cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Simulasi computational fluid dynamics (CFD) cabinet dryer dengan sirip dan tanpa sirip Agato Agato; Kuswartini Kuswartini; Dominikus Sulistiono
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 1 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i1.86

Abstract

Cabinet dryer merupakan mesin atau peralatan pengering yang sering digunakan karena sederhana penggunaannya, rendah biaya desain dan operasionalnya. Permodelan dan simulasi menjadi metode yang dapat digunakan untuk mengetahui unjuk kerja cabinet dryer sebelum dilakukan pembuatan prototipe cabinet dryer. Distribusi temperatur dan kecepatan aliran panas merupakan fokus permodelan dan simulasi cabinet dryer. Pada permodelan dan simulasi cabinet dryer ini didesain penggunaan sirip dan tanpa sirip pada saluran luaran aliran udara panas. Perancangan model dilakukan dengan program inventor professional 2019 dan simulasi dengan program Computational Fluid Dynamics (CFD) ultimate 2019. Sumber panas pada cabinet dryer digunakan heater/ coil dengan kondisi awal temperatur 140°C dan kecepatan udara yang dihembuskan melewati heater/ coil 2 m/detik. Data diperoleh dengan simulasi pada 52,29 detik dengan iterasi 6853 untuk cabinet dryer bersirip dan 55,57 detik dengan iterasi 6815 untuk cabinet dryer kosong. Capaian rerata temperatur tertinggi terjadi pada cabinet dryer bersirip yaitu 40,5577°C. Distribusi temperatur untuk cabinet dryer kosong mendekati seragam dengan standard deviasi 0,2291 dan rerata kecepatan aliran panas arah sumbu y (vertikal) 24,4736 mm/detik. Pada cabinet dryer bersirip terdistribusi temperatur mendekati seragam dengan standard deviasi temperatur 0,8468 dan kecepatan aliran panas vertikal rerata 24,5625 mm/detik.
PENGOLAHAN PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) DENGAN METODE FENTON DAN KOMBINASI ADSORPSI-FENTON Tuty Emilia Agustina; Budi Sulistyono; Rendotian Anugerah
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 3 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar. Meningkatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit akan meningkatkan kapasitas produksi yang berdampak terhadap peningkatan jumlah limbah industri kelapa sawit. Limbah pada industri kelapa sawit terdiri dari limbah padat, cair dan gas. Limbah cair kelapa sawit populer dikenal sebagai Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah POME mengandung senyawa organik sehingga nilai COD, BOD dan TSS tinggi. Proses Fenton merupakan metode AOPs yang paling menonjol karena mampu menghasilkan radikal hidroksil lebih cepat. Bentonit digunakan sebagai adsorben dalam mengolah limbah POME ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah POME dengan metode Fenton dan kombinasi adsorpsi-Fenton. Pengaruh perbandingan rasio molar FeSO4.7H2O:H2O2 pada reagen Fenton sebesar 1:60, 1:80 dan 1:100 serta waktu pengadukan selama 15, 30, 45 dan 60 menit juga dipelajari. Didapatkan hasil penurunan paling tinggi yaitu sebesar 79% pada metode Fenton dengan rasio molar 1:60. Penurunan BOD dan TSS paling tinggi yaitu yaitu sebesar 76,85% dan  91,25% diperoleh pada proses kombinasi adsorpsi-Fenton Penurunan COD dan BOD optimal  pada 30 menit pertama untuk semua variabel selanjutnya nilai variabel cenderung tidak berubah secara signifikan.
PENGARUH RASIO REAKTAN PADA IMPREGNASI DAN SUHU REDUKSI TERHADAP KARAKTER KATALIS KOBALT/ZEOLIT ALAM AKTIF Tri Kurnia Dewi; Mahdi; Teguh Novriyansyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 3 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses reaksi kimia seperti hidrogenasi, cracking maupun hydrocracking, dibutuhkan katalis perengkah yang merupakan katalis heterogen. Salah satu jenis katalis heterogen adalah katalis logam-pengemban, yang terdiri dari logam yang diembankan pada bahan pengemban padat seperti zeolit alam aktif. Pada penelitian ini, dilakukan pengembanan katalis logam kobalt ke dalam zeolit alam aktif melalui metode impregnasi. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah rasio berat reaktan (Co dan zeolit alam aktif) pada impregnasi katalis dengan variasi 2:20; 3:20; 4:20; 5:20 dan 6:20 serta suhu reduksi dengan variasi 250oC; 300oC; 350oC; 400oC dan 450oC. Produk katalis Co/ZAA dianalisa tingkat keasamannya dengan cara adsorpsi amoniadan piridin. Luas permukaan katalis Co/ZAA dianalisa menggunakan Surface Area Analyzer dengan metode BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar rasio berat reaktan kobalt/zeolit alam aktif maka semakin besar pula keasaman dan luas permukaan katalis yang terbentuk. Keasaman dan luas permukaan katalis Co/ZAA juga mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan suhu reduksi. Keasaman katalis terbesar pada penelitian ini adalah pada rasio reaktan Co/ZAA 6:20 dan pada suhu reduksi 450 oC yaitu masing-masing 6,4615 mol/g dan 7,5202 mol/g (keasaman dengan adsorbat amonia), 2,6047 mol/g dan 3,6662 mol/g (keasaman dengan adsorbat piridin). Luas permukaan katalis terbesar pada penelitian ini adalah pada rasio berat reaktan Co/ZAA 6:20 yaitu 32,63 m2/g dan pada suhu reduksi 450 oC yaitu 38,95 m2/g.
Pembuatan biodiesel dari limbah cair kelapa sawit dengan variasi katalis asam sulfat pada proses esterifikasi Susila Arita; Muhammad Rifqi; Tirtasakti Nugroho; Tuty E. Agustina; Fitri Hadiah
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i1.89

Abstract

Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia semakin berkembang pesat mengingat Indonesia merupakan penghasil terbesar kelapa sawit dunia. Hal ini juga perlu mempertimbangkan penanganan limbah yang dihasilkan. Limbah cair kelapa sawit berpotensi dijadikan biodiesel karena masih mengandung asam lemak bebas dan trigliserida. Angka asam bahan baku sebesar 80 perlu diturunkan dahulu dengan esterifikasi karena dapat menurunkan kualitas dan yield biodiesel jika langsung di tranesterifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatkan limbah cair kelapa sawit untuk dijadikan biodiesel serta mengetahui kualitas biodiesel (angka asam, %yield, densitas) yang dihasilkan dilihat dari pengaruh jumlah katalis H2SO4 yang digunakan. Pembuatan biodiesel dilakukan dengan esterifikasi dengan variasi katalis H2SO4 (1,25; 1,35; 1,45; 1,55; dan 1,65 % (v/v)) pada suhu 60oC selama 2 jam. Transesterifikasi dilakukan dengan suhu 60oC selama 1 jam dengan katalis NaOH 1,5% (b/b) dan metanol 35% (b/b). Hasil optimum jumlah H2SO4 untuk penurunan angka asam adalah dengan rasio katalis 1,55% dengan hasil angka asam biodiesel menurun dari 80 menjadi 0,52. Yield optimum yang diperoleh sebesar 75,14% untuk variabel katalis 1,35%. Densitas biodiesel untuk semua variabel telah memenuhi SNI 7182:2015 direntang 0,8608-0,8619 (g/ml).
Efektifitas regenerasi bentonit dan zeolit bekas untuk menyerap logam mangan dan besi dalam limbah cair laboratorium A. Annisah; Muhammad Subhan
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i1.90

Abstract

Proses regenerasi telah dilakukan terhadap bentonit dan zeolit bekas yang merupakan limbah padat. Limbah padat berasal dari sisa kegiatan penelitian di laboratorium yang digunakan sebagai adsorben dalam penyisihan logam berat pada pengolahan limbah cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari adsorben dan mengetahui efektifitas dari bentonit dan zeolit hasil regenerasi untuk menyerap logam mangan dan besi yang terdapat dalam limbah cair. Limbah cair laboratorium yang diuji bersifat asam dengan pH 2,84, keruh dan berwarna kuning kecoklatan dengan kadar logam mangan 2,3487 mg/l dan besi 2,7934 mg/l. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan metode adsorpsi sistem batch. Adsorben sisa diregenerasi menggunakan larutan HCl. Morfologi dan komposisi dari adsorbent sebelum dan setelah regenerasi dianalisa menggunakan SEM-EDS. Untuk kandungan mangan dan besi dianalisa menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Variabel penelitian terdiri dari rasio bentonite : zeolite bekas, kecepatan pengadukan, dan waktu kontak. Karakteristik adsorben menggambarkan permukaan yang bersih dan terang dengan luas permukaan (porositas) yang besar dan terjadi penurunan persentase massa dari beberapa elemen yang terkandung dalam bentonit dan zeolite. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan kadar logam mangan sebesar 97,45 % pada rasio adsorben 1:3, waktu kontak 60 menit dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Untuk logam besi terjadi penurunan sebesar 95,81% pada komposisi adsorben 3:1 pada waktu kontak 60 menit dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Uji selanjutnya menunjukkan bahwa air limbah bersifat netral dan tidak berwarna. Adsorbent hasil regenerasi masih efektif untuk menurunkan kadar logam mangan dan besi dari limbah cair laboratorium.
Performa cyclone dan electrostatic precipitator sebagai penangkap debu pada pabrik semen Nur H. T. Molek; Saputri A. Renelda; S. Syaiful
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i1.91

Abstract

Pencemaran udara dapat dikategorikan sebagai pencemaran yang sangat berbahaya dan juga memberikan dampak yang cukup besar bagi lingkungan disekitarnya. Cyclone dan electrostatic precipitator (EP) adalah contoh alat yang dapat mengurangi pencemaran udara di industri semen. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja cyclone dan EP. Perhitungan kinerja cyclone ditinjau dari jumlah putaran dalam gas dan diameter partikel, dan kinerja EP ditinjau dari kecepatan migrasi partikel dan resistivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan evaluasi dengan menggunakan data aktual. Data tersebut berupa laju alir, densitas, diameter partikel, kecepatan gas inlet, data desain EP dan Cyclone, serta emisi partikulat dan kondisi alat pada saat operasi. Hasil evaluasi menunjukkan effisiensi cyclone sebesar 95,5% dan EP sebesar 98,72%. Kedua nilai efisiensi ini masih memenuhi standar efisiensi alat, yang berarti kinerja cyclone dan EP tersebut masih baik.
Pemurnian Minyak Jelantah dengan Menggunakan Adsorben Serbuk Biji Kelor Tanpa Karbonisasi dan Bentonit Fitri Hadiah; Tri Meliasari; Heryanto Heryanto
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i1.92

Abstract

Konsumsi minyak goreng masyarakat Indonesia hingga 2017 mencapai 2,36 juta ton. Angka tersebut menunjukkan ketersediaan minyak jelantah yang sangat besar. Minyak jelantah yang telah melalui proses adsorpsi dapat bernilai ekonomis, salah satunya menjadi bahan baku untuk industri biodiesel. Adsorben yang digunakan adalah serbuk biji kelor tanpa karbonisasi (BK) dan bentonit (B). Bentonit dikombinasikan dengan serbuk biji kelor sebagai pembanding dan untuk mencari kombinasi rasio yang tepat diantara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan BK dan B dalam mengadsorpsi zat-zat yang tidak diinginkan di dalam minyak jelantah, serta untuk mengetahui isotherm adsorpsi dari proses tersebut. Sebanyak 50 g minyak jelantah dicampurkan dengan 25 g adsorben dengan variasi rasio massa BK dan B sebesar 100:0, 75:25, 50:50, 25:75 dan 0:100. Aktivasi biji kelor menggunakan NaOH 1 N dan bentonit menggunakan HCl 1 N, pada suhu 90C dan kecepatan pengadukan 100 rpm. Proses adsorpsi dilakukan pada temperatur 70C dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Lama variasi kontak adsorpsi yaitu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Hasil terbaik pada variasi rasio BK:B yaitu 0:100, lama adsorpsi 120 menit dengan angka asam sebesar 2,77 mg KOH/g, viskositas sebesar 50,3162 mm2/s, densitas sebesar 4,5605 kg/m3, konsentrasi akhir sebesar 8,718× 10-7 M serta kapasitas adsorpsi sebesar 2,694× 10-6 mg/g. Hal ini menunjukkan bahwa bentonit saja lebih baik dalam mengadsorpsi minyak jelantah daripada biji kelor saja atau kombinasi keduanya. Pemurnian minyak jelantah ini mengikuti isoterm Freundlich dengan nilai R2 yang lebih besar daripada isoterm Langmuir.
Studi kinerja cooling tower unit amoniak dan urea pada sistem utilitas industri petrokimia Enggal Nurisman; Zulfa Syafira; Fatina Shania
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 1 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i1.93

Abstract

Setiap industri petrokimia memerlukan kebutuhan steam dan air sebagai unit penunjang prosesnya. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam sistem utilitas diperlukan cooling tower sehingga air pendingin dapat digunakan kembali selama proses berlangsung. Penggunaan cooling tower dalam industri dinilai penting, sehingga perlu peninjauan mengenai evaluasi kinerja cooling tower. Evaluasi kinerja cooling tower dilakukan berdasarkan perhitungan jumlah losses, neraca massa dan neraca panas, efisiensi termal, serta efisiensi kerja untuk mengetahui kondisi dan kinerja dari cooling tower dalam proses pendinginan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan teknis pihak industri untuk operasional maupun perawatan lebih lanjut. Setelah melalui pengamatan di lapangan, diperoleh hasil perhitungan aktual yang menunjukkan efisiensi thermal cooling tower pada unit amoniak dan urea berkisar antara 74%-78,70%. dan masih sesuai dengan efisiensi termal secara desain sebesar 74 % dan 75,82 %. Sedangkan efisiensi kerja cooling tower unit amoniak maupun unit urea berdasarkan data aktualnya, yaitu berkisar 71,429%-83,537% dan sesuai dengan data desainnya yaitu 71,4 %. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, kinerja cooling tower masih beroperasi dengan baik dan masih layak digunakan dalam proses industri.
Ekstraksi minyak biji ketapang menggunakan microwave pretreatment: pengaruh massa biji ketapang dan waktu radiasi Budi Santoso; Aura Nabilla; Sri Rahayu; Aprillena T. Bondan; S. Selpiana
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 2 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i2.94

Abstract

Bahan baku pelunak kompon karet umumnya banyak yang berasal dari minyak bumi (petroleum oil), yaitu jenis minyak mineral dengan kelemahan, antara lain tidak bersifat ramah lingkungan, dapat menyebabkan iritasi, korosif, dan bersifat karsinogenik. Alternatif lain yang dapat digunakan yaitu minyak nabati, salah satunya seperti minyak biji ketapang (Terminalia catappa). Proses ekstraksi biji ketapang dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan soxhlet dan memanfaatkan microwave pretreatment untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil ekstraksi minyak biji ketapang. Pada penelitian ini, waktu radiasi dalam microwave pretreatment yang digunakan bervariasi, yaitu 0, 2, 4, 6, dan 8 menit dengan massa biji ketapang 20, 40, dan 60 gram. Berdasarkan hasil yang didapatkan, diketahui bahwa peningkatan waktu radiasi dalam microwave pretreatment dapat meningkatkan persentase yield minyak yang dihasilkan. Adapun pengaruh massa diketahui mengalami peningkatan pada massa 40 gram dan mengalami penurunan pada massa 60 gram. Persentase yield minyak yang dihasilkan pada penelitian ini berkisar antara 50,233-60,187%. Pengujian sifat fisik dan kimia ditinjau dari densitas dan angka asam untuk mengetahui pengaruh variasi yang digunakan terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Densitas minyak ketapang paling tinggi sebesar 0,90112 gr/mL dan densitas minyak paling rendah sebesar 0,8568 gr/mL. Angka asam minyak terendah 1,7799 mg KOH/g minyak dan angka asam tertinggi 5,1463 mg KOH/g minyak.
Validasi proses kristalisasi dekstrosa monohidrat kualitas mikrobiologi sistem batch pada skala bench Didik Sudarsono; Eriawan Rismana; Sri M. Suharno; Lely Khojayanti; Bambang Srijanto
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.95

Abstract

Validasi proses kristalisasi telah dilakukan untuk produksi Dekstrosa Monohidrat (DMH) kualitas mikrobiologi yang mempunyai kemurnian tinggi secara sistem batch pada skala bench kapasitas 3 - 4 kg produk. DMH tersebut banyak digunakan sebagai bahan kimia di laboratorium dan industri khususnya di bidang mikrobiologi, bioteknologi dan biofarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi proses kristalisasi DMH kualitas mikrobiologi secara sistem batch. Validasi proses yang dilakukan adalah meliputi tahapan pelarutan bahan baku, kristalisasi, sentrifugasi dan pengeringan serta analisis produk. Dalam penelitian ini, proses kristalisasi dilakukan dengan parameter profil penurunan suhu secara linier, penambahan seed sebanyak 0,5% , kecepatan pengadukan 50 rpm dan waktu kristalisasi 72 jam. Hasil validasi proses produksi DMH kualitas mikrobiologi telah dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan yield masing-masing adalah 54,62%, 55,66% dan 56,85%. Parameter kualitas produk ditunjukkan oleh kemurnian DMH (HPLC Area %) masing-masing adalah 99,53%, 99,61% dan 99,15 % serta parameter lainnya yang sudah memenuhi persyaratan sesuai standar produk yang ada di pasar.

Page 7 of 29 | Total Record : 289