cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): INOHIM" : 8 Documents clear
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Dengan Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang Banten Susilawati Susilawati; Yayah Karyanah; Rokiah Kusumapradja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.4 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.106

Abstract

AbstrakProgram pembangunan kesehatan di Indonesia  ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan pada  kesehatan yaitu ibu hamil,bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi dan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dengan melakukan pemeriksaan ibu hamil secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan dengan keteraturan pemeriksaan kehamilan. Metode penelitian ini adalah survey cros sectional dan jumlah sample sebanyak 86 orang secara simple random sampling. Dimensi tentang tingkat pengetahuan meliputi pengertian tentang kehamilan,diagnosis kehamilan,tanda kehamilan,tujuan pemeriksaan kehamilan. Dimensi keteraturan pemeriksaan kehamilan yaitu jumlah kunjungan ibu hamil minimal sebanyak 4 kali selama hamil. Penelitian mengunakan kuesioner dan observasi mengunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini yaitu usia 26-35 tahun (61.6%), pendidikan ibu hamil  SMA (43.0%), pekerjaan ibu hamil sebagai ibu rumah tangga (69.8%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan yaitu (75.6%) dan teratur dalam pemeriksaan kehamilan (73.3%). Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan dengan keteraturan pemeriksaan kehamilan (r = 0.344 ; p <0.05).Kata kunci: pengetahuan ibu hamil, keteraturan pemeriksaan kehamilan
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Sertifikat Medis Penyebab Kematian di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Januari 2014 Enung Suhartini; Siswati Siswati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.186 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.111

Abstract

Abstract Medical records is a file contain of documents about patients, identity examination, treatment, action and other services given to the patient.Registration death is recording of events experienced by people in a register in agencies to data processing population.Medical certificate cause of death is medical certificate that contains about the identity of someone and causes that leads people had death. The result of observation in RSUP Persahabatan, there are still lack in filling medical certificate cause death there is a factor causing incompleteness in filling medical certificate cause of death in RSUP Persahabatan like often switching doctor, and the absence of guidelines in filling in the doctor. The aim of this research is to find out incompleteness in filling medical certificate cause of death in RSUP Persahabatan. Of the results obtained completeness equal to 78 % and incomplete as much as 21, 5 % .While for babies obtained completeness 2.4 % and incomplete as much as 97, 6 %. ICD-10 Code in infants obtained the result of 0 %. Based on the observation that carried on the Health Information Management Department at RSUP Persahabatan on January 2014, quantitative analysis has not performed entirely on medical certificate cause of death by lack of human resource. Based on the observation that writers do, hence writers give advice of matter which is, should made guidelines charging medical certificate cause of death and dispensed to all nursery room inpatient. In addition socialized of the medical record to space inpatient procedures charging medical certificate cause of death with right also with legal aspect.Keywords: certificate, death, medicalAbstrakRekam  medis  adalah berkas yang berisikan  catatan dan dokumen tentang  identitas pasien , pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pencatatan kematian adalah pencatatan kejadian yang dialami oleh seseorang dalam register dalam instansi pelaksana untuk pengolahan data kependudukan. Sertifikat medis penyebab kematian adalah sertifikat medis yang berisi identitas seseorang dan penyebab orang tersebut mengalami kematian. Dari hasil pengamatan di RSUP Persahabatan, masih terdapat kekurangan  pengisian sertifikat medis penyebab kematian. Beberapa faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian sertifikat medis penyebab kematian adalah seringnya berganti dokter, dan tidak adanya pedoman pengisian di ruangan dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian sertifikat medis penyebab kematian di RSUP Persahabatan. Dari hasil penelitian didapat kelengkapan sebesar 78% dan tidak lengkap sebesar 21,5%. Sedangkan untuk bayi didapat kelengkapan sebesar 2,4% dan tidak lengkap sebesar 97,6%. Kode ICD-10 pada bayi didapat hasil  0%. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Instalasi Manajemen Informasi Kesehatan RSUP Persahabatan pada Januari 2014, analisis kuantitatif belum dilakukan sepenuhnya pada sertifikat medis penyebab kematian disebabkan kurangnya tenaga pelaksana. Berdasarkan hasil observasi penulis, sebaiknya dibuat pedoman pengisian sertifikat medis penyebab kematian dan dibagikan ke setiap ruangan rawat inap. Selain itu Instalasi Manajemen Informasi Kesehatan perlu melakukan sosialisasi tentang tata cara pengisian sertifikat medis penyebab kematian dengan benar ke setiap ruang rawat inap.Kata kunci: sertifikat, kematian, medis
Hubungan Faktor Individu Dan Faktor Risiko Ergonomi Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Penjahit Sektor Usaha Informal CV. Wahyu Langgeng Jakarta Tahun 2014 Beauty Kartika Widyasari; Affan Ahmad; Farid Budiman
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.415 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.107

Abstract

AbstrakSalah satu bentuk gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) di industri konveksi pakaian adalah keluhan Low Back Pain (LBP). Faktor yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan ini antara lain faktor individu seperti umur, jenis kelamin dan masa kerja ; faktor pekerjaan seperti postur kerja janggal (awkward posture), posisi kerja statis, pergerakan berulang (repetisi) dan penggunaan tenaga berlebihan (ketelitian).Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu dan faktor risiko ergonomi dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada penjahit di sektor usaha informal.Jenis penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah penjahit di CV. Wahyu Langgeng Jakarta yang berjumlah 30 orang dan diambil sampel sebanyak 30 orang yang dipilih secara teknik Nonprobability Sampling dengan menggunakan Sampling Jenuh (sensus). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Pearson Product Moment.Rata-rata umur responden 46-55 tahun  (63,3%), dimana responden wanita (60%) dengan masa kerja > 10 tahun (40%). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16 orang (53,3%) yang selalu merasakan adanya keluhan nyeri pada daerah punggung bawah (low back pain). Dengan nilai Sig. (2-tailed)  < α ( 0.000 < 0.05) yang berarti Ho ditolak makaada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, postur janggal (awkward posture), posisi kerja statis dan pergerakan berulang (repetisi) dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada penjahit sektor usaha informal di CV. Wahyu Langgeng Jakarta.Berdasarkan hasil penelitian, faktor individu seperti umur, jenis kelamin, masa kerja, postur janggal (awkward posture), posisi kerja statis dan pergerakan berulang (repetisi) dapat mempengaruhi adanya keluhan Low Back Pain (LBP) pada penjahit.Disarankan agar penjahit berolahraga secara teratur, dapat mengubah posisi duduk agar otot-otot punggung tidak menjadi tegang dan meminimimalisir terjadinya keluhan Low Back Pain (LBP).Kata kunci: faktor individu, faktor risiko ergonomi, keluhan low back pain
Pengaruh Pelaksanaan Caring Perawat Terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bandung Mira Asmirajanti
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.872 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.112

Abstract

AbstractHospital is a health care institution that provides vary widely in the services, one of which is a nursing service. Nurses have continuous contact with the patient. the patient will be satisfied  if obtain health service the same with patient expectations or exceed patient expectations. Patient satisfaction to nursing care is determined by caring behaviors of nurses. This study aimed to analyze the effect of the implementation of caring behaviors of nurses to patient satisfaction in the inpatient unit grade 3 General Hospital Bandung. The sample was 77 nurses in inpatient care at the General Hospital Bandung. The results showed that there was no effect of patient satisfaction to nursing care with caring behaviors of nurses or not. Conclusion this research is Nurse must continue to improve the knowledge of nursing care with caring behaviors of nurses,  caring behaviors of nurses standards need to be made fully integrated with the rest of nursing standard services or standard procedure operational and nurses need to be kept informed about community demands for nursing services is gradually.Keywords: caring, nursing service, patient satisfaction AbstrakRumah Sakit merupakan institusi yang memberikan berbagai pelayanan kesehatan, salah satunya adalah pelayanan keperawatan. Perawat mempunyai kontak yang kontinyu dengan pasien. Pasien akan merasa puas apabila layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapanya dan sebaliknya. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan sangat ditentukan oleh sikap caring yang diberikan oleh para perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan caring perawat terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah Bandung. Sampel penelitian ini adalah 77 orang perawat di rawat inap di Rumah Sakit Umum Bandung. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kepuasan pasien yang dilayani perawat secara caring atau tidak secara caring. Saran yang diberikan peneliti yaitu Perawat harus terus meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan keperawatan berlandaskan caring, standar caring perlu dibuat terintegrasi dengan seluruh Standar Asuhan atau Standar Operasional pelayanan keperawatan dan perawat perlu terus diinformasikan tentang tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang makin lama makin meningkat.Kata kunci: caring, pelayanan keperawatan, kepuasan pasien
Analisis Ketahanan Hidup 9 Tahun Pasien HIV/AIDS Yang Mendapat Terapi Antiretroviral (ARV) Berdasarkan Cara Penularan di RS Kanker Dharmais Jakarta (Analisis Data Rekam Medis RS Kanker Dharmais Jakarta) Nurul Wandasari Singgih
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.281 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.108

Abstract

AbstrakInfeksi HIV dan penyakit AIDS saat ini telah menjadi masalah kesehatan global. Sejak awal abad ke 21 peningkatan jumlah kasus semakin mencemaskan di Indonesia. Penyebaran infeksi HIV biasanya terjadi pada perilaku seksual, tetapi beberapa tahun belakangan ini resiko penularan lebih banyak terjadi pada pengguna narkoba suntik.Penelitian  ini  menggunakan  desain  studi  kohort  retrospektif  dengan  164  sampel  dan dilakukan selama juli-september 2012 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cara penularan terhadap ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS di RS Kanker Dharmais Jakarta Tahun 2003-2011 setelah dikontrol oleh variabel lain, dengan faktor confounding yaitu jumlah CD4, infeksi oportunistik, jenis kelamin, usia, status pernikahan, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan daerah tempat  tinggal.  Data  penelitian  diperoleh  melalui  data  rekam medis  RS.  Data  dianalisis  dengan menggunakan analisis survival metode kaplan meier dan dilanjutkan dengan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probabilitas kumulatif ketahanan hidup secara umum pada pasien HIV/AIDS cukup baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar CD4 terhadap ketahanan hidup (nilai  p=0,03)  dan infeksi  oportunistik terhadap  ketahanan  hidup (nilai  p=0,00. Faktor infeksi oportunistik dan jumlah CD4 memiliki hubungan dengan cara penularan untuk mempengaruhi ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS dan terbukti sebagai faktor confounding. Sedangkan faktor counfounding lain tidak menunjukkan adanya hubungan terhadap ketahanan hidup 9 tahun pasien HIV/AIDS. Perlu adanya penekanan penatalaksanaan yang lebih intensif terhadap pencegahan infeksi oportunistik pada pasien yang sudah positif HIV.Kata kunci: HIV/AIDS, cara penularan, ketahanan hidup
Analisis Perilaku Pencarian Pengobatan (Health Seeking Behaviour) Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita di Muara Angke, Jakarta Utara Intan Silviana Mustikawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.936 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.113

Abstract

AbstrakPenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di negara berkembang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi nasional ISPA di Indonesia adalah 25,5%.  Sebagian besar ISPA bersifat ringan, disebabkan oleh infeksi virus, dan dapat sembuh sendiri (self-limited diseases), namun ISPA juga dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian. Kebanyakan masyarakat masih sering salah menyimpulkan gejala penyakit ISPA, dikarenakan gejala awalnya bersifat ringan, sehingga terlambat dalam penanganan oleh pihak medis, yang dapat menyebabkan pneumoni pada anak dan dapat mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis mengenai perilaku pencarian pengobatan penyakit ISPA pada balita di wilayah Muara Angke, Jakarta. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam pada ibu-ibu yang mempunyai balita berusia 1-3 tahun di Muara Angke. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perilaku pengobatan sendiri merupakan pilihan pengobatan pertama kali untuk pengobatan penyakit ISPA, perilaku pengobatan ke pelayanan kesehatan merupakan pilihan pengobatan kedua apabila penyakit belum sembuh juga, pelayanan kesehatan yang lebih banyak dipilih yaitu dokter praktek, lama sakit sebelum dibawa berobat ke pelayanan kesehatan yaitu 2 hari, kondisi keparahan penyakit yang memutuskan ibu untuk berobat ke pelayanan kesehatan yaitu panas tinggi dan batuk parah, dan pengambil keputusan  mengenai pencarian pengobatan didominasi oleh ibu. Perlu adanya upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dan para penjual obat (shopkeeper) mengenai upaya pengobatan penyakit ISPA yang sesuai, agar dapat dilakukan pengobatan dini dan pencegahan pertama agar penyakitnya tidak bertambah parah.Kata kunci: perilaku pencarian pengobatan, penyakit ISPA, balita
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keakurasian Koding Ibu Melahirkan Dan Bayi di Beberapa Rumah Sakit Tahun 2014 Lily Widjaya; Nanda Aula Rumana
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.229 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.109

Abstract

Abstract One of the determinants of service quality is the quality of medical record which contained coding process to determine the output reports the hospital. Still the low percentage of accuracy in coding process can cause problems such as statistical calculations in the hospital would be wrong, not health care quality report, clinical and research interests are the development of health policies by local governments will be constrained, as well as problems of insurance claims. The impact of these problems resulted in the policy direction of the hospital is not appropriate due to poor planning and the management of the hospital. The study is done at the medical record department in some hospitals located in Jakarta on the services obstetrics and ginekology.The aim of this research is to find out factors that affects the accuracy of icd code mother childbirth and for newborn infants with independent variable is knowledge, education background, training has been followed, experience, and long work.This research should be implemented by analyzing data primary using design the study of cross-sectional.A sample of this research numbering 24 koder on the medical record department. Results showing that the number of accurate coding is only 37,5 % ( 9 coder ), while coder being inaccurate coding number 62.5 % ( 15 coder).The results of the analysis bivariat obtained of variable that deals with accuracy is knowledge ( pvalue = 0.04 ). Based on research is expected the presence of rotation coder who experience and inexperienced can do also encoding diagnose, in addition, the hospital have to offer the opportunity to follow the coder coding training.Keywords: accuracy, coding, pregnant mothersAbstrakSalah satu faktor penentu mutu kualitas layanan adalah bagian rekam medis yang didalamnya terdapat proses koding untuk menentukan output laporan rumah sakit. Masih rendahnya persentase keakuratan dalam proses koding dapat menyebabkan masalah seperti penghitungan statistik rumah sakit akan salah, laporan pelayanan kesehatan tidak berkualitas, kepentingan riset klinik dan pengembangan kebijakan kesehatan oleh Pemerintah Daerah akan terkendala, serta permasalahan klaim asuransi. Dampak dari permasalahan tersebut mengakibatkan kebijakan pimpinan rumah sakit yang tidak tepat karena buruknya perencanaan dan pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini dilakukan pada bagian rekam medis di beberapa RS yang berlokasi di Jakarta pada layanan kebidanan dan penyakit kandungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keakurasian koding ibu melahirkan dan bayi dengan variable independennya adalah pengetahuan, latar belakang pendidikan, pelatihan yang pernah diikuti, pengalaman, serta lama bekerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis data primer menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 24 koder pada bagian rekam medis. Hasil menunjukkan bahwa jumlah koder yang akurat mengkode hanya berjumlah 37,5%(9 koder), sedangkan koder yang tidak akurat mengkode berjumlah 62,5% (15 koder). Hasil uji analisis bivariat diperoleh variable yang berhubungan dengan keakuratan adalah pengetahuan (Pvalue = 0.04). berdasarkan penelitian diharapkan adanya rotasi pengkodean agar yang berpengalaman dan tidak berpengalaman dapat melakukan juga pengkodean diagnose, selain itu, pihak rumah sakit harus memberi kesempatan para koder untuk mengikuti pelatihan koding secara berkesinambungan.Kata kunci: akurasi, koding, ibu hamil 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Persepsi Perawat Terhadap Komunikasi Terapeutik Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Tahun 2012 Dandy Maslow Panungkunan
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 2 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.068 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i2.110

Abstract

AbstrakDalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang sedang dirawat diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang perawat. Salah satu jenis komunikasi dalam keperawatan adalah komunikasi terapeutik. Dari telaah dokumen Evaluasi Kepuasaan Pasien Rumah Sakit X   tahun 2011 didapatkan keluhan-keluhan terkait komunikasi terapeutik perawat. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  karakteristik  demografi, pengetahuan dan sikap perawat pelaksana dengan persepsi perawat terhadap komunikasi terapeutik di ruang rawat inap Rumah Sakit X. Desain penelitian yang dipakai adalah non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan total sampel 111 perawat pelaksana. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa usia perawat berhubungan dengan persepsi perawat terhadap komunikasi terapeutik (p=0,047). Saran yang diberikan adalah mengadakan pertemuan rutin agar para perawat yang berusia tua bisa membagikan pengalaman dan cara-cara yang berkomunikasi dengan baik kepada para perawat yang masih berusia muda, pemotivasian dan supervisi berkala dari kepala ruangan, peer review sesama perawat pelaksana, penciptaan iklim kerja yang berbasis kinerja dan mengadakan pelatihan terkait bentuk dan teknik komunikasi terapeutik.Kata kunci: komunikasi terapeutik, perawat, rumah sakit 

Page 1 of 1 | Total Record : 8