cover
Contact Name
Dr. Keliopas Krey
Contact Email
jurnalvogelkop@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvogelkop@unipa.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
VOGELKOP: Jurnal Biologi
Published by Universitas Papua
ISSN : -     EISSN : 26849682     DOI : -
VOGELKOP: Jurnal Biologi merupakan jurnal Biosains yang fokus publikasi penelitian mencakup semua bidang Biologi, seperti Bioteknologi, Biodiversitas, Ekologi, Sistematika, Mikrobiologi, Konservasi Sumberdaya Hayati dan aplikasi pemanfaatannya. Semua bentuk kehidupan seperti mikroba, tumbuhan dan hewan merupakan cakupan dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PESISIR SUMURI, TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT Krisma Lekito; Yunus Tambing
VOGELKOP: Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/vogelkopjbio.v1i2.47

Abstract

ABSTRAKData primer mangrove sangat penting dikumpulkan secara terperinci bagi penilaian ekosistem, struktur vegetasi, dan jauh lebih dari itu adalah fungsi ekologi jangka panjang lanskap. Secara terperinci data kualitatif dan kuantitatif vegetasi mangrove pada berbagai tingkatan pertumbuhan di kawasan hutan mangrove Sumuri, Teluk Bintuni belum diketahui padahal data-data tersebut sangat diperlukan untuk menilai keadaan kesehatan ekosistem dan habitat saat ini dan dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan-perubahan lingkungan pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur vegetasi mangrove pada tingkat pertumbuhan semai, belta, dan pohon khususnya di kawasan mangrove Kido, Sumuri, Teluk Bintuni, Papua Barat. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai INP Bruguiera gymnorrhiza tertinggi untuk seluruh tingkatan pertumbuhan mangrove dengan rincian semai 55.397 %, belta 76,649, dan pohon sebesar 88,534 %. Bruguiera gymnorrhiza merupakan penciri utama bagi kawasan hutan mangrove Kido, Sumuri, Teluk Bintuni. Faktor utama pendukung pertumbuhan Bruguiera gymnorrhiza untuk semua tingkat pertumbuhan adalah kondisi habitat hutan mangrove Kido yang berupa lumpur dengan substrat dangkal.
ANALISIS GEN 16S rRNA ISOLAT SMSS-VII DAN SMSSe-VII YANG BERPOTENSI SEBAGAI BAKTERI PENDEGRADASI SOLAR Huliselan, Rendy Leonard; Salosa, Yenni Yendri; Abubakar, Hermawaty
VOGELKOP: Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/vogelkopjbio.v1i2.7

Abstract

Indonesia memiliki potensi berupa sumber daya alam terbaharukan yang melimpah baik dalam jumlah maupun jenis tumbuhan yang mengandung serat selulosa. Di alam selulosa tidak dapat terdegradasi secara sempurna oleh karena itu dibutuhkan bantuan mikroorganime seperti jamur dan bakteri yang akan menghasilkan enzim selulase sehingga dapat mendegradasi selulosa yang berada di alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas enzim selulase yang dihasilkan oleh isolat bakteri yang digunakan. Aktivitas selulase dari 11 isolat bakteri ditentukan dengan nilai indeks selulotik melaluli metode pewarnaan merah kongo pada media padat CMC 1%. Sebanyak tujuh isolat yang menandakan hasil positif dan nilai indeks tertinggi dihasilkan oleh isolat SI-E yaitu 4.7 mm. Setelah itu nilai aktivitas enzim selulase dari ketujuh isolat positif ditentukan dengan menghitung gula pereduksi substrat melalui metode 3,5-dinitrosalisilat (DNS). Hasil menunjukkan isolat SI-H memiliki aktivitas tertinggi yaitu 0,071 U/mL. 
DAMPAK PEMBANGUNAN BREAKWATER TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS POLYCHAETA DI PESISIR PANTAI MANOKWARI, PAPUA BARAT Diana Elsa Albita Wambrauw; Keliopas Krey; Sita Ratnawati
VOGELKOP: Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/vogelkopjbio.v1i2.42

Abstract

ABSTRACTBreakwater is a small structures designed to protect coastal area from extremely sea waves exposure. The breakwater has been used in many coastal area at various town in Papua include Manokwari Regency, West Papua Province. Breakwaters designed at Manokwari has been reduce the intensity of wave action in inshore waters. Moreover, the breakwater also reduce coastal erosion and provide safe harbourage for local fishing. Same with the others, the breakwater on the coast of Manokwari also contact with the substrate directly, which is a habitat for Polychaeta. The lack of research data and information on Polychaeta in the Papua Sea encourages this research must be done. The purpose of this research is to identify the spesies of Polychaeta and analyze the impact of breakwater to the community structure of Polychaeta. This research conducted on March to June 2018 focus on six station of five beach with breakwater at the coastal of Manokwari, West Papua i.e. Abasi, Pasir Putih, Wosi, Andai and Mansinam Island. The line transect quadran method were use to collect sample of the Polychaeta. Total 64 sample of Polychaeta was collecting and identified.  Approximately 17 spesies of Polychaeta (i.e. seven orders, nine of families and 14 genera) already identified. Based on ANOVA and BNt tests, the breakwater development has significantly impacte to the structure community of Polychaeta on the coastal of Manokwari. ABSTRAKBreakwater atau pemecah gelombang merupakan struktur kecil yang didesain untuk melindungi area pesisir pantai dari paparan gelombang air laut yang ekstrim. Sama dengan lainnya, breakwater di pesisir pantai Manokwari juga bersentuhan langsung dengan substrat, yang merupakan habitat cacing laut, Polychaeta. Minimnya data penelitian dan informasi tentang Polychaeta di laut Papua mendorong penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi spesies Polychaeta dan menganalisa dampak yang ditimbulkan dari breakwater terhadap struktur komunitas cacing taksa cacing laut ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018 yang dipusatkan pada enam stasiun di lima pantai yang terdapat breakwater, yaitu pantai Abasi, Pasir Putih, Wosi, Andai dan pantai Pulau Mansinam. Garis transek kuadran sebagai metode pengambilan sampel Polychaeta. Sebanyak 64 sampel telah dikoleksi dan berhasil dikenali 17 spesies Polychaeta yang terbagi dalam tujuh ordo, sembilan familli dan 14 genus. Berdasarkan uji ANOVA dan Uji BNt menunjukan keselarasan pembangunan breakwater berdampak signifikan terhadap struktur komunitas Polychaeta di pesisir pantai Manokwari.
PERTUMBUHAN, UMUR, DAN DIMORFISME SEKSUAL IKAN PELANGI ARFAK, Melanotaenia arfakensis Allen, 1990 DI SISTEM SUNGAI PRAFI, MANOKWARI, PAPUA BARAT Emmanuel Manangkalangi; Simon P.O. Leatemia; Luky Sembel; Paskalina T. Lefaan; Ridwan Sala; M.F. Rahardjo
VOGELKOP: Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/vogelkopjbio.v1i2.52

Abstract

ABSTRACTArfak rainbow fish, Melanotaenia arfakensis is an endemic fish on several river systems in the northeastern part of the Vogelkop peninsula. This study aims to describe the growth, age at first maturity, and sexual dimorphism of this endemic fish on the Nimbai Stream and the Aimasi Stream, the Prafi River system. The fish were caught using handnet, then were measured their standard length and individual weight. Data were analyzed to estimated growth patterns, von Bertalanffy's growth rate, age at first maturity and sexual dimorphism characteristics. The results showed that male growth patterns varied, with a tendency of the increase in body length faster than that of body weight (negative allometric patterns) with b values ranging from 2.886 to 3.132. On the other hand, the female individuals had positive allometric patterns (b values ranged from 3.062 to 3.378). The growth rate (K) of male body length was faster (0.165-0.174) than that of female individuals (0.159-0.163). Male individuals reached the first maturity condition earlier (at age of 1.83-2.18 years) than female individuals (at age of 2.49-2.64 years). Sexual characteristics between the sexes are related to body height starting to appear when fish are of a standard length of larger than 18.22 mm or when male fish begin to approach the time of the first sexual maturity. Understanding of growth, age, and the characteristics of the sexual dimorphism of endemic fish has an important meaning in monitoring population conditions and for conservation efforts in their natural habitat.
PENGGUNAAN EKSTRAK KASAR BEBERAPA TUMBUHAN DALAM PENGENDALIAN Mycobacterium tuberculosis PENYEBAB PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA MANUSIA Karolina Batvian; Derek Korneles Erari; Yenni Yendri Salosa
VOGELKOP: Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/vogelkopjbio.v1i2.55

Abstract

ABSTRACTThe objective of this reserach is to know  the ability of leaf extract of Coleus scutellarioides, Dodonaea viscosa  and the seed of Areca catechu as anti-bacterial to inhibit Mycobacterium tuberculosis growth  which cause human tuberculosis desease. This research use experimental method  with completely rendomized Design (RAL) toward 5 treatments and 4 replications,means 20 treatments in total.  Result shows that the crude leaf extracts of  C. Scutellarioides and  D. viscosa can hamper M. Tuberculosis in 17,25 mm and 10,28 mm inhibition size. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun Coleus scutellarioides, Dodonaea viscosa   dan ekstrak biji Areca catechu sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan M. tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis pada manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terhadap 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun C. scutellarioides, D. viscosa, terhadap M. tuberculosis dengan besar daya hambat 17,25 mm dan 10,28 mm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5