cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Cakram
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26860597     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Cakram merupakan Jurnal Ilmiah milik Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang yang berorientasi pada bidang Mesin Konversi Konversi Energi, Kontruksi, Material, Automasi, dan Sensor. Jurnal Teknik Mesin Cakram terbit (2) dua kali setahun pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
ANALISA PENGUJIAN TURBIN AIR JENIS CROSSFLOW TERHADAP VARIASI DEBIT Ihat Solihat; Edi Tri Astuti; Hardy Rudiat
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.651 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2812

Abstract

Abstrak:Isu krisis energi terus berkembang, dimana dibutuhkan energi terbarukan agar dapat menggantikan energi fosil yang menurut perkiraan akan segera habis, sehingga apabila tidak ada energi yang terbarukan maka manusia akan kekurangan energi, salah satu upaya pengembangan energi terbarukan adalah tenaga air. Tenaga air adalah tenaga yang diperoleh dari air yang mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam bentuk energi mekanis maupun energi listrik. Turbin crossflow mempunyai kontruksi yang sederhana dan memberikan biaya operasional kecil. Penelitian ini dilakukan menggunakan instalasi penelitian yang tersusun atas beberapa peralatan utama. Diantaranya runner (piringan dan sudu), nozel, rotameter, preassure gauge, tachometer dan neraca pegas.penelitian ini menggunakan debit 0,000527 m³/s, 0,000611 m³/s dan 0,000694 m³/s dengan variasi volume air 0,05 m³, 0,1 m³, dan 0,2 m³, menggunakan sudu berjumlah 28 sudu. Unjuk kerja turbin crossflow ditunjukan berdasarkan tekanan, torsi, dan daya turbin serta efisiensi turbin yang diperhitungkan dari hasil pengujian. Hasil perhitungan menunjukan bahwa debit air 0,000694 m³/s yang lebih baik dibandingkan dari debit air 0,000527 m³/s yaitu pada putaran (315,4 rpm) torsi (0,5886 Nm) daya turbin (15,475 watt), daya air (34,722 watt) dan efisiensi turbin (44,6%) terjadi pada debit air 0,000694 m³/s.Kata kunci : Turbin Crossflow, Sudu, Volume, Efisiensi
ANALISIS SIFAT MEKANIK, SIFAT FISIS DAN MAGNET KOMPOSIT MAGNET PERMANEN NdFeB DENGAN PEREKAT POLYVYNIL ALCOHOL (PVA) Mulyadi Mulyadi
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.62 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2813

Abstract

Abstrak: Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit magnet permanen Nd2Fe14B dengan menggunakan perekat Poly vynil alcohol (PVA), dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan PVA terhadap sifat mekanik, sifat fisis dan magnet komposist magnet Nd2Fe14B. Bahan baku yang digunakan serbuk magnet Nd2Fe14B Type MQP-B dan perekatnya cairan PVA. Variasi komposi PVA adalah 2, 3, 5 , 7 dan 9 % berat. Kedua bahan baku dicampur sampai homogen, kemudian dicetak tekan dengan gaya 10 tonf membentuk pellet berdiameter 18 mm dan ketebalan 15 mm. Kemudian pellet yang diperoleh dikeringkan didalam lemari pengering pada suhu 100oC selama 2 jam. Pelet yang telah kering di magnetisasi sehingga manjadi magnet. Selanjutnya dilakukan karakterisasi meliputi pengujian kuat tekan dan kekerasan (shore hardness D ),serta diukur densitas dan kekeuatan medan magnet. Hasil diperoleh menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi PVA maka kuat tekan dan kekerasan cenderung meningkat dan sebaliknya densitas dan sifat magnetnya cenderung menurun. Komposisi yang terbaik pada sampel dengan 2 % PVA dan diperoleh kuat medan magnet 1300 gauss.Kata kunci : komposit magnet, Nd2Fe14B, PVA,  kuat tekan, kekerasan, kuat medan magnet
PERBANDINGAN KECEPATAN KOMPUTASI SUDUT FOUR BAR LINKAGE ANTARA CPU DAN GPU Adimas Wicaksana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.627 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2809

Abstract

Abstrak: Four Bar Linkage adalah salah satu mekanisme paling tua yang dipelajari manusia. Kelebihan dari Four Bar Linkage adalah bentuknya yang relatif sederhana sekaligus serba guna. Karena banyaknya kombinasi parameter dari Four Bar Linkage sangat penting untuk menghasilkan sebanyak mungkin posisi untuk mempelajari gerakan dari Four Bar Linkage. Telah dibuat sebuah studi yang membandingkan kecepatan Intel i7-4790 dan AMD Radeon R9-280 dalam melakukan komputasi sudut dari Four Bar Linkage. Penelitian menunjukkan AMD Radeon R9-280 5x lebih cepat dalam melakukan komputasi sudut R9-280 untuk jumlah titik yang relatif lebih kecil (ratusan ribu) dan 8x lebih cepat untuk jumlah titik yang lebih besar (puluhan juta).Kata Kunci: Four Bar Linkage, Komputasi, Mekanisme, OpenCLAbstract: Four Bar Linkage is one of the oldest mechanism ever studied by humankind. Among its advantages are its relative simplicity while remaining versatile. Due to its large number of parameter combinations it is quite important to compute as many points as possible to study the movement of Four Bar Linkage. This paper attempts to study Intel i7-4790 speed in finding Fourbar’s coupler angle as compared to AMD Radeon R9-280. This study found that R9-280 computes coupler angle 5 times faster as compared to Intel i7-4790 when performing relatively low number of points (in hundreds of thousands) while being 8 times faster when computing large number of points (tens of millions). Key Words: Four Bar Linkage, Computation, Mechanism, OpenCL
PERHITUNGAN THERMODYNAMIC PROPERTIES PADA PIPA KAPILER EKSPANSI PADA SISTEM REFRIGERASI ABSORPSI AMONIA Nailul 'Atifah; Yohan Yohan; Mochamad Kiki Triyansyah
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.241 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2814

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai perhitungan thermodynamic properties pada pipa kapiler ekspansi pada sistem refrigerasi ammonia telah dilaksanakan. Proses ekspansi isenthalpic R717 ini beroperasi pada temperatur input sebesar 300C dan temperatur output sebesar-150C dengan nilai enthalpi sebesar 339,04 kJ/kg. Nilai tekanan input adalah 1166,93kPa dan tekanan outputnya adalah 236,20 kPa. Laju aliran massa refrigerant R717 yang dioperasikan adalah sebesar 0,0031 kg/s. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan panjang pipa kapiler dengan variasi diameter 0,026 inchi, 0,031 inchi, dan 0,042 inchi serta mengetahui bagaimana perubahan temperatur, tekanan dan fraksi uap di sepanjang pipa kapiler dengan variasi diameter tersebut. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar diameter pipa kapilernya maka semakin panjang kebutuhan pipanya. Pipa kapiler berdiameter 0,026 inchi, 0,031 inchi, 0,042 inchi memerlukan panjang pipa kapiler masing-masing sebesar 0,249 m, 0,368 m dan 0,959 m. Penurunan temperatur dan tekanan refrigerant R717 di sepanjang pipa kapiler pada semua varisi diameter tersebut bersifat tidak linier terhadap kenaikan panjang pipa. Terjadi penurunan temperatur dan tekanan yang curam di bagian akhir alirannya. Kenaikan fraksi uap refrigerant R717 di sepanjang pipa kapiler pada semua varisi diameter tersebut bersifat tidak linier terhadap kenaikan panjang pipa. Terjadi  kenaikan fraksi uap yang bersifat eksponensial di bagian akhir alirannya hingga mencapai fraksi output pda -150C yakni sebesar 0,158.Kata kunci : Pipa kapiler, diameter, R717, ekspansi isenthapic, temperatur, tekanan, fraksi uap
ANALISA KERUSAKAN COLLET PADA MESIN COILLING PEMBUAT SPRING SPEEDOMETER CABLE DAN UPAYA PENCEGAHAN andri lesmana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.724 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2810

Abstract

Abstraksi : Analisis kegagalan dan kerusakan komponen mesin Coilling di industri manufacture automotive salah satu ilmu yang dapat dipelajari dan digunakan untuk menganalisa suatu komponen mesin Coilling yang mengalami kegagalan dan kerusakan komponen mesin patah atau failure, dengan mencari akar penyebab kegagalannya (root causes of problems) tujuannya untuk memberikan rekomendasi penyebab Utama kegagalan dan kerusakan komponen mesin Coilling, Agar tidak terjadi kesalahan yang berulang.Hasil analisis ini harus dilakukan penelitian mengenai analisis kegagalan dan kerusakan sebuah collet pada mesin coilling pembuat spring speedometer cable yang menggunakan material dasar collet steel S45C, collet pada mesin coilling mengalami kegagalan dan kerusakan patah pada saat proses produksi spring speedometer cable.Untuk mengetahui hasil penelitian telah dilakukan pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan, pengujian struktur mikro dan pengamatan perubahan sifat mekanis collet. Penyebab utama kerusakan adalah fatigue yang diakibatkan oleh beban siklus dengan kondisi high nominal stress dan dapat digunakan untuk pengembangan kualitas collet serta optimasi usaha pencegahan perpatahan pada collet meliputi perbaikan desain, material, manufaktur dan cara pemasangan serta penerapan sistem manajemen pemilihan material yang tepat. Kata Kunci : Analisa Kerusakan, Collet, Mesin Coilling, Spring Speedometer Cable, Pencegahan
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR MOLIBDENUM (Mo) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA TAHAN KARAT TIPE AISI 410 Sujianto Sujianto
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.317 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2815

Abstract

Abstrak: Turbin uap merupakan salah satu pembangkit listrik yang menjadi salah satu pilihan untuk saat ini. Ada beberapa komponen turbin uap yang sering terjadi kegagalan . Diantaranya  adalah komponen sudu sudu turbin uap.  Pada komponen sudu sudu turbin uap dipilih menggunakan material baja tahan karat martensitik AISI 410 disebabkan memiliki kekuatan tinggi, ketangguhan tinggi dan ketahanan korosi. Penelitian berikut  memaparkan pengaruh  penaambahan unsur Mo  terhadap struktur mikro dan Sifat mekanik baja tahan karat AISI 410 dengan kondisi suhu   tempering pada 600°C,650°C,700°C. Maksud dan tujuan penelitian ini  adalah untuk menganalisa  sifat mekanik : Kukuatan tarik, serta menganalisa perubahan nilai kekerasan dan struktur mikro pada baja tahan karat AISI 410. Penelitian ini menggunakan sampel material uji AISI 410 Standar dan AISI 410 yang telah dimodifikasi dengan penambahan unsur Moliibdenum (Mo) 3 %, proses awal yakni austenisasi pada temperatur 1050°C selama 1 jam di dalam tungku muffle dan didinginkan dengan udara bebas . Dengan  temperisasi pada 600°C, 650°C, 700°C dengan variasi waktu 1,3,6 jam. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop, uji komposisi kimia, SEM-EDS dan pengujian kekerasan dengan metode Rockwell C. Penambahan unsur Mo ke dalam baja tahan karat AISI 410  meningkatkan kandungan fasa ferit delta di dalam struktur mikro dan menurunkan kekerasan baja yang bersangkutan. Penambahan  unsur 3 % Mo menurunkan kandungan Crom di dalam karbida logam tersebut akibat subtitusi parsial Crom dengan Mo. Dengan penambahan unsur 3% Mo juga meningkatan ketahanan terhadap korosi.Kata kunci: Turbin Uap,Baja tahan karat martensitik 13 Cr, Molibdenum,Fasa ferit delta, kekerasan
PENGUJIAN STATIK DAN DINAMIK PELAT ALUMINIUM DENGAN TEKNIK INTERFEROMETRI OPTIK Edi Tri Astuti
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.169 KB) | DOI: 10.32493/jtc.v2i1.2811

Abstract

Abstrak: Interferometri optik telah diaplikasikan untuk menentukan deformasi suatu objek akibat pembebanan statis dan dinamis. Teknik ini memanfaatkan adanya perubahan fasa didalam gelombang cahaya koheren. Secara umum system ini terdiri dari: sistem optik, sistem perekam citra dan sistem pengolah citra. Sistem optik menentukan bentuk deformasi yang terjadi, sistem perekam citra berfungsi untuk merekam pola spekel sebelum dan sesudah terjadinya deformasi, dan sistem pengolah citra berfungsi untuk menghitung besarnya deformasi yang terjadi. Hasil dari pengamatan teknik ini adalah pola interferensi atau biasa disebut dengan pola frinji. Dengan menginterpretasikan pola-pola frinji yang didapat, maka secara kuantitatif dapat ditentukan distribusi deformasi yang terjadi. Kata-kata kunci: Interferometri optik, deformasi, fasa, koheren, citra, pola frinji

Page 1 of 1 | Total Record : 7