cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Cakram
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26860597     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Cakram merupakan Jurnal Ilmiah milik Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang yang berorientasi pada bidang Mesin Konversi Konversi Energi, Kontruksi, Material, Automasi, dan Sensor. Jurnal Teknik Mesin Cakram terbit (2) dua kali setahun pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
KELARUTAN MINERAL IKUTAN KASITERIT DALAM ASAM KLORIDA ENCER (HCl 10 %) MENGGUNAKAN REAKTOR YANG DILENGKAPI PENGADUK Latifa Hanum Lalasari
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7558

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian kelarutan mineral ikutan kasiterit (SnO2) dalam larutan asam klorida (HCl) encer menggunakan reaktor yang dilengkapi pengaduk. Tujuan penelitian adalah melakukan investigasi dalam upaya memperoleh kondisi proses yang optimum dan efisien, khususnya temperature dan waktu proses pelindian untuk menghasilkan kasiterit dengan kemurnian tinggi. Proses yang dilakukan adalah hidrometalurgi dengan melakukan proses pelindian mineral kasiterit dalam larutan HCl 10% (encer) pada kondisi tekanan atmosferik  dan variasi temperatur 35°C, 50°C, 70°C, 90°C, 110°C;  waktu proses 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 jam. Proses pelindian menggunakan reaktor yang dilengkapi pengaduk dengan pengadukkan 300 rpm. Hasil penelitian menunjukkan larutan asam klorida (HCl) 10% mampu melarutkan mineral ikutan dari kasiterit diantaranya: besi, lantanum, cerium, titanium yang merupakan pengotor dengan jumlah besar dalam kasiterit. Kemurnian kasiterit yang diperoleh dari hasil pelindian menggunakan larutan HCl 10% (encer) adalah sebesar 82-83% SnO2 pada temperatur 110 oC selama 2 jam.Kata kunci: kasiterit, mineral ikutan, asam klorida, reaktor berpengaduk, pelindian
DETEKSI PROSES KOROSI PADA BAJA DENGAN MENGGUNAKAN LAPISAN AKRILIK TERMODIFIKASI PHENOLPHTHALEIN Gadang Priyotomo
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7518

Abstract

Masalah korosi merupakan salah satu pertimbangan biaya pemeliharaan dalam proses produksi industri minyak dan gas bumi, petrokimia dan geothermal. Salah satu metode mitigasi korosi adalah proses pelapisan polimer atau cat. Walaupun struktur di lapis oleh cat, proses korosi terjadi karena preparasi permukaan yang tidak benar. Proses deteksi dini korosi dibawah lapisan cat bisa salah satu kandidat untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut. Material senyawa cerdik adalah phenolphthalein (PP) diperlukan sebagai indikator terjadinya korosi. Konsentrasi senyawa PP divariasikan dengan sebesar 0,01% ; 0,1 % dan 1% yang diimbuhkan ke lapisan berbasis akrilik. Pengujian perfoma lapisan cat melalui pengujian kabut garam (ASTM B117-97) selama 240 jam. Metode visualisasi secara makro dilakukan untuk melihat kerusakan cat. Perfoma senyawa PP pada cat dengan konsentrasi 0,01% dan 1% memberikan indikasi bercak warna jingga di waktu ekspos 24 jam. Reaksi oksidasi dan reduksi (elektrokimia) berlangsung  pada daerah antar muka lapisan cat dan substrak baja melalui visualisasi warna jingga.
PERANCANGAN ALAT PENGARANGAN SAMPAH DEDAUNAN Ahsonul Anam; Sugiono Sugiono
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7559

Abstract

Abstrak : RTH atau taman kota menghasilkan banyak sekali limah dedaunan, walaupun sering dibersihkan, namun sampah dedaunan dibuang/dikembalikan ke lahan tanaman. Hal ini mengakibatkan limbah dedaunan berserakan, teronggok atau bahkan jatuh ke saluran pembuangan air (drainase) bisa menyebabkan terhambatnya aliran air pembuangan, yang menjadikan sarang penyakit dan bau busuk yang menyengat. Cara yang efektif penanganan limbah dedaunan adalah dengan memanfaatkannya menjadi briket. Namun bila dedaunan langsung dibriketkan, akan memberikan kesan yang kurang baik kepada pengguna, karena masih terlihat sampah dedaunan. Sebaliknya bila limbah dedaunan diarangkan, maka kesan sampah menjadi hilang. Pengarangan limbah dedaunan, secara mudah, sederhana dan murah, digunakan drum bekas, dibakar menggunakan udara terbatas kemudian didinginkan. Hal ini menimbulkan masalah, misalnya timbulnya asap hitam dan bau. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang bangun alat pengarangan menggunakan tenaga pemanas listrik walau mahal, namun  memberikan kesan bersih, praktis dan estetis. Sebagai tahap awal alat pengarangan ini dilakukan sekali uji coba menggunakan bahan baku sampah dedaunan, dengan pengisian bahan baku 80 % dan suhu pengarangan 250oC selama 5 jam. Hasil pengarangan yang baik hanya terjadi pada daerah yang dikelilingi pemanas listrik saja.Kata kunci: RTH, limbah dedaunan, pengarangan, alat pengarangan
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA WATER JACKET DI RUANG BAKAR PRIMER INCINERATOR SAMPAH KOTA Nailul Atifah; Bambang Herlambang; Edi Tri Astuti; Yayan Mulyana; Perdamean Sebayang
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7519

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis perpindahan panas pada water jacket di ruang bakar primer incinerator sampah kota. Analisis perpindahan panas dilakukan ketika water jacket berada dari fase cair hingga mencapai titik didihnya, yaitu 100 oC, Suhu api pembakaran diasumsikan seragam berdasarkan hasil pengukuran api ruang bakar diperoleh nilai stabil yakni 1097 oC. Variasi debit aliran water jacket adalah 300, 400, 500, dan 600 liter/jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kenaikan suhu dan karakteristik perpindahan panas pada water jacket dan pengaruh variasi debit terhadap kenaikan suhu water jacket  di sepanjang ketinggian dinding ruang bakar. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan parameter termohidrolika yang merupakan fungsi suhu yang meliputi densitas, viskositas, konduktivitas, dan bilangan Prandtl. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan perhitungan bilangan Reynolds, Nusselt, koefisien perpindahan panas konveksi, Log Mean Temperature Difference (LMTD), resistensi termal total, dan laju perpindahan panas di sepanjang tinggi cerobong (L) sampai suhu air mencapai 100 oC. Perhitungan tersebut dilakukan dengan metode Euler. Dari hasil perhitungan perpindahan panas diketahui bahwa suhu water jacket di sepanjang ketinggian dinding ruang bakar mengalami kenaikan hingga mencapai titik didihnya. Akan tetapi, ketika aliran water jacket semakin mencapai ke atas, gradien kenaikan suhunya mengalami penurunan nilai. Dengan demikian, laju perpindahan panasnya juga ikut mengalami penurunan. Dari variasi debit diperoleh hasil bahwa semakin besar debit aliran water jacket, kenaikan suhu yang dialami water jacket di sepanjang ketinggian ruang bakar juga semakin kecil. Dengan demikian semakin besar debit aliran water jacket, lintasan yang dibutuhkan untuk mencapai titik didihnya juga semakin panjang. Semakin besar debit aliran water jacket, maka laju perpindahan panas di posisi aliran yang sama juga semakin besar.
ANALISIS PERBEDAAN USIA PAKAI MOLDING BERBAHAN BAJA PERKAKAS SKS 12, SLEIPNER A88, DAN SKH 55 UNTUK PRODUK MUR (NUT) BAJA S50C Tatang Suryana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7560

Abstract

Abstrak:Penelitian ini mempelajari usia pakai molding untuk produk mur. Bahan molding yang digunakan baja perkakas SKS 12, SLEIPNER A88 dan SKH 55, sedangkan bahan produk mur yang akan dihasilkan adalah baja karbon seri S50C. Ketiga bahan molding ini diujikan di industri. Pembuatan mur meliputi uji dimensi dengan mengukur toleransi dimensi mur dan uji usia pakai dengan melihat jumlah produk yang dihasilkan. Pengujian ini dilanjutkan dengan uji kekerasan mikro pada bagian sisi dalam dari molding. Usia pakai baja perkakas SKS 12 sebanyak 40.105 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.055 mm, baja perkakas SLEIPNER A88 sebanyak 110.703 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.053 mm, baja perkakas SKH 55 sebanyak100.404 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.054 mm, uji kekerasan mikro baja perkakas menunjukkan bagian terdalam sisi molding rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan bagian tengah. Molding berbahan SKS 12 memiliki usia paling pendek, Molding berbahan SKH 55 memiliki usia panjang, dan Molding berbahan SLEIPNER A88 memiliki usia paling tinggi dan sedikit lebih tinggi dari SKH 55. Usia pakai SKS 12 dua sampai tiga kali pakai, sedangkan usia pakai SKH 55danSLEIPNER A88 diperkirakan lebih dari tiga kali pakai.Kata Kunci: Baja perkakas, sks 12, skh 55, sleipner a88, mur s50c,molding, uji kekerasan. Abstrak:Penelitian ini mempelajari usia pakai molding untuk produk mur. Bahan molding yang digunakan baja perkakas SKS 12, SLEIPNER A88 dan SKH 55, sedangkan bahan produk mur yang akan dihasilkan adalah baja karbon seri S50C. Ketiga bahan molding ini diujikan di industri. Pembuatan mur meliputi uji dimensi dengan mengukur toleransi dimensi mur dan uji usia pakai dengan melihat jumlah produk yang dihasilkan. Pengujian ini dilanjutkan dengan uji kekerasan mikro pada bagian sisi dalam dari molding. Usia pakai baja perkakas SKS 12 sebanyak 40.105 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.055 mm, baja perkakas SLEIPNER A88 sebanyak 110.703 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.053 mm, baja perkakas SKH 55 sebanyak100.404 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.054 mm, uji kekerasan mikro baja perkakas menunjukkan bagian terdalam sisi molding rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan bagian tengah. Molding berbahan SKS 12 memiliki usia paling pendek, Molding berbahan SKH 55 memiliki usia panjang, dan Molding berbahan SLEIPNER A88 memiliki usia paling tinggi dan sedikit lebih tinggi dari SKH 55. Usia pakai SKS 12 dua sampai tiga kali pakai, sedangkan usia pakai SKH 55danSLEIPNER A88 diperkirakan lebih dari tiga kalipakai.
ANALISA KERUSAKAN PIPA AIR PENGUMPAN BOILER Sukandar Sukandar; Yana Heryana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7556

Abstract

Abstrak: Pipa air pengumpan boiler adalah suatu sistem pengumpan air ke boiler. Untuk pelindungan dari serangan korosi pada pipa disuntikkan inhibitor. Kerusakan terjadi  pada pipadi ujung pipa injeksi  inhibitor setelah 7 tahun operasi. Lokasi pipa inhibitor adalah 800 mm setelah swing check valve. Untuk mencari akar penyebab dilakukan analisa kerusakan. Untuk mendukung analisa kerusakan dilakukan pengujian dan pemeriksaan komposisi kimia, fraktografi, metalografi, kekerasan, produk korosi, polarisasi, simulasi aliran dan rasio Na dan PO4 dalam inhibitor. Hasil pemeriksaan komposisi kimia menunjukkan bahwa material pipa adalah sesuai standar. Hasil pemeriksaan fraktografi menunjukkan kerusakan berupa penipisan lokal berbentuk cekungan sepatu kuda. Hasil pemeriksaan metalografi menunjukkan struktur mikro material pipa adalah ferit dan perlit normal. Hasil pemeriksaan produk korosi menunjukkan kandungan oksigen yang sangat tinggi. Hasil pengujian polarisansi dengan inhibitor adalah 19,991 mpy. Hasil simulasi aliran menunjukkan di lokasi pipa injeksi inhibitor adalah zona aliran diam. Hasil pemeriksaan kandungan inhibitor menunjukkan bahwa rasio Na dan PO4 dibawah 2,85:1. Dari hasil pemeriksaan dan pengujian tersebut dapat dikerucutkan bahwa akar penyebab kerusakan pipa air pengumpan boiler adalah serangan korosi akibat konsentrasi oksigen.Kata kunci: Pipa Air Pengumpan Boiler, Baja Karbon, Inhibitor, Aliran Diam, Caustic Gouging, Konsentrasi Oksigen.
ANALISA KERUSAKAN PADA POROS DUDUKAN BOTTOM PLATE DARI MESIN PENCAMPUR CAT DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Slamet Rahardian
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7557

Abstract

Abstrak: Permintaan akan Cat tembok pada pasar domestic yang tinggi menuntut penggunaan mesin yang selalu dalam kondisi prima, namun pada prakteknya sering terjadi kerusakan mesin. Salah satu komponen yang sering terjadi kerusakan adalah Poros Dudukan Bottom Plate Pada Mesin Pencampur Cat. Kerusakan tersebut mengharuskan dilakukannya penghentian proses produksi untuk melakukan perbaikan, hal ini menyebabkan kerugian waktu dan biaya bagi perusahaan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mencari penyebab serta mengetahui mekanisme terjadinya kegagalan yang terjadi pada Poros Dudukan Bottom Plate dengan spesifikasi material baja karbon S45C. Hasil fraktografi menunjukkan bahwa permukaan patahan merupakan struktur martensit temper yang mempunyai kekerasan cukup tinggi dan bersifat getas (brittle) sehingga tidak ada deformasi plastis pada permukaan patahan, tetapi dapat mengurangi ketahanan material terhadap beban kerja unidirectional bending dan mempunyai konsentrasi teganggan yang tinggi. Kemudian  dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada Poros Dudukan Bottom Plate dari material S45C pada mesin pencampur cat disebabkan oleh patah lelah (fatique fracture), hal ini didukung oleh penjalaran patah dimulai dari satu sisi shaft dan daerah fatigue terjadi pada ¾ dari diameter Poros Dudukan Bottom Plate.Kata kunci: Poros Dudukan BottomPlate, Mesin Pencampur Cat, Analisa Kerusakan, Pengujian.

Page 1 of 1 | Total Record : 7