cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 9 Documents clear
Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program full day school di SD Joannes Bosco Baciro Yogyakarta Margaretha Vebrencia Babo; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.6453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keberhasilan pelaksanaan program Full Day School (FDS) di SD Joannes Bosco Baciro Yogyakarta, apabila dikaitkan dengan pedoman pelaksanaan dan kendala dalam pelaksanaan program FDS. Jenis penelitian adalah penelitian evaluatif dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebaem dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Kesimpulan evaluasi pelaksanaan program FDS menunjukkan bahwa (1) Keberhasilan pelaksanaan program FDS terkait dengan kesiapan input Sumber Daya Manusia (SDM) di SD Joannes Bosco termasuk kategori yang baik. (2) Kesiapan Sarana Prasarana termasuk pada kategori baik. (3) proses pelaksanaan program FDS termasuk pada kategori sangat baik. (4) Evaluasi hasil menunjukkan bahwa prestasi akademik baik. Prestasi non akademik sangat baik dilihat daftar lomba yang diikuti (5) kendala dalam pelaksanaan FDS yakni kurangnya waktu mengajar karena materi banyak dan susah sedangkan waktunya sedikit, guru-guru lebih banyak tidak menggunakan metode penilaian dan model pembelajaran yang dianjurkan K13 dan perlu adanya penanaman kembali kepada guru-guru fungsi, manfaat, tujuan yang didapat dalam pelaksanaan program FDS dan K13. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan agar program terus dilanjutkan dengan memperbaiki sistem perencaan manajemen FDS.
Evaluasi program manajemen mutu pendidikan di SMK Sawunggalih Kutoarjo Irfangi Irfangi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.4624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan program SMM ISO 9001:2015 di SMK Sawunggalih Kutoarjo melalui empat komponen, yaitu: 1) Komponen konteks, 2) Komponen masukan, 3) Komponen proses dan 4) Komponen hasil. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan model Miles, dan Bodgan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: evaluasi pelaksanaan program SMM ISO 9001:2015 di SMK Sawunggalih Kutoarjo secara umum berhasil dengan baik. 1) Aspek kontek, yaitu adanya kebutuhan untuk melaksanaan manajemen mutu berbasis manajamen mutu SMM ISO 9001:2015 yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK Sawunggalih Kutoarjo. 2) Aspek masukan, yaitu ketersediaan sarana dan prasarana sebagai penunjang terlaksananya program SMM ISO 9001:2015 serta pelaksana program yang kompeten, adanya program kerja, serta guru dan karyawan sudah membudayakan penerapan manajemen mutu yang sesuai dengan sistem manajemen mutu berstandar ISO 9001:2015. 3) Aspek proses yaitu adanya proses pelaksanaan program, ini terbukti dengan adanya dokumen pelaksanaan program kerja yang sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan berdasarkan SMM ISO 9001:2015. 4) Aspek produk yaitu adanya hasil dari program kerja yang sudah direncanakan yang sesuai SMM ISO 9001:2015.
Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program adiwiyata Catur Haryadi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan program sekolah Adiwiyata yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 3 Godean ditinjau dari dimensi konteks, input, proses, dan produk.Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP . Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif. Untuk memastikan validitas data penelitian dilakukan pemeriksaan data dengan metode trianggulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total dari seluruh komponen CIPP adalah 76,29. Komponen konteks yang meliputi landasan pelaksanaan program, tujuan dilaksanakan program dan perencanaan program memiliki andil sebesar 19,40%. Komponen input yang meliputi kurikulum, RKAS, tenaga pendidik, peserta didik, kegiatan lingkungan memiliki andil sebesar 52,30%. Komponen proses yang meliputi kegiatan belajar dan mengajar, kegiatan pengelolaan lingkungan dan kegiatan kemitraan memiliki andil sebesar 19,98%. Komponen produk yang meliputi keluaran, hasil dan dampak memiliki andil sebesar 4,37%. Sehingga dapat disimpulkan SMP Negeri 3 Godean Sleman memang layak diberi penghargaan sebagai sekolah adiwiyata nasional karena nilai 76,29 berada pada rentang nilai yang dipersyaratkan Permen LH No. 5 Tahun 2013, yaitu 72 ssampai dengan 80.
Pengembangan instrumen pengukuran sikap disiplin peserta didik sekolah menengah pertama Chatarina Lusi Noviyanti; Pardimin Pardimin
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.2736

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) pengukuran sikap yang dilakukan para guru tentang sikap disiplin peserta didik, (2) penyusunan instrumen yang layak untuk mengukur sikap disiplin dengan menjelaskan indikator, dan kebakuan instrumen, dan (3) kecenderungan sikap disiplin peserta didik di SMP Negeri 2 Gamping yang diukur dengan menggunakan model pengembangan yang dihasilkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan ( R & D). Penelitian ini menggunakan langkah pengembangan yang terdiri dari (1) studi pendahuluan, yang meliputi kepustakaan, survei lapangan dan penyusunan produk awal; (2) Tahap uji coba pengembangan sampai menghasilkan produk final; dan (3) implementasi instrumen final sikap disiplin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) para guru memerlukan alat ukur yang valid untuk menentukan penilaian sikap; (2) Dari ujicoba yang telah dilakukan kepada 190 responden dihasilkan 40 butir instrumen yang valid. Berdasarkan analisis reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,905.  Sedangkan dari  analisis konkuren  dihasilkan nilai koefisien korelasi rxy  sebesar 0, 547. Pada uji validitas konstruk didapatkan nilai KMO-MSA sebesar 0,776. Butir instrumen valid sejumlah 40 ini dinyatakan sebagai model instrumen final yang selanjutnya diimplementasikan kepada 190 peserta didik. Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata tingkat disiplin peserta didik SMP Negeri 2 Gamping termasuk katagori tinggi mean sebesar 127,38.
Implementasi evaluasi pasca pembelajaran model Kirkpatrick level 1, 2 dan 3 pada pelatihan bendahara pengeluaran di Balai Diklat Keuangan Makassar Azwar Iskandar; Tenry Nur Amriani
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.6008

Abstract

Penelitian ini  dilaksanakan dengan tujuan: (1) mengevaluasi kepuasan peserta diklat terhadap pengajar dan penyelenggaraan diklat; (2) mengevaluasi learning gain atau peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap peserta setelah mengikuti pelatihan; (3) menganalisis dan mengevaluasi implementasi hasil diklat setelah kembali ke unit kerja; dan (4) mengidentifikasi kendala yang menghambat penerapan hasil pelatihan. Penelitian ini  menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji t-paired dengan pendekatan model Evaluasi Kirkpatrick Level 1, 2 dan 3 melalui instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa : (1) keseluruhan aspek evaluasi penyelenggaraan dinilai oleh peserta dengan kategori Sangat Baik meskipun belum dapat memenuhi tingkat harapan dari peserta yang ditunjukkan dengan angka rata-rata di bawah 100%. Di sisi lain, keseluruhan aspek evaluasi pengajar telah dapat memenuhi harapan dari peserta; (2) seluruh peserta telah mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti diklat/pelatihan; (3) pelatihan mampu meningkatkan kompetensi alumni dalam mendukung pekerjaan alumni setelah kembali ke unit kerja. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata total persepsi responden alumni terkait perubahan kompetensi sebelum dan setelah mengikuti pelatihan adalah sebesar 4,54 dan 6,52 (dari skala 1-10). Hasil uji t-paired menunjukkan hal yang sama bahwa program pelatihan yang dilakukan berhasil dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam peningkatan kompetensi alumni; dan (4) Kendala terbesar yang dialami alumni dalam penerapan materi diklat di tempat kerja adalah bahwa mereka tidak mendapatkan penugasan yang berhubungan dengan pelatihan atau fungsi bendahara.
Instrumen pengukuran sikap tanggung jawab siswa sekolah dasar Sinta Herlina; Yuli Prihatni
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur sikap tanggung jawab siswa Sekolah Dasar. Instrumen berupa angket dengan skala Likert.Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall dengan empat tahapan. Uji coba dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: uji coba ahli, uji coba luas, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian adalah 276 siswa sekolah dasar yang berusia antara 10-13 tahun.Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar validasi, instrument awal dan instrumen tes hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. (1) Hasil validitas isi menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan pada kategori valid dengan indeks Aiken instrumen sebesar 0.91. (2) Hasil uji coba terbatas menunjukkan instrumen yang dikembangkan valid dan reliabel. (3) Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa instrumen dapat digunakan untuk mengukur sikap tanggung jawab siswa SD dengan kategori sedang. AbstractThe purpose of its research are producing a valid and reliable instrument to measure the attitude of primary school students' responsibilities The instrument is a questionnaire with Likert scale. This development research uses Borg and Gall development model with four stages. The trials were done in three phases, that are: expert trials, limited trials, and field trials. The subject of the research is 276 students between 10-13 years. The instrument consist of validation sheet, initial instrument and final instrument. The results shows that the finalinstrument meet the requirements of validity and reliability. 1) The results of the content validity shows that the instrument is valid with the Aiken index of 0.91. (2) The results of a limited trial show the developed instrument is valid and reliable. (3) The results of field trials shows that the instrument can be used to measure primary school  students' responsibility attitude in the medium category.
Evaluasi Keberhasilan Pelaksanaan Program Kurikulum 2013 di SMK Taman Karya Madya Teknik Tamansiswa Purworejo Trio Wandoyo
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.5016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1)  evaluasi keberhasilan pelaksanaan Program / Implementasi Kurikulum 2013 dari aspek konteks (2)  proses, (3) produk, (4) kendala yang dihadapi dalam pencapaian keberhasilan pelaksanaan Program/Implementasi Kurikulum 2013 di SMK TKM Purworejo dilihat dari aspek input. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala SMK TKM Teknik Purworejo, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Kesiswaan  dan pamong belajar di SMK TKM Teknik Purworejo. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dengan mengolah informasi untuk penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan serta terakhir penarikan kesimpulan atau verifikasi dari hasil data yang telah dianalisis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberhasilan pelaksanaan program/implementasi kurikulum 2013 di SMK TKM Tamansiswa Purworejo ditilik dari aspek konteks termasuk dalam kondisi siap melaksanakan Kurikulum 2013 dengan dukungan sarana prasarana, pamong belajar, komite sekolah dan semua stakeholder yang ada. (2) Ditilik dari aspek proses termasuk dalam kategori berhasil dengan persentase sebesar 82,61 %. (3)  Dari aspek produk meliputi : kegiatan mengamati terdapat (90,23 % dengan kategori berhasil), menanya (83,33 % dengan kategori sangat berhasil), mencoba (85,71% dengan kategori sangat berhasil), menalar (51,72 % dengan kategori berhasil)  dan mengkomunikasikan (64,58 % dengan kategori berhasil), (4)  Kendala yang dihadapi dari aspek input adalah kendala dalam penyusunan RPP dan silabus dengan pendekatan saintifik, student center dan menyenangkan. Guru-guru yang sudah tua dan merasa kurang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan kurang menggunakan pendekatan saintifik.
Instrumen pengukuran kemandirian belajar siswa sekolah meengah atas terkait kecakapan Abad 21 Suranten Suranten
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.4620

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen yang bertujuan untuk mengukur kemandirian siswa SMA terkait kecakapan abad 21, sebagai upaya untuk membantu siswa di dalam belajar, sehingga proses belajar berlangsung sesuai tuntutan kurikulum dan mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg dan Gall dengan menggunakan sepuluh langkah penelitian pengembangan. Pengembangan instrumen menggunakan model Hipotetik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar guru SMA 1 Banguntapan belum melakukan pengukuran kemandirian belajar siswa terkait kecakapan abad 21 karena belum memiliki instrumen. Setelah dilakukan penelitian maka peneliti telah berhasil menyusun sebuah Instrumen Pengukuran Kemandirian Belajar Siswa Terkait Kecakapan Abad 21 yang terdiri dari 64 butir terdiri dari 32 butir valensi dan 32 butir faktual yang dengan skala Likert 4 alternatif jawaban. Kebakuan instrumen yang meliputi validitas sebanyak 32 butir valensi valid dengan reliabilitas 0,867 dan 32 butir faktual valid dengan reliabilitas 0,925 konkruen dengan korelasi 0,857, reliabilitas total 0,949 dan analisa faktor sejumlah 14 faktor. Adapaun hasil pengukuran kemandirian belajar siswa SMA Terkait Kecakapan Abad 21 di SMA 1 Banguntapan terkategori tinggi dengan skor rata 196,81 terletak pada klas interval ideal  192 – 256, dengan kategori sedang 127 siswa dan 147 siswa memiliki kemandirian di atas rata-rata.
Evaluasi keterserapan kerja lulusan SMK program keahlian farmasi di Kabupaten Purworejo Brian Wicaksono; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i2.4594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterserapan kerja lulusan smk kompetensi keahlian farmasi di kabupaten purworejo mulai dari (a) mengidentifikasi program pendukung keterserapan kerja lulusan SKM, (b) mengidentifikasi tingkat keterserapan kerja lulusan SMK, (c) menganalisis kesenjangan antara keterserapan kerja lulusan dengan yang terjadi di lapangan, (d) menentukan solusi dari kesenjangan yang terjadi.Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model Discrepancy. Penelitian ini dilaksanakan di tiga SMK se Kabupaten Purworejo yang memiliki kompetensi Farmasi. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah dengan teknik wawancara dan penyebaran angket terbuka dan tertutup. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa keterserapan kerja lulusan SMK kompetensi keahlian Farmasi adalah sebagai berikut;(a) pelaksanaan program pendukung keterseerapan kerja lulusan SMK sudh berjalan dengan baik. Namun perlu peningkatan pada kinerja guru, pelaksanaan prakerin sarana, dan kerjasama dengan DU/DI;(b) sebanyak 78% lulusan sudah bekerja, sebanyak 14 % siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sebanyak 5 % mengikuti kursus, sisanya 3% belum mendapatkan pekerjaan. Masa tunggu lulusan, sebanyak 76 % kurang dari 6 bulan,  sebanyak 12 %  antara 6-12 bulan, da sebanyak 4 % lebih dari 1 tahun;(c)  Kesenjangan terjadi pada kesesuaian bidang kerja dan bidang pendidikan  lulusan yaitu sebanyak 87%  lulusan bekerja dan melanjutkan pendidikan dengan kompetensi yang tidak sesuai, hanya 13 % lulusan yang bekerja dan melanjutkan sesuai dengan bidang kompetensinya(d) Rekomendasinya adalah pemerintah membuka kompetensi keahlian yang sesuai dengan bidang yang ada di Purworejo, dan menambah lapangan pekerjaan di bidang kefarmasian.

Page 1 of 1 | Total Record : 9