cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 24 Documents clear
PEMODELAN PENYEBARAN PENGGUNA NARKOBA Debby Evrya Ariesy
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.21-26.2018

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas kembali penurunan model penyebaran pengguna narkoba yang diformulasi oleh White dan Comiskey pada tahun 2007 dengan rata-rata pengguna berusia antara 15 sampai 64 tahun. Model ini dikembangkan berdasarkan model SIRS karena ketergantungan narkoba dapat dianggap sebagai sebuah penyakit yang dapat menular ke individu lain. Dalam model White dan Comiskey tersebut, populasi individu dibagi menjadi tiga kelas yakni individu yang rentan menjadi pengguna narkoba (S), individu pengguna narkoba tidak dalam masa pengobatan (U1), dan individu pengguna narkoba dalam masa pengobatan (U2).Kata Kunci: Model penyebaran pengguna narkoba, sistem persamaan diferensial
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI ANAK UMUR 2 SAMPAI 5 TAHUN BERDASARKAN INDIKATOR TINGGI BADAN MENURUT UMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE CART Nur Fauzana; Izzati Rahmi HG; Hazmira Yozza
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.119-126.2018

Abstract

Berdasarkan pemantauan status gizi pada tahun 2016 yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI, kejadian stunting masih menjadi masalah gizi buruk di Kota Padang. Oleh karena itu, perlu dipelajari faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi agar dapat dijadikan acuan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menggolongkan status gizi berdasarkan faktor yang mempengaruhi adalah Metode CART (Classification and Regression Trees). Objek pada penelitian ini adalah anak umur 2 sampai 5 tahun pada empat kecamatan di Kota Padang. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan metode CART menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu, pendidikan terakhir ibu, prilaku ibu, jenis kelamin dan umur anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa stunting cenderung terdapat pada anak dengan pendidikan terakhir ibu yang rendah, pengetahuan ibu yang juga rendah dan prilaku ibu yang kurang baik dalam memberikan gizi. Pengetahuan ibu yang baik ternyata tidak menjamin status gizi yang baik pada anak, masih ada anak yang berumur lebih dari 27.5 bulan yang mengalami stunting. Prilaku ibu yang baik namun tidak disertai dengan pengetahuan ibu yang baik juga merupakan penyebab kejadian stunting, sehingga masih terdapat anak berjenis kelamin perempuan yang menderita stunting disebabkan oleh prilaku yang baik, namun tidak disertai dengan pengetahuan yang baik.Kata Kunci: Status Gizi, Stunting, Metode CART
DIMENSI PARTISI DARI GRAF PERSAHABATAN Gilang Arya Liza
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.54-58.2018

Abstract

Dimensi partisi diperkenalkan pertama kali oleh Chartrand, Salehi dan Zhang [2] pada tahun 1998. Dimensi partisi merupakan pengelompokan semua titik di G ke dalam sejumlah kelas partisi dan menentukan jarak setiap titik terhadap setiap kelas partisi tersebut [2] dan dinotasikan sebagai pd(G) untuk graf terhubung. Pemilihan representasi yang tepat menghasilkan suatu representasi dimana semua titiknya memiliki vektor koordinat yang berbeda. Pada tulisan ini, akan dibahas kembali makalah [4] tentang cara penentuan dimensi partisi dari graf persahabatan. Graf persahabatan adalah Graf lengkap K2 yang digandakan sebanyak n kali dan dihubungkan dengan sebuah titik dari K1. Akibatnya semua titik di K2 akan terhubung dengan titik di K1. Satu buah titik di K1 pada graf persahabatan disebut dengan titik pusat c. Graf persahabatan dapat dinotasikan dengan fn.Kata Kunci: Graf, dimensi partisi, representasi, graf persahabatan
SIFAT DEFINIT NON-NEGATIF FUNGSI KARAKTERISTIK DARI SEBARAN BINOMIAL NEGATIF MAJEMUK SEBAGAI PENJUMLAHAN SEBARAN EKSPONENSIAL Stefi Amalia Putri
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.154-158.2018

Abstract

Sebaran binomial negatif majemuk sebagai penjumlahan sebaran eksponensial adalah penjumlahan sebaran eksponensial yang saling bebas, dimana banyaknya sebaran tersebut menyebar menurut sebaran binomial negatif. Paper ini memperlihatkan sifat definit non-negatif fungsi karakteristik dari suatu sebaran binomial negatif majemuk sebagai penjumlahan sebaran eksponensial yang ditunjukan dengan memperlihatkan sifat kekontinuan dan bentuk kuadratik.Kata Kunci: Sebaran binomial negatif majemuk, Sebaran eksponensial, Fungsi karakteristik, Fungsi definit non-negatif
DIMENSI PARTISI DARI GRAF KUBIK Cn,2n,n Iqbal Sanjaya; Narwen Narwen; Budi Rudianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.90-93.2018

Abstract

Misalkan G = (V, E) adalah graf terhubung dan S ⊆ V (G), dimana S adalah himpunan titik yang menjadi himpunan dari V (G). Selanjutnya misalkan terdapat titik v ∈ V (G). Maka jarak dari titik v ke himpunan S, dinotasikan dengan d(v, S), didefinisikan sebagai d(v, S) = min{d(v, x)|x ∈ S}, dimana d(v, x) adalah jarak dari titik v ke x. Misalkan V (G) dipartisi menjadi k buah himpunan, S1, S2, · · · , Sk yang saling lepas. Definisikan Π = {S1, S2, · · · , Sk} dengan Si ⊆ V (G), untuk i = 1, 2, · · · , k sebagai himpunan yang berisikan k-partisi, Representasi dari v ∈ V (G) terhadap Π didefinisikan sebagai r(v|Π) = d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk). Jika untuk setiap dua titik berbeda v, x ∈ V (G) berlaku r(v|Π) 6= r(x|Π), maka Π disebut partisi pembeda dari graf G. Kardinalitas dari partisi pembeda minimum disebut, Dimensi partisi dari graf G, dinotasikan pd(G). Dalam penelitian ini ditentukan dimensi partisi pada graf kubik Cn,2n,n, untuk n ≥ 3.Kata Kunci: Dimensi partisi, partisi pembeda, graf kubik Cn,2n,n
PEMODELAN MATEMATIKA PADA PERCABANGAN PEMBULUH DARAH Delsiana Boneta; Efendi Efendi; Mahdhivan Syafwan
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.27-35.2018

Abstract

Pada penelitian ini, dibahas pemodelan percabangan pada pembuluh darah sehingga diperoleh sudut optimal agar darah dapat mengalir dengan lancar didalam pembuluh. Pada pemodelan diperoleh resistensi dan volume dari fluida yang mana nilai minimum dari resistensi dan volume fluida akan mengoptimalkan aliran darah pada pembuluh darah. Disini juga diperiksa kesesuaian model yang diperoleh dengan hasil observasi Empiris Roux.Kata Kunci: Pemodelan percabangan pembuluh darah, Resistensi, Volume Fluida, Observasi Empiris Roux
SIFAT-SIFAT TRANSFORMASI PROYEKTIF Putri Fauziahtul Asri; Haripamyu Haripamyu; Zulakmal Zulakmal
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.127-135.2018

Abstract

Transformasi yang memetakan P 2 ke P 2 disebut dengan transformasi proyektif. Pada transformasi ini, koordinat homogen sangat diperlukan dalam pembentukan matriks standar transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat-sifat yang dimiliki oleh transformasi proyektif berdasarkan matriks standar transformasi yang terbentuk.Kata Kunci: Bidang P 2 , transformasi proyektif, P GL(2)
PERKIRAAN LAMA WAKTU KEMATIAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MODIFIKASI HUKUM PENDINGINAN NEWTON Gustina Virny
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.58-64.2018

Abstract

Makalah ini membahas model modifikasi hukum pendinginan Newton untuk memperkirakan lama waktu kematian. Untuk mencari solusi dari model modifikasi hukum pendinginan Newton, digunakan metode pemisahan variabel. Solusi dari modifikasi hukum pendinginan Newton ini diplot dengan menggunakan data berat badan sehingga diperoleh grafik yang menunjukkan bahwa semakin besar berat badan seseorang maka proses pendinginan suhu tubuhnya akan lebih lama sehingga lama waktu kematiannya juga akan lebih lama.Kata Kunci: hukum pendinginan Newton, metode pemisahan variabel, lama waktu kematian
KOEFISIEN KORELASI BEBERAPA HIMPUNAN KABUR Al Rifqi Rahmad Putra
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.1-8.2018

Abstract

Teori himpunan kabur (fuzzy set) telah diperkenalkan oleh Zadeh pada tahun 1965, dimana teori ini dapat menjadi alternatif yang lebih baik dalam mencari solusi permasalahan yang mengandung ketidakpastian. Kemudian semakin berkembang ilmu pengetahuan, maka semakin banyak bentuk umum dari himpunan kabur (fuzzy set/FS) yang diusulkan dan dikembangkan, diantaranya ada himpunan kabur intuisionistik (Intuitionistic Fuzzy Sets/IFS), himpunan kabur hesitant (Hesitant Fuzzy Sets (HFS)), dan himpunan kabur dual hesitant (Dual Hesitant Fuzzy Sets (DHFS)). Pada penelitian ini akan dikaji tentang koefisien korelasi antara himpunan kabur intuisionistik, koefisien korelasi himpunan kabur hesitant dan koefisien korelasi himpunan kabur dual hesitant. Koefisien korelasi bertujuan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara dua variabel atau parameter. Kemudian koefisien yang diperoleh di antara dua DHFS dengan menggunakan konsep dari statistik, formulanya dikembangkan untuk koefisien korelasi r1 untuk keanggotaan dan r2 untuk bukan keanggotaan. Selanjutnya rata-rata dari r1 dan r2 menentukan koefisien korelasi r di antara data yang diwakili oleh dua DHFS.Kata Kunci: Koefisien korelasi, himpunan kabur, himpunan kabur intusionistik, himpunan kabur hesitant, himpunan kabur dual hesitant, koefisien korelasi himpunan kabur intuisionistik, koefisien korelasi himpunan kabur hesitant, koefisien korelasi himpunan kabur dual hesitant
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINTASAN DAN GRAF LINGKARAN SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA Suci Rahma Putri; Des Welyyanti; Narwen Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.159-165.2018

Abstract

Misalkan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k maka Π = {S1, S2, · · · , Sk} adalah himpunan yang terdiri dari kelas-kelas warna di V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k-vektor,cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Bilangan bulat positif terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai kpewarnaan lokasi dinamakan bilangan kromatik lokasi dari G, dan dinotasikan dengan χL(G). Penelitian ini akan memperluas mengenai bilangan kromatik lokasi dapat diaplikasikan pada semua jenis graf termasuk graf tak terhubung. Khususnya akan ditentukan bilangan kromatik lokasi graf tak terhubung dengan graf lintasan (Pn) dan graf lingkaran (Cm) sebagai komponen-komponennya dimana graf lintasan dengan n titik dan graf lingkaran dengan m titik.Kata Kunci: Kelas warna, Kode warna, Pewarnaan lokasi, Bilangan kromatik lokasi, Graf tak terhubung, Graf lingkaran, Graf lintasan

Page 2 of 3 | Total Record : 24