cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Studi Perencanaan Pintu Air Irigasi Dengan Bahan Baja Ringan Pada Saluran Irigasi Tambak Di Desa Permisan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Handika Setya Wijaya
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1979

Abstract

Sistem operasi pendistribusian air payau di Daerah Irigasi Tambak selama ini masih mengunakan sistem tradisional dan seringkali menimbulkan dampak tidak maksimal hasil produksi tambak. Untuk mengatasi hal tersebut diatas perlu dilakukan perencanaan konstruksi pintu air ini bertujuan untuk mendukung pendistribusian air irigasi dan mengoptimalkan sistem pembagian air lebih terstruktur serta menigkatkan produksifitas lahan tambak. Konstruksi pintu air yang direncanakan adalah pintu air dengan bahan baja ringan untuk pembagian air payau di daerah irigasi tambak. Dimensi saluran adalah berdasarkan kondisi di lapangan yaitu dengan kondisi pada titik P1, P2 dan P3. Daerah yang akan dilayani adalah Kali Buyuk dengan luas area 25 ha, kebutuhan air pada saat pengisian P1 = 3,33 lt/det/ha, P2 = 23,31t/det/ha, P3=  49,95 lt/det/ha, debit air yang kebutuhan pada setiap titik adalah P1 =  0,01 m3/det, P2 = 0,023 dan P3 = 0,049, dengan tebal pintu bahan baja ringan pada P1 = 0,266 cm, P2 = 0,28 cm dan P3 = 0,279 cm dan momen maximal pada setiap titik sebagai berikut P1 = 4865 kg/cm, P2 = 5382 kg/cm, P3 = 5382 kg/cm dengan diameter pada setiap stang pintu adalah P1 = 2,03 cm, P2 = 2,04 cm, P3 = 2,09 cm.
Pengaruh Penambahan Serat Tali Rafia terhadap Sifat Mekanis Mortar Geopolimer Fajri Fajri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.2015

Abstract

Mortar Geopolimer seperti mortar umumnya, memiliki kekurangan berupa sifat getas dan rendah kekuatan lenturnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan serat terhadap sifat mekanis mortar geopolimer yang menggunakan fly ash, sebagai pengganti semen. Serat yang digunakan adalah serat tali rafia yang dipotong sepanjang 2 cm, dengan variasi berat serat 0%, 0,4%, 0,8%, 1,2 % dan 1,6% dari berat fly ash. Benda uji dibuat berbentuk prisma ukuran 30x30x130 mm dan berbentuk kubus ukuran 50x50x50 mm. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat lentur dan kuat tekan pada umur mortar 1, 3, 7 dan 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh hasil, nilai kuat lentur maksimum terjadi pada persentase serat 0,8% dan kuat tekan maksimum terjadi pada persentase serat 0,4%. Peningkatan kuat lentur dan kuat tekan mortar geopolimer masing-masing terjadi sebesar 14,69 % dan 2,18 % dibanding mortar geopolimer tanpa serat pada umur 28 hari.
Analisis Penilaian Stabilitas Timbunan dan Perkuatan Tanah pada Open Dumping TPA Ngipik Gresik Ria Asih Aryani Sumitro; Trihanyndio Rendy S; Aqil Rausanfikr M
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.2025

Abstract

Abstrak — Aspek tinjauan dalam penilaian stabilitas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Ngipik adalah analisa kondisi stabilitas timbunan sampah eksisting, analisa stabilitas timbunan sampah dengan tinggi maksimum (tanpa perkuatan) yang akan terjadi pada area baru TPA dan analisa alternatif perkuatannya. Adapun alternatif perkuatannya adalah pemasangan minipile, geotextile, dan stone column terhadap tinggi timbunan sampah 30 m dengan merujuk peraturan SNI 8460:2017. Area eksisting TPA Ngipik pada tahun 2020 mendapati kelebihan volume daya tampung dengan tinggi timbunan eksisting 14,11 m dan nilai faktor keamanan 1,230. Pada area baru TPA Ngipik tinggi kritis timbunan maksimum yang dapat dicapai adalah 9,22 m dengan nilai pemampatan akibat timbunan bertahap selama 128 minggu sebesar 2,254 m. Dalam hasil analisis didapatkan perkuatan tanah terhadap tinggi timbunan sampah 30 m dapat menggunakan minipile menggunakan minipile 74 buah dengan jarak 0,303 m, atau  geotextile 24 lapis dengan total Panjang 595,92 m/m’, atau stone column diameter 0,8 m dengan jarak 1,71.Kata Kunci : Geotextile, Minipile, Open Dumping, Stone Column, TPA Ngipik.Abstrak — Performed stability assessments of TPA (End Disposal Area) Ngipik in this study are the existing landfill, the maximum landfill height (without reinforcement) at new area and the reinforcement alternatives. The alternatives are installation of minipile, geotextile and stone column with 30 m of landfill height in accordance with Indonesian National Code (SNI 8460:2017). The result of this research is that the existing area of TPA Ngipik in 2020 suffers from excessive height as much as 14.1 m and the safety factor is 1.230. In the new area of TPA Ngipik, the maximum landfill height (without reinforcement) is 9.2 m with the total settlement due to landfill stages is 2.25 m (in 128 weeks). Reinforcement alternatives are using 74 Minipiles with spacing 0.3 m, or using geotextile in 24 layers with a total length of 596 m/m', or using stone column with diameter of 0.8 m and spacing 1.7 m.Kata Kunci : Geotextile, Minipile,  Open Dumping,  Stone Column,  TPA Ngipik.
Evaluasi Sisa Umur Dan Struktur Tangki Penimbun Berdasarkan Data Percepatan Tanah Pada Daerah Rawan Gempa Fajar Syuhada
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1929

Abstract

Dalam studi kasus ini membahas mengenai tangki penimbun yang digunakan untuk menampung fluida. Seiring dengan berjalannya waktu, tangki penimbun mengalami penurunan daya tahan sehingga perlu dilakukan perawatan untuk kelayakannya. Peninjauan dilakukan berdasarkan ketebalan aktual inspeksi (tahun 2017) dari pelat dinding dan roof (atap) yang kemudian dibandingkan dengan ketebalan inspeksi periode sebelumnya (tahun 2006). Dari peninjauan tersebut didapatkan laju korosi beserta sisa umur operasinya.Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa ketebalan aktual dari keempat pelat dinding dan roof memiliki nilai diatas ketebalan minimum yang dipersyaratkan, sehingga masih layak untuk dioperasikan dengan sisa umur ≥ 19 tahun untuk semua shell dan roof dengan umur tertinggi pada shell #4 yaitu 185 tahun dan terendah pada shell#1 yaitu 19 tahun. Kemudian berdasarkan analisis respon strukturnya, tangki penimbun masih memiliki nilai tegangan yang lebih rendah dari tegangan yang diijinkan, baik pada lokasi aktual yaitu Kabupaten Siak serta lokasi uji yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Analisa Gaya Geser Dasar dan Gaya Dalam Pada Kolom tehadap Penambahan Dinding Geser Yayan Adi Saputro
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1895

Abstract

A flat plate is a two-way plate system with the plate load to be transferred directly to the column without having to pass through the beam structure. One of the advantages and strengths of this structure is that it can shorten or enhance the building. However, there are also some shortcomings in the use of flat plate structures, which are prone to lateral forces, mainly due to earthquake loads, because there is no beam structure causing the column and plate junction is not too strong, so that the structure is flexible and can cause danger of sliding the foundation. An alternative appeared to increase the strength of the structure is to add shear walls, where the influence of the shape and placement of the right layout is very important. The research method in the form of analysis in a 10-story building using a flat plate structure system with six shear wall modeling. With a distance between floors three meters, with four x-axis spans with a length of six meters and three y-axis spans with a length of five meters. The function of the building as a low-cost apartment is located in Jepara district with a medium type of land category. Analysis was performed with a SAP2000 software in three dimensions. The dynamic behavior reviewed includes the basic shear forces and internal forces in the column using the spectrum response analysis method. The shear force results are increased in Model VI for the X direction and Model III for the Y direction. The addition of lateral wall stiffener to the flat plate structure system affects the internal forces in the corner, edge and center columns.
Penilaian Kondisi Bangunan RSUD Meuraxa berdasarkan Analisis Biaya Pemeliharaan Cut Zukhrina Oktaviani; Abdullah Mahmud; Khairul Amna
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i2.1944

Abstract

RSUD Meuraxa merupakan BLUD sejak Desember 2009, sehingga biaya operasional seluruhnya bersumber dari pendapatan rumah sakit. Bangunan rumah sakit memiliki umur yang bervariasi dan yang terlama sudah beroperasi selama 12 tahun lebih. Karenanya ditengarai keandalan bangunan mulai berkurang, bahkan ada komponen bangunan yang sudah dalam keadaan rusak. Indikator mutu keandalan bangunan rumah sakit mensyaratkan bangunan harus selalu dalam kondisi 100% untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pasien dan pengguna gedung lainnya. Untuk maksud tersebut dapat dilakukan pemeliharaan gedung secara berkala/rutin. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi intensitas kerusakan bangunan dan ruang lingkup penelitian dibatasi pada intensitas kerusakan komponen gedung rumah sakit dengan observasi (pengamatan) langsung ke lapangan. Selanjutnya dilakukan analisis biaya, sehingga didapat besaran biaya pemeliharaan bangunan. Hasil perbandingan biaya pemeliharaan dengan biaya aset gedung, maka diperoleh intensitas kerusakan bangunan sebesar 2,93% dan masuk dalam kategori pemeliharaan ringan yaitu ≤ 35% dari biaya bangun baru. Kerusakan yang dominan adalah pada komponen non-struktur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6