cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz" : 6 Documents clear
PENGARUH PADUAN MIKRO Fe Cr DENGAN METODE ULTRASONIK PADA PEMBENTUKAN BONGKAH Fr Cr MELALUI VARIASI SUHU SINTERING Kusdi Prijono; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.883

Abstract

Fe-Cr merupakan paduan yang memiliki ketahanan pada suhu tinggi dan kemampuan yang dapat digunakansebagai interkonek pada sel bakar Solid Oxide Fuel Cell (SOFC). Pada penelitian ini telah dilakukan sintesisbongkah paduan Fe-Cr dengan menggunakan serbuk paduan mikro Fe-Cr hasil sintesis dengan metode ultrasonik.Metode ultrasonik dimanfaatkan untuk sintesis paduan mikro Fe-Cr melalui penggunaan gelombang suaraultrasonik. Langkah yang dilakukan adalah memadatkan partikel paduan mikro Fe-Cr dengan kompaksi tanpalubrikan, hasil kompaksi dimasukan kedalam kapsul kaca kuarsa selanjutnya dilakukan proses variasi sintering11000C, 12000C dan 13000C pada kondisi suhu maximal ditahan selama 1 jam ,lalu didinginkan secara normaldalam tungku. Karakterisasi strukturmikro dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), EnergyDispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDS), X-Ray Diffraction (XRD) disertai analisis dengan metode MAUD(Material Analisys Using Diffraction ) dan pengukuran Nilai kekerasan sesungguhnya. Partikel paduan mikro Fe-Crlebih stabil dan konsisten dalam pembentukan fasa bongkah paduan Fe-Cr melalui variasi sintering. Diperolehbongkah paduan Fe-Cr homogen tanpa oksida.
Implementasi Line Balancing Pada Lini Produksi Aseptic Tank Zatendra; Yudi Solihin
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.884

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur khususnya memproduksi AsepticTank. PT X mempunyai misi perbaikan berkesinambunan (Continunous Improvement),dalam hal ini PT. Xselalu melakukan perbaikan salah satunya adalah perbaikan pada lini produksi tangki guna meningkatkanefisiensi pada lini tersebut. Tesis ini di fokuskan pada line of balancing lini produksi tangki untukmengoptimalkan kinerja produksi. Dengan meningkatkan efisiensi pada lini produksi tangki tersebut makakapasitas produksi dapat meningkat karena hal ini akan mempengaruhi produktifitas agar tidak terjadi idletime yang berlebihan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut data yang dikumpulkan adalah waktu siklustiap elemen kerja, setelah itu dilakukan pengolahan data yaitu melakukan pengujian, menghitung waktusiklus rata-rata, takt time, idle time, efisiensi dan balance delay sebelum serta sesudah perbaikan. Denganhasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan lini produksi sangat perlu dilakukan.
Optimasi Desain Turbin Pelton Menggunakan 3 Nozzle Dan Variasi Kemiringan Sudu Hingga 150 Menggunakan Metode Taguchi Rully Septiadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh jumlah nozzle, dankemiringan sudut semprotan masuk bucket terhadap putaran blade turbin, menentukan bagaimanabentuk komposisi faktor-faktor tersebut yang paling optimum untuk menghasilkan performa turbinpelton yang maksimal, menghitung berapa besar titik parameter lari pada turbin pelton dengankapasitas 3 nozzle dan kemiringan sudu -150, 00, dan 150 mengunakan metode taguchi.Metode penelitian menggunakan metode taguchi L-9 (33) = 9 dengan menggunakan 9 kalieksperimen dan parameter yang digunakan adalah jumlah Nozzle (N), Diameter Nozzle (m),Kemiringan sudut semprotan masuk bucket (....0), dengan masing-masing level, jumlah nozzleyang digunakan 1 nozzle, 2 nozzle, 3 nozzle. Diameter yang digunakan 2 inchi, 1.5 inchi, dan 1inchi. Sudut kemiringan sudu -150, 00, dan 150. Parameter pengujian yang diukur adalah tegangandan putaran blade, serta pengaruh masing-masing faktor untuk mendapatkan komposisi variabelyang optimum dan titik parameter lari.Berdasarkan pengujian dan analisis dengan menggunakan metode taguchi, komposisiparameter yang optimum adalah jumlah nozzle 3, diameter nozzle 1.5 inchi, sudut kemiringan sudu00. Dari hasil analisis didapat pengaruh masing-masing faktor jumlah nozzle 781.29, diameternozzle 800.78 dan kemiringan sudu 790.12. Daya yang dihasilkan turbin sebesar 40.24 Volt DC.Parameter lari di titik 4 dengan kecepatan 13.30 m/s, Hturun sebesar 7.89 m.
DESAIN MODIFIKASI SCREW EXTRUDER UNTUK MENINGKATKAN OUTFLOW YANG OPTIMAL DAN MENINIMALKAN CACAT PRODUK PADA PLASTIK Tatang Suryana
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.886

Abstract

Screw merupakan komponen utama dari sebuah mesin ekstrusi plastik yang berfungsi sebagai poros pendorong, dan pemotong, juga pengaduk plastik panas yang terdapatdidalam barrel, masalah yang kerap dialami industri Plastik selama ini adalah banyaknya rejeck (produk apkir/produk cacat). Dari hasil penelitian diketahui penyebab masalah kegagalan produk adalah kurangnya masukkan bahan kedalam cetakan, dan perlu adanya perubahan desain pada screw, karena screw merupakan jantungnya dari mesin ekstruder. Modifikasi yang dilakukan pada Screw diantaranya (desain pengaduk, sirip penghalang, kedalaman Kanal, dan sudut Helix) dengan tujuan agar keluaran (outflow) meningkat, terlebih pada mesin yang sudah memiliki usia pakai lama yang sering mengalami cacat produk dengan rata – rata cacat yaitu bolong, sobek dan dimensi produk tidak sama/menyimpang. Screw hasil modifikasi ini telah dilakukan pengujian dipabrik dengan menggunakan material plastik jenis ABS dan PP, lalu dihasilkan prestasi bahwa pada screw konvensional dengan putaran 60 rpm didapat keluaran sebesar 151x10−4m3/s, dengan tekanan Maksimum sebesar 239,1MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran dinaikkan menjadi 120 rpm didapatkan keluaran sebesar 302 x 10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 478,2 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Pada screw Modifikasi dengan putaran 60 rpm didapatkan outflow (keluaran) sebesar 190 x 10−4m3/s dengan tekanan Maksimum sebesar 187,68MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dan pada saat putaran 120 rpm dengan screw modifikasi didapatkan outflow (keluaran) sebesar 380 x10−4m3/s dengan tekanan maksimum sebesar 375,36 MPa, dan Viskositas 98 Pa.s. Dari hasil pengamatan didapatkan perbandingan yang sangat signifikan diantara kedua sampel uji yaitu dengan menggunakan screw modifikasi dihasilkan outflow sekitar 27% lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan screw konvensional pada putaran yang sama.
Pengembangan Mesin Stirling Tipe Gamma Sebagai Tenaga Penggerak Kipas Angin Rahmat
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.887

Abstract

Mesin stirling adalah mesin kalor yang mengambil kalor dari luar silinder kerjanya. Penelitian inimemberikan tinjauan literatur tentang mesin stirling type gamma dengan berbagai macampengembangannya seperti sebagai penggerak kipas angin. Tujuan dari penelitian ini adalah dapatmengembangkan sebuah mesin stirling yang energi keluarannya minimal sebesar 45 Watt dengan kecepatanputar 1000 rpm, sehingga mesin ini bisa digunakan sebagai tenaga penggerak sebuah kipas angin.Pengembangan mesin ini menggunakan metoda teknik perancangan VDI 2221. Proses perancanganmendapatkan beberapa alternatif rancangan. Rancangan yang terpilih menggunakan mesin stirling typegamma dengan 3 buah sudu kipas. Setelah dilakukan pengujian, maka didapatkan kecepatan putarmaksimum yaitu 3153 rpm, kecepatan putar rata-rata 1798 rpm, dengan efisiensi teoritis sebesar 63 %dengan daya keluaran sebesar 140 Watt
PENGEMBANGAN PROSES MANUFAKTUR BOLT HEX SOCKETUNTUK MENGATASI PERMASALAHAN CACAT PERMUKAAN MELALUI PROSES RETEMPERING Reza Rahman; Dwi Rahmalina
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i1.888

Abstract

Dalam proses pembuatan Bolt Hex Socket ini sering sekali terjadi permasalahan dimana cacatterbesar adalah warna belang, dimana hasil proses perlakuan permukaan (Black oxide proses) berbeda warna(warna Belang) setelah adanya perlakuan proses pelurusan (Straigtening) yang menyebabkan secara visualpart yang tidak baik. Keberadaan cacat ini tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan permukaan tidaktahan terhadap karat.Untuk mengatasi kondisi tersebut serta meningkatkan target produksi, maka perludibahas perbaikan untuk mengatasi cacat tersebut, serta untuk meningkatkan produktivitas proses manufakturBolt Hex Socket.Parameter yang menjadi syarat pengecekan adalah parameter proses Tempering yangmencakup Temperatur proses (°C) dan lamanya waktu proses Tempering (s) dan proses perbaikan cacatpermukaan yang terjadi setelah proses pelurusan (Straightening) dikarenakan untuk ketahanan terhadap karatpermukaan maka dilakukan penambahan proses Re-Tempering atau proses 2 kali Tempering .Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan yang timbul karena adanya penambahanproses perlakuan panas (Re-Tempering) pada part Bolt Hex Socket untuk memperbaiki cacat permukaan partsetelah adanya perlakuan proses pelurusan, yaitu bagaimana pengaruh Temperatur proses (°C),lamanyawaktu proses Tempering (s) dan penambahan proses Re-Tempering terhadap cacat permukaan, sifatmekanisdan struktur material pada Bolt Hex Socket.Hasil keluaran yang ingin dicapai dalam penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh Temperatur proses (°C), lamanya waktu proses Tempering (s) danpenambahan proses Re-Tempering terhadap cacat permukaan, sifat mekanis dan struktur material pada BoltHex Socket.

Page 1 of 1 | Total Record : 6