai 20% dari penduduk dunia yang telah terserang rematik, dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 20% adalah mereka yang berusia 55 tahun. Dari hasil studi tentang kondisi sosial ekonomi dan kesehatan lanjut usia (Lansia) yang dilaksanakan Komnas Lansia di 10 propinsi tahun 2006, diketahui bahwa penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%), hipertensi (38,8%), anemia (30,7%) dan katarak (23%). Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia penderita rematik di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebanyak 75 lansia. Sampel sebanyak 63 lansia dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik. Analisis data adalah analisis univariat. Umur pada lansia rata-rata adalah 64,67 tahun, jenis kelamin pada lansia mayoritas laki-laki sebanyak 43 responden (68,3%), pendidikan terakhir pada lansia mayoritas SMP sebanyak 32 responden (50,8%) dan lama menderita rematik rata-rata adalah 9,89 tahun. Tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebagian adalah pengetahuan baik sebanyak 28 responden (44,4%). Pengetahuan cukup sebanyak 27 responden (27%) dan pengetahuan kurang sebanyak 18 responden (28,6%). Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, rematik, lansia
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang PAP SMEAR di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora
hermeksi rahayu, prananingrum, hermeksi;
Prananingrum, Prananingrum
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (27.637 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.78
Kanker serviks atau kanker mulut rahim menyebabkan kematian No. 2 pada wanita. Di Indonesia usaha untuk mengidentifikasi kelainan pada serviks dilakukan melalui pemeriksaan pap smear masih belum mendapat prioritas bagi kaum wanita. Di Puskesmas Kuthukan, penyuluhan tentang Pap-smear masih jarang dilakukan, karena keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pap smear di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Jenis penelitian ini adalah one group pre-test and post-test design menggunakan pendekatan waktu cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, juga berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 62 responden. Sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum di berikan pendidikan kesehatan tentang Pap- smear dalam kategori cukup sebanyak 42 orang (67.7%) dengan pengetahuan rata – rata sebesar 8,74 dan sebagian besar responden setelah di berikan pendidikan kesehatan Pap- smear dalam kategori baik sebanyak 34 orang (54.8%) dengan rata – rata pengetahuan 9,6. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon di peroleh p- value = 0.000 (< 0.05). Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang Pap-smear sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan, Pap-smear ABSTRACT EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE CAPITAL OF PAP-SMEAR IN THE VILLAGE KEDIREN RANDUBLATUNG DISTRICT OF BLORA Cervical cancer or cervical cancer causes the death of No. 2 in women. In Indonesia, efforts to identify abnormalities in the cervix is done through Pap-smear are still not given priority to women.. Puskesmas Kuthukan counseling at the health center of the Pap- smear are still rarelly carried out, due to the limited number of health personnel. To determine the impact of health education on the level of mothers' knowledge of pap smear in the village Kediren Randublatung District of Blora. This study design is one group pre-test and post-test design using a cross-sectional approach. Sampling in this study using purposive sampling adapted to inclusion and exclusion criteria, also based on a formula Slovin, in order to obtain the total sample of 62 respondents. Average age of the mother in the village Kediren Randublatung Blora District of 30.4. years , the average mother is high school education is 40 people ( 64.5 % ). Average job mother is a housewife ( IRT ) as many as 35 people ( 56.5 % ). Marriage history mother was married as many as 60 people ( 96.8 % ) . Status obstetrics mother obtained the majority of new mothers have one child as many as 24 people ( 38.7 % ). Most of the level of knowledge before it is given health education about Pap- smear in a category quite as many as 42 people ( 67.7 % ) with the knowledge of the average of 8.74 , and most respondents after a given health education Pap- smear in both categories as many as 34 people ( 54.8 % ) with the average knowledge 9.6. Then the data was analyzed by univariate and bivariate. The bivariate analysis using Wilcoxon statistical test obtained by p-value = 0.000 (<0.05). No effect of health education on the level of mothers' knowledge of Pap-smear before and after health education in the village Kediren Randublatung District of Blora. Keywords : Health education, knowledge, Pap-smear
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Pemberian Stimulus Alat Permainan Edukatif (APE) Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di PAUD Kelurahan Sendangguwo
witri Siti Nurhayati Sabatini Kusuma Dewi, Witri Hastuti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.743 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.84
Berdasarkan data WHO di Indonesia pada tahun 2012 jumlah anak yang diberikan permainan edukatif pada tahun 2010 mencapai hingga 24.120 jiwa dan pada tahun 2011 mencapai 25.100 jiwa. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 sebesar 35,66%, hal ini Jauh di bawah target yang ditetapkan yaitu 90%. Mendeskripsikan hubungan pola asuh orang tua dan pemberian stimulus APE terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-5tahun di PAUD wilayah kelurahan Sendangguwo Semarang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi. Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan hasil penelitian yang menunjukkan (p= 0.000 dan p= 0.000 dengan α= 0,05). Ada hubungan pola asuh orang tua dan pemberian stimulus APE terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-5 tahun di PAUD wilayah kelurahan Sendangguwo Semarang.THE RELATIONSHIP OF PARENTING STYLE AND THE PROVIDING OF EDUCATIONAL TOYS (APE) WITH THE FINE MOTORIC DEVELOPMENT CHILDREN IN SENDANGGUWO AbstractBased on data from the in Indonesia in 2012 the number of children who are given educational toys on in 2010 amounted to 24 120 inhabitants and in 2011 reached 25,100 people. The stimulation toys on children is very helpful in the development of the child from an early age, with the knowledge of good parents, then the need for child development will be fulfilled Sixteen percent of toddlers Indonesia impaired growth, good development of fine and gross motor, hearing loss, less intelligence and delays , Coverage of early detection of growth and development of children under five levels of Central Java province in 2012 amounted to 35.66%, it is drastically below the set target of 90%. The purpose of this research was to describe the relationship of parenting style and the providing of educational toys (APE) with the fine motoric development of 3-5 years old children at early childhood education in sendangguwo semarang. This study was a quantitative study of correlation analytic approach. Collection of the data was done by the researcher and the data obtained were analyzed using univariate and bivariate using chi-square test with the results of studies showing (p= 0.000 and p= 0,000 with α= 0,05). Based on the results of research and discussion can be concluded that there is a relationship of parenting style and the providing of educational toys (APE) with the fine motoric development of 3-5 years old children at early childhood education in sendangguwo semarang. Keywords ;Parenting, The giving of Stimulus Educational Toys , finemotorics
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Status Perkembangan Anak Usia 9-18 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Semarang
Kustriyanti, Dwi;
Puspitaningrum, Dwi Nur
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.22
Bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif kecil kemungkinannya mengalami hambatan  dalam  perkembangannya.  Berdasarkan  peneltian  tahun  2010  hasil  skrining  dengan  KPSP menunjukkan 236 anak (95,1%) perkembangan yang sesuai dan 12 anak (0,05%) menunjukan perkembangan meragukan atau penyimpangan. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif  dengan status perkembangan pada anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang. Desain penelitian ini dengan menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel adalah anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang sebanyak 113 orang. Anak usia 9-18 bulan sebagian besar mendapatkan imunisasi secara lengkap sebanyak 84 responden (74,3%) dan lahir tepat bulan sebanyak 52 responden (46%). Pada usia 9-18 bulan yang memiliki berat badan normal sebanyak 61 responden (54%) dan tinggi badan normal sebanyak 71 responden (62,8%). Sebagian besar memiliki lingkar kepala  normal  sebanyak 75  responden (66,4%). Anak  yang  mendapatkan ASI  Eksklusif perkembangan sesuainya  sebanyak  57  responden  (50,4%)  dan  perkembangan  menyimpang  sebanyak  1 responden (0,9%).  Simpulan :  Ada  hubungan  yang  signifikan antara  hubungan pemberian ASI  eksklusif terhadap status perkembangan anak usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang.Kata Kunci: ASI Eksklusif;Perkembangan Anak
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kecerdasan Emosional Remaja Putri di Smk Katolik St. Louis Randublatung Kabupaten Blora
prihatin, tutwuri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.76
Data komisi  Perlindungan  Anak  Indonesia  (KPAI)  sampai  2015  mencatat  6.006  kasus kekerasan  pada  anak  yang  teridentifikasi  sebanyak  3160  kasus  kekerasan  terhadap  anak terkait pengasuhan orang tua, 1764 kasus pendidikan, 1366 kasus kesehatan dan narkoba, dan1032-nya  kasus  disebabkan  cyber  crime dan pronografi.  Salah satu kekerasan  yang kerap terjadi  adalah  kekerasan  verbal  orang  tua sebanyak  2062.  Untuk  mengetahui  hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kecerdasan emosional remaja putri. Jenis penelitian adalah korelasi dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMK Katolik St. Louis Randublatung yang berjumlah 42 siswi. Sampel sebanyak  38 siswi  dengan  teknik  pengambilan  sampel  adalah  simple  random  sampling. Analisis data menggunakan  analisis univariat dan analisis bivariat. Kekerasan verbal orang tua  pada  remaja  putri  yang  kekerasan  verbal  ringan  sebanyak  19  responden  (50%). Kecerdasan emosional pada remaja putri sebagian besar adalah kecerdasan emosional tinggi sebanyak  20  responden  (52,6%).  Ada  hubungan  kekerasan  verbal  orang  tua  dengan kecerdasan emosional remaja putri P-value = 0,000). Diharapkan pada masyarakat khususnya orangtua untuk memahami dampak tindak kekerasan verbal orang tua terhadap kecerdasan emosional, sehingga diharapkan tindak kekerasan orangtua terhadap anak dapat dicegah. Kata kunci      :  Kekerasan verbal orang tua, kecerdasan emosional, remaja putri  ABSTRACT THE CORRELATION  VERBAL ABUSE PARENTS WITH EMOTIONAL INTELLIGENCE ADOLESCENT IN SMK CATHOLIC ST. LOUIS RANDUBLATUNG  DISTRICT BLORA  Data commissions Indonesian Child Protection (KPAI) to 2015 recorded 6,006 cases of child abuse were identified as many as 3160 cases of violence against children related to parenting,1764 case study, 1366 cases of health and drugs, and in 1032 his case due to cyber crime andpornography. One of the ongoing violence is verbal abuse parents as much as in 2062. To determine the correlation of verbal abuse older people with emotional intelligence teenage daughter.  This  type  of  research  is a correlation  study  using  cross  sectional  design.  The population  in  this  study  is  a  class  XI  student  of  SMK  Catholic  St.  Louis  Randublatung totaling 42 students.  A sample of 38 female students  at the sampling  technique  is simple random  sampling.  Analyzed  using  univariate  and  bivariate  analysis.  Verbal  abuse  in adolescent girls parents that mild verbal abuse as much as 19 respondents (50%). Emotional intelligence  in young  women  are  mostly  high  emotional  intelligence  as  much  as 20 respondents  (52.6%).  There is a relationship  of verbal  abuse older people with emotional intelligence teenage P-value = 0.000). Expected in the community, especially parents to understand the impact of parental verbal violence against emotional intelligence, so expect parental violence against children can be prevented. Keywords       :  Parental verbal abuse, emotional intelligence, adolescent girlsÂ
Pengaruh Hypnotherapy Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Dismenore pada Mahasiswi STIKes Karya Husada Semarang
Lestari, Sri;
Herman, Herman
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v3i2.123
Menstruasi adalah perdarahan  vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Rata-rata lebih dari 50%  perempuan  di  setiap Negara mengalami dismenorea. Di Amerika Serikat diperkirakan 45-90%perempuan mengalami dismenorea, dan 12% nyeri berat, 37% sedang, 49% ringan. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tidak dapat dipastikan secara mutlak di karena akan kurangnya kesadaran penderita  untuk  berkunjung/melaporkan ke  dokter.  Boleh  dikatakan  90%  perempuan  Indonesia  pernah mengalami dismenorea. Selain tindakan farmakologis untuk menanggulangi nyeri ada pula tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, salah satunya yaitu Hypnosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang. metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dan menggunakan desain pre-post test with control group dengan pemberian Hypnosis. Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji t dependent dengan hasil penelitian yang menunjukkan (p= 0.000 dan α= 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang.