cover
Contact Name
Dienny Redha Rahmani
Contact Email
lp2m@umbjm.ac.id
Phone
+6281349502403
Journal Mail Official
rahmani@umbjm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Healthy-Mu Journal
ISSN : 25973851     EISSN : 25973851     DOI : -
Core Subject : Health,
Healthy-Mu Journal is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2018)" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Multivitamin Fatigon Spirit® Terhadap VO2 Maks Pada Mahasiswa JPOK Huldani Huldani
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.915

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan pemberian Multivitamin Fatigon Spirit® sebelum latihan. Multivitamin Fatigon Spirit® adalah beberapa multivitamin yang beredar di masyarakat dan diklaim dapat meningkatkan ketahanan kerja dan mengurangi kelelahan. Penilaian kapasitas oksigen maksimal sangat penting untuk memonitor kemampuan daya tahan kardiovaskuler, pernafasan dan otot seseorang sehingga dapat menjadi acuan dalam mempertahankan dan meningkatkan kesegaran jasmaninya. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan non probability purposive sampling dengan besar sampel berjumlah 35 orang laki-laki mahasiswa JPOK UNLAM Banjarbaru yang mempunyai rentang usia 19-23 tahun. Bahan penelitian menggunakan Multivitamin Fatigon Spirit® yang dikonsumsi 1 jam sebelum dilakukan latihan Multistage fitness test. Penelitian bersifat kwasi pre test-post test design dengan metode single blind. Data yang didapatkan akan dianalisis secara statistik dengan komputerisasi menggunakan program Statistical package for Social Science (SPSS) dengan metode statistik Uji T berpasangan dengan dilakukan uji normalitas sebelumnya. Hasil statistik tersebut menujukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian Multivitamin Fatigon Spirit® atau dengan kata lain pemberian Multivitamin Fatigon Spirit® efektif dalam meningkatkan kapasitas oksigen maksimal.
Pengaruh Pemberian Quercetin Terhadap Kematian Sel Endotel Aorta Tikus Wistar Yang Diberi Diet Atherogenik Frenky Arif Budiman
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.917

Abstract

Atherosklerosis merupakan suatu penyakit degeneratif. Proses Atherosklerosis terjadi melalui beberapa tahap. Kejadian awal yang berperan pada proses atherosklerosis adalah kerusakan atau disfungsi endotel karena kadar lemak LDL. LDL Lipoprotein) adalah kolesterol “jahat” yang potensial menyumbat pembuluh darah. Akan tetapi, hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian antioksidan. Oleh karena itu, perlu adanya altermatif pengobatan yang bersifat preventif yang bahannya berasal dari buah-buahan. Quersetin adalah salah satu zat aktif kelas flavonoid yang secara biologis amat kuat. Antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel sel endotel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan meningkatkan koesterol “baik” (High Density Lipoprotein / HDL) yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan quercetin sebagai antioksidan dalam mencegah penurunan jumlah sel endotel aorta tikus yang diberi diet aterogenik. Jenis penelitian ini menggunakan experimental laboratorik pada hewan coba tikus dengan menggunakan desain penelitian Control Group Post Test Design. Variabel penelitian ini adalah jumlah sel endotel aorta. Hasil uji statistik One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perubahan jumlah sel endotel aorta tiap taraf perlakuan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian quercetin dengan dosis 56 mg paling potensial dalam pencegahan penurunan jumlah sel endotel aorta tikus.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kunjungan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Di Desa Ivong Rusdiyanti
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.918

Abstract

Menigkatnya kasus Penyakit Tidak Menular merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah adalah Pos Pembinaa Terpadu penyakit tidak menular, program tersebut digalakkan guna peningkatan mutu dan derajat kesehatan serta pelayanan kesehatan. Peran masyarakat secara mandiri dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mengendalikan factor resiko penyebaran Penyakit Tidak Menular., dengan pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular dapat dilakukan sejak dini dan kejadian penyakit tidak menular di masyarakat dapat diminimalkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan ke pos pembinaa terpadu penyakit tidak menular Di Desa Bulupitu. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh sasaran pembinaa terpadu penyakit tidak menular sejumlah 3426 orang. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik sampling random atau acak sebanyak 97 orang. Data primer menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif dan non-parametrik.Uji statistic yang dignakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji non –parametrik yaitu analisis Chi-Kuadrat. Hasil analisa data menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, pengetahuan, pekerjaan, penghasilan, jarak, dan peran kader mempunyai korelasi dengan keaktifan kunjungan pembinaan terpadu penyakit tidak menular setiap bulan, sedangkan Pendidikan, dukungan keluarga seseorang tidak mempunyai korelasi dengan keaktifan kunjungan pembinaan terpadu penyakit tidak menular.
Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Rungan Terhadap Kepatuhan Perawat Memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV Di Ruang IGD Rumah Sakit Dewi Nurhanifah; Muhammad Rizal Firdaus
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.919

Abstract

Gaya kepemimpinan didefinisikan suatu pola perilaku yang ditampilkan sebagai pemimpin ketika mencoba mempengaruhi orang lain. Kepatuhan perawat adalah perilaku perawat sebagai seorang yang professional terhadap suatu anjuran, prosedur atau peraturan yang harus dilakukan atau di taati. Adapun praktik memakai APD sesuai prosedur untuk mengendalikan infeksi dalam lingkungan perawatan akan selalu menjadi prioritas bagi para petugas kesehatan. Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kepatuhan Perawat Memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV di Ruang IGD Rumah SakitKorelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 31 orang perawat IGD Rumah Sakit. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Data di analisis dengan univariat, bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Gaya kepemimpinan kepala ruangan IGD menerapkan yang demokratis, sedangkan kepatuhan perawat memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV yaitu patuh 68%. Hasil analisis uji Chi-Square p=0,029 <0,05 yang artinya Ho ditolak.
Perbandingan Kadar Interleukin-6 Dan Jumlah Limfosit Setelah Latihan Aerobik Ringan Dan Sedang Pada Remaja Lukman Harun
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.920

Abstract

Latihan fisik secara teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, olahraga dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang cukup besar dalam sistem kekebalan tubuh, Latihan fisik secara teratur dapat meningkatkan kadar Interleukin-6 dan Jumlah Limfosit sebagai pertahanan sitokin dan adaptive dalam kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar interleukin-6 dan jumlah limfosit terhadap latihan aerobik ringan dan sedang, Pengambilan sampel menggunakan teknik uji hipoteesis kelompok independen two tail dengan 9 Orang menurut kriteria inklusi.Penelitian ini menggunakan metode Quasi experiment design dengan rancangan penelitian posttest with Control Group. Hasil uji perbandingan kadar interleuin-6 Uji Kruskal-Wallis digunakan karena distribusi datatidak Normal. Menunjukan bahwa p=0,031. Hal ini berarti bahwa rerata kadar IL-6 pada ketiga kelompok berbeda secara bermakna (p < 0,05). Hasil uji jumlah Limfosit Menunjukan bahwa hasil analisis dengan uji Analysis of Variance (Anova) menunjukan bahwa nilai p=0,001. Hal ini bererti bahwa rerata jumlah limfosit pada ketiga kelompok berbeda secara bermakna (p<0,05).
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Ibu Dalam Memilih Tempat Persalinan Di BPM Ivong Rusdiyanti
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.921

Abstract

Capaian keberhasilan upaya kesehatan pada ibu, salah satunya terlihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Upaya untuk menekan resiko AKI antara lain menganjurkan kepada masyarakat agar persalinan yang aman ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan, bidan adalah tenaga kesehatan yang salah satunya memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak secara langsung. Bidan memiliki kedudukan memberikan kemudahan dalam pelayanan masa persalinan, promosi dan konsultasi kesehatan untuk ibu dan anak, serta melakukan deteksi dini terhadap kasus rujukan khususny di pedesaan. Salah satu sarana pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak adalah BPM (Bidan Praktek Mandiri). Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan ibu hamil dalam memilih tempat persalinan Di Bidan Praktek Mandiri Bidan Jaleha. Penelitian dilakukan dengan survey analitik dan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2017. Jumlah sampel adalah 30 responden, teknik yang digunakan adalah total sampling. Data yang dikumpulkan ini menggunakan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Uji chi-square digunakan ntuk analisis data. Hasil analisa data menunjukkan bahwa faktor pekerjaan dan jumlah anak mempunyai korelasi dengan pemilihan tempat persalinan di BPM, sedangkan pendidikan, pendapatan, dan jarak tidak mempunyai korelasi dengan pemilihan tempat persalinan di BPM. Pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anak, dan jarak secara simultan hanya mempengaruhi sebesar 37,1 % terhadap pemilihan tempat persalinan di BPM dan jumlah anak menjadi faktor dominan yang mempengaruhi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6