cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2019): Februari" : 6 Documents clear
PENGARUH LAMA BLANCHING DAN RUMUS PETIKAN DAUN TERHADAP KARAKTERISKTIK FISIK, KIMIA, SERTA SENSORIS TEH DAUN TIN (Ficus carica) Bambang Sigit Amanto; Tiara Ni’mah Aprilia; Asri Nursiwi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.502 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.36436

Abstract

Daun tin yang berasal dari tanaman fig atau ficus carica mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, tanin, dan quercetin. Daun tin ini salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan teh. Pada pembuatan teh hijau dilakukan proses pemanasan untuk menginaktivasi enzim polifenol oksidase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama blanching dan rumus petikan daun terhadap karakteristik fisik yaitu warna seduhan teh, karakteristik kimia yaitu kadar air, total fenol, kadar tanin, dan aktivitas antioksidan, serta karakteristik sensoris meliputi warna, rasa, aroma, dan overall. Teh daun tin diproses mengikuti cara pengolahan teh hijau, yaitu pelayuan, penggulungan, pengeringan, dan sortasi. Penelitian ini menggunakan dua faktor, yaitu lama blanching ( 0,5,10,15 menit) dan rumus petikan daun (petikan 2 dan 3 serta petikan 4 dan 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama blanching dan rumus petikan daun berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (warna seduhan) dan kimia (kadar air, fenol, tanin, dan aktivitas antioksidan) teh daun tin. Semakin lama blanching akan menurunkan nilai L dan a seduhan teh sementara nilai b akan semakin tinggi. Semakin lama waktu blanching, karakteristik kimia (kadar air, fenol, tanin, dan aktivitas antioksidan) teh daun tin akan semakin menurun. Semakin tua daun (petikan 4 dan 5) akan menaikkan nilai L, akan tetapi menurunkan nilai a dan b. Semakin tua daun maka kadar air, kadar tanin, dan aktivitas antioksidan teh daun tin semakin menurun. Sedangkan untuk karakteristik sensoris, lama blanching tidak berpengaruh nyata terhadap kesukaan warna dan aroma namun berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan rasa dan overall teh daun tin. Rumus petikan daun tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan warna, aroma, dan overall, namun berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan rasa teh daun tin.
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORI COOKIES BERBAHAN DASAR TEPUNG KOMPOSIT UWI (Dioscorea alata), KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) DAN TEPUNG TERIGU Moh Luthfi Imawan; R. Baskara Katri Anandito; Siswanti Siswanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.034 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.24072

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formula tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu terhadap karakteristik fisik, kimia, sensori cookies dan menentukan formula cookies tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu yang terbaik serta menentukan % AKG serat pangan dan kalori cookies berbahan baku tepung komposit uwi, koro pedang dan tepung terigu dari dua formulasi terbaik.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi tepung komposit uwi dan koro pedang dengan tepung terigu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik adalah 20% tepung komposit (uwi dan koro pedang) dan 80% tepung terigu. Semakin banyak penambahan tepung komposit (uwi dan koro pedang) yang digunakan tidak mempengaruhi kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, aktivitas antioksidan dan total kalori cookies. Penambahan tepung komposit yang semakin banyak menaikkan tingkat kekerasan, kadar air, kadar abu, dan serat kasar cookies yang dihasilkan, selain itu semakin banyak tepung komposit yang ditambahkan menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, tekstur, aroma dan overall. Formula cookies F2 (20 % tepung komposit dan 80% tepung terigu)  mempunyai % AKG serat pangan sebesar 10,46 dan kalori per sajian sebesar 153,27 kkal/sajian sedangkan formula cookies F3 (40% tepung komposit dan 60% tepung terigu) mempunyai % AKG serat pangan sebesar 12,54 dan kalori per sajian sebesar 151,17 kkal/sajian.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENSTABIL TERHADAP MUTU FISIK KIMIA DAN SENSORIS VELVA BUAH MELON (Cucumis melo L.) Dayanti Haryono; Rofandi Hartanto; Bara Yudhistira
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.925 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.34843

Abstract

Alternatif dessert untuk masyarakat yang menderita alergi susu sapi, intoleransi laktosa, dan diet rendah lemak, maka dibuatlah dessert yang mempunyai kandungan rendah lemak yaitu velva buah. Velva buah dapat dibuat dari buah yang mengandung padatan terlarut tinggi yaitu melon. Velva buah diharapkan bertekstur halus dan tidak cepet meleh makan ditambahkan bahan penstabil. Bahan penstabilnya yaitu karagenan, gum arab, dan guar gum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis dan konsentrasi bahan penstabil terhadap velva buah buah melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu kombinasi karagenan, gum arab, dan guar gum dengan perlakuan dua kali pengulangan sampel dan tiga kali pengulangan analisis. Semua data hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA) dengan menggunakan SPSS. Apabila hasil menunjukkan ada perbedaan nyata anatar perlakukan maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α=0.05. Berdasarkan uji pembobotan formulasi terbaik yaitu F4 (0,5%, gum arab 0,25%, guar gum 0,25%) dengan hasil yaitu viskositas 1630,87 cP;  padatan terlarut 19,10oBrix, overrun 24,87%; lama leleh 8,60 menit; kadar air 77,61%; kadar vitamin C 22,45 mg/100gr; kadar serat pangan 2,31%; aktivitas antioksidan 3,98%; skor untuk analisa sensoris secara umum panelis menyukai velva melon dengan masing-masing skor aroma 3,60; rasa 4,08; tekstur 4,32; warna 4,48, dan overall 4,24.
KANDUNGAN PROKSIMAT, ASAM SIANIDA, ASAM FITAT DAN TEKSTUR TAHU KEDELAI (Glycine max)-KORO PEDANG PUTIH (Canavalia ensiformis) DENGAN PENGGUMPAL ASAM ASETAT Ishartani, Dwi; Affandi, Dian R.; Amanto, Bambang S.; Rahayu, Puji P.
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.086 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.37300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi asam asetat sebagai penggumpal terhadap kandungan proksimat, asam sianida, asam fitat dan tekstur tahu kedelai-koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu konsentrasi asam asetat (0,20%; 0,25%; dan 0,30%). Sampel disiapkan dalam tiga ulangan dan data yang dihasilkan dianalisis secara statistic menggunakan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan DMRT (α:5%) jika terdapat beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam asetat menghasilkan tahu dengan kadar asam sianida dan F max yang semakin tinggi tetapi kadar air dan abu yang semakin rendah. Konsentrasi asam asetat tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak, dan asam fitat tahu kedelai-koro pedang putih yang dihasilkan.
APLIKASI NANOENKAPSULASI MINYAK KOPI SPECIALTY DENGAN BERBAGAI ENKAPSULAN MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRYING Masrukan Masrukan; Iva Mindhayani
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.61 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.25914

Abstract

KOMBINASI ENZIM POLIGALAKTURONASE DAN ENZIM PEKTINESTERASE PADA KLARIFIKASI SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus Costaricensis) DALAM PEMBUATAN SIRUP Esti Widowati; Ardhea Mustika Sari; Rokhimah Sudarmi Ningsih
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.37625

Abstract

The aim of this research was to investigated the effect of polygalacturonase enzyme (PG) from Bacillus licheniformis strain GD2a AR2 0.09%, 0.1%, and 0.11% concentration combine with pectinesterase enzyme (PE) from Bacillus licheniformis strain GD2a KK2 0.5%, 1%, and 1.5% concentration on the super red dragon fruit juice calrification in syrup production based in pH, total soluble solids, transmittance, and viscosity. Polygalacturonase enzyme hydrolized the α-1,4- D-glycosidic form galacturonic acid while the pectinesterase enzyme break the metoxyl group of pectin form pectat acid. Both PG and PE work together to hydrolized pectin. Pectinesterase catalyzed pectin become pectat acid as the substrat for polygalacturonase. In the lower acid degree, polygalcturonase and pectinesterase enzyme combination cause the viscosity and total soluble solids decrease. Degradation of pectin cause the transmittance of super red dragon fruit syrup increase. The result of this research were obtained a partially pure polygalacturonase enzyme with enzyme activity 0.31 U/ml while the pectinesterase enzyme activity was 1.167 U/ml. Samples with the addition 0.11% concentration of poligalakturonase enzyme and 0.5% concentration of pectinesterase enzyme with pH value of 4.303, total soluble solid value of 38.133oBrix, transmittance value of 74.5%T, and viscocity value of  0.128cP was selected sample. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6