cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2019)" : 14 Documents clear
GAMBARAN KASUS CALCIFYING EPITHELIAL ODONTOGENIC TUMOR (TUMOR PINDBORG) PADA MANDIBULA MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK DAN CBCT Saifudin, Siska Damayanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.886

Abstract

Latar belakang : Calcifying Epithelial Odontogenic Tumor (CEOT) adalah neoplasma jinak epitel odontogenik dengan karakteristik pertumbuhan yang lambat dan agresif, cenderung menyerang tulang dan jaringan lunak sekitarnya.    Laporan kasus : pasien perempuan berusia 57 tahun datang ke bagian radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran untuk dilakukan radiografi panoramik. Beberapa hari kemudian pasien di konsulkan kembali untuk dilakukan Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Hasil anamnesis didapatkan adanya rasa sakit di sekitar regio posterior mandibula kiri. Keluhan awal adanya fraktur gigi 36, kondisi dibiarkan selama 1 tahun karena memiliki riwayat diabetes melitus (DM) dengan gula darah diatas 200 mg/dL. Setelah dilakukan pencabutan, pasien diberi antibiotik dan penghilang rasa sakit, tetapi rasa sakit masih terasa. Hasil radiograf panoramik dan CBCT menunjukkan daerah radiolusen dengan border jelas tanpa kortikasi, meliputi seluruh bagian tulang pada body mandibula kiri regio 36 ke posterior dengan perluasan sampai ke 1/3 inferior ramus assenden dan canalis mandibula. Adanya erosi pada kortikal bukal dan lingual, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen. Suspek radiologis pada kasus ini adalah  calcifying epithelial odontogenic tumor pada regio posterior mandibula kiri. Kesimpulan : gambaran calcifying epithelial odontogenic tumor adalah radiolusen dengan tepi jelas tanpa kortikasi, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen.
DISTRIBUSI FREKUENSI PULPITIS REVERSIBEL DAN PULPITIS IREVERSIBEL DI RSGM FKG MOESTOPO PADA TAHUN 2014-2016 (BERDASARKAN JENIS KELAMIN, USIA DAN LOKASI GIGI) Dewiyani, Sari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.892

Abstract

Latar belakang: pulpa adalah jaringan lunak yang berada di tengah gigi yang di kelilingi oleh email dan dentin yang merupakan jaringan yang membentuk dan menyokong gigi. Pulpitis adalah jaringan pulpa yang terinflamasi dapat disebabkan oleh karies, trauma atau restorasi. Klasifikasi penyakit pulpa diantaranya adalah pulpitis reversibel dan pulpitis ireversibel. Pulpitis reversibel apabila dibiarkan tidak terawat dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. Tujuan: mengetahui distribusi frekuensi pulpitis reversibel  dan pulpitis irevesibel berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lokasi gigi pasien. Metode: deskriptif retrospektif dengan melakukan pengambilan data sekunder pada kartu rekam medik pasien konservasi di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian yang diambil adalah 380 kartu rekam medik.  Hasil: pulpitis reversibel dan ireversibel di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 sebesar 1822 kasus. Penyakit pulpa yang banyak terjadi adalah pulpitis reversibel pada wanita usia 18-28 tahun dan lokasi gigi terkena pulpitis adalah gigi molar.
EKSTRAK DAUN SUKUN SEBAGAI INHIBITOR ALAMI PENGHAMBAT KOROSI PADA KAWAT STAINLESS STEEL Rifky, Mirna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.960

Abstract

Latar belakang : pemakaian kawat stainless steel pada bidang kedokteran gigi cukup banyak digunakan, terutama untuk perawatan di bidang ortodonsi dan prostodonsi yang  menggunakan kawat stainless steel. Rongga mulut merupakan lingkungan yang sangat ideal untuk terjadinya korosi, yang dapat disebabkan oleh saliva. Pencegahan  korosi  pada kawat stainless steel dapat dilakukan dengan memakai inhibitor korosi yang bersifat organik maupun   non organik.Salah satu inhibitor organik yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah daun sukun. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun dalam menghambat laju korosi kawat stainless steel. Metode : metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan alat uji Atomic Absorption Spectrophometric. Hasil : hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pelepasan ion kromium pada perendaman dalam saliva dan ekstrak daun sukun pada hari ke 1, 3, 7 dan 14. Perhitungan statistik dengan Independent T-test 0,000 dengan p<0,05 menunjukkan hasil perbedaan yang bermakna. Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun dapat menghambat laju korosi kawat stainless steel.
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KEHILANGAN GIGI PADA LANJUT USIA PASIEN DOKTER GIGI DAN TUKANG GIGI Asim, Fauziah M.
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.917

Abstract

Latar belakang : lansia sangat erat hubungannya dengan penurunan semua fungsi organ tubuh termasuk fungsi dalam rongga mulut, salah satunya adalah kehilangan gigi yang banyak dialami oleh lansia seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganlisis perbandingan tingkat kehilangan gigi pada pasien lansia dokter gigi dan tukang gigi. Metode : penelitian adalah penelitian descriptive analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan teknik total sampling. Kriteria inklusi adalah lansia yang datang ke klinik gigi dan tukang gigi yang berada pada lokasi penelitian dan bersedia menjadi subyek penelitian. Sampel penelitian ini adalah  69 responden, selanjutnya dilakukan Analisa data menggunakan T-test.  Hasil  : didapatkan nilai p = 0,000 (p? 0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kehilangan gigi pada pasien dokter gigi dibandingkan dengan tukang gigi. Kesimpulan : tingkat kehilangan gigi pada lansia pasien dokter gigi lebih sedikit dibandingkan pada lansia yang ke tukang gigi
PERBEDAAN KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SETELAH PERENDAMAN DALAM BERBAGAI MINUMAN ENERGI Anastasia, Danica
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.896

Abstract

Latar belakang : email merupakan permukaan terluar jaringan keras gigi yang rentan terhadap serangan asam. Komposisi minuman yang banyak mengandung asam dapat mempercepat kerusakan pada permukaan gigi. Minuman berenergi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk meningkatkan energi. Minuman tersebut mengandung gula, asam sitrat dan mempunyai pH rendah yang dapat menyebabkan demineralisasi pada email gigi. Demineralisasi yang terjadi terus menerus akan membentuk porositas pada permukaan email dan larutnya mineral kalsium serta berpotensi terjadinya erosi gigi yang akhirnya akan menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah direndam dalam berbagai minuman berenergi. Metode : tiga puluh dua gigi premolar rahang atas dibagi menjadi empat kelompok. Kekerasan email gigi (pretest) diukur menggunakan alat Vickers Hardness Tester dan Zoom Stereo Mikroskop. Kelompok pertama (kontrol) direndam dalam Aqua® pH 7,36, kelompok kedua direndam dalam minuman energi Redbull® pH 3,32, kelompok ketiga direndam dalam minuman Monster® pH 3,30 dan kelompok keempat direndam dalam minuman Rockstar® pH 2,71 selama 24 jam. Kekerasan email gigi kemudian diukur kembali (posttest). Hasil : data diuji secara statistik menggunakan uji oneway ANOVA dan post hoc LSD. Hasil uji oneway ANOVA pada pretest menunjukkan tidak ada perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji oneway ANOVA pada posttest menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji post hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan email gigi yang signifikan pada semua kelompok. Kesimpulan : terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah perendaman dalam berbagai minuman energi.
PENATALAKSANAAN KASUS KANDIDIASIS PSEUDOMEMBRAN AKUT PADA DIABETES MELLITUS Puspa Dewi, Siti Rusdiana
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.890

Abstract

Latar belakang: Kandidasis pseudomembrane akut sering terjadi pada penderita Diabetes Mellitus. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk membahas manifestasi oral dan penatalaksanaan kandidasis pada penderita diabetes. Laporan kasus: pasien perempuan berusia 56 tahun datang ke Rumah Sakit Moehammad Hoesin dengan keluhan adanya lapisan putih yang tebal pada lidah sejak 2 bulan yang lalu. Lidah terkadang terasa pedih dan pasien tidak pernah membersihkan lidahnya. Pasien memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus tidak terkontrol yang terdeteksi sejak 6 bulan yang lalu. Dilakukan pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan mikrobiologi dan pemeriksaan gula darah. Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan Candida albicans (+) dan didiagnosis Pseudomembran Kandidiasis Akut. Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar gula darah sewaktu 306mg/dl, dan HbA1c 7,5%. Pasien diberikan medikasi berupa Nistatin drop 12 ml dengan instruksi pemakaian 2 ml 3x/hari diteteskan ke seluruh bagian dorsum lidah. Betadin kumur 1% 100 ml juga diberikan dengan instruksi pemakaian 3x/hari 10 ml dengan cara berkumur sehingga cairan berkontak dengan seluruh bagian yang terinfeksi kandida. Pasien juga diberikan instruksi untuk menjaga kebersihan rongga mulut, menggunakan obat teratur, dan kontrol teratur terhadap kondisi sistemiknya. Kesimpulan : penatalaksanaan oral kandidiasis sangat penting diikuti dengan mengontrol kondisi penyakit yang diderita oleh pasien, sehingga diperoleh prognosis perawatan oral yang baik pula.
GAMBARAN COMPOUND ODONTOMA DARI RADIOGRAF PANORAMIK DAN CBCT nasution, fitri angraini
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.698

Abstract

Latar belakang: odontoma adalah tumor odontogenik yang memiliki sifat klinis jinak, dianggap sebagai kelainan perkembangan (hamartoma) dan bukan merupakan tumor sejati (true neoplasm). Tumor odontogenik ini terdiri dari jaringan email, dentin, sementum dan pulpa. Odontoma terdiri dari dua jenis yaitu compound dan complex odontoma. Compound odontoma sering terjadi pada regio insisivus-kaninus maxilla. Tumor ini berhubungan dengan erupsi gigi yang tertunda, impaksi dan persistensi gigi sulung. Laporan kasus: pasien perempuan berusia 10 tahun bersama orang tuanya datang ke bagian Pedodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran Bandung dengan keluhan gigi depan rahang atas kiri belum tumbuh. Kemudian pasien dirujuk ke bagian radiologi untuk dilakukan pemeriksaan panoramik dan Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Hasil radiograf panoramik dan CBCT menunjukkan lesi dengan struktur densitas multiple radioopak berbentuk seperti gigi dikelilingi radiolusen dengan batas well-defined corticated. Diagnosis secara radiograf adalah compound odontoma yang menyebabkan impaksi gigi insisivus sentral rahang atas. Kesimpulan: radiograf panoramik dan CBCT dapat digunakan untuk mendeteksi gambaran compound odontoma. 
PENATALAKSANAAN KASUS KANDIDIASIS PSEUDOMEMBRAN AKUT PADA DIABETES MELLITUS Lidya Astri; Siti Rusdiana Puspa Dewi
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.890

Abstract

Latar belakang: Kandidasis pseudomembrane akut sering terjadi pada penderita Diabetes Mellitus. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk membahas manifestasi oral dan penatalaksanaan kandidasis pada penderita diabetes. Laporan kasus: pasien perempuan berusia 56 tahun datang ke Rumah Sakit Moehammad Hoesin dengan keluhan adanya lapisan putih yang tebal pada lidah sejak 2 bulan yang lalu. Lidah terkadang terasa pedih dan pasien tidak pernah membersihkan lidahnya. Pasien memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus tidak terkontrol yang terdeteksi sejak 6 bulan yang lalu. Dilakukan pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan mikrobiologi dan pemeriksaan gula darah. Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan Candida albicans (+) dan didiagnosis Pseudomembran Kandidiasis Akut. Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar gula darah sewaktu 306mg/dl, dan HbA1c 7,5%. Pasien diberikan medikasi berupa Nistatin drop 12 ml dengan instruksi pemakaian 2 ml 3x/hari diteteskan ke seluruh bagian dorsum lidah. Betadin kumur 1% 100 ml juga diberikan dengan instruksi pemakaian 3x/hari 10 ml dengan cara berkumur sehingga cairan berkontak dengan seluruh bagian yang terinfeksi kandida. Pasien juga diberikan instruksi untuk menjaga kebersihan rongga mulut, menggunakan obat teratur, dan kontrol teratur terhadap kondisi sistemiknya. Kesimpulan : penatalaksanaan oral kandidiasis sangat penting diikuti dengan mengontrol kondisi penyakit yang diderita oleh pasien, sehingga diperoleh prognosis perawatan oral yang baik pula.
GAMBARAN COMPOUND ODONTOMA DARI RADIOGRAF PANORAMIK DAN CBCT Fitri Angraini Nasution; Azhari Azhari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.698

Abstract

Latar belakang: odontoma adalah tumor odontogenik yang memiliki sifat klinis jinak, dianggap sebagai kelainan perkembangan (hamartoma) dan bukan merupakan tumor sejati (true neoplasm). Tumor odontogenik ini terdiri dari jaringan email, dentin, sementum dan pulpa. Odontoma terdiri dari dua jenis yaitu compound dan complex odontoma. Compound odontoma sering terjadi pada regio insisivus-kaninus maxilla. Tumor ini berhubungan dengan erupsi gigi yang tertunda, impaksi dan persistensi gigi sulung. Laporan kasus: pasien perempuan berusia 10 tahun bersama orang tuanya datang ke bagian Pedodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran Bandung dengan keluhan gigi depan rahang atas kiri belum tumbuh. Kemudian pasien dirujuk ke bagian radiologi untuk dilakukan pemeriksaan panoramik dan Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Hasil radiograf panoramik dan CBCT menunjukkan lesi dengan struktur densitas multiple radioopak berbentuk seperti gigi dikelilingi radiolusen dengan batas well-defined corticated. Diagnosis secara radiograf adalah compound odontoma yang menyebabkan impaksi gigi insisivus sentral rahang atas. Kesimpulan: radiograf panoramik dan CBCT dapat digunakan untuk mendeteksi gambaran compound odontoma.
DISTRIBUSI FREKUENSI PULPITIS REVERSIBEL DAN PULPITIS IREVERSIBEL DI RSGM FKG MOESTOPO PADA TAHUN 2014-2016 (BERDASARKAN JENIS KELAMIN, USIA DAN LOKASI GIGI) Sari Dewiyani; Esther Julita Palupi
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.892

Abstract

Latar belakang: pulpa adalah jaringan lunak yang berada di tengah gigi yang di kelilingi oleh email dan dentin yang merupakan jaringan yang membentuk dan menyokong gigi. Pulpitis adalah jaringan pulpa yang terinflamasi dapat disebabkan oleh karies, trauma atau restorasi. Klasifikasi penyakit pulpa diantaranya adalah pulpitis reversibel dan pulpitis ireversibel. Pulpitis reversibel apabila dibiarkan tidak terawat dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. Tujuan: mengetahui distribusi frekuensi pulpitis reversibel  dan pulpitis irevesibel berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lokasi gigi pasien. Metode: deskriptif retrospektif dengan melakukan pengambilan data sekunder pada kartu rekam medik pasien konservasi di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian yang diambil adalah 380 kartu rekam medik.  Hasil:  pulpitis reversibel dan ireversibel di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 sebesar 1822 kasus. Penyakit pulpa yang banyak terjadi adalah pulpitis reversibel pada wanita usia 18-28 tahun dan lokasi gigi terkena pulpitis adalah gigi molar.

Page 1 of 2 | Total Record : 14