cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
kadarlaure@gmail.com
Phone
Kadar Ramadhan
Journal Mail Official
jbc@jurnal.poltekkespalu.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palu, Jurusan Kebidanan D.a Jl. Thalua Konchi No.19 Mamboro, Palu Utara.
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Bidan Cerdas
ISSN : 27159965     EISSN : 26549352     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Cerdas menerima artikel yang berasal dari hasil penelitian tentang ilmu kebidanan, kesehatan reproduksi, serta kesehatan ibu dan anak.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
Penurunan Hot Flashes pada Menopause dengan Senam Lansia: Reducing Hot Flashes in Menopause with Elderly Gymnastics Juli Gladis Claudia; Nurnaningsih Ali Abdul; Nurhidayah Nurhidayah; Selvi Mohamad; Fatmawati Ibrahim; Eka Rati Astuti
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.769

Abstract

Introduction: One of the menopausal problems is hot flashes or chest burning with symptoms of night sweats, fatigue, insomnia, depression, anxiety, memory disorders, and urogenital symptoms, in some people experiencing different symptoms, and often causes impaired quality of life. If this condition cannot be overcome, it will develop into anxiety to stress which has a negative impact on women's social life which will stimulate the brain so that it can disrupt the hormonal balance and ultimately adversely affect the health of the body. Objective: The aim of the study was to analyze the effect of elderly exercise on reducing hot flashes in menopause. Methods: The type of research is Quasi Experiment with a one group pretest posttest design approach with the dependent variable is elderly exercise and the independent variable is hot flashes. Samples were all 66 menopausal people, analyzed using the Paired t test. Results: The results of the study after being tested, the mean pre-test value was 13.98 and the mean post-test was 21.00. The higher the mean value, there was a decrease in hot flashes before and after elderly exercise, meaning that there was a difference before and after treatment, the greater the mean value, the more means that the resulting test is evidenced by a p-value of 0.000 which is less than 0.05. Conclusion: it means that there is an effect of elderly exercise on reducing hot flashes in menopause. The conclusion is that there is a decrease in hot flushes in menopause before and after elderly exercise.   ABSTRAK Pendahuluan: Salah satunya masalah menopause adalah hot flashes atau rasa panas didada dengan gejala berkeringat malam, fatigue, insomnia, depresi, ansietas, gangguan daya ingat, dan gejala urogenital, pada beberapa orang mengalami gejala berbeda, dan sering menyebabkan gangguan kualitas hidup. Jika kondisi ini tidak bisa diatasi akan berkembang menjadi cemas sampai dengan stres yang berdampak buruk pada kehidupan sosial perempuan yang akan merangsang otak sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan akhirnya berakibat buruk pada kesehatan tubuh. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Metode: Jenis penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest design dengan variable terikat adalah senam lansia  dan variable bebas adalah hot flashes. Sampel adalah semua menopause berjumlah 66 orang, dianalisis menggunakan uji Paired t test. Hasil: Hasil penelitian setelah diuji didapatkan nilai mean pre test 13,98 dan nilai mean post test 21,00 makin tinggi nilai mean maka ada penurunan hot flashes sebelum dan sesudah senam lansia, artinya ada perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan makin besar nilai mean maka makin bermakna uji yang dihasilkan dibuktikan dengan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: artinya ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Kesimpulan ada penurunan hot flushes pada menopause sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia.
Pengaruh Pijat Oksitosin dan Totok Payudara terhadap Pengeluaran Asi pada Ibu Nifas: The Effects of Oxytocin Massage and Breast Acupressure on the Expenditure of Breast Milk among Postpartum Widya Pani; Sri Restu Tempali
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.421

Abstract

Introduction: Breast milk is a good source of nutrients. Breast milk is given to babies from birth for six months, without adding and/or replacing with other foods or drinks. Breast milk contains colostrum which is rich in antibodies because it contains protein for the immune system and high amounts of germ killer so that exclusive breastfeeding can reduce the risk of death in infants. Purpose This study aims to determine the effect of oxytocin massage and breast acupuncture on the release of breast milk in postpartum mothers in the postpartum room at Donggala and Sigi Regency Hospitals. Method Type This research is a type of pre-experimental research with a one shot case study research design. The sample was determined using the Sample Proportion Estimation Formula with a result of 15. The sample was divided into two groups, so that the total number of samples was 30 samples, namely 15 for the Oxytocin Massage group and 15 for Full-blooded Breasts. Sampling was carried out using the Consecutive Sampling technique. Every postpartum mother who met the inclusion criteria were normal postpartum mothers with a history of 37-42 weeks of pregnancy, normal postpartum mothers without complications, second and third day postpartum mothers. Results Nonpatrametric test results Bivariate analysis using t-test with a sample of 30 postpartum mothers, it was found that 30 respondents all experienced breast milk expulsion after a full-blooded breast intervention. The p-value = 0.000 which means it is smaller than = 0.05 (0.000 < 0.05) that there is an effect of Oxytocin massage and full-blooded breasts on breastfeeding mothers in postpartum. The conclusion is that there is an effect of oxytocin massage and breast acupuncture on milk production at Kabelota Donggala Hospital and Torabelo Sigi Hospital Conclusion: There is an effect of oxytocin massage and breast acupuncture on the release of postpartum mother's milk in the working area of ​​Kabelota Donggala Hospital and Torabelo Sigi Hospital.   ABSTRAK Pendahuluan: ASI merupakan sumber nutrizi yang baik. ASI diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian pada bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dan totok payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas Di Ruangan Nifas Rumah Sakit Kabupaten Donggala Dan Kabupaten Sigi. Metode: Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental dengan rancangan penelitian one shot case study. Sampel di tentukan menggunakan Rumus Estimasi Proporsi sampel dengan hasil 15. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, sehingga total jumlah sampel adalah 30 sampel yaitu 15 untuk kelompok Pijat Oksitosin  dan 15 untuk Totok Payudara. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Consecutive Sampling. Setiap ibu postpartum yang memenuhi kriteria inklusi yaitu Ibu postpartum normal dengan riwayat kehamilan 37-42 minggu, Ibu postpartum normal tanpa penyulit, Ibu postpartum hari kedua dan ketiga. Hasil: Hasil uji Nonpatrametric Test analisis bivariat menggunakan uji t dengan jumlah sampel 30 responden ibu nifas diperoleh hasil 30 responden semua mengalami pengeluaran ASI setelah dilakukan intervensi totok payudara. Nila p-value=0,000 yang berarti lebih kecil dari α = 0,05 (0,000 < 0,05) bahwa ada pengaruh Pijat Oksitosi dan totok payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas. Kesimpulan ada pengaruh pijat oksitosin dan totok payudara terhadap pengeluaran ASI Di RS Kabelota Donggala Dan RS Torabelo Sigi. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin dan totok payudara terhadap pengeluaran ASI ibu nifas di wilayah kerja Rumah Sakit Kabelota Donggala dan Rumah Sakit Torabelo Sigi.
Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan dan Biaya Pengeluaran bagi Akseptor KB dalam Mendapatkan Layanan Kontrasepsi di Jawa Barat: Utilization of Health Facilities and Expenditures for Family Planning Acceptors in Getting Contraceptive Services in West Java Atriany Nilam Sari; Ari Indra Susanti; Noormarina Indraswari
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.578

Abstract

Introduction: The family planning program is a promotive and preventive service, including counseling and the use of non-long-term contraceptive methods and long-term contraceptive methods (MKJP). However, there is a decrease in the use of Intrauterine Contraceptive Devices caused by health service factors, namely procedures, health workers, costs, and infrastructure related to the selection of contraceptives. Purpose: This study describe the utilization of health facilities and the costs of spent by family planning acceptors in obtaining contraceptive services in West Java. Methods: This study used secondary data from the 2019 SKAP data with 5,430 modern family planning acceptors. Results: Most respondents, who used sterilization, IUDs, implants, and injections, received the services from private midwives (54.54%) and village midwives (24.25%). Meanwhile, for users of contraceptive pills and male condoms, the majority of respondents received these contraceptives from pharmacies/drug stores (64.9%). For non-MKJP users, 95.92% of them without insurance coverage. While 76,52% MKJP users also used the services without being covered by insurance. Conclusion: Utilization of health facilities with the cost of birth control services borne by BPJS or Jamkesda is still very low. Thus, promote health related to the use of MKJP and the use of BPJS need to be improved.     ABSTRAK Pendahuluan: Program KB merupakan pelayanan promotif dan preventif, mencakup konseling dan penggunaan kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Terdapat penurunan pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) disebabkan oleh prosedur, petugas, biaya, dan sarana prasarana yang berhubungan pemilihan alat kontrasepsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas kesehatan dan biaya pengeluaran bagi akseptor KB dalam mendapatkan layanan kontrasepsi di Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan data sekunder dari data Survei  Kuesioner Akuntabilitas Penelitian (SKAP) tahun 2019. Subjek penelitiannya adalah akseptor KB modern sebanyak 5.430 orang. Hasil: Pengguna alat/metode KB, (IUD, implan, dan suntik) paling banyak mendapatkan pelayanan KB dari praktik bidan swasta (54,54%) dan bidan desa (24,25%). Sedangkan untuk pengguna pil KB dan kondom pria paling banyak mendapatkan alat KB tersebut dari apotik/toko obat (64,9%). Pada bukan pengguna MKJP, sebanyak 95,92% tidak menggunakan asuransi dalam mendapatkan pelayanan KB. Sedangkan pengguna MKJP 76,52% responden juga tidak menggunakan asuransi. Simpulan: Pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan biaya pelayanan KB yang ditanggung BPJS atau Jamkesda masih sangat rendah. Dengan demikian, upaya promosi kesehatan terkait penggunaan layanan MKJP dan pemanfaatan BPJS perlu ditingkatkan.
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche : Relationship between Nutritional Status and Age of Menarche Enggar Enggar; Ni Putu Suastuti; Ni Made Rosiyana
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.596

Abstract

Introduction: Early menarche age is associated with an increase in body mass index. Nutrient intake also affects the sexual maturity of adolescent girls. Adolescent girls who get early menarche tend to have more weight and height than those who have not. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and age of menarche at SMP Negeri 6 Palu. Methods:  This study uses a cross sectional approach, a sample of 45 people from March to July 2020 using purposive sampling technique, measuring nutritional status using BMI and data analysis using chi square. The results showed that there was no relationship between nutritional status and age at menarche, p-value 0.542. The age at which menarche occurs is not affected by either being thin, normal or obese. It is advisable for young women to eat a balanced diet to maintain a healthy nutritional status during menarche. Inadequate nutrition will interfere not only with growth and organ function, but also reproductive function, especially menstrual disorders.     ABSTRAK Pendahuluan: Cepatnya usia Menarche dikaitkan dengan meningkatnya Indeks Masa Tubuh. Asupan zat gizi juga mempengaruhi kematangan seksual remaja putri. Remaja putri yang mendapatkan Menarche dini cenderung memiliki berat badan dan tinggi badan yang lebih dibandingkan dengan yang belum Menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia Menarche di SMP Negeri 6 Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, sampel 45 orang pada bulan Maret sampai Juli 2020 menggunakan teknik purposive sampling, pengukuran status gizi menggunakan IMT dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian didaptkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche p-value 0,542. usia menarche terjadi tidak dipengaruhi  baik dari kurus, normal atau gemuknya seseorang. Sebaiknya remaja putri mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk menjaga status gizi yang sehat selama menarche. Gizi yang tidak adekuat akan mengganggu tidak hanya pertumbuhan dan fungsi organ tubuh, tetapi juga fungsi reproduksi terutama gangguan mentrusi. 
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi: History of Infectious Diseases with Stunting Incidence among Toddlers Age 24-59 Months at the Marawola Health Center, Sigi Regency Arie Maineny; Olkamien Jesdika Longulo; Nur Endang
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.758

Abstract

Introduction: Stunting is a lack of nutrients due to insufficient nutrient accumulation. In 2019, the prevalence of stunting in Sigi Regency was 18.0%, with 3,542 cases (24.6%). Marawola Public Health Center is one of 19 Puskesmas in Sigi Regency, with a stunting prevalence of 28.05% in 2019 and 28.22% in 2020. Objectives: The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between a history of infectious disease and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the operational area of ​​the Marawola Health Center, Sigi Regency. Methods: Case-control design with analytical survey method and retrospective approach. The population in this study were all children under five from the Marawola Health Center, Sigi Regency, with an age range of 24 to 59 months. This research technique uses purposive sampling by taking a sample of 41 cases and 41 controls. This research includes univariate and biavariate analysis, as well as chi square test. Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 and an OR of 0.111 between a history of infectious diarrheal disease and the incidence of stunting, as well as a p-value of 0.023 and an OR of 5.484 between a history of ARI infection and the incidence of stunting. Conclusion: The incidence of stunting in children aged 24-59 months is associated with a history of infectious diarrheal diseases and ARI infections. Implementation of the program in the form of stunting prevention education, prevention of infectious diarrheal diseases, and prevention of ARI.   ABSTRAK Pendahuluan: Stunting adalah kekurangan zat gizi akibat akumulasi gizi yang tidak mencukupi. Pada tahun 2019, prevalensi stunting di Kabupaten Sigi sebesar 18,0 %, dengan 3.542 kasus (24,6 %). Puskesmas Marawola merupakan salah satu dari 19 Puskesmas Kabupaten Sigi, dengan prevalensi stunting sebesar 28,05 % pada tahun 2019 dan 28,22 % pada tahun 2020. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adakah hubungan riwayat penyakit menular dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah operasional Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi. Metode: Desain kasus kontrol dengan metode survei analitik dan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini semua balita dari Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi, dengan rentang usia 24 sampai 59 bulan. Teknik Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan mengambil sampel 41 kasus dan 41 kontrol. Penelitian ini meliputi analisis univariat dan biavariat, serta uji chi square. Hasil: Uji statistik menunjukkan hubungan p-value 0,000 dan OR 0,111 antara riwayat penyakit diare menular dengan kejadian stunting, serta hubungan p-value 0,023 dan OR 5,484 antara riwayat infeksi ISPA dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan berhubungan dengan riwayat penyakit diare menular dan infeksi ISPA. Implementasi program berupa edukasi pencegahan stunting, pencegahan penyakit diare menular, dan pencegahan ISPA.
Pengaruh Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan terhadap Pelayanan Antenatal : The Effect of Al Islam and Kemuhammadiyahan on Antenatal Care Nurlina Nurlina; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.774

Abstract

Introduction: Effort to realize the goal of integrated antenatal care that is integrated with Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) subject which will form a person of character and education who has integrity and ethical awareness, the AIK as a marker is implemented in Midwifery Clinical Practice by providing antenatal care. With this implementation, it is also expected that pregnant women can get comfort and satisfaction in receiving antenatal care. Purpose: This research aims to analyze the effect of AIK subject on antenatal care by students. Methods: Desain of study used is an analytic survey with a cross sectional study. This study was conducted from 14 June to 30 August 2021 at the Makassar City Health Center. The sampling technique used is total sampling with 29 respondents. Data collection techniques using primary data by distributing questionnaries to respondents. The analysis used is correlation test. Results: Based on the correlation test, the p-value is 0,024 (p < 0,05). This shows that the variable of AIK subject has an influence on the antenatal care provided by students. Conclusion: There is an influence of AIK subject on the antenatal care provided by students. For future research, can examine other variables related to midwifery care.     ABSTRAK  Pendahuluan: Upaya mewujudkan tujuan pelayanan antenatal terpadu yang terintegrasi dengan mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang akan membentuk pribadi berkarakter dan berpendidikan yang memiliki integritas dan kesadaran etis, maka mata kuliah AIK sebagai penciri diimplementasikan dalam Praktik Klinik Kebidanan dengan melakukan pelayanan antenatal. Dengan adanya implementasi mata kuliah AIK, diharapkan ibu hamil dapat memperoleh kenyamanan dan kepuasan dalam menerima pelayanan antenatal. Tujuan: Riset ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mata kuliah pendidikan AIK terhadap pelayanan antenatal yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode: Bentuk penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Riset ini dilaksanakan tanggal 14 Juni sampai 30 Agustus 2021 di Puskesmas Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan membagikan kuesioner kepada responden. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil: Berdasarkan uji korelasi nilai p 0,024 (p < 0,05) menunjukkan variabel mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan memiliki pengaruh terhadap pelayanan antenatal yang dilakukan oleh mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat pengaruh mata kuliah AIK terhadap pelayanan antenatal yang dilakukan oleh mahasiswa. Untuk penelitian berikutnya bisa meneliti variabel lain yang berkaitan dengan asuhan kebidanan.
Gambaran Asupan Makanan dan Status Gizi pada Ibu Hamil di Huntara Kelurahan Petobo Kota Palu: Overview of Food Intake and Nutritional Status of Pregnant in the Temporary Shelter, Petobo Village, Palu City Dwi Erma Kusumawati; Nurwidianti Nurwidianti; Fahmi Hafid
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.915

Abstract

Introduction: Sufficient nutrient intake is vital for fetal growth and development during pregnancy. Stable food security supports adequate food consumption. Natural disaster that struck Palu City in 2018 had a negative influence on food security. Food intake and nutritional status among pregnant women in temporary housing in Petobo sub-district, South Palu sub-district are described in this study. Methods: The research method used in this study is descriptive. All pregnant women in temporary shelters were included in the population and samples, which totally 30 pregnant women. Data collected including MUAC and Food Recall for 24 hours over two non-consecutive days. The study results showed that the average intake was 1,370 kcal of energy, 232.7 grams of carbohydrates, 38.6 grams of protein, and 28.4 grams of fat. The majority for energy and macronutrient consumption are below 80% of the Indonesian RDA 2019. The average of Vitamin A 575.6 mcg, vitamin C 33.3 mg, vitamin B6 0.9 mg, calcium 679.5 mg, and zinc 4.2 mg are below 80% of the Indonesian RDA 2019. Only intake of Vitamin B9 and Iron is sufficient with an average intake of 511.3 mcg and 42.3 mg. The nutritional status of all pregnant women are not at risk of CED. In conclusion, intake of calories, macronutrient, and micronutrient are classified as inadequate except for vitamin B9 and Iron, and all pregnant women is not at risk of CED. It is suggested the diversify of diet by eating more locally grown foods and doing enough exercise.     ABSTRAK Pendahuluan: Asupan zat gizi pada saat ibu hamil di perlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Asupan makanan yang cukup di dukung adanya kestabilan ketahanan pangan. Bencana alam yang terjadi di kota palu pada tahun 2018 berdampak pada ketidakstabilan ketahanan pangan. penelitian ini menggambarkan asupan makanan dan status gizi pada ibu hamil di hunian sementara kelurahan Petobo kecamatan Palu Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasi dan sampel adalah semua ibu hamil yang berada di hunian sementara berjumlah 30 ibu hamil. Pengumpulan data berupa LILA dan Recal 24 jam selama 2 hari tidak berurutan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asupan energi 1.370 kkal, karbohidrat 232,7 gr, protein 38,6 gr dan lemak 28,4 gr. sebagian besar asupan energi dan zat gizi makro masih <80% dari AKG. Asupan vitamin A 575,6 mcg, vitamin C 33,3 mg, vitamin B6 0,9 mg, kalsium 679,5 mg dan zink 4,2 mg  masih < 80% dari AKG. Hanya asupan Vitamin B9 dan fe cukup dengan rerata asupan 511,3 mcg dan 42,3 mg serta Status gizi semua ibu hamil tidak berisiko KEK. Kesimpulan bahwa semua asupan energi, zat gizi makro dan sebagian besar dari zat gizi mikro berkategori kurang. Asupan vitamin B9 dan Fe ibu hamil cukup dengan status gizi semua ibu hamil tidak berisiko KEK. Disarankan  untuk tingkatkan keanekaragaman makanan dari pangan lokal dan lakukan aktivitas fisik yang cukup.
Peran Kader dalam Penurunan Stunting di Desa : The Role of Cadres in Decreasing Stunting in the Village Kadar Ramadhan; Christina Entoh; Nurfatimah Nurfatimah
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.409

Abstract

Introduction: The government's seriousness in preventing stunting contained in the national strategy to accelerate stunting prevention should be appreciated. The inclusion of stunting as a priority problem in the use of village funds is the right step because the village is the spearhead, therefore in every village there must be health cadres who focus on this problem. Given the vital role of cadres, cadres need to be equipped with good knowledge. The purpose of this study was to increase the role of cadres in preventing stunting in Bulili Village, South Lore District. Methods: This study is a cohort study for 3 months with the target focus is posyandu cadres and the output is the nutritional status of Length for Age of all children aged 0-23 months in Bulili Village, South Lore District. Results: the results showed that the efforts of cadres succeeded in reducing the prevalence of stunting from 35.3% in November 2018 to 16.7% in October 2019, exclusive breastfeeding was associated with stunting. Conclusion: Cadre assistance must be carried out continuously so that cadre performance remains good.   ABSTRAK Pendahuluan: Keseriusan pemerintah dalam pencegahan stunting yang terdapat dalam strategi nasional percepatan pencegahan stunting patut diapresiasi. Dimasukannya stunting sebagai prioritas masalah dalam penggunan dana desa merupakan langkah tepat karena desa adalah ujung tombaknya, olehnya itu di setiap desa harus ada kader kesehatan yang fokus pada masalah ini. Mengingat peran kader yang vital maka kader perlu dibekali dengan pengetahuan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan peran kader dalam pencegahan stunting di Desa Bulili Kecamatan Lore Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cohort selama 3 bulan dengan fokus sasaran adalah kader posyandu dan outputnya adalah status gizi TB/U semua anak usia 0-23 bulan di Desa Bulili Kecamatan Lore Selatan. Hasil: hasil penelitian menunjukan usaha kader berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 35,3% pada November 2018 menjadi 16,7% pada Oktober 2019, pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting. Simpulan: Pendampingan kader harus dilakukan berkelanjutan agar kinerja kader tetap baik.
Pengembangan Aplikasi Panduan KB Smart Kontrasepsi Non Hormonal Pada Ibu Hamil : Application Development of Smart KB Guide for Non-Hormonal Contraceptive among Pregnant Women Aditia Silvia Fazila; Ansar Suyuti; Sri Ramadany
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.756

Abstract

Introduction: Knowledge about contraception is still relatively low for pregnant women due to limited information that only uses leaflet media as a source of information about postpartum contraception at the Kassi-Kassi Health Center so that pregnant women are unable to understand the need for their reproductive rights in making decisions to avoid inappropriate pregnancies. with what is desired or the age gap between the first and second children is too close, therefore a new breakthrough is needed in ensuring that pregnant women obtain information about contraception, especially non-hormonal contraception. Research objectives to determine the effect of developing a smart non-hormonal contraceptive KB guide application in increasing the knowledge of pregnant women. Methods: Using Research and Development (R&D), namely research and development methods used to produce certain products and test the effectiveness of these products. This type of research is Research and Development (R&D) with a simplified development model through the Quasi-Experimental Method with a two-group pre-test and post-test design. The researcher intervened/treated the subject, but it was not randomized. The technique used is purposive sampling. Results: From this study, it shows that there are differences in the results of measurements using contraceptive applications and measurements using leaflets. In the control group, there was a difference in knowledge before and after being given leaflets (p<0.05) and contributed 17.00% in increasing knowledge of pregnant women. In the intervention group, there were differences in knowledge before and after the application (p<0.05) and contributed 74.5% in increasing the knowledge of pregnant women about non-hormonal contraception. In the test results of the difference in the use of leaflets and applications, the man rank of the leaflet was 29.45% while the mean rank of the application was 65.55%. Conclusion: The effect of using educational media applications of android-based non-hormonal contraceptive smart family planning guide in increasing knowledge of pregnant women is very effective. ABSTRAK Pendahuluan: Pengetahuan soal kontrasepsi masih tergolong rendah bagi Ibu hamil dikarenakan keterbatasan informasi yang hanya menggunakan media leaflet sebagai sumber informasi mengenai kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas Kassi-Kassi sehingga ibu hamil tidak mampu memahami kebutuhan akan hak reproduksinya dalam membuat keputusan untuk menghindari kehamilan yang tidak sesuai dengan yang diinginkan atau jarak usia anak pertama dan kedua yang terlalu dekat, olehnya itu diperlukan suatu terobosan terbarukan dalam menjamin Ibu hamil memperoleh informasi seputar kontrasepsi khusunya kontasepsi non hormonal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengembangan aplikasi panduan KB smart kontrasepsi non hormonal dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Metode: Menggunakan Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian dan pengembangan yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang telah disederhanakan melalui Metode Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian two group pre test and post test design. Peneliti melakukan intervensi/ perlakuan pada subyek, tetapi tidak dilakukan randominasi (random). Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pengukuran menggunakan aplikasi kontrasepsi dan pengukuran menggunakan leaflet. Pada kelompok control terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi leaflet (p<0,05) dan menyumbang 17,00% dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Pada kelompok intervensi terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian aplikasi (p<0,05) dan memberikan kontribusi 74,5% dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kontrasepsi non hormonal. Pada hasil uji perbedaan penggunaan leaflet dan aplikasi, diperoleh man rank leaflet sebesar 29,45% sedangkan mean rank aplikasi sebesar 65,55%. Kesimpulan: pengaruh penggunaan media edukasi aplikasi panduan KB smart kontrasepsi non hormonal berbasis android dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil sangatlah efektif.
Pelaksanaan Metode Ular Tangga pada Kelas Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan: Implementation of the Snake and Ladder Method in the Class of Pregnant Women on Increasing Mother's Knowledge about Danger Signs of Pregnancy Mercy Joice Kaparang; Farhah Baharta; Lisnawati Lisnawati
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.763

Abstract

Introduction: The continuous implementation of classes for pregnant women using the lecture method makes mothers feel bored. The snake and ladder method with several pregnant women as players and midwives as resource persons is expected to be able to provide a new atmosphere in the implementation of the class for pregnant women. The purpose:  Of this study was to determine the effect of implementing the snake and ladder method in the class of pregnant women on increasing the knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy.  Methods:  This type of research is Pre Experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were all pregnant women in the Mamboro Public Health Center area. The sample is 30 respondents, with a simple random sampling technique using the Slovin formula. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test.  Result:  The results showed that there was an increase in knowledge from moderate to good, with the test results obtained a value of P=0,000 that there was an effect of implementing the snake and ladder method in pregnant women's classes on increasing mother's knowledge. Suggestion:  Mamboro health centers are expected to use the research results as a reference source in providing health services, especially activities for pregnant women. ABSTRAK Pendahuluan: Pelaksanaan kelas ibu hamil secara terus menerus dengan metode ceramah membuat para ibu mengalami kejenuhan. Metode ular tangga dengan beberapa orang ibu hamil menjadi pemain dan bidan sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan suasana baru dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. Tujuan mengetahui pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Experimen dengan desain one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas mamboro. Sampel  berjumlah 30 responden, dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari cukup menjadi baik, dengan hasil uji di peroleh nilai P=0,000 bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Saran: Kepada pihak puskesmas Mamboro diharapkan memanfaatkan hasil penelitian sebagai sumber rujukan dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya kegiatan pada kelas ibu hamil.

Page 1 of 1 | Total Record : 10