Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Iron and Vitamin C Supplements for Young Women With Anemia at Islamic Boarding School Addanuriyah Semarang Hastuti, Witri; Widiati, Amrih
Health Notions Vol 2 No 10 (2018): October 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.781 KB)

Abstract

-
Respiratory Muscle Stretching Toward Pulmonary Vital Capacity for Asthma Patient Yunani, Yunani; Widiati, Amrih; Jamaluddin, M
Health Notions Vol 1 No 4 (2017): October-December 2017
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.031 KB)

Abstract

Asthma caused dyspnea because bronchospasme. Expiration rate and inspiration volume decrease, it will reduce pulmonary vital capacity. Asthma patient need exercise to improve pulmonary vital capacity. The exercise will strengthen and endurance respiratory muscles that can increase activity tolerance. The objective of the study was to know the effect of respiratory muscle stretching toward pulmonary vital capacity of asthma patient. These study used quantitative study with quasy experiment by using randomized pretest posttest design. Intervention group used respiratory muscle stretching and control group used deep breathing exercise. The sample was 15 respondents for intervention group and 15 respondents for control group. The instruments were spirometry and observation sheet. Data analysis used T paired test where T test was 0.005 for intervention group and 0.000 for control group  by hypothesis test with α 0.05. The mean difference between two groups used Mann Whitney test, where T test was 0.001.   
Hubungan Dukungan Perawat dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasangan Hidup Pasien yang Dirawat Di Ruang ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora amrih widiati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.546 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.96

Abstract

Gejala kecemasan baik yang bersifat akut maupun kronik (menahun) merupakan komponen utama bagi hampir semua gangguan jiwa (psychiatric disorder). Jumlah orang yang menderita gangguan kecemasan baik akut maupun kronik mencapai 5% dari jumlah penduduk, dengan perbandingan antara wanita dan pria 2 banding 1. Diperkirakan antara 2-4% diantara penduduk suatu saat dalam kehidupannya pernah mengalami gangguan cemas. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan perawat dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat. Jenis penelitian kuantitatif analitik. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam  penelitian ini adalah jumlah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora bulan Desember 2016 sebanyak 32 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora pada bulan Januari 2017 sebanyak 35 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Ada hubungan antara dukungan perawat dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,039). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,005). Rumah sakit membuat standar operasional prosedur pemberian dukungan pada pasien kritis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sambiroto Tembalang arista adityasari putri; Amrih Widiati; Uta Alita Marsanti Wayor
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.139 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.122

Abstract

Menurut  Depkes  RI  (2014) pada tahun 2014 tercatat penderita DBD di 34 propinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan tahun 2013 dengan jumlah penderita 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experiment). Desain penelitian ini adalah Pre Post test non with control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di RW V Kelurahan Sambiroto Tembalang Semarang sebanyak 54 kepala keluarga. Sampel sebanyak 48 responden dengan teknik sampling menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Kuesioner berisi pengetahuan tentang pencegahan DBD. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Umur responden rata-rata adalah 34,02 tahun, jenis kelamin sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 39 (81,2%), pendidikan terakhir sebagian besar adalah SLTA sebanyak 36 (75%), pekerjaan sebagian besar bekerja sebanyak 28 (58,3%) dan tingkat pendapatan responden sebagian besar diatas UMR (Rp 1.685.000) sebanyak 26 (54,2%). Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 9,94. Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sesudah pendidikan kesehatan rata-rata adalah 13,98. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penggunaan Baju ANT-VGAR untuk Rasa Nyaman Pasien pada Pemeriksaan Eleltrokardiogram (EKG) Yunani Yunani; Tegar Wisnu Prasetyo; Amrih Widiati; Widiyaningsih Widiyaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 8, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v8i1.451

Abstract

Elektrokardiogram (EKG) merupakan suatu sinyal yang terbentuk sebagai hasil dari aktivitas listrik jantung, sinyal ekg mempunyai bentuk spesifik sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kondisi kesehatan jantung. Pemeriksaan EKG pasien diharuskan membuka baju, di mana hal ini mengakibatkan pasien kurang nyaman. Hasil wawancara terhadap pasien yang akan dilakukan EKG, semua responden mengalami rasa malu atau kurang nyaman ketika pemasangan EKG terutama pasien perempuan karena daerah dada dibuka. Salah satu tindakan untuk meningkatkan rasa nyaman dengan menggunakan baju ANT-VGAR yang digunakan untuk menutupi area dada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baju ANT-VGAR terhadap rasa nyaman pasien pada pemeriksaan EKG. Penelitian ini menggunakan desain quasy exsperimen dengan pendekatan intact group comparison. Sampel penelitian ini adalah pasien yang akan dilakukan pemeriksaan EKG dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden yang dibagi dua kelompok, 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Standar prosedur Operasional  (SPO) baju ANT-VGAR dan kuesioner rasa nyaman untuk mengukur kenyamanan responden saat pemeriksaan EKG. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata rasa nyaman pasien pada kelompok intervensi 22,53 dan pada kelompok kontrol 19,86. Hasil uji Man Whitney didapatkan perbedaan yang signifikan rerata rasa nyaman pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan p-value (0,023). Baju ANT-VGAR meningkatkan rasa nyaman  pasien pada pemeriksaan EKG. Kata Kunci : rasa nyaman; baju ANT-VGAR; pemeriksaan EKG ANT-VGAR CLOTHING FOR PATIENTS’ COMFORT ON ELECTROCARDIOGRAM EXAMINATION ABSTRACT Electrocardiogram (ECG) is a signal that is formed as a result of electrical activity of the heart; ECG signal has a specific shape so that it can be used as a reference to determine the condition of heart health. ECG examination requires the patient to undress that’s causing the patient feel less comfortable. The results of interviews with the patients who would have an ECG examination showed that all respondents feel embarrassed or uncomfortable when installing an ECG, especially female patients because the chest area is opened. Using ANT-VGA cloth to cover chest area was an effort to reducing uncomfort feeling for patients. The aim of this study was to determine the effect of ANT-VGAR clothing on the comfort of the patient during the examination.This study used quasy exsperiment with an intact group comparison approach. The respondents used in this research were the patients of ECG examination with purposive sampling . A total of 30 respondents were divided into two groups, 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group. The instrument used was the Standart Operational Prosedure (SOP) ANT-VGAR shirt used during the ECG examination and a comfort questionnaire to measure the respondents' comfort during the ECG examination. The mean value of comfort in the intervention group was 22.53 and in the control group were 19.86. Whitney Man test results obtained significant differences in the average comfort in the control group and the intervention group with p-value (0.023). The results of this study concluded that there is an influence of the ANT-VGAR shirt on the comfort of the patient during the ECG examination. Keywords: patient comfort; ANT-VGAR shirt; ECG examination
Respiratory Muscle Stretching Toward Pulmonary Vital Capacity for Asthma Patient Yunani Yunani; Amrih Widiati; M. Jamaluddin
Health Notions Vol 1, No 4 (2017): October-December
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.031 KB) | DOI: 10.33846/hn.v1i4.62

Abstract

Asthma caused dyspnea because bronchospasme. Expiration rate and inspiration volume decrease, it will reduce pulmonary vital capacity. Asthma patient need exercise to improve pulmonary vital capacity. The exercise will strengthen and endurance respiratory muscles that can increase activity tolerance. The objective of the study was to know the effect of respiratory muscle stretching toward pulmonary vital capacity of asthma patient. These study used quantitative study with quasy experiment by using randomized pretest posttest design. Intervention group used respiratory muscle stretching and control group used deep breathing exercise. The sample was 15 respondents for intervention group and 15 respondents for control group. The instruments were spirometry and observation sheet. Data analysis used T paired test where T test was 0.005 for intervention group and 0.000 for control group by hypothesis test with α 0.05. The mean difference between two groups used Mann Whitney test, where T test was 0.001.Keywords: Respiratory muscle stretching, Pulmonary vital capacity, Asthma
Iron and Vitamin C Supplements for Young Women with Anemia at Islamic Boarding School Addanuriyah Semarang Witri Hastuti; Amrih Widiati
Health Notions Vol 2, No 10 (2018): October
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.781 KB) | DOI: 10.33846/hn.v2i10.165

Abstract

Young women are at risk of having anemia higher than young men because every month they had menstruation. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving iron and vitamin C supplements to adolescent girls.This is a quantitative research with true experiment design. Research samples were young women who experienced mild-moderate anemia. The study begins with initial screening by measuring Hb levels. The selected samples were given iron supplements in the control group and given iron supplements plus vitamin C in the treatment group. In weeks I and II Fe tablets and vitamin C were given 1 tablet each. Week III, during menstruation the sample is given 1 tablet of Fe and vitamin C every day during menstruation. In week IV given 1 tablet of Fe and vitamin C.The results showed that there were differences in Hb levels in the groups given Fe and Fe tablets plus vitamin C with significance values α = 0.000 and α = 0.000. The average increase Hb in the group with Fe was 1.2 g / dL and in the group given Fe plus vitamin C it was 1.7 g / dL. The group that received Fe and vitamin C tablets was more effective than the group with Fe tablets only. Vitamin C can increase iron absorption when given during menstruation, so it can reduce anemia in young women Keywords: Iron supplements, Vitamin C, Anemia, Young women
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi di Kabupaten Pati MAndaty, Fhandy Aldy; Widiati, Amrih; Fauziah, Wardah; Fauzia, Wilda
Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : UPPM Polsub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jiitr.v5i2.151

Abstract

Lanjut usia merupakan masa pertumbuhan manusia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi. Hipertensi juga menjadi penyakit tidak menular (PTM) yang paling tinggi angka kejadiannya dibandingkan PTM lainnya yaitu sebesar 76,5% di Provinsi Jawa Tengah. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih serius. Penatalaksanaan hipertensi mengharuskan lansia memiminum obat secara rutin. Kepatuhan lansia menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan tekanan darah. Keterlibatan keluarga dalam pengobatan tentu membawa dampak positif dalam keberhasilan terapi pengobatan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di   Kabupaten Pati. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh lansia hipertensi di Kabupaten Pati dan jumlah sampel sebanyak 44 lansia dengan tekhnik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Lansia yang mendapatkan dukungan keluarga kategori baik cenderung lebih patuh minum obat. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan p value 0,002 (<0,05). Simpulan: Terdapat  hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Wilayah Kabupaten Pati.
STUDI KASUS: PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN DENGAN POST OPERASI ULKUS DM Manuel, Juniela; Widiati, Amrih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46728

Abstract

Pasien dengan ulkus kaki diabetik (UKD) yang menjalani tindakan operasi, seperti amputasi, sering mengalami nyeri pasca operasi yang dapat mempengaruhi proses pemulihan dan kualitas hidup. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Teknik ini bekerja dengan menstimulasi sistem saraf parasimpatis dan mendorong pelepasan endorfin, sehingga dapat membantu mengurangi persepsi nyeri serta memberikan efek tenang dan rileks pada pasien. Penerapan teknik relaksasi dalam pada pasien post operasi ulkus DM terbukti dapat menurunkan tingkat nyeri, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung proses penyembuhan luka secara menyeluruh. Intervensi sederhana ini dapat dijadikan sebagai bagian dari terapi suportif yang mudah diterapkan dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam untuk menurunkan nyeri post operasi ulkus DM. Desain penelitian menggunakan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post ulkus DM dengan memberikan teknik relaksasi napas dalam. Adapun subjek dalam studi kasus berjumlah dua orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan intensitas skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 ke 3 dan 4 ke 2 setelah diberikan teknik relaksasi napas dalam. Kesimpulan: pemberian teknik relaksasi napas dalam dianggap efektif dan mempunyai dampak positif dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi.
PENERAPAN GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Setyowati, Agnes Heru; Widiati, Amrih
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.224

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh masyarakat. Nyeri merupakan masalah yang umum dirasakan oleh penderita gastritis. Nyeri tersebut jika tidak ditangani dapat membawa dampak mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Penanganan nyeri pada pasien gastritis dapat dilakukan secara non farmakologi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan guided imagery terhadap tingkat nyeri pada pasien gastritis. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu studi kasus dengan 2 sampel penelitian yaitu pasien gastritis yang mengalami nyeri. Penerapan guided imagery dilakukan 3 kali dalam 3 hari berturut-turut, dimana setiap kali penerapan guided imagery selam 15 menit. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale dan dilakukan setiap kali sebelum dan sesudah penerapan guided imagery. Hasil: Sebelum penerapan guided imagery diketahui tingkat nyeri pada subjek 1 yaitu skala 6 (nyeri sedang) dan subjek 2 yaitu skala 5 (sedang) dan sesudah penerapan guided imagery terjadi penurunan nyeri pada subjek 1 dan 2 yaitu skala 2 (nyeri ringan). Simpulan: Terapi guided imagery dapat mejadi salah satu terapi alternatif untuk mengurangi nyeri pada pasien gastritis. Kata Kunci: Gastritis; Guided imagery; Nyeri     Abstract Background: Gastritis is a global health problem that is widely experienced by the community. Pain is a common problem felt by gastritis sufferers. If left untreated, this pain can have an impact on disrupting the quality of life and daily activities. Pain management in gastritis patients can be done non-pharmacologically. Objective: to determine the application of guided imagery to the level of pain in gastritis patients. Research Method: This type of research is a case study with 2 research samples, namely gastritis patients who experience pain. The application of guided imagery was carried out 3 times in 3 consecutive days, where each time the application of guided imagery lasted for 15 minutes. Measurement of pain levels using the Numerical Rating Scale and was carried out each time before and after the application of guided imagery. Results: Before the application of guided imagery, the level of pain in subject 1 was known to be a scale of 6 (moderate pain) and subject 2 was a scale of 5 (moderate) and after the application of guided imagery there was a decrease in pain in subjects 1 and 2, namely a scale of 2 (mild pain). Conclusion: Guided imagery therapy can be an alternative therapy to reduce pain in gastritis patients. Keywords: Gastritis; Guided imagery; Pain