cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
PERUBAHAN POSISI BIBIR BAWAH PADA PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PENCABUTAN PADA MALOKLUSI KELAS II DIVISI 1 Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1118

Abstract

Latar belakang : maloklusi  adalah kelainan pada gigi dan mulut yang terjadi sejak masa anak-anak pada periode gigi bercampur.  Perawatan ortodonti tidak hanya ditujukan untuk gigi saja, akan tetapi juga untuk memperbaiki penyimpangan morfologis dan komplek dentofasial. Kasus Kelas II Divisi 1 memiliki angka insidensi 20 persen. Dalam perawatan ortodonti, untuk mendapatkan ruangan salah satu metode yang digunakan adalah pencabutan gigi premolar yang dapat mempengaruhi kondisi jaringan lunak mulut terutama posisi bibir bawah pasien ke arah yang lebih mundur dari sebelum perawatan.  Namun respon dari jaringan lunak memang berbeda pada setiap individu.Tujuan : penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan posisi bibir bawah pada perawatan ortodonti dengan pencabutan. Metode : penelitian ini berjenis analitik observasional dengan sampel 20 pasien yang diukur posisi bibir bawahnya menggunakan metode analisa sefalometri E-Line yang kemudian diuji dengan statistik T berpasangan. Hasil : didapatkan p value sebesar 0.000 artinya terdapat  perubahan  posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line . Rata-rata (mean) posisi bibir bawah terhadap  garis E-Line  sebelum perawatan adalah 1 (standar deviasi 0.214) dan setelah perawatan adalah sebesar -0.7 (standar deviasi 0.202). Maka secara statistik terdapat  perubahan  posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line ke arah posterior. Kesimpulan : pada kasus ortodonti dengan pencabutan gigi premolar atas kanan dan kiri yang mengakibatkan adanya pergerakan gigi ke arah posterior maka terdapat perubahan posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line ke arah posterior  pada pasien dengan Maloklusi Kelas II Divisi 1.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) SEBAGAI BAHAN TERAPI POKET PERIODONTAL ACUTE TOXICITY TEST OF RED BETEL LEAF (Piper crocatum) AS PERIODONTAL POCKET THERAPY Dewi Lidya Ichwana Nasution; Andi Supriatna; Afifah B. Sutjiatmo; Suci Nar Vikasari; Khansa Rana Khalifa
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1323

Abstract

Latar belakang : daun sirih merah (Piper crocatum) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat seperti alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa daun sirih merah memiliki efek bakterisid lebih baik dibandingkan dengan sirih hijau. Ekstrak daun sirih merah telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit periodontal pada penelitian sebelumnya. Setiap bahan atau zat kimia yang terkandung dalam obat maupun makanan harus menjalani uji toksisitas sebelum diperbolehkan penggunaanya secara luas. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut ekstrak daun sirih merah sebagai bahan terapi poket periodontal. Metode : pengujian toksisitas akut ekstrak daun sirih merah dilakukan terhadap hewan uji mencit galur Swiss webster yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4 ekor jantan dan 4 ekor betina. Dosis yang diberikan pada hewan uji merupakan dosis tunggal secara peroral sebesar 2 kali dosis maksimal yaitu 10000, 5000, 2500, 1250, 625 mg/kgbb dan kelompok kontrol tanpa dosis. Penelitian ini dilakukan dengan menimbang berat badan selama 14 hari dan dibedah pada hari ke 15 untuk menghitung indeks organ relatif. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Tukey. Hasil : berdasarkan analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dengan dosis 10000, 5000, 2500, 1250, dan 625 mg/kgbb yang diberikan secara akut tidak menimbulkan perubahan berat badan dan indeks organ relatif yang signifikan pada hewan mencit galur Swiss webster. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) tidak bersifat toksik.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI DAN TINDAKAN PENCARIAN PENGOBATAN (Kajian Pada Ibu-ibu RW 07 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Banten) Michael Reinhart Adiwinata; Sri Lestari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1341

Abstract

Latar belakang: karies gigi merupakan salah satu masalah gigi dan mulut yang sering dijumpai serta tidak jarang diabaikan oleh masyarakat. Penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk menjaga ataupun mencari pengobatan gigi dan mulut sejak usia dini, khususnya melalui seorang ibu yang lebih berperan di dalam rumah tangga. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang karies gigi dan tindakan pencarian pengobatan. Metode: penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang berisi tentang pertanyaan pengetahuan dan tindakan pencarian pengobatan. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan aplikasi statistik JASP (Jeffrey’s Amazing Statistic Program). Jumlah responden sebanyak 85 (delapan puluh lima) responden. Hasil : hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden yang memiliki tingkat pengetahuan karies gigi dengan kategori baik sebanyak 71%, kategori cukup 19% dan kategori kurang 10%. Untuk tindakan pencarian pengobatan dengan kategori baik sebanyak 38%, kategori cukup 40% dan kategori kurang 22%. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang karies gigi dengan kategori baik dan tindakan dalam pencarian pengobatan dengan kategori cukup.
PENGARUH INTENSITAS SINAR LED TERHADAP PERUBAHAN WARNA RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Irsan Ibrahim; Prima Luthfia; Muhammad Reggy Akbar; Chici Karina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1254

Abstract

Latar belakang: resin komposit memiliki beberapa sifat yaitu menyerupai warna gigi dan dapat diaplikasikan langsung ke dalam kavitas gigi sehingga memiliki keuntungan dalam segi estetika dan waktu. Resin komposit flowable adalah salah satu jenis resin komposit yang memiliki tingkat viskositas yang rendah dan banyak digunakan pada kavitas servikal, pasien anak-anak dan restorasi pada bagian yang tidak mendapatkan tekanan yang tinggi. Salah satu penyebab perubahan warna pada resin komposit adalah polimerisasi yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kurangnya waktu penyinaran ataupun rendahnya intensitas sinar LED. Tujuan: menjelaskan pengaruh perbedaan intensitas sinar LED terhadap perubahan warna pada resin komposit flowable. Metode: penyinaran dilakukan pada intesitas sinar LED 2400 mW/cm2 selama 2 detik dan intesitas sinar LED 600 mW/cm2  selama 20 detik  untuk melihat perbedaan warna pada resin komposit flowable. Pengukuran warna resin komposit dilakukan menggunakan spectrophotometer Vita EasyShade untuk melihat nilai light, chrome, dan hue pada resin komposit. Analisis data menggunakan uji parametrik T-test Independent. Hasil: terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai light, chrome, dan hue pada pada resin komposit flowable yang disinar dengan intensitas sinar LED 2400 mW/cm2 dan dengan intensitas sinar LED 600 mW/cm2. Kesimpulan: terjadi perubahan yang signifikan pada warna light, chrome, dan hue pada pada resin komposit flowable yang disinar dengan intensitas sinar LED 2400 mW/cm2 selama 2 detik.
DAYA HAMBAT PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Enterococcus faecalis Stanny Linda Paath; Mirza Aryanto; Dwita Citra Kurnia Ananda Putri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1071

Abstract

Latar belakang : perawatan saluran akar merupakan salah satu perawatan endodontik untuk mempertahankan gigi dengan bagian jaringan pulpa yang sudah terinfeksi bakteri. Irigasi saluran akar merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mengeliminasi bakteri dalam saluran akar. Pada saluran akar gigi dengan perawatan endodontik yang gagal, ditemukan bakteri Enterococcus faecalis, sehingga diperlukan alternatif bahan irigasi yang lebih efektif. Tujuan: menjelaskan daya hambat perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai bahan alternatif larutan irigasi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis pada perawatan saluran akar. Metode: sampel yang diuji berjumlah 32 berupa biakan bakteri Enterococcus faecalis dalam media agar BHI pada cawan petri. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram kertas. Setiap 1 cawan petri dibagi menjadi empat bagian dan diletakkan cakram kertas yang masing-masing telah diberikan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) kosentrasi 100 % dan kontrol positif (NaOCl 2,5%).  Bakteri ditanam dan diinkubasi, kemudian diencerkan dengan standar konsentrasi bakteri McFarland I (1.10 6 cfu/ml). Hasil penelitian: besar rerata daya hambat bakteri Enterococcus faecalis dalam perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebesar 5,8 ± 1,8 mm, sedangkan pada larutan NaOCl 2,5% sebesar 3,9 ± 1,1 mm. Uji hipotesis memiliki nilai p = 0,000 (p 0,05). Kesimpulan: perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki daya hambat bakteri Enterococcus faecalis yang lebih efektif.
PERAN TERAPI BEDAH REGENERATIF TERHADAP SINUS TRACT PADA KASUS ENDODONTIK-PERIODONTAL Natalina Natalina; Muniyati Usman; Benso Sulijaya
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1438

Abstract

Latar belakang : masalah pulpa dan periodontal menyebabkan lebih dari 50% kehilangan gigi. Laporan kasus ini merupakan kasus lesi primer endodontik dengan lesi sekunder periodontal yang secara klinis terdapat sinus tract. Kondisi ini merupakan kasus yang secara kolaborasi dikerjakan oleh bidang konservasi gigi, prostodontik dan bidang periodonsia untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Laporan kasus : terdapat tiga kasus lesi endodonti-periodontal, dua merupakan kasus (gigi 21 dan 37) yang setelah beberapa tahun dilakukan perawatan saluran akar (PSA) mengalami pembentukan sinus tract, dan satu kasus (gigi 47) yang setelah PSA namun tidak memeperlihatkan perbaikan sinus tract yang terbentuk di gingiva. Tindakan bedah flap periodontal dilakukan untuk mencari penyebab, menghilangkan jaringan granulasi, dan memperbaiki kerusakan tulang alveolar yang terjadi. Seluruh kasus mengalami kerusakan tulang anguler di daerah furkasi pada gigi posterior (37 dan 47), dan daerah interdental gigi 12-22; sedangkan satu kasus (gigi 12-22) juga mengalami fenestrasi di fasial gigi 21. Defek tulang anguler dan daerah fenestrasi setelah dibersihkan dari jaringan granulasi yang terinfeksi, diisi dengan graf tulang dan ditutup oleh membran pericardium sebagai guided tissue regeneration (GTR), kemudian ditutup degan penjahitan. Kontrol 14 hari setelah tindakan bedah, sinus tract  telah hilang dan warna gingiva normal. Kesimpulan : lesi endodontik-periodontal yang memperlihatkan sinus tract yang persisten setelah perawatan saluran akar merupakan indikasi adanya kerusakan periodontal yang kompleks. Terapi bedah regeneratif setelah perawatan saluran akar dapat berperan dalam menghilangkan sinuc tract.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TONGUE SCRAPER SETELAH MENYIKAT GIGI DALAM MENGHILANGKAN HALITOSIS Ratih Widyastuti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1310

Abstract

Latar belakang: halitosis atau bau mulut adalah bau yang tidak enak yang berasal dari rongga mulut. Halitosis menjadi permasalahan kesehatan mulut yang mempengaruhi psikologi dan kehidupan sosial. Halitosis berasal dari gas Volatile Sulfur Compounds (VSCs) yang terdiri atas hydrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida. Cara mekanis menghilangkan halitosis dengan menyikat gigi dan penggunaan tongue scraper. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan Tongue scraper setelah menyikat gigi dalam menghilangkan halitosis. Metode: sampel adalah pasien dewasa dengan halitosis dibagi secara acak menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan pasien diminta untuk menyikat gigi disertai penggunaan tongue scraper, sedangkan kelompok kontrol hanya menyikat gigi saja. Metode organoleptik digunakan untuk mengukur halitosis sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: sebelum perlakuan, skor halitosis secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar ke kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Antara sebelum dan sesudah perlakuan, terlihat reduksi halitosis yang signifikan pada ke dua kelompok. Sesudah perlakuan secara statistik terdapat perbedaan skor halitosis yang signifikan antar ke dua kelompok. Kesimpulan: terjadi reduksi halitosis baik pada kelompok perlakuan (menyikat gigi disertai penggunaan tongue scraper) maupun kelompok kontrol (hanya menyikat gigi). Reduksi halitosis pada menyikat gigi disertai penggunaan tongue scraper lebih besar dibandingkan dengan menyikat gigi saja. Penggunaan tongue scraper setelah menyikat gigi efektif dalam mengatasi halitosis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7