cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018" : 6 Documents clear
Motivasi Mahasiswa Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Tugas Akhir Haiya, Nutrisia Nuim
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.783 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.186

Abstract

LatarBelakang: Motivasi pada mahasiswa mempunyai dampak negatif dan dampak positif terhadap kegiatan mahasiswa tersebut, dampak positifnya akan melakukan kegiatan dengan penuh semangat akan tetapi dampak negatifnya akan mengakibatkan kecemasan. Kecemasan adalah sesuatu yang dirasakan seperti kebingungan, rasa takut, rasa yang tidak menentu dan tidak berdaya serta kegelisahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kecemasan mahasiswa menghadapi tugas akhir. Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 94 mahasiswa dengan tehnik Total Sampling.Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan Spearmen. Hasil:Hasil didapatkan bahwa ada hubungan signifikan antara motivasi dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir (p= 0,0009) dengan r= 0,270. Simpulan : motivasi mahasiswa berhubungan dengan tingkat kecemasan yang sedang dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir. Kata Kunci : Motivasi; kecemasan; mahasiswa
Pengetahuan Masyarakat Tentang Prosedur Bantuan Hidup Dasar Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Rudi Kurniawan
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.277 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.205

Abstract

Latar belakang: angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ciamismengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir,pada tahun 2015 sebanyak 324 kejadian yang menyebabkan 117 orang meninggal. Pada tahun 2016 sebanyak 340 kejadian, yang mengakibatkan 154 orang meninggal dunia.Kejadian ini bisa dicegah dengan bantuan hidup dasar. Hasil studi pendahuluan melalui wawancara terhadap warga menunjukkanbeberapa orang tidak mengetahui prosedur bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas.Bantuan hidup dasar kepada korban berupa pertolongan pertama seharusnya juga dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, karena yang terlebih dahulu ada di tempat kejadian ketika terjadi kecelakaan adalah masyarakat umum. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat umum tentang prosedur bantuan hidup dasar  pada korban kecelakaan lalu lintas. Metode: penelitian ini menggunakan deksriptif dengan jumlah populasi sebanyak 296 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling sebanyak 75 orang. Hasil:penelitian didapat bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas dikategorikan kurang yaitu pengetahuannya baik sebanyak 3 responden (4,0%), pengetahuannya cukup sebanyak 18 responden (24,0%), dan yang pengetahuannya kurang sebanyak 54 responden (72%). Simpulan:bahwa pengetahuan  masyarakat tentang prosedur  bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas sebagian besar menunjukkan pengetahuan kurang (72%).Kata kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama
Studi Fenomenologi Perilaku Homoseksual Di Kota Semarang Sri Puji Lestari; Indah Wulaningsih; Lailatul Fitriyah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.545 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.213

Abstract

Homoseksual merupakan masalah global dan modern sekarang ini, gaya hidup atau lifestyle merupakan hal yang sangat penting dan kerap menjadi ajang untuk menunjukkan identitas diri. Saat ini cukup banyak komunitas dan organisasi homoseksual baik formal maupun informal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena perilaku homoseksual di Kota Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian fenomenologi kualitatif. Partispisan dalam penelitian ini adalah 4 orang homoseksual yang berada dalam sebuah komunitas homoseksual di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan partisipan berteman baik dengan siapapapun, partisipan melakukan hubungan seksual dengan berbagai  cara, baik oral , bodycontact dan anal. Diharapkan untuk para homoseksual agar dapat berperilaku secara baik dalam perilaku sesksual maupaun perilaku secara umum sesuai kaidah di masyarakat agar kehadirannya dapat diterima dalam lingkungan.Kata Kunci:  homoseksual; perilaku
Gambaran Kecerdasan Emosional Perawat Dalam Berkomunikasi Interpersonal Pada Pasien di Ruang Rawat Inap Interne RSUP M. Djamil Padang Reska Handayani; Irayani Irayani
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.993 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.188

Abstract

kecerdasan emosi seseorang menyumbang pengaruh besar terhadap komunikasi interpersonal seseorang. Orang yang cerdas emosi akan mampu mengenali emosi, mengendalikan emosi, memotivasi diri, empati dan hubungan sosial. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional perawat dalam berkomunikasi interpersonal pada pasien. Penelitian dilaksanakan diruangan Interne RSUP Dr M. Djamil Padang. Pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner yang disebarkan kepada seluruh perawat di ruang rawat inap Interne dengan jumlah responden 70 orang perawat.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2018. Hasil penelitian didapatkan karakteristi responden bahwa rerata umur perawat pelaksana 34 tahun dengan umur terendah 25 tahun dan umur tertinggi 56 tahun, rerata masa kerja perawat pelaksana 8 tahun jenis kelamin perempuan sebanyak 92,9% sedangkan tingkat pendidikan perawat pelaksana sebanyak 77,1% D III Kep. Sebanyak 65,7% perawat memiliki komunikasi interpersonal yang tinggi kepada pasien. hasil penelitian Kecerdasan emosional yang meliputi kesadaran emosi yang tinggi sebanyak 68,6%, pengendalian emosi yang tinggi sebanyak 65,7% , motivasi diri yang rendah sebanyak 57,1%, empati yang tinggi 75,7% dan perawat yang membina hubungan yang rendah sebanyak 52,9%. Diharapkan manajemen RSUP Dr M. Djamil Padang untuk meningkatkan sosialisasi standar prosedur komunikasi interpersonal kepada pasien agar dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang optimal. Kata kunci : Kecerdasan Emosional; Komunikasi Interpersonal; Perawat
Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima Dengan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas III RSI Sultan Agung Semarang Windyastuti Windyastuti; Gilang Deka Hayuna; Rahayu Winarti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.383 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.189

Abstract

Latar Belakang : Timbang terima adalah transfer tentang informasi yang mencakup peluang pertanyaan, klasifikasi, konfirmasi tentang pasien, tanggung jawab utama dan kewenangan perawat dari perawat sebelumnya ke perawat yang akan melanjutkan perawatan. Komunikasi dalam timbang terima memiliki peranan penting dalam penyampaian berbagai informasi pasien yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan SPO yang berlaku pada setiap pergantian shift, karena SPO tersebut dapat menunjang tidak terjadi salah persepsi ataupun ketidaksinambungan informasi, ehingga tidak terjadi kesalahan tindakan atau melalaikan suatu tindakan yang akan dapat beresiko terhadap keselamatan pasien.Tujuan: Mengetahui hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas III RSI Sultan Agung Semarang. Metode : Jenis penelitian yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan tekhnik Porpotionate Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan batas kemaknaan α = 5% (0.05). Hasil : Terdapat 52% pelaksanaan timbang terima baik dan 38,8% keselamatan pasien baik dengan hasil uji statistik nilai ρ value = 0,000 < 0,05 dan r = 0,722.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasienKata Kunci : Keselamatan Pasien, Operan, Timbang Terima
Gambaran Tingkat Stress Kerja Perawat Ruang Rawat Inap Instalasi Penyakit Dalam RSUP M Djamil Padang Indri Ramadini; Rika Syafitri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.399 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.187

Abstract

Tenaga keperawatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan di rumah sakit karena perawat adalah provider yang selalu kontak selama 24 jam dengan pasien Peran perawat dalam memberikan pelayanan sering mengalami tekanan psikologi, hal ini bisa disebabkan karena beban kerja yang berlebihan, waktu pelaksanaan, kontak penyakit pasien secara langsung kondisi tekanan psikologi seperti ini sering menimbulkan stres (NIOSH, 2008).Stres kerja merupakan suatu kondisi fisik dan emosional yang berbahaya yang terjadi ketika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya dan kebutuhan pekerja (NIOSH, 2008). Survey nasional di Perancis (Frasser, 1997), ditemukan bahwa 74% perawat mengalami  stress kerja. Hasil penelitian Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (2006) ditemukan  50,9% perawat Indonesia mengalami stres kerja, yang disebabkan beban kerja terlalu tinggi dan menyita waktu, gaji rendah dan insentif yang tidak memadai (Muthmainah, 2012). Jenis penelitian deskriptif  dengan pendekatan cross sectional study, jumlah sampel  20 responden ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan analisa secara univariat dengan distribusi frekuensi  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat (55%) mengalami stres kerja. Dari hasil dapat disimpulkan adanya stres kerja dilingkungan kerja perawat di ruang rawat inap, diharapkan perawat dapat melakukan cara yang asertif dalam menyelesaikan masalah dan juga pihak rumah sakit menyediakan media konseling bagi perawat yang mengalami stres kerja. Kata Kunci:  Penyakit Dalam; Perawat; Rumah Sakit; Ruang Rawat Inap; Stres Kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 6