cover
Contact Name
Ellysa Nursanti
Contact Email
jtmi@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri
ISSN : 24607975     EISSN : 25493426     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI), diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang, JTMI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi menerima naskah makalah ilmiah yang erat hubunganya dengan bidang keilmuan Teknik dan Manajemen Industri. Ruang Lingkup materi: Ergonomics Quality and Reliability Maintenance and Safety Risk and Decision Making Production System Manufacture Engineering Strategic Management Optimization Model Simulation Operation Management Supply Chain Management Inventory and Warehousing Human Resource Management Marketing Management Green and Lean Industrial System.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 2: Agustus 2016" : 4 Documents clear
Perancangan Ulang Tata Letak Mesin – Mesin Produksi Di PT. Surya Bumi Kartika Indrianti, Devi Hayu; Nursanti, Ellysa; Salmia L.A., ST
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 2: Agustus 2016
Publisher : Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak pabrik atau fasilitas produksi merupakan pengaturan untuk menetapkan letak fasilitas dengan mempertimbangkan aliran pemindahan bahan, luas area, dan sebagainya. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik pada umumnya sangat berpengaruh pada besarnya biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses produksi. Penyebab tidak lancarnya proses produksi PT. Surya Bumi Kartika karena jarak materialhandling terlalu jauh dan biaya perpindahan bahan produksi menjadi lebih mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan layout baru yang efisien dan mendapatkan efisiensi jarak dan biaya. Metode yang digunakan alogaritma CRAFT (Computerized RelativeAllocation of Facility Technique) yaitu menghitung jarak rectilinear distance. Hal ini dilakukan untuk merancang layout baru dengan jaraktempuh yang lebih pendek sehingga biaya perpindahan dapat dikurangi. Perancangan ulang model rectilinear distance di PT. Surya Bumi Kartika menghasilkan tata letak fasilitas produksi yang lebih baik dari layout sebelumnya dengan adanya pengurangan jarak dan biaya pemindahan bahan. Jarak tempuh perpindahan semula 9.537,5 m menjadi 3.692,5 dengan prosetase penghematan jarak material handling sebesar 61%. Biaya pemindahan bahan yang semula Rp. 839.967,00 menjadi Rp. 325.198,00 dengan prosetase penghematan biaya material hadling sebesar 61%.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Botol Galon Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Prayoga, Yanuar Angga; Nursanti, Ellysa; Priyasmanu, Thomas
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 2: Agustus 2016
Publisher : Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan baku berkualitas memegang peranan sangat penting untuk memperlancar proses produksi dalam suatu industri manufaktur. PT. Tirta Investama merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Bahan baku penunjang yang digunakan adalah Botol Gallon. PT. Tirta Investama telah bekerja sama dengan tiga supplier botol gallon untuk mendukung proses produksinya, yaitu PT. Namasindo, PT. Angkasa dan PT. Uniplastindo. PT. Tirta Investama berupaya untuk menentukan supplier yang memiliki performansi terbaik dari segi ketepatan waktu pengiriman dan kesesuaian jumlah pengiriman dengan pesanan. Perusahaan akan memprioritaskan suppliertersebut dalam penghematan biaya pengadaan barang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kriteria supplier yang baik, menentukan supplier terbaik dan menurunkan biaya pengadaan barang setelah supplier terbaik dipilih. Pengumpulan data menggunakan 3 kuesioner, yaitu kuesioner pemilihan kriteria supplier, kuesioner perbandingan berpasangan kriteria dan kuesioner pemilihan alternatif. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tahap-tahap yang dilakukan dalam metode AHP yaitu mendefinisikan struktur hirarki permasalahan, menghitung bobot kriteria pada setiap tingkat hirarki, menghitung konsistensi pembobotan, menghitung bobot alternatif dan menampilkan urutan proritas alternative [1]. Hasil kuesioner 1 menunjukkan bahwa kriteria yang baik dalam memilih supplier botol gallon adalah Kualitas, Harga, Pengiriman, Pelayanan, Fleksibilitas dan garansi. Pengolahan data pada Kuesioner 2 menggunakan metode AHP diketahui kriteria pengiriman menjadi prioritas utama yaitu dengan bobot 0,320. Hasil penilaian dari kuesioner 3 yang sudah diolah menggunakan metode AHP menunjukkan PT. Angkasa sebagai prioritas pertama dengan bobot 0,401. Ekspektasi penghematan biaya pengadaan botol gallon yang diperoleh PT. Tirta Investama sebesar 1,32 % atau serata dengan Rp 18.809.800,- perminggu.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dalam Upaya Meningkatkan Efisiensi (Studi Kasus Pada PT. Pancaran Mulia Sejati) Sutarti, S; Sutriyono, Dr.; Gustopo, Dayal
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 2: Agustus 2016
Publisher : Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan memiliki perencanaan persediaan dan sistem kontrol. Dalam kasus yang melibatkan produk fisik yang diperlukan adalah peramalan permintaan untuk mengetahui berapa banyak untuk memesan dan kapan harus memesan. PT. Pancaran Mulia Sejati yang bergerak di bidang produksi minuman juice dalam proses produksinya mengalami kendala yaitu tidak menentunya bahan baku dari supplier berupa buah segar sehingga menyebabkan biaya persediaan meningkat setiap tahunnya. Biaya persediaan selalu meningkat selama ini sedangkan permintaan relatif stabil maka dipandang perlu untuk dilakukan analisis pengendalian persediaan yang berkaitan dengan efisiensi proses produksi perusahaan, utamanya efisiensi penggunaan modal. Penggunaan metode EOQ dapat membantu suatu perusahaan dalam menentukan jumlah unit yang dipesan agar tercapai biaya pemesanan dan biaya persediaan seminimal mungkin. Dengan menggunakan perhitungan yang ekonomis tentunya suatu perusahaan dapat menentukan secara teratur bagaimana dan berapa jumlah material yang harus disediakan. Dari hasil perhitungan biaya persediaan menurut cara yang diterapkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp 62.490.462, sedangkan hasil perhitungan biaya persediaan menurut EOQ untuk tahun 2016 sebesar Rp 61.440.125, terdapat efisiensi sebesar 2%. Hasilnya menyatakan bahwa metode EOQ mampu mereduksi biaya pesan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka biaya persediaan menurut cara yang dijalankan perusahaan belum mencapai titik minimal. Melalui pendekatan metode EOQ perusahaan produsen juice mampu memperoleh penghematan atau efisiensi penggunaan modal sebesar Rp 1.050.337.
Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Nasabah PT. Mandala Multi Finance Cabang Banjarmasin Rahim, Taufik; Lomi, Abraham; Gustopo, Dayal
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 2 No 2: Agustus 2016
Publisher : Teknik Industri S-2 Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada perusahaan seperti; karyawan dalam melakukan layanan terlalu lambat dan suka mengulur waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memberi masukan dalam meningkatkan kepuasan nasabah dari sisi penilaian kualitas layanan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini seperti; mean gap, mann whitney, dan uji regresi berganda. Hasil uji mean gap dan statistik mann whitney yang paling dominan memiliki kesenjangan (-0,29) dan perbedaan (0,001) yaitu dimensi responseveness. Hasil pengujian regresi berganda dimensi responsiveness persepsi terbukti berpengaruh sebesar (0,001) terhadap kualitas layanan, sedangkan untuk hasil kualitas layanan ada satu dimensi emphaty (0,001) yang berpenga-ruh signifikan terhadap kepuasan. Dapat disimpulkan bahwa dimensi responsiveness dipersepsikan belum terlalu maksimal yang diekspektasikan nasabah, untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara peningkatan kualitas waktu jam kerja karyawan tanpa ada tekanan oleh atasan. Kualitas layanan dimensi emphaty harus diperbaiki agar nasabah lebih merasa puas, dengan cara memperkuat hubungan baik dengan nasabah agar mendafatkan informasi tentang keluhan ataupun harapan yang diinginkan secara berkesinambungan. Kata

Page 1 of 1 | Total Record : 4