cover
Contact Name
Abdul Haris
Contact Email
aries.abdulharis957@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aries.abdulharis957@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20888503     EISSN : 26218046     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOKUS AL-MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam memuat kajian-kajian pendidikan Islam baik itu berkenaan dengan strategi pembelajaran pendidikan Islam, dan manajemen kelembagaan pendidikan Islam, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Islam, dan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2020): Maret" : 5 Documents clear
Implementasi Konsep Pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa Mainuddin Mainuddin
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.3902

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konsep Dasar Pendidikan Islam Terpadu. 2) Implementasi (penerapan pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa).Dalam penelitian ini peneliti menggunaan metode deskriptif kualitatif analitik dengan pengumpulan data secara induktif, data-data penelitian dikumpulkan dengan beberapa metode.Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang penerapan pendidikan Islam terpadu dalam sekolah SMP Islam Terpadu Sumbawa.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pendidikan Islam terpadu merupakan model pendidikan yang utuh menyeluruh, integral, bukan parsial, syumuliyah bukan juz’iyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah di bidang pendidikan sebagai perlawanan terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, juz’iyah.Keterpaduan ini meliputi tiga aspek yaitu, keterpaduan pola asuh, materi dan ranah. Ketiga aspek tersebut merupakan unsur penting dalam pendidikan islam terpadu. Apabila ketiga aspek itu diterapkan dengan baik, maka konsep pendidikan islam terpadu akan dapat dilihat hasilnya secara nyata. 2) Implementasi pendidikan islam terpadu, pendidikan ini memadukan tiga aspek kurikulum yaitu: Kurikulum Diknas, Kurikulum pendidikan islam (Muatan lokal berbasis islam), dan pengembangan diri. Proses pembelajarannya melalui penyampaian materi pelajaran umum yang diperkaya dengan nilai-nilai agama dan penyampaian materi agama diperkaya dengan muatan-muatan pendidikan umum misalnya guru memulai proses pembelajaran dengan berdo’a bersama kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al- Qur’an (murojaah) sekitar 10-15 menit, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran. Contoh lain ketika peserta didik belajar tentang mata pelajaran biologi, maka pada waktu yang sama diharapkan pelajaran itu dapat meningkatkan keyakinannya pada Allah Swt, karena dalam Islam telah diterangkan bahwa Allahlah yang menciptakan keanekaragaman hayati di bumi ini.
Internalisasi Budaya Islami pada Anak di Lingkungan Keluarga: INTERNALISASI BUDAYA ISLAMI PADA ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA S Susanti
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.3904

Abstract

Manusia diciptakan oleh Allah SWT di bumi dengan segala potensi yang dianugerahkan kepadanya, ia mampu membangun budaya (segala hasil dari cipta, karsa dan rasa). Namun tidak setiap budaya yang dibangunnya itu sesuai dengan ajaran Islam yang Allah SWT turunkan dari langit. Sehingga manusia sebagai makhluk di bumi harus menyesuaikan budaya yang dibangun itu dengan ajaran Islam yang bersumber dari langit, baik yang berkaitan dengan prinsip aqidah, ibadah maupun akhlak. Adapun bentuk upaya penyesuaian yang dilakukan manusia, berupa: (1) membudayakan Islam dan (2) meng-Islam-kan budaya (jika sudah terbentuk budaya). Dari kedua upaya ini, maka muncul Budaya Islami. Salah satu lingkungan yang berpengaruh besar dalam internalisasi budaya Islami pada anak adalah lingkungan keluarga, karena keluarga adalah tempat pendidikan pertama seorang anak. Adapun model internalisasi yang hendak digagas berupa: (1) tujuan internalisasi budaya Islami, yaitu: anak menjadi hamba Allah yang memiliki aqidah yang lurus dan berkepribadian rahmat bagi seluruh alam; (2) program internalisasi budaya Islami (modelling, instruksi, argumentasi, pemberian hikmah, dan berbuatan yang terus-menerus dalam bentuk amal shaleh); dan (3) Evaluasi, dengan melakukan refleksi pada setiap proses dan hasilnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, dengan studi kepustakaan sebagai teknik dalam mengumpulkan data. Metode penelitian deskriftif merupakan penelitian yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah aktual dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklasifikasi, menganalisis dan menginterpretasikan data. Studi kepustakaan dilakukan pada dukumen tertulis maupun elektronik. Dokumen tersebut diantaranya buku, jurnal, dan lampiran-lampiran yang berkaitan tentang model internalisasi budaya islami. Kata kunci : Internaslisasi, Budaya Islami, Lingkungan Keluarga
Kiprah Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional: Studi kasus di Darut Tauhid Bandung Sitti Chadidjah; Andewi Suhartini; Nurwadja Ahmad EQ
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.4023

Abstract

Pesantren has changed its original role. There are three roles of pesantren (1) As a center for the transmission of traditional Islamic knowledge. (2) As guardians and custodians of traditional Islam (maintenance of traditional Islamic), (3) As the reproduction of ulama (ulama), welcoming the era of 4.0 cultural changes occurred in society, the role of pesantren was increased, namely as the economic center of the santri and the surrounding community. This is where the entrepreneurial boarding school was born. Darut Tauhid was born based on the concept of Islamic entrepreneurship, officially acting as a notary in 1990. Darut Tauhid's progress in the national education system, in accordance with its slogan, has created santri who are experts in remembrance, experts in thought and expert in endeavors. The past 15 years Darut Tauhid has been established six educational institutions for kindergarten, elementary, junior high school, vocational high school, STAI Darut Tauhid. Then the pesantren which is the core of the pesantren has three learning units, namely the Darut Tarbiyah unit, Baitul Quran Unit and Digital Da'wah. This research uses a descriptive qualitative approach, research instruments is the researcher himself The object of this research, the role of D arut Tauhid in the field of education both Islamic boarding schools and formal education.
Model Penerapan Reward terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura yasir yasir arafat
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.4045

Abstract

There are some factors that cause the low quality of Islamic education, ie. low quality human resource, globalization, democratization, and Islamic liberalization. Considering the causes, teachers are requested to be smarter in delivering proper and effective teaching method to overcome the low quality of Islamic education. Reward method is a method that observes students' behaviour and tries to correct it. One of the education institutions that is still emphasizing the application of reward method in its teaching-learning activity is Islamic boarding school Al-Amien Prenduan. Since its establishment in 1952, Al-Amien school implemented the reward method to treat students in order to be discipline. The reward is a response to positive behaviour while the punishment is the response of negative behaviour. Both treatments have purpose to change the behaviour of students to be better in studying. This research uses qualitative method and uses data collection techniques through observation and interview. The data analysis method that is used by the researcher is data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The research results are: 1. Islamic boarding school Al-Amien Preduan has graduated thousands of students that most of them have contributed to the society in various ways including building and maintaining as many as 68 Islamic boarding schools that are scattered all around the country. 2. The role of reward method is very important in shaping discipline students. Even the success of this method is significantly dominant in forming the quality of the students in their study. It reaches as high as 80%. 3. Reward model can be in the form of verbal or nonverbal. Keywords: Reward, Quality Of Islamic Education
Strategi Pemasaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru (Studi Kasus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar Abdul Haris
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v12i1.4199

Abstract

One of authentic evidence of the success of a college can be seen from the number of students, if the college has many students, it can be said that the college has been successful, as is the case with Islamic religious colleges such as Nahdlatul Wathan Samawa University. Nahdlatul Wathan Samawa Islamic College is the only Islamic religious college in Sumbawa. This research was conducted, the first was to find out how the marketing strategy of STAI Nahdlatul Wathan Samawa in increasing the number of new students, second, how was the impact of the marketing strategy of STAI Nahdlatul Wathan Samawa in increasing the number of new students, and third, what were the obstacles and solutions to the marketing strategy of STAI Nahdlatul Wathan Samawa in increasing the number of new students. The research approach used is a descriptive qualitative research with data retrieval using observation, interview and documentation techniques. The results showed that STAI Nahdlatul Wathan Samawa conducted socialization or marketing by going to schools to introduce study programs at STAI Nahdlatul Wathan Samawa, besides STAI Nahdlatul Wathan Samawa, socializing by distributing brochures, either manually or through social media by involving the New Student Admissions Committee, lecturers and students. The obstacle encountered in marketing or introducing study programs at STAI Nahdlatul Wathan as explained by the New Student Admissions Committee is the lack of interest in the Sumbawa people to study religion.

Page 1 of 1 | Total Record : 5